Sahabat Ku Musuhku

Sahabat Ku Musuhku
makan siang


__ADS_3

Mita berjalan pelan masuk ke ruangan Gio,dia sempat melihat kearah belakang jika Farel berani mengikuti nya tetapi tidak...Farel terlalu takut untuk mengambil resiko jika berani mengganggu Mita.


"Sayang,baru sampai" ujar Gio menyambut kedatangan Mita dan mencium kening istrinya ini


"Hmmm....mau makan sekarang? aku bawakan makanan untuk mu" tawar Mita


"Boleh....tapi aku ingin kamu yang suapkan aku siang ini"


"Manja!!!" ucap Mita mencubit kecil pipi Gio sambil tersenyum manis dan berjalan kearah meja yang ada di ruangan Gio


Gio membuka Jas nya dan duduk di sebelah Mita yang tengah menyiapkan makanan nya.


"Apa kamu bertemu Farel tadi?" tanya Gio membuat ekspresi wajah Mita sedikit gugup,dia bingung ingin menjawab apa


"Tidak masalah sayang selagi kamu bisa menjaga jarak kalau kamu saat ini adalah istri dari atasan nya.


"Ya..aku sempat bertemu dia tadi,tapi aku tidak menggubris nya karena menurut ku itu tidak penting dan dia bukan orang yang harus aku ladeni saat ini"jawab Mita


"Aku tidak pernah melarang apapun yang kamu lakukan selagi itu masih dalam tahap wajar sayang" jelas Gio


"Terimakasih....kamu sudah memberikan mu kepercayaan,aku tidak akan menyia-nyiakan nya"

__ADS_1


"Kelihatan nya enak,aku suka masakan mu, pantas saja mama pernah bercerita dia tidak ingin pulang dari kampung halaman kamu,dia bisa mengerjakan apa yang aku larang di sini, bahkan dia bisa belajar masak pada mu" cerita Gio


"Beliau senang di sana,aku pun bahagia bisa menyenangkan hati beliau, kapan-kapan kamu harus datang ke kampung ku io,di sana tempat nya damai"


"Boleh,, kita ajak Akmal dan Via biar rumah ibu semakin ramai dengan kedatangan anak-anak nya"


Mita mengangguk setuju lalu mulai menyuapi bayi besar nya ini untuk makan.


****


"Rel...pulang lah, kasihan Jihan" ucap Mama Farel mendatangi anak lelakinya ini


"Lalu bagaimana mama Rel,mama tinggal di rumah Jihan saat ini"


"Itu rumah ku ma,aku yang membelikan nya untuk Jihan saat aku masih berstatus suami Mita,tapi biarkan Jihan mendapatkan rumah itu untuk anak nya, pernikahan kami hanya siri ma jadi tidak masalah jika Jihan mau menikah lagi


"Rel,,,pikir kan anak mu, menikah perkara gampang Rel tapi bagaimana dengan anak mu itu"


"Ma...aku rasa rumah adalah kompensasi yang besar untuk Jihan dan anak nya,mama bisa kembali ke rumah mama ataupun rumah ku dan Mita dulu" tegas Farel,dia sudah membulatkan keputusan nya untuk berpisah dari Jihan


"Baiklah jika kamu ingin begitu mama akan sampai kan pada Jihan" ucap Mama Farel

__ADS_1


Farel segera masuk kembali kedalam kantor dia tidak ingin meladeni mama nya jika hanya membahas Jihan.


Mama Farel masih berdiri di lobi depan, tiba-tiba dia melihat Mita berjalan bergandengan dengan lelaki tampan, bahkan banyak yang menunduk kan kepala pada mereka.


"Mita...." panggil nya pelan tapi terdengar oleh Mita.


Mita menatap mantan mertua nya ini.


"Seperti nya aku pernah bertemu dia" ucap Gio pelan


"Mantan mertua ku dulu,kita pernah bertemu di rumah sakit" jawab Mita pelan membuat Gio menatap perempuan tua ini sedikit sinis, karena dia mendengar kabar kalau perempuan ini seringkali menyakiti perasaan istri nya.


"Mita maaf kan mama-"


"Ma.... sudah lah,aku tak punya urusan lagi dengan mama,aku sudah memaafkan mama jauh sebelum mama minta maaf pada ku" potong Mita


"Tapi-"


"Ma...aku harus segera pergi karena suamiku masih banyak pekerjaan lain" tekan Mita,dia sengaja menyebutkan suami agar mantan mertua nya ini tau kalau dia sudah menikah lagi.


Mita segera pergi, sedangkan mama Farel masih menatap kepergian mantan menantu nya ini.

__ADS_1


__ADS_2