Sahabat Ku Musuhku

Sahabat Ku Musuhku
penculikan


__ADS_3

"Kamu bisa pulang hari ini Mit"


"Ada apa bu,kenapa mendadak begitu?" tanya Mita penasaran, tidak pernah ibu nya menyuruh pulang tiba-tiba membuat Mita gelisah


"Ada yang ingin ibu bicarakan"


"Tapi ini sudah sore bu, bagaimana jika besok pagi"pinta Mita


"Hari ini Mit,ibu mau selesai hari ini"


"Baiklah Mita akan pulang hari ini" jawab Mita penutup ponsel nya


Mita mengirimkan pesan pada Via


"Vi...kakak tidak pulang karena ibu meminta kakak menemui nya,minta salah satu karyawan menemani mu" pesan Mita


"Ibu kenapa kak?"


"Tidak apa-apa,hanya ada hal penting saja yang harus di bicarakan" balas Mita


****


"Ibu tidak bisa memaksa Mita nak, apalagi kalian sudah bercerai resmi"


"Tapi Mita juga berselingkuh bu dari ku"kekeh Farel


Farel mencoba mengalihkan fakta pada Bu Hani agar dia bisa kembali bersama Mita


"Ibu tau Mita,ibu yang melahirkan nya,tidak mungkin Mita berselingkuh sedangkan dia mencintai mu"


"Bu, lelaki itu bernama Akmal jika ibu tidak percaya tanyakan pada Via,Akmal sudah beberapa kali melamarnya"


"Tapi dia tidak pernah menerima bukan? itu hanya sekedar pengagum biasa"


"Bu,aku ingin kembali pada Mita bu,aku mohon bantu aku,aku janji akan membahagiakan Mita bu" mohon Farel pada mantan mertua nya ini


"Ibu memang tidak tau apa permasalahan kalian karena Mita tidak pernah cerita tapi ibu yakin dengan Mita"


"Bu,aku mohon bu, rumah tangga kami di mulai dari Nol apa ibu tega membiarkan Mita menjadi janda"


Bu Hani menghela nafas panjang,benar yang di katakan Farel tak kan ada seorang ibu yang tega melihat anak nya menjanda.

__ADS_1


"Kita tunggu saja Mita ya,ibu tidak bisa memberi kan keputusan"


"Baik lah bu,tapi aku mohon bujuk Mita agar kembali pada ku"


"Ibu akan bujuk semampu ibu" jawab Bu Hani


****


"Lepas......lepaskan saya,apa mau kalian?"


"Diam... kamu ingin mati sia-sia sekarang"


"Saya tidak kenal kalian, lepaskan saya"pekik Bu Ratih berontak


"Plak....."satu tamparan keras di layangkan di pipi bu Ratih hingga mengeluarkan darah segar dan perempuan tua ini jatuh pingsan


"Pingsan bos,ibu ini pingsan" lapor salah seorang anak buah pada lelaki ber brewok tebal itu


"Sudah biar kan saja,kita tunggu saja perintah selanjutnya dari bos besar"jawab nya


***


"****.....sial kenapa dia bisa membawa mama pa,siapa mereka"


"Lapor polisi segera pa,aku tidak mau terjadi apa-apa pada mama"


"Jangan gegabah,kita berpikir tenang dulu,apa kamu punya musuh?" tanya Papa Gio dan di jawab Gio dengan gelengan,dia merasa tidak pernah punya musuh


"Dalam bisnis mu?"


"Tidak pa,aku tidak pernah bermain curang"


"Lalu siapa yang tega menculik mama mu?"


"Kenapa kalian bisa membiarkan mereka membawa mama saya?" marah Gio pada para perawat


"Ka-mi kira mereka juga salah satu perawat pak karena berpakaian putih"


"Mungkin mama anda mengira juga akan di periksa, hingga beliau tidak menolak"lanjut nya


Gio meremas rambut nya kasar,siapa yang tega menculik mama nya, kepalanya berdeyut hebat saat ini,dia harus mencari tau keberadaan mama nya.

__ADS_1


***


Bu Ratih membuka mata nya pelan,ada di mana dia saat ini?


Terdengar tawa mengerikan dari luar sana


"Bagaimana jika dia mati bos,kita bisa di amuk oleh bos Piter?"


"Tidak mungkin mati hanya karena tamparan kecil begitu"


"Tapi sampai saat ini dia belum bangun bos"


"Coba kamu cek di dalam,sudah bangun belum"


Bu Ratih berpura-pura pingsan kembali agar mereka tidak curiga


"Nafas nya masih ada,buk....buk" Ujar salah satu penculik menendang kaki bu Ratih pelan agar terbangun tapi Bu Ratih tetap diam,lalu lelaki itu keluar


"Masih pingsan bos"


"Biarin aja,nanti kalau lapar juga bangun sendiri,sana beli kopi"


"Di mana ada jual Kopi di sini bos?"


"Ya cari di luar sana,jangan bodoh kamu,kalau di sini mana ada" bentak lelaki yang di panggil bos ini.


Bu Ratih membuka kembali mata nya melihat sekeliling, mencari cara agar bisa lolos.


"Piter,,,siapa Piter?? apa hubungannya dengan ku" batin Bu Ratih


Seperti nya dia tengah berada di rumah tua, karena terlihat dinding kotor dan kayu yang sudah keropos,Bu Ratih terus melihat sekeliling ruangan yang berukuran 3x4 tersebut,sangat sesak menurut nya.


Ada jendela kayu tapi di lilit dengan kawat,itu lah salah satu cara melarikan diri tapi bagaimana cara membuka kawat nya, dengan menggunakan tangan tidak mungkin sudah pasti akan terluka pikir nya tapi tidak ada cara lain lagi hanya itu yang bisa dia lakukan saat ini tidak ada palu atau pun pisau sebagai alat pembantu nya.


"Kok lama ya Slamet beli kopi nya?" tanya salah satu rekan nya


"Kamu susul gih, palingan dia ganggu janda di warung sana"


"Bos berani sendirian?"


"Ya berani lah,itu cuma nenek tua yang tidak berguna,di pukul sedikit saja pingsan, bagaimana mau melawan ku" jawab Sang bos terkekeh kecil

__ADS_1


"Aw...."ringis nya kecil saat memegang kawat yang menjadi penghalang jendela


"Bu Ratih merobek sedikit baju nya untuk membalut telapak tangan agar bisa memegang kawat nya.


__ADS_2