Sahabat Ku Musuhku

Sahabat Ku Musuhku
Piter


__ADS_3

Kaca mata hitam bertengger di atas kepala perempuan berambut pirang ini,tak lupa dengan menenteng tas mahal nya membuat penampilan Angel terkesan mewah,Angel memang menyukai kemewahan di tambah sang papa memang memberikan fasilitas agar penampilan nya terlihat sempurna.


Saat ini Angel tengah berada di bandara, pagi-pagi sekali sang papa menghubungi nya meminta di jemput karena dia sudah mendarat di Indonesia.


"Papa...."pekik Angel mendekat sambil memeluk Piter saat lelaki setengah abad ini keluar


"Apa kabar sayang?"


"Papa can see for himself, not if I'm in good health"


"Itu yang papa mau,mama senang melihat kamu baik-baik saja di negeri orang "jawab Piter tersenyum kecil


Angel bergelayut manja di lengan sang papa membuat siapa saja yang melihat nya akan berpikir kalau Angel seperti sugar baby, tapi itulah Angel dia selalu berperilaku seperti anak kecil pada papa nya ini, karena dari kecil Piter memang memberikan apa saja kemauan Angel, Piter merasa Angel adalah ladang uang nya saat dewasa.


"Papa kenapa bikin kejutan begini,datang tiba-tiba tanpa memberitahu dahulu kalau aku tau papa akan datang aku bisa minta Gio menemani ku"


"Tidak masalah sayang,papa hanya merindukan mu"jawab Piter merangkul tubuh anak perempuan nya ini.


"Target sedang berada di Bandara"

__ADS_1


Satu pesan masuk di ponsel Gio beserta foto untuk memberikan laporan pada sang bos, Gio menyewa satu orang untuk mengawasi Angel kemanapun dia pergi tanpa sepengetahuan Angel.


"Piter" gumam Gio pelan saat melihat foto Angel dan papa nya.


****


"Sudah bisa di letakkan Mit?" tanya Bu Ratih sambil membuka pemanggang kue


Saat ini Bu Ratih belajar membuat bolu pada Mita.


"Seperti nya bisa bu,sudah cukup panas oven nya"sahut Mita


"Kalau tidak mau pulang di sini saja Bu, temani saya,kalau ibu pulang pasti sepi lagi" jawab Bu Hani sembari mengulum senyuman karena dia juga merasa senang memiliki teman.


"Kenapa bukan Bu Hani saja yang ikut dengan Mita ke Jakarta dari pada di sini sendirian?" tanya Bu Ratih


"Pertanyaan ini sudah hampir seratus kali di tanyakan orang pada ibu,ibu nggak betah di rumah saya Bu, apalagi sekarang kami tinggal di ruko,kata beliau nggak bisa berkebun tanah di Jakarta sudah pada habis di buat Mall" jawab Mita terkekeh kecil


"Bukan begitu bu,saya orang nya bawel nanti Mita nggak nyaman " potong Bu Hani

__ADS_1


"Mana ada bu,kalau ibu mau tinggal dengan saya sudah pasti nyaman kok" jawab Mita


"Ada waktu dan masa nya Mit,iya kan Bu Ratih"


"Iya,saya juga sering merasa begitu bu,tapi mau gimana lagi anak saya cuma Gio,jadi mau tidak mau kami selalu bersama"jawab Bu Ratih


Tak terasa perbincangan hangat mereka sudah membuat satu kue matang dengan sempurna.


Ting..... terdengar timer oven berbunyi membuat Mita tersenyum kecil


"Sini saya bantu bu" ucap Mita sopan


"Biar ibu saja Ta,ibu ingin belajar,siapa tau nanti bisa praktek kan di rumah"tolak Bu Ratih halus sambil mengambil serbet dan membuka oven


"Sempurna"gumam Bu Ratih pelan


Mita memang memiliki banyak keahlian hanya saja dia tidak beruntung di dunia percintaan,rumah tangga yang di bangun kandas oleh orang ketiga yang paling menyedihkan kan sahabat sendiri menusuk nya dari belakang, pengalaman hidup yang tak akan terlupakan menurut Mita.


.

__ADS_1


__ADS_2