
Farel tidur membelakangi Jihan membuat perempuan yang hamil muda ini kesal,Farel tak seperti dulu justru saat dia menjadi selingkuhan Farel terlihat menyenangkan dari pada menjadi istri,Farel terkesan dingin dan cuek jika saja bukan Jihan yang agresif tidak akan pernah terjadi percintaan di antara mereka.
"Mas,kenapa kamu berubah" ucap Jihan pelan,dia merasa jauh sekali dengan suami nya ini
"Besok aku harus kekantor Ji,banyak sekali pekerjaan yang sudah menunggu"
"Tapi aku butuh penjelasan mas"
"Tidak baik ibu hamil tidur malam-malam"potong Farel lalu memejamkan mata nya, perasaan Farel saat ini tidak tenang,dua beberapa malam ini dia merindukan Mita,rasa bersalah nya begitu kuat saat ini.
Keisengan yang jelas-jelas tak ada artinya bagi Farel membuat dirinya harus kehilangan cinta yang dia mulai dari Nol, bayang-bayang semasa pacaran hingga mereka menikah selalu menghantui Farel hingga dia enggan untuk bermesraan dengan Jihan.
Jihan mengelus perut nya lembut kenapa Mita selalu menang dari nya,bahkan anak pun sudah di berikan Jihan pada Farel tapi tak mengubah apapun bahkan yang terjadi saat ini lebih buruk lagi pikir Jihan.
__ADS_1
****
Akmal datang dengan menenteng beberapa kotak berisi sarapan,sejak dia tau kalau Mita sudah resmi bercerai Akmal selalu datang mengunjungi Butik.
"Mas Akmal"ujar Via tersenyum getir,dia tau kalau Akmal datang untuk kakak nya bukan dirinya
"Wah...banyak sekali mal,kamu selalu merepotkan diri aku jadi tidak enak" ucap Mita tersenyum menatap Via
"Aku bawa untuk-"
"Untuk mu juga,ayo di makan Vi,nanti keburu dingin malah tidak enak" jawab Akmal tersenyum menatap Via lalu membuka kotak makanan nya dan menyodorkan pada Mita serta Via bergantian
"Aku tau ini pasti kamu beli di kantin Bu Wati kan! yang ada di ujung kampus kita dulu,kamu masih ingat saja ya mal kesukaan ku"
__ADS_1
"Ya, aku sudah tebak pasti kamu tau kamu masih ingat nggak es jeruk yang di buat bu Wati dulu?"
"Iya sampai sekarang aku masih penasaran lo mal cara buat nya,cuma air putih doang di kasih perasaan air jeruk nipis tapi bisa enak"cerita Mita sambil tersenyum menyantap makanan nya sedangkan Via hanya diam, dari tadi hanya mengaduk-aduk makanan di hadapan nya,hati nya cemburu melihat Akmal dan Mita yang terlihat serasi,Akmal tau banyak kesukaan Mita begitu juga Mita terlalu banyak kisah nya bersama Akmal tidak mungkin diri nya bisa menggantikan posisi Mita.
"Aku yakin ada resep tersendiri itu Mit, kapan-kapan kita nongkrong lagi yuk di sana, pasti Bu Wati senang melihat mu" ajak Akmal
"Boleh,,aku juga rindu nostalgia di sana,mana tau bisa lihat yang bening-bening Mal" jawab Mita terkekeh kecil
"Vi.... kenapa nggak di makan,nggak enak ya? atau kamu nggak suka?" tanya Akmal menatap Via
"He...hmmm... enak mas,ini aku makan" jawab Via memasuki satu sendok ke mulut nya dan di kunyah dengan terpaksa bahkan Via butuh air untuk bisa menelan makanan nya.
"Ini enak lo Vi, Akmal belinya di tempat langganan kakak kuliah dulu, sarapan nya terkenal Vi,lain kali kami harus ikut ke sana,iya kan Mal"
__ADS_1
"Iya Vi,kakak mu suka sekali sarapan di sana dulu"timpal Akmal dan hanya di anggukki pelan oleh Via
Selesai sarapan Akmal masih betah duduk d butik Mita,dia dari tadi memperhatikan Via dan Mita bekerja,kakak beradik yang akur,Mita benar-benar perempuan kuat,dia mampu membimbing adiknya meskipun keadaan nya sendiri sedang tidak baik-baik saja,Mita tetap memperhatikan Via.