
"Mit.....kenapa kamu di sini? " tanya Farel saat Mita berjalan sendirian melihat sekeliling ruangan.
"Mas Farel...!!"
"Kamu kenapa kemari Mit dan kenapa kamu sangat dekat dengan Pak Gio" cecar Farel penasaran
Mita tersenyum kecil tapi belum sempat menjawab tiba-tiba seseorang memegang lengan Mita dan membalikkan tubuhnya.
"Plak...."Satu tamparan kuat di layangkan di pipi Mita hingga meninggal kan bekas merah.
"Jihan.... apa-apa an kamu" pekik Farel menarik Jihan jauh dari Mita
"Kamu yang apa-apaan mas, pantas kamu tidak pulang ternyata kamu masih berhubungan dengan perempuan mandul ini" tunjuk Jihan
Jihan mendapatkan kabar kalau sedang ada acara ulang tahun perusahaan tapi kenapa Farel tidak mengajak nya sehingga dia berinisiatif pergi sendiri,dia ingin semua rekan kerja Farel tau kalau dia istri Farel
"Kamu salah paham Ji,ayo pulang" Ajak Farel tapi di tepis oleh Jihan dia masih penasaran dengan Mita.
"Salah paham kamu bilang,aku melihat dengan mata kepala ku sendiri kamu bilang salah paham! kamu lebih memilih mengajak dia dari pada aku kamu bilang salah paham!" pekik Jihan membuat semua yang ada di sana memperhatikan mereka.
__ADS_1
Via segera berjalan cepat kearah kakak nya yang sedang meringis memegang pipi nya, Begitu juga Gio yang sedang menemani para tamu segera menghampiri Mita, Beruntung Bu Ratih dan suaminya sudah pulang jadi tidak melihat keributan ini.
Via memegang lengan Mita lalu mendekati Jihan yang sedang berdebat dengan Farel.
"Plak...."Via melayang kan tamparan yang lebih keras pada Jihan hingga sudut bibir perempuan ini berdarah,Via tidak peduli orang memperhatikan mereka yang jelas dia bisa membalas sakit hati kakak nya.
"Kau pelakor murahan berani-beraninya kau datang kemari dan menampar kakak ku, tidak tau malu" pekik Via,Jihan hendak membalas tapi di tarik oleh Farel
"Lepas kan aku mas,lepas! aku ingin memberikan pelajaran untuk anak ingusan ini, dia dan kakak nya sama saja,aku datang kemari karena kamu suami ku mas, sedang kan dia hanya mantan yang tidak bisa move on dari kamu!"
"Jihan ... sudah,jangan buat kekacauan di sini...pulang!" bentak Farel
"Kamu lupa kalau aku yang memberikan keturunan pada mu bukan perempuan mandul itu"marah Jihan
Gio mendekat pada Mita dan memeluk nya membuat semua mata tertuju pada mereka.
Mita menangis di pelukan Gio sedangkan Via di tenang kan oleh Akmal.
"Kamu pelakor! Perempuan tidak tau diri,anak hasil perselingkuhan saja kamu bangga kan,kakak ku bukan mandul tapi dia sengaja tidak mau memberi kan anak pada suami mu itu, karena kakak ku tau kalau dia bukan lelaki baik" jawab Via kesal membuat Farel menatap Mita
__ADS_1
"Mit,apa itu benar?" tanya Farel
"Farel saya ingin masalah ini di selesaikan di ruangan saya sekarang juga!" tegas Gio membuat Farel menelan saliva nya
"Sayang tenang" bisik Akmal dia takut terjadi apa-apa pada janin Via karena istri nya ini terlalu bersemangat
"Io....bawa aku pergi" ucap Mita pelan,dia terlalu malu dengan kejadian ini.
"Saya beritahu pada kalian semua kalau perempuan yang berdiri di sebelah saya ini adalah istri yang saya cintai dan kalian harus menghormati nya seperti kalian menghormati saya,dia nyonya di perusahaan ini" tegas Gio membuat Farel dan Jihan terkejut.
Semua yang hadir di sini juga ikut terkejut karena memang tidak mendengar kabar pernikahan bos tampan mereka ini tapi tiba-tiba Gio mengumumkan siapa istri nya.
Gio menuntut Mita untuk keluar dari Aula.
Via berjalan pelan ke arah Jihan dan Farel dengan angkuh,ntah kenapa sejak hamil Via justru memiliki percaya diri yang tinggi apalagi dia tau kalau Akmal sangat mencintai nya saat ini.
"Kamu dengar bukan siapa suami kakak ku,sekelas suami mu itu belum ada apa-apa nya jadi jangan berpikir kakak ku mau kembali pada sampah seperti suami mu! karena sejatinya sampah hanya di sukai lalat pengganggu seperti mu, ingat kakak ku tidak akan pernah kembali pada suami mu!" ujar Via sinis lalu menghentakkan kakinya dan berjalan keluar Aula di ikuti Akmal yang seperti pengawal wanita hamil muda ini.
Suasana masih sangat tegang saat ini karena Farel dan Jihan masih berada di dalam ruangan,Farel mengeram kesal pada Jihan karena kali ini habis sudah riwayat nya.
__ADS_1