Sahabat Ku Musuhku

Sahabat Ku Musuhku
ancaman


__ADS_3

"Sayang aku mau lusa kamu temani aku datang ke acara pesta teman ku di club"


"Teman?? sejak kapan kamu punya teman di sini,bukan nya tiap hari kamu selalu bersama ku"


Ting...... tiba-tiba masuk satu pesan di ponsel Gio membuat lelaki ini mengerutkan keningnya.


"Jika tidak segera menebus mama mu,jangan harap kau bisa bertemunya lagi"


"Siapa?" tanya Angel curiga


"Rekan bisnis ku,aku harus segera pergi Ngel,kamu aku antar kan kerumah ya"ujar Gio tersenyum kecil sambil memegang pipi Angel


Angel mengambil ponsel nya di tas lalu memainkan nya, sekilas Gio melirik kearah Angel yang terlihat sibuk membalas pesan ntah pada siapa,Gio terlihat gelisah dia ingin segera menghubungi Mita untuk memastikan keadaan mama nya,tapi saat ini ada Angel di sisi nya.


Gio menginjak pedal gas nya cepat, dia ingin segera sampai agar bisa mengetahui kabar mama nya.


****


"Aman..... serahkan beliau pada ku saat ini io,jangan khawatir mama mu baik-baik saja"


"Tapi aku masih mendapatkan kabar kalau mama ku dalam keadaan bahaya Mit"


"Sebentar ya,bu Ratih sedang belajar menyulam dengan ibu ku" ujar Mita lembut sambil berjalan kearah Bu Ratih

__ADS_1


"Siapa?"


"Gio....dia sudah tidak sabar mendengar suara ibu" jawab Mita sambil memberikan ponsel nya


"Hallo io"


"Ma,, bagaimana kabar mama,apa mama baik-baik saja,aku merindukan mama,apa Mita mengurus mama dengan baik di sana" cecar Gio


"Hey.... satu-satu dulu io,mama bingung" jawab Bu Ratih sedikit terkekeh


"Aku khawatir ma, penculik itu terus meneror ku"


"Mama baik-baik io,bu Hani dan Mita mengurus mama dengan baik, bahkan sangat baik sehingga mama betah di sini"jawab Bu Ratih


"io....cari tau siapa Piter,mama mendengar nama nya saat di culik kemarin "


"Seperti nya pendengaran mama masih baik io,dan awasi Angel"


"Ma,aku tau mama tak menyukai Angel tapi-"


"Io....hanya mengawasi tidak lebih, tolong kali ini percaya mama"mohon bu Ratih dan di jawab helaan nafas kasar oleh Gio


"Baik lah, jaga diri mama,salam untuk keluarga Mita" ucap Gio menutup ponselnya

__ADS_1


Sebenarnya Gio juga sudah curiga pada Angel tapi tidak ada bukti untuk menuduh nya,dan Piter apa ada hubungannya dengan penculikan mama nya,jika ia dia tak akan mengampuni Angel dan papa nya.


****


"Jangan Gila Ji,kamu sedang hamil" ucap Farel saat Jihan berusaha ingin bunuh diri,dia merasa tak ada keharmonisan dalam rumah tangga nya dengan Farel


"Ada apa lagi Rel,Jihan sedang hamil saat ini,apa kamu tidak bisa sedikit berlaku manis pada nya" ujar Mama Farel yang baru datang


Farel membuang pisau yang di pegang Jihan dan memeluk tubuh istrinya ini.


"Maaf kan aku Ji" aku Farel pelan


"Aku hanya butuh perhatian mu mas,aku hamil sedangkan kamu hanya memikirkan cara kembali pada Mita tanpa memikirkan perasaan ku"


kemarin Jihan mengikuti Farel dan mendapati Farel mendatangi butik Mita membuat Jihan meradang.


"Ji,jika kamu terus begini aku tidak bisa konsentrasi bekerja Ji"


"Kamu yang membuat aku jadi begini mas,coba saja kamu mengikuti kemauan ku sudah pasti aku tidak akan begini" kesal Jihan memukul dada Farel pelan


"Rel, Jihan sedang hamil berapa kali harus mama katakan rel kalau begini terus mama yang bisa gila karena kalian"


"Maaf ma,aku hanya ingin meminta maaf pada Mita tidak lebih"

__ADS_1


"Sudah lah, untuk saat ini kehamilan Jihan yang terpenting,apa kamu tidak menginginkan anak itu??itu keturunan keluarga kita Rel,hilangkan ego mu untuk sementara waktu ini"tegas Mama Farel.


"


__ADS_2