Sahabat Ku Musuhku

Sahabat Ku Musuhku
Menerima


__ADS_3

Akmal dan Via ikut senang karena Mita mau menerima lamaran Gio.


"Kenapa tiba-tiba memilih ku?" tanya Mita pada Gio saat mereka jalan berdua


"Kamu cantik"jawab Gio singkat


"Alasan yang sangat klasik,jadi kalau aku jelek kamu tidak mau?"


"Dari awal bertemu kamu saat ulang tahun mama Akmal aku sudah merasakan ketertarikan pada mu hanya saja waktu itu-"


"Jika kamu merasa ketertarikan pada ku saat itu berarti kamu tak menghargai calon mu Angel"potong Mita


"justru aku menghargai nya dan menjaga hati nya aku tak menyatakan ketertarikan pada mu,tapi ternyata dia mengecewakan ku"


"Sudah bisa Move on?"


"Sudah"


"Secepat itu?"

__ADS_1


"Untuk apa berlama-lama pada orang yang sudah menyakiti kita, apalagi dia sudah punya rencana membunuh mama,apa masih pantas di perjuangan? tak ada tempat untuk seorang yang jahat pada kita Mit"


Mita mengangguk kan kepala kecil, tiba-tiba dia mengingat pengkhianat Farel pada nya,memang benar yang di ucapkan Gio,tak ada tempat untuk penjahat.


"Aku tidak ingin berlama-lama lagi Mit,aku rasa sudah cukup waktu untuk mengenali mu,kamu perempuan hebat dari cerita mu dulu saja aku sudah jatuh hati" aku Gio


"Bukan karena kasihan?" tanya Mita lagi


"untuk apa mengasihani perempuan secantik kamu, pintar, mandiri.Yang harus di dikasihani itu janda-janda tua yang tidak punya penghasilan,kalau kamu mah kaya,kaya hati....kaya ilmu dan kaya dengan kecantikan " puji Gio membuat Mita tersipu malu


"Aku serius Mit,ingin segera menikahi mu" ucap Gio memegang tangan Mita membuat perempuan cantik ini grogi, beberapa kali Mita menundukkan kepalanya malu


"Aku janji akan membahagiakan mu,tidak akan ada pengkhianat dan tidak akan ada air mata kesedihan" ucap Gio tegas membuat Mita terharu,masih ada lelaki yang mau meminang nya meskipun dia janda


"Menikah dengan ku dan menua bersama" ajak Gio dan di anggukki Mita


Gio memeluk tubuh calon istri nya ini,Gio tau saat ini Mita tengah menangis bahagia.


****

__ADS_1


"Tunggu saja anak ini lahir mas,aku akan cari lelaki yang baru,yang lebih kaya dari mu,aku muak kamu perlakuan seperti pembantu begini mas" kesal Jihan,kini perut nya semakin membesar dan menunggu kelahiran sang buah hati tapi Farel sama sekali tak menggubris diri nya, beberapa kali mereka bertengkar dan Farel selalu minta maaf tapi terus juga di lakukan nya kesalahan yang sama membuat Jihan muak.


Kini Farel jarang pulang kerumah bahkan ponsel nya sering tidak bisa di hubungi alasan Farel lembur di kantor, karena perutnya yang besar membuat Jihan sulit mencari keberadaan Farel.


Jihan curiga pada suaminya ini, karena Ponsel Farel sering kali tidak aktif dan jika di rumah Farel selalu menyembunyikan nya, terkadang Jihan teringat akan dirinya dan Farel saat berselingkuh dulu, tingkah Farel juga seperti itu sering menyembunyikan ponsel demi menjawab chatting an nya.


***


"Bagaimana? Kamu sudah basah sayang?" tanya Akmal lembut. Via terengah-rengah menahan perasaan yang ditimbulkan dari setiap sentuhan dari suaminya ini, setelah malam pertama Via dan Akmal rutin melakukan nya.


Via ingin menjerit tapi tertahan saat sang suami mengecap puncak g****g nya.


"Terlalu sempit sayang, jariku hampir tidak bisa bergerak." bisik Akmal


"Hmmmmm" Via tak bisa berkata-kata lagi dia terlalu menikmati dari setiap sentuhan Suaminya ini.


“Jangan tahan sayang, aku mau mendengar suaramu.” Akmal mengegerakan jarrrinya di dalam sana. Mengvssap sesuatu yang mengerrras disana dan membuat Via sungguh-sungguh tidak tahan.


"Arrggh...Mas!" pekik Via saat sesuatu benda cair keluar dari milik nya.

__ADS_1


Petualangan yang rutin di lakukan pengantin baru ini membuat siapa saja akan iri,Akmal memperlakukan Via sangat baik bak seperti putri ratu begitu juga dengan Mama Akmal yang memang menyukai Via sebagai istri Akmal, kehidupan Via sangat bahagia apalagi kakak nya Mita sudah memutuskan menerima lamaran Gio dan sebentar lagi akan melepas masa lajangnya tak ada lagi hal yang lebih bahagia di bandingkan menikah dengan lelaki matang ini pikir Via.


__ADS_2