
"Akan aku usahakan secepat nya pa,kami juga akan menikah Minggu depan! semua surat menyurat nya sudah selesai"ujar Angel
"Papa sabar saja dulu,tidak akan lama lagi,Aku sudah berbicara dengan Gio mengenai perusahaan itu dan Gio menyetujui nya, untuk uang aku tidak bisa mengirim kan minggu ini pa karena Gio sedang sibuk,tapi aku janji secepat nya"
"Iya.....aku tau, brosur nya sudah aku berikan pada Gio, Apartemen nya juga atas nama ku,Gio itu bodoh pa,dia sangat mencintai ku jadi gampang untuk meminta apapun pada nya,papa tenang saja setelah ini aku akan alihkan semua kekayaan Gio atas nama ku tapi sebelum nya aku harus lenyap kan dulu mama nya" lanjut Angel sambil tertawa kecil
Tubuh bu Ratih bergetar hebat mendengar obrolan Angel di telepon,Bu Ratuh sudah bisa menebak kalau Angel hanya menginginkan harta Gio.
Dia segera melangkah kan kaki nya mundur perlahan dari kamar pengantin yang akan di gunakan Gio dan Angel,tadi nya Bu Ratuh ingin memanggil Angel untuk memilih gaun yang akan dia kenakan saat akan akad nikah tapi dia malah mendengar hal yang seharusnya dia tau dari awal.
"Pyar...." bu Ratih menjatuhkan vas bunga hingga pecah, tubuh nya sedikit oleng karena jantung nya berdegup kencang
Angel segera menutup ponselnya dan membalikkan tubuhnya pintu kamar terbuka, perasaan tadi Angel sudah menutup nya siapa yang datang,Angel segera keluar tapi dia tak melihat siapa-siapa hanya Vas bunga keramik yang jatuh di depan kamar pengantin nya.
Bu Ratih menutup mulut nya agar tak mengeluarkan suara,dia menyembunyikan tubuh nya di antara guci besar penghias jalan.
__ADS_1
Angel sedikit bingung siapa yang sudah menjatuhkan Vas keramik ini,apa Gio? jika memang Gio kenapa tidak memanggil nya,apa Gio mendengar percakapan bersama papa nya jika ia pasti Gio akan marah bukan malah memilih pergi,Angel bingung sendiri dan kembali masuk lalu menutup pintu kamar nya.
***
"Ma,kenapa bisa jatuh sakit begini?" tanya Gio
"Mungkin mama terlalu lelah io" jawab Bu Ratih pelan, pernikahan Gio dan Angel tinggal menghitung hari tapi saat ini Bu Ratih malah jatuh sakit
Ponsel bu Ratih berbunyi
"Hallo"
"Hallo maaf mengganggu,bu Ratih nya ada?"
"Maaf mama saya sedang sakit,saat ini tidak bisa di ganggu,nanti jika beliau sudah baikan akan saya sampaikan"jawab Gio ramah
__ADS_1
"baik lah maaf sebelum nya nanti sampai kan saja Butik Cantika menghubungi beliau untuk fitting baju pengantin"
"Baiklah terima kasih " sahut Gio lalu menutup ponsel mama nya, suara yang lembut dan Gio berusaha mengingat nya seperti nya dia pernah mendengar suara perempuan itu tapi di mana???
"Siapa?" tanya Bu Ratih
"Butik Cantika ma"
"Astaghfirullah,mama lupa mengabarkan nya"
"Io, seperti nya pernikahan mu harus mama tunda beberapa waktu lagi karena kondisi mama tidak fit"
Terlihat wajah kecewa Gio, terlalu banyak rintangan dia untuk menikah dengan Angel tapi mau bagaimana lagi, mungkin ini cobaan agar hubungan mereka makin awet,Gio pun tak bisa menolak permintaan mama nya karena benar bu Ratih sedang sakit dan jika harus di paksakan nanti malah berakibat fatal.
Gio mengangguk patuh dan bu Ratih tersenyum tipis,dalam beberapa hari ini dia harus membongkar kedok Angel pada Gio agar anak lelakinya ini bisa melihat siapa calon istri yang dia pilih selama ini.
__ADS_1