Sahabat Ku Musuhku

Sahabat Ku Musuhku
berbaikan


__ADS_3

Hening....tak ada suara sama sekali di kamar Mita dan Farel,Mita bahkan memunggungi Farel tidur malam ini, sedangkan Farel merasa bersalah tapi bagaimana ingin mengatakan pada Mita dia terlalu pengecut,dia takut kehilangan Mita tapi dia juga tak bisa berhenti dari perselingkuhan nya dengan Jihan.


Mita terus mengingat ucapan sang mertua membuat nya merasa sedikit tertekan,ingin bercerita pada Farel tapi dia rasa tidak perlu.


****


"Kamu harus terus awasi dia,siapa tau teman sekantor nya yang kemarin kamu lihat di foto itu" ucap Jihan mengompori


"Tapi ibu Winda Sudah memberitahu kalau Winda memang mabuk karena bos nya"


"Bisa saja itu alibi mereka Mit,kamu tau kan lelaki itu seribu macam cara,jadi jangan langsung percaya saja"


"Lalu aku harus bagaimana Ji?" tanya Mita


"Kalau perlu setiap siang kamu datang ke kantor nya,kamu selidiki terus jangan sampai lengah"


"Tapi Mas Farel paling tidak suka di kekang"


"Bukan mengekang tapi hanya mewaspadai saja,nanti kamu malah kecolongan lagi"hasut Jihan


Mita tampak Diam sejenak,benar yang di katakan Jihan dia memang harus lebih waspada, kalau tidak bisa-bisa Farel akan jauh dari nya dan berpaling.


Sedangkan Mita tersenyum licik,dia tak perlu lagi mengawasi tingkah Farel di luar sana karena ada Mita yang akan mengawasi nya, satu tepukan dua lalat terperangkap.

__ADS_1


Jihan ingin membuat Farel membenci Mita dan dia sebagai perempuan yang care pada Farel dan selalu ada untuk Farel,Benar-benar licik perempuan ini, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan suami sahabat nya.


***


Farel pulang dengan sedikit melonggarkan dasi nya,dia terlihat sangat lelah.


"Mit.... tolong buatkan mas teh hangat" ujar Farel,Mita segera ke dapur meskipun mereka ada pembantu Mita bukan tipe perempuan yang suka menyuruh,jika dia bisa mengerjakan sendiri akan dia kerjakan sendiri.


"Ini mas" Ujar Mita menyodorkan segelas teh hangat dan langsung di minum oleh Farel


Farel sedikit memijat keningnya,banyak sekali pekerjaan membuat nya sedikit pusing.


"Maaf kan aku sudah sering menuduh mu sembarang mas" ujar Mita berusaha menurunkan ego nya,dia berpikir tak mungkin terus menerus bertengkar dengan suaminya ini, apalagi sang mertua sudah menginginkan cucu, mereka harus lebih meluangkan waktu bermesraan bukan pertengkaran.


"Sudah lah jangan membahas itu lagi Mit,mas sudah tak marah pada mu" ujar Farel menarik Mita dan memeluk nya tapi tiba-tiba ponsel Farel berbunyi membuat nya melepaskan pelukan istri nya ini.


"Sayang mas ke atas dulu,mau mandi,gerah!"


"Mau aku siapkan air panas mas?" tanya Mita


"Tidak perlu,mas ke atas dulu" pamit Farel segera melenggang pergi


Mita memperhatikan Farel yang langsung pergi setelah melihat ponsel nya,ada apa? ini yang membuat Mita mulai curiga, awalnya dia ingin menepis semua nya tapi benar-benar tidak bisa.

__ADS_1


"Jangan macam-macam Ji,aku tidak mau ambil resiko untuk itu,kamu tau sendiri kan saat ini Mita sedang curiga"


"Ya,aku mengerti tapi kamu juga harus mengerti posisi ku Ji,tidak bisa"tegas Farel


Mita masuk kedalam kamar membuat Farel gelagapan


"Iya pak akan saya selesai secepat nya,iya-iya"ujar Farel berusaha mengatur Nafas nya


"Kenapa mas?" tanya Mita yang melihat suaminya sedikit panik


"Ada pekerjaan mendadak Mit,kau harus segera menyelesaikan nya"


"Harus sekarang?" tanya Mita


"Ya,maaf aku harus meninggalkan mu malam ini,jika kau mengantuk tidur duluan saja jangan menunggu mas"


"Tapi mas makan malam nya sudah aku siap kan"


"Tapi ini lebih penting Mit, karier mas"


Mita menghela nafas panjang dia tak bisa membantah Farel karena memang benar, karier suami nya lebih penting dari apapun.


Farel mencium kening Mita sekilas dan segera pamit, sebegitu besarkah andil suaminya di kantor? tapi kenapa gaji suaminya hanya begitu saja,atau dia memberikan pada mama nya pikir Mita,jika benar Mita tak mempermasalahkan nya karena dia juga punya penghasilan.

__ADS_1


__ADS_2