
Angel mengepalkan tangannya mendengar sang calon mertua nya mencari cara untuk membatalkan pernikahan nya dan Gio.
Bu Ratih bercerita pada Suaminya,dia tak ingin Angel menjadi menantu di keluarga Alexander karena Angel perempuan yang licik.
Saat dia hendak membawa kan sarapan untuk mengambil hati sang calon mertua Angel mendengar langsung bu Ratih mengadu pada papa Gio.
"Nenek tua ini mencoba bermain-main dengan ku, akan ku tunjukkan wujud ku yang sebenarnya pada nya" geram Angel,dia saat ini juga di desak oleh keluarga nya sedang kan bu Ratih mencari cara untuk mengundur bahkan membatalkan pernikahan nya
"Kamu harus tau siapa aku nenek tua,tidak akan ada celah untuk mu bisa membatalkan pernikahan ku"
Angel mengambil ponselnya dan menghubungi Gio tapi tidak di angkat,dia segera pergi meninggalkan rumah sakit untuk menemui Gio di kantor.
***
"Sayang aku mau pernikahan ini segera di laksanakan" ujar Angel masuk kedalam ruangan Gio tanpa permisi
"Maaf pak,tadi saya sudah melarang bu Angel tapi dia ngotot masuk"
ucap Sekretaris Gio
__ADS_1
"Harus berapa kali aku katakan pada mu aku calon nyonya di sini, setelah kami menikah kamu orang pertama yang akan aku pecat" ujar Angel menatap tajam pada sang sekretaris membuat Gio tidak enak hati,dari papa nya memimpin tidak pernah ada masalah tapi setelah Gio, Angel selalu membuat masalah.
"Keluar " usir Angel pada sekretariat Gio membuat perempuan itu segera pergi
Gio menghela nafas panjang tingkah Angel makin hari semakin bertambah,dia terlalu ikut campur dengan urusan Gio, apapun itu.
"Gel,kita bicara baik-baik, tidak perlu pakai otot begitu"
"Kamu selalu saja begitu, tidak pernah mengerti aku,aku ini calon istri mu io,aku berhak bertindak jika tidak suka"
"Gel,, tolong hargai aku,kalau kamu terus begini aku bisa bosan Ngel" bentak Gio kesal
"Sadar io,siapa yang menemani mu selama ini,aku....! kamu bisa bicara bosan,apa kamu pikir aku tidak bosan dengan tingkah kamu yang mengulur waktu begini,mana cinta yang selalu kamu katakan pada ku,apa hanya bualan semata"marah Angel
Gio mengusap wajah nya kasar, Angel benar-benar menekan nya saat ini.
"Aku mencintaimu Ngel,tapi saat ini mama ku sedang sakit,kamu tau itu bukan, setelah Beliau sembuh kita menikah"
Angel menatap tajam wajah Gio, bagaimana cara memaksa lelaki ini agar segera menikahi nya.
__ADS_1
"Aku mau kita segera menikah,jika kamu masih mengulur waktu lebih baik tidak sekalian" ancam Angel,dia pikir Gio akan ketar-ketir dengan ancaman nya ini karena selama ini Gio sangat mencintai nya.
"Oke,,aku akan bicarakan ini pada orang tua ku" pinta Gio,Angel tersenyum licik dan segera pergi dari ruangan Gio,dia memberikan waktu untuk Gio agar bicara dengan keluarga nya,jika masih belum berhasil dia yang akan mengambil langkah selanjutnya.
***
"Kenapa harus repot-repot kemarin Mit,ibu jadi tidak enak"
"Tidak masalah bu, sekalian aku memeriksa kan kesehatan" jawab Mita lembut,dia baru saja kontrol dengan dokter kandungan mengenai kesehatan dirinya, karena kebetulan satu rumah sakit Mita sengaja mampir melihat bu Ratih
"bagaimana kondisi ibu?" tanya Mita
"Alhamdulillah sudah baikan Mit,dan besok sudah bisa pulang"
"oh ya, Alhamdulillah ya bu, semoga lekas sembuh,dan hajat nya bisa di sesegera kan ya bu"
Bu Ratih menghela nafas berat,jika berbicara tentang pernikahan Gio dia pikiran nya panjang,jika bisa memilih biarkan dia terbaring sakit saja agar Gio tidak jadi menikah.
"Jangan terlalu banyak pikiran bu,agar ibu lekas sembuh" lanjut Mita dan di anggukki bu Ratih.
__ADS_1