Sahabat Ku Musuhku

Sahabat Ku Musuhku
Undangan


__ADS_3

Seminggu berlalu Angel mendatangi kantor Gio,dia ingin meminta Gio kembali pada nya.


"Maaf bu,pak Gio sedang ada tamu" larang sekretaris Gio


"Kamu tau kan siapa aku? tidak ada orang yang berani menghalangi keinginan ku" tegas Angel mendorong sekretaris Gio


Pintu di buka paksa oleh Angel membuat semua mata tertuju pada nya.


"Angel!!!"ujar Gio pelan


"Gio,,maaf kan kesalahan ku io,aku ingin kita kembali seperti dulu lagi" mohon Angel pada Gio tanpa rasa malu membuat Akmal dan Via yang berada di sana menatap Angel tidak suka karena Angel pernah memarahi Mita saat pesta ulang tahun mama Akmal,kali ini Akmal dan Via datang untuk memberikan undangan pernikahan mereka.


"Maaf sepertinya kami harus pamit io"ujar Akmal sambil menggenggam tangan satu tangan Via dan satu nya menyalami tangan Gio.


Gio yang memang tak enak hati mengangguk setuju,dia juga harus menyelesaikan permasalah nya dan Angel.


Via terus menatap tajam Angel, dia ingat betul bagaimana cara Angel menghina kakak nya saat itu hanya karena tumpahan air.


Akmal menarik Via keluar dia tau calon istri nya ini tidak suka pada Angel.


"Kenapa sampai segitunya melihat dia Vi?" tanya Akmal saat mereka masuk kedalam mobil

__ADS_1


"Mas, bukan nya perempuan itu-"


"Ya di calon tunangan Gio" potong Akmal


"Kok mau sih Mas Gio dengan nya mas, perempuan sadis begitu" ketus Via


"Mana kita tau sayang, yang nama nya jodoh, rezeki,maut itu tuhan yang atur,aku aja sampai saat ini nggak bisa percaya kalau aku akan menikah dengan kamu perempuan bawel,muda terus-"


"Terus....... ngomong aja terus,kapan perlu di batalin aja nikah nya kalau kamu menyesal" ketus Via sambil memanyunkan bibirnya kesal membuat Akmal terkekeh geli melihat Via merajuk


"Duh.... segitu nya, bercanda sayang" bujuk Akmal.


Akmal menarik tangan Via untuk mendekat pada nya dan mencium pipi Via berkali-kali, beberapa pekan jauh dari Mita dan dekat dengan Via membuat Akmal nyaman, perempuan ini membuat hidup nya berwarna dengan celoteh-celotehan nya,ada saja pertanyaan konyol dari bibir Via yang membuat Akmal bisa tertawa, ternyata perkiraan Akmal salah selama ini,Via gadis periang yang bisa mengubah kehidupan nya.


"Mesum sama calon istri sendiri tidak ada larangan kan, bentar lagi juga semua nya punya aku"


"Nggak boleh mas" dorong Via


"Apa nya yang nggak boleh" ucap Akmal memegang pipi Via dan menatap mata perempuan cantik ini


"Vi...terus begini biar aku semakin mencintai mu" ujar Akmal pelan membuat Via terdiam,tak pernah ada kata cinta yang keluar dari bibir Akmal selama ini yang Via tau hanya rasa keterpaksaan karena mama nya yang meminta dia segera menikah

__ADS_1


Akmal mendekat kan bibir nya di bibir Via membuat Via menutup mata nya tapi saat bibir mereka bersatu deringan ponsel tiba-tiba berbunyi membuat Via mendorong Akmal kuat.


Via mencari ponsel nya dan segera mengangkat.


"Ya kak....." jawab Via gugup


"Vi,kamu di mana?" tanya Mita di sebrang sana


"Ini.....ini kak aku sedang di parkiran kantor"


"Sama Akmal?" tanya Mita lagi


"Hmmm...iya, kenapa kak?"


"Baju nya sudah selesai,coba di fitting dulu deh dek,ajak Akmal sekalian mana tau ada yang kurang"ujar Mita


"o....iya kak, sebentar lagi kami ke sana" jawab Via menutup ponselnya lalu melihat kearah Akmal yang terdiam sambil memijat keningnya


"Mas,,,kak Mita minta kita ke butik " ucap Via pelan


"Kenapa?"

__ADS_1


"Fitting baju" jawab nya cepat,dia tau saat ini calon suami nya itu mungkin kesal.


Suasana menjadi canggung karena kejadian tadi,belum pernah ada lelaki yang berani menyentuh bibir nya dan Akmal orang pertama,Via berharap Akmal benar-benar menjadi suaminya kelak tanpa ada nya hambatan karena dia memang mencintai lelaki tampan ini.


__ADS_2