Sahabat Ku Musuhku

Sahabat Ku Musuhku
lelah


__ADS_3

"Kamu dari mana mas?" tanya Mita berdiri sambil melipat kedua tangannya saat Farel baru saja tiba di rumah pukul delapan malam.


"Kerja"jawab Farel cuek,dia berusaha sesantai mungkin agar Mita tak curiga.


"Kerja....jangan membohongi ku mas,kerja di mana kamu? aku ke kantor mu siang tadi kamu tidak masuk dengan alasan sakit kamu tidak mengatakan apapun pada ku mas, bahkan ponsel mu tidak bisa di hubungi,jangan coba-coba membohongi ku mas" ucap Mita tegas membuat wajah Farel sedikit pucat,dia harus mencari alasan yang tepat agar Mita tak curiga pada nya.


"Kamu membuntuti ku?"


"Bukan membuntuti mu, tapi aku sengaja mencarimu ke kantor untuk mengajak makan siang bersama tapi kamu malah pergi mas,kemana kamu? jangan mengalihkan pembicaraan mas"bentak Mita


"Aku kerja Mit,,kerja! tapi karena tubuh ku sedikit pusing aku ke dokter,apa salah aku pergi berobat? kamu selalu saja berpikiran buruk pada ku"


"Setelah berobat kamu kemana? ponsel mu?" cecar Mita


"Aku-a-ku langsung pergi bertemu Klien, karena ada kontrak yang harus di selesaikan, ponsel ku memang mati, karena lowbat "alasan Farel


Mita menatap tajam wajah suaminya,dia tak percaya dengan ucapan Farel.

__ADS_1


"Kalau kamu tidak percaya ya sudah, yang jelas aku tidak berbohong,aku bosan Mit,muak jika di tuduh terus menerus oleh mu" tegas Farel lalu pergi masuk kedalam kamar


Mita menghela nafas kasar dan mengusap wajah nya,dia harus mencari tahu semua ini,Farel akhir-akhir ini bertingkah semaunya bahkan mereka tak seperti dulu, berbicara bila ada keperluan saja bahkan mereka sering bertengkar.


*****


Mita tidak bisa tidur dengan tenang dia memikirkan Farel suaminya yang makin hari makin tak bisa di tebak lagi.


Mita memutuskan untuk bangkit dia melihat ponsel Farel yang di letakkan nya di nakas,dia mengambil nya diam-diam tapi ponsel Farel di kunci,dia tak bisa membuka nya,tapi setidaknya Mita bisa melihat kalau baterai ponsel nya penuh,kapan Farel mencarger nya? batin Mita


"Vi.....kamu kenapa di sini?" tanya Mita heran saat melihat adik nya duduk di meja makan sendirian.


"Aku Haus kak,kakak kenapa keluar?" tanya Via


"Kakak tidak bisa tidur Vi, tubuh kakak terlalu lelah"


"Mau aku bantu pijit kak?" tanya Via

__ADS_1


"Boleh"jawab Mita tersenyum kecil


Mita membaringkan tubuhnya di atas sofa yang ada di ujung ruangan,dan Via duduk di bagian bawah,kaki Mita di naikan ke atas agar Via bisa memijit dengan leluasa.


"Seperti nya kakak sedang banyak pikiran"tebak Via


"Tidak...!!! hanya lelah bisa dek,kakak juga sudah terbiasa nanti juga baikan sendiri"


"Kak,,kalau lelah katakan siapa tahu aku bisa membantu"


"Dek,kamu belum mengerti masalah rumah tangga, kamu masih sangat muda, sudah lah jangan memikirkan kakak, karena kamu yang seharusnya di pikirkan"


Mita menurunkan kaki nya dia mengusap kepala Via dan tersenyum kecil


"Tidur....!!! hari sudah malam besok harus membantu kakak ke butik" ujar Mita berjalan melenggang meninggalkan Via sendiri yang diam memandangi kakak nya pergi.


Mita akui saat ini dia sedang banyak pikiran,tapi dia juga tidak bisa bercerita pada Via Yang belum mengetahui masalah rumah tangga.

__ADS_1


__ADS_2