Sajak Rindu

Sajak Rindu
CHAPTER 18: SURPRISE


__ADS_3

APARTMENT ABI


Anna sedang menyiapkan sarapan sederhananya. Kentang rebus dan sayur buncis rebus dengan sedikit mayonaise. Ponsel Anna berdering. Tertera di layar ponselnya "My Husband". Anna terlonjak senang. Ia langsung mengangkat telepon Abi.


" Assalamualaikum" Ujarnya.


"Waalaikumsalam." Jawab Abi.


"Mas Abi___" Belum sempat Anna menyelesaikan kalimatnya, Abi sudah menyambar.


"Jemput aku 1 jam lagi di Bandara Internasional Soetta ya. Aku tunggu kamu di pintu kedatangan. I love you." Ujar Abi langsung menutup panggilan itu.


Anna tak ambil pusing dengan telepon Abi yang terburu-buru itu. Ia beranjak dari duduknya. Ia bersih-bersih, mandi, dan bersolek secantik mungkin.


Anna menghubungi Pak Man untuk membawa mobilnya dan menjadi supirnya hari itu. Mengantarnya menjemput Abi di Bandara Soetta.


Hari itu Anna mengenakan pakaian longdress navy dengan dipadupadankan jilbab berwarna soft grey serta dilengkapi dengan sepatu kets warna putih dan sling bag navy nya.


"Pak Man, kita langsung ke bandara ya. Bandara Soetta. Mas Abi menghubungi Anna minta dijemput 1 jam lagi." Anna gembira sekali. Hatinya ingin terlonjak saking senanngnya. Akhirnya kerinduannya akan terobati.


"Siap, Nyah!" Ujar Pak Man dengan memberi hormat kepada Anna. Candanya.


Perjalanan hari itu cukup ramai dan padat. Anna segera turun dari mobil dan menunggu Abi. Sebelumnya, Anna memberi uang makan dan bensin kepada Pak Man. Kasihan Pak Man jika harus menunggu lebih lama. Anna memintanya untuk pulang saja. Anna akan meneleponnya jika memang harus dijemput.


Anna menunggu di bagian kursi tunggu. Merasa sepi ditengah keramaian. Itu artinya kamu benar-benar kosong dan hampa. Itu yang dirasakan Anna ketika menunggu Abi.


1 jam...


2 jam...


3 jam...


Anna melirik arlojinya. Pkl. 12:00, ia melaksanakan sholat dzuhur dulu, baru kembali ke ruang tunggu.


Selesai sholat dzuhur, Anna kembali ke ruang tunggu. Menunggu kembali.


1 jam...


2 jam...


3 jam...


Masuk waktu ashar. Anna sholat ashar dan memutuskan untuk kembali ke ruang tuggu di bandara. Anna menunggu sampai ia melaksanakan sholat isya.

__ADS_1


Hujan turun deras sekaliii malam itu. Petirnya tak kenal ampun. Kalau di rumah Anna sudah bersembunyi di balik selimut. Lalu Abi kemana?


Abi sudah datang sejak pagi. Ia memperhatikan gerak-gerik Anna tanpa sepengetahuan Anna. Abi ingin membuat surprise ulang tahun untuk Anna. Ia sudah menyiapkan satu buket bunga lili, karena Anna suka sekali bunga lili. Abi meminta teman-teman Anna dan sohibnya untuk membantunya.


"Bi, Bi, Anna mau kemana tuh?" Ujar Arka.


"Guys, udah dong ya, ngumpetnya. Gue gak tega nih ninggalin istri gue kayak gitu." Ucap Abi dengan memelas.


"Sabar Bi... 2 jam lagi." Jawab Aryo.


"2 jam itu berasa 2 tahun, Yo buat gue. Lo gak tau perjuangan gue buat cepet balik ke Indonesia gimana?" Ucap Abi sedikit emosional.


"Yaah... kok Anna nangis... kan gue juga jadi sedih, hiks... hiks..." Ucap Alisha.


"Guys, udah dong... please... gue keluar sekarang ya. Sumpah! Gue gak bisa ngeliat Anna nangis gitu. Ayoo dong..." Ujar Abi memelas.


"Anna... maafin Mas. Ini bukan ide Mas Abi. Aku gak tega lihat kamu nangis gitu, dek. Mas mohon sudahi sedihmu, sayangg..." Batin Abi.


Aryo meminta Arka dan Dito untuk membawa Abi ke mobil. Hingga waktunya tiba. 1 jam 55 menit.


"Keluarin Abi. Bentar lagi surprisenya di mulai." Ucap Aryo.


