
"Seperti nya Mita tidak datang ma" ujar Farel putus asa, seharian dia menunggu Mita tapi sampai saat ini batang hidung Mita tak kelihatan.
Ibu Mita meraih ponselnya kembali untuk menghubungi Mita tapi malah tidak aktif.
"Apa dia tau aku datang kemari bu?" tanya Farel
"Ibu tidak mengatakan apapun pada Mita nak tapi jika Mita memang tidak datang mungkin saja dia memang sibuk saat ini"
"Bu, bantu aku kembali bu"mohon Farel
"Ibu tidak bisa membantu mu Rel,jika masalah hati ibu serahkan semua nya pada Mita,jika memang Mita masih mencintai mu ibu rasa bisa saja kalian kembali dengan syarat kesepakatan bersama"
"Aku akan turuti semua kemauan Mita bu"jawab Farel tegas
"Hari sudah semakin malam,ibu rasa Mita tidak akan datang, kembali saja dulu besok ibu akan hubungi Mita lagi" bujuk ibu Mita agar Farel mau pergi dari rumah nya.
****
Bu Ratih mengerjapkan mata nya melihat sekeliling dia merasa saat ini tengah berada dalam satu ruangan yang sama sekali tidak dia kenal, apakah dia sudah meninggal pikir nya.
"Bu ....sudah sadar?" tanya Sang dokter
__ADS_1
Mita segera berdiri sambil merenggangkan kedua tangannya sambil menguap, semalam dia menginap di klinik tempat bu Ratih di rawat,dia ingin menghubungi ibu nya tapi ponsel Mita kehabisan daya.
"Bu....ibu sudah siuman?" tanya Mita tersenyum kecil,dia sedikit lega karena Bu Ratih sudah sadar kan diri.
"Mit...ini kamu mita?" tanya Bu Ratih tak percaya dan di anggukki Mita sambil tersenyum kecil mengusap lembut kepala bu Ratih
"Alhamdulillah....ini di mana Mit,kenapa ibu bisa bertemu kamu?"
"Cerita nya panjang bu,nanti Mita cerita kan,saat ini yang terpenting kesehatan ibu,Biar dokter memeriksa terlebih dahulu setelah itu ibu sarapan ya, Mita keluar sebentar mencarikan makanan" ujar Mita dan di anggukki Bu Ratih, perasaan orang tua ini sangat lega karena saat ini dia berada di tangan perempuan baik.
Mita mencarger ponsel nya lalu segera keluar,dia juga harus menghubungi ibu nya agar tidak cemas karena semalam.
****
"Belum pa"
"Kenapa belum io,uang bisa di cari tapi seorang ibu di mana kamu akan mencari nya,apa kamu tidak sayang pada mama mu sehingga uang segitu kamu permasalahan kan juga"Kesal sang papa
"Bukan begitu pa,aku ingin tau terlebih dahulu keadaan mama,jika memang mama di tangan mereka aku akan kirim kan uang nya segera"
"Jelas-jelas mama mu di culik io,jelas dengan mereka lah saat ini, jika tidak sudah pasti mama mu pulang dan berada pada kita"
__ADS_1
"Pa, perasaan ku berbeda,aku rasa mama tidak bersama mereka pa,aku ingin melihat terlebih dahulu keadaan mama, bagaimana pun juga aku ingin mengungkap siapa penculik mama sebenarnya"
"Ini bukan waktu yang tepat io, keselamatan mama yang terpenting"
Angel berjalan angkuh masuk kedalam rumah besar milik keluarga Alexander dengan menenteng tas Hermes terbaru yang di hadiahi Gio bulan kemarin.
"Sayang,sudah ada kabar?" tanya Angel dan di jawab gelengan oleh Gio
"Sudah lah sayang transfer saja biar mereka mengembalikan mama dan kita bisa segera menikah"
"Betul yang di katakan Angel yo,lebih cepat lebih baik,papa takut dengan keadaan mama, beliau belum terlalu sehat"
"Oke.....oke,akan segera aku transfer"putus Gio
Gio mengambil ponselnya dan menghubungi asisten pribadi nya
"Tom,,, siapkan uang 2 Milyar, masukan ke rekening pribadi saya sekarang" pinta Gio lalu menutup ponselnya dan memijat keningnya sendiri
Angel tersenyum manis karena sebentar lagi papa nya akan mendapatkan uang itu, sesuai permintaan Angel 500 juta milik nya,Angel ingin semua cepat selesai dan dia bisa menikah dengan Gio.
Tiba-tiba ponsel Gio berbunyi, tertera nomer baru di sana membuat Gio mengerutkan keningnya dia yakin ini nomer penculik nya.
__ADS_1
"Hallo....." jawab Gio cepat
"Hallo io,ini aku Mita"