
Anna bangun dipagi harinya. Anna mandi dan membersihkan dirinya. Ia membangunkan Abi untuk mandi.
Anna mengambil kotak obat untuk mengobati memar tubuh Abi yang terkena pukulan dari lawannya.
"Auw, sakit dek. Ah, aduh." Ujar Abi yang sedang diobati oleh Anna.
"Ini biar cepet tertutup lukanya. Udah, diem dulu." Ucap Anna sambil menepuk tangan Abi sambil bersungut.
Abi begitu gemas melihat Anna. Hingga ia menarik tengkuk Anna dan mencium bibir Anna.
"Mas Abiii... ya ampun... nyebelin banget." Ujar Anna yang masih dengan wajah ditekuk dan bersungutnya.
"Hahaha... habis kamu gemesin sih, Dek." Ujar Abi yang tertawa riang.
"Yeee... emang Masnya aja yang nyebelin." Ucap Anna dengan menaruh kotak obatnya.
"Anna mau es krim. Beliin ya..." Ujarnya sambil duduk di sofa hotel.
"Mas capek. Adek beli sendiri aja." Ujar Abi dengan candanya sembari duduk menghampiri Anna.
"Idih, jahat banget. Yaudah, Anna beli sendiri." Ucapnya sambil beranjak berdiri dari sofa.
Belum sempat Anna berjalan, Abi menarik Anna dan sudah berada di pangkuan Abi.
"Adek, masih marah sama Mas Abi?" Tanyanya.
"Enggak. Dari awal juga Anna gak marah kok sama Mas Abi." Jawabnya.
"Lalu? Kecewa ya sama Mas Abi?"
"Enggak kok. Anna kecewa sama diri Anna sendiri." Ucapnya.
"Lho, kenapa?"
"Karena seharusnya Anna bukan pergi. Tapi mendengarkan penjelasan Mas Abi. Maaf ya Mas... Anna terlalu sensitive. Buat susah Mas Abi lagi." Ujarnya sambil menundukkan wajahnya.
Abi mencium lembut bibir Anna. Anna membalasnya dengan kecupan lembut dan hangatnya.
"Mas Abi yang harusnya minta maaf sama adek. Karena sudah mengingkari janji Mas yang tak akan macam-macam." Ujar Abi menjelaskan.
"Sstt... Anna tau." Ucap Anna yang menutup bibir Abi dengan telunjuknya.
"Anna rinduuu sekali Mas. Sangat merindukan Mas Abi." Ujarnya sambil mengelus lembut pipi Abi.
"I miss you too, honey." Ucap Abi yang mengecup bibir