
Jihan menangis sesenggukan,dia meminta maaf pada mama Farel karena sudah mengganggu rumah tangga Farel dan Mita tapi saat ini dia tengah hamil, bagaimana pun juga ini anak Farel kekeh Jihan.
"Lalu kau mau apa?" tanya mama Farel
"Hanya butuh pengakuan dan kejelasan anak ku nanti tante"
"Tidak lebih, seperti uang?"
"Aku mencintai anak mu tante,aku bisa pastikan itu"jawab Jihan tegas
Mama Farel menghela nafas berat memang dia menginginkan cucu tapi bukan dengan cara seperti ini.
Mama Farel segera menghubungi Mita dan Farel dia tak mau aib keluarga nya sampai ke telinga orang lain.
****
Mita yang mendapat kan telpon langsung meluncur ke rumah sang mertua, perasaan nya tidak tenang.
"Ma,itu bukan anak ku" bantah Farel
"Mas,aku bisa pastikan ini anak mu,aku hanya melakukan nya dengan mu mas"
"Farel,Jihan sedang mengandung keturunan kita,kenapa kamu tidak mengakui setelah berselingkuh dari Mita" bentak mama nya
"Ma,aku mencintai Mita,itu bukan anak ku"
"Mas......!!! anak siapa!" ujar Mita yang baru datang dan mendengar pertengkaran antar ibu dan anak ini, bahkan Mita sangat terkejut karena ada Jihan
__ADS_1
"Ada apa ini mas?" tanya Mita tapi Farel tak berani menjawab
"Mit....maaf kan aku Mit,aku bersalah....maaf kan aku" isak Jihan membuat Mita semakin bingung
"Ada apa mas?" tanya Mita lagi
"Jihan hamil anak Farel" sahut sang mertua membuat Mita serasa di sambar petir, suaminya menghamili sahabat nya, bagaimana bisa
"Mama jangan bercanda,ini tidak lucu ma"
"Mas, katakan pada mama saat ini aku tidak sedang ulang tahun tidak seharusnya ada kejutan" ujar Mita menggoncang tubuh Farel.
"Mas,,jawab!!!" bentak Mita tapi Farel hanya diam saja dan Jihan terus menangis
"Kenapa kamu lakukan ini, Mas? Apa salahku?" Mita terisak saat mengatakannya,kepala nya pusing hingga hampir pingsan saat sang mertua mengatakan kalau Jihan sahabat nya hamil anak Farel,dunia Mita seakan ingin runtuh.
Farel tak bisa menjawab lagi pertanyaan Mita dia mengaku salah.
"Mita, harusnya kamu sadar diri, berapa tahun kalian menikah tapi belum juga mendapatkan anak, sedangkan Jihan bisa hamil, itu sudah menandakan bahwa kamu mandul" ketus sang mertua dengan sengit.
"Apa Mama yakin itu anak mas Farel,dan kamu mas,yakin jika perempuan ini hanya kamu yang menidurinya?" cecar Mita tak kalah sengit
Farel mencintai Mita, wanita yang mendampingi nya dari nol hingga saat ini bisa jadi marketing sukses. Tidak ada keinginan untuk membagi hati dengan wanita manapun. Sayangnya rayuan Jihan begitu kuat hingga Farel terpelosok pada jalan yang salah.
"Mit, kita bicara ini setelah kamu tenang ya," pinta Farel dia tau kalau posisi nya salah saat ini.
Mita menatap tajam suaminya, dia jijik melihatnya. Terlebih, di depan sana ada Jihan, perempuan yang sudah dia anggap seperti saudara sendiri ternyata yang menjadi duri dalam rumah tangganya selama ini.
__ADS_1
Mita mendekat pada Jihan
"Plak.....!!!" satu tamparan keras di layangkan Mita membuat sudut bibir Jihan mengeluarkan darah
"Mit....jangan kasar,dia sedang hamil" ujar Mama Farel
"Mama membela pelakor ini,mama menyukai pelakor ini?? atau mama memang menginginkan dia menjadi menantu mama?" cecar Mita kesal
"Bukan begitu tapi dia sedang hamil"
"Kamu juga mau bela dia mas,bela saja,kalian bela dia semua nya, sakit mas!!! kamu tau aku sakit saat ini, untuk kamu puas kamu sudah hancur kan rumah tangga aku sahabat seperti apa kamu, menusuk sahabat nya sendiri dari belakang,aku acungi dua jempol untuk mu karena sudah berhasil membuat rumah tangga ku hancur" oceh Mita tersenyum sinis menertawakan diri nya sendiri yang sukses di buat seperti orang bodoh oleh Jihan bahkan dia selalu bercerita kesukaan suaminya, permainan suaminya di ranjang,warna kesukaan suami dan masih banyak lagi ternyata itu semua di pelajari oleh Jihan
Mita menggeleng kan kepalanya pelan,tak habis pikir dengan kebodohan nya selama ini.
Simpanan akan selama nya jadi simpanan,tapi jika kau memang sangat berharap dengan posisi ku,aku yang akan mengalah" lanjut Mita
"Mit,kita bisa bicarakan ini di rumah"
"Stop mas" Mita mengangkat tangan nya di hadapan Farel
"Aku khilaf Mit"aku Farel
"Khilaf, sampai dia hamil kamu khilaf mas,hebat kamu hampir setiap malam kamu keluar kamu bilang khilaf,kamu pergi dengan dia dan beralasan sakit kamu khilaf " ujar Mita menerka-nerka,tapi dia yakin kalau selama ini Farel dan Jihan sering pergi bersama
"Sudah...kepala mama pusing, selesai kan dulu Rel rumah tangga kalian,dan kamu Jihan pulang dulu,besok saya akan periksa ulang kehamilan mu ke dokter"usir mama Farel
Mita segera meninggalkan rumah sang mertua tanpa pamit.
__ADS_1
"Mit, tunggu Mit....sayang tunggu "panggil Farel tapi tak di acuhkan Mita,sayang!! tak perlu lagi panggilan sayang karena rumah tangga mereka saat ini sedang di ujung tanduk.