Sahabat Ku Musuhku

Sahabat Ku Musuhku
makan siang


__ADS_3

"Io.....kita bisa perbaiki semua nya io,aku janji akan menjadi perempuan baik dan menurut pada mu" mohon Angel


"Ngel,aku tidak bisa, dengan tidak memasukkan kalian ke penjara saja sudah untung untuk kalian saat ini jangan minta yang aneh-aneh lagi pada ku" tegas Gio membuat Angel terdiam


"Aku tau rencana kalian menjebak ku ngel,dan aku juga tau kalau papa mu yang menculik mama ku jadi jangan banyak permintaan pada ku" lanjut Gio


"Io....aku...a-ku tidak tau apa-apa io"


"Sudah lah Ngel jalani hari mu tanpa aku karena aku tidak bisa menikahi kamu"


Angel menggeleng kan kepala nya pelan dia tak terima dengan ucapan Gio.


"Selama kita berpacaran aku selalu menghormati mu ngel,aku rasa perpisahan ini jalan terbaik untuk kita" tegas Gio lagi tapi Angel tetap tidak terima


Gio mengambil telpon untuk menghubungi Satpam dia tak ingin Angel membuat kegaduhan di kantor nya.


Angel yang di tarik paksa pun berteriak


"Lepas.... lepaskan saya,kalian bisa di pecat jika macam-macam pada saya" ucap Angel tapi tidak di hiraukan oleh petugas keamanan tersebut


"Gio.....sayang jangan begini.kita bisa bicara baik-baik io"


"Jika dia datang lagi jangan beri masuk" ujar Gio pada sekretaris nya


Gio menghempaskan tubuhnya di kursi di lihatnya undangan pernikahan Akmal dan Via, padahal dulu dia yang merencanakan pernikahan dengan Angel tapi kini malahan Akmal yang duluan menikah.


Tiba-tiba Gio teringat akan Mita,apa dia harus mendekati Mita pikir nya.

__ADS_1


Gio segera meraih tas nya dan keluar dari ruangan,dia harus mengucapkan terima kasih pada Mita karena sudah menyelamatkan nyawa mama nya.


****


"Gio" gumam Mita terkejut saat melihat Gio berada di depan butik nya


Akmal dan Via melihat kearah luar, lelaki yang memakai jas hitam itu berjalan gagah masuk ke dalam butik membuat Akmal sedikit menyipitkan matanya


"Siang..." ujar Gio tersenyum kecil pada Mita,Via dan Akmal


"Kau menyusul ku" tuduh Akmal


"Tidak....aku ingin bertemu Mita" jawab Gio cepat


"Mita???"


Via dan Akmal menatap Mita serentak membuat Mita memukul kecil lengan calon adik ipar nya ini


"Lepas tu mata" tunjuk Mita


"Seperti nya ada yang beda" goda Akmal


"Udah mas, yuk kita pergi masih ada janji dengan WO kan" potong Via dan di anggukki Akmal, memang calon pengantin ini tengah sibuk mempersiapkan acara pernikahan mereka.


"Jadi gimana Vi,mau di tambah lagi payet nya?" tanya Mita


"Terserah kakak,mana baik nya saja aku ikut" sahut Via sedikit berteriak karena Akmal sudah menarik tangan nya untuk keluar.

__ADS_1


Suasana hening sejenak,Gio pun serba salah saat ini karena tidak tau ingin memulai dari mana.


"Hmmmm.......Mit, ak-u..."


"Duduk io..."tawar Mita dan diangguki Gio


"Mau minum apa?" tawar Mita lagi


"Tidak usah,,aku hanya ingin mengucapkan terima kasih karena sudah menjaga mama"


"Oh... untuk itu,aku sudah menganggap bu ratih seperti orang tua ku sendiri io,jadi tidak masalah"


"Tapi aku juga harus tetap berterima kasih Mit, karena kamu mama ku selamat, beliau bercerita kalau kamu yang membawa di saat beliau sekarat"


"Itu semua terjadi karena kehendak tuhan io, tidak perlu berlebihan"


"Aku juga kemari ingin mengajak mu makan siang,apa kamu bisa?" tanya Gio pelan karena dia takut Mita menolak


"Makan siang? ak-u "


"Kalau memang tidak bisa tidak apa-apa Mit,aku hanya ingin lebih dekat dengan mu" potong Gio cepat


"Aku belum jawab io,kenapa kamu sudah memberikan jawaban sendiri"


"Aku takut kamu keberatan"aku Gio


"Siapa bilang,ayo...." ajak Mita tersenyum kecil membuat Gio menjadi semangat.

__ADS_1


__ADS_2