Abi keluar dari mobil dan berlari sekencang-kencangnya, berdiri tegap di sebrang tempat Anna duduk.


Anna begitu terkejut. Sontak Anna berlari kencang menghambur memeluk Abi dengan tangan Abi yang terbuka sangat lebar.


Di dekapnya Abi. Pecah sudah tangis Anna. Isak tangis menyeruak. Anna begituuu merindukan Abi. Abi mendekap Anna dengan erat. Sangat erat. Ia sangat merindukan perempuan Mood Boosternya.


Abi melihat arlojinya. Pkl. 00:00


"Selamat ulang tahun, sayangnya Mas Abi..." Ucap Abi dengan mengecup lembut kening Anna. Jelas saja semakin membuat Anna haru akan surprise ini.


1 buket bunga lili, spanduk bertuliskan "Happy Birthday, My Wife. I love you.",.


Anna tidak menyangka bahwa Abi bisa melakukan hal romantis juga.


Anna tak peduli dengan tulisan di spanduk itu dan sorak-sorai penonton.


"Makasih sayanggg... I love you more than anyhting, honey." Ucap Anna kepada Abi disertai dengan kecupan lembutnya di bibir Abi. Abi membalasnya dengan kecupan yang dalam dan lama.


Acara surprise party nya pun sudah selesai. Semua teman-teman Anna dan teman-teman Abi, pamit pulang. Karena hari semakin larut.


Pak Man, menjemput Anna dan Abi untuk pulang ke rumahnya di bilangan B*D.

__ADS_1


"Pak Man, kita pulang ke B*D ya." Ujar Abi.


"Siap, Tuan! Laksanakan!" Ucap Pak Man dengan candanya.


Anna yang sejak tadi tidak melepas pelukannya dari Abi, sudah tertidur pulas di dalam pelukannya Abi.


Saking terharu dan bahagianya. Abi mendekatkan dirinya ke Anna dan mendekapnya erat. Mencium ubun-ubun Anna bertubi-tubi. Ia tidak akan membuat Anna menungguny selama ini.


"Pak Man, Anna selama saya tinggal, baik-baik saja gak?" Tanya Abi.


"Mana ada, Pak, istri ditinggal suaminya baik-baik saja?" Ujar Pak Man.


"Iya, ya, Pak Man. Gak akan baik-baik saja." Ucap Abi dengan menatap nanar Anna yang sedang tertidur pulas.


"Bu Anna udah cerita belum ke bapak? Kalau 3 hari lalu sempat ada yang masuk ke apartment bapak? Untung waktu itu Tuan Adi sama Nyonya lagi nemenin Bu Anna. Kalau tidak, haduuhh... gak tau deh Pak, Bu Anna gimana." Jelas Pak Man dengan wajah ngerinya membayangkan kejadian 3 hari lalu.


"Orang masuk ke apartment, Pak Man?" Pekik Abi yang hampir membuat Anna bangun. Anna sudah mulai bergerak-gerak. Namun, Abi mengelus lembut wajah Anna.


"Iya Pak. Kayaknya orang saingan bisnisnya Tuan Adi. Ada dua orang. Yang satu bawa pisau yang satu bawa pistol. Kalau tidak dilumpuhkan sama bodyguard nya Tuan Adi, aduuhh... serem Pak ngebayanginnya." Terang Pak Man.


Bodohnya Abi yang terlalu fokus dengan pekerjaannya disana. Sampai ia lupa bahwa istrinya butuh perhatian juga. Ia terlalu fokus untuk menyelesaikan pekerjaannya hanya untuk keinginan egoisnya.


Annaa... aku tidak ingin kejadian buruk itu terulang untuk kedua kalinya. Batin Abi.


Pak Man memarkirkan mobil Range Rover Sport Abi ke garasi. Sebelumnya ia menurunkan Anna dan Abi di depan pintu masuk rumahnya.


Rumah Anna dan Abi itu sangaaaaaattttt luasss... karena keduanya tidak suka dengan rumah yang bertingkat, jadilah Abi menciptakan dream house mereka berdua.


Membuat rumah luas serta dikelilingi halaman yang luas. Hijau sekali rumah itu.


Abi menggendong Anna ke kamar. Ia mengecup kening Anna cukup lama. Abi masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelahnya ia tidur sambil memeluk istrinya. Ia tidak ingin memikirkan hal apapun. Ia hanya ingin berdua saja. Seperti ini. Sudah cukup.


*****


jangan sedih langitku


karena kau duniaku


aku runtuh


remuk redam


menghujam hati

__ADS_1


*****


__ADS_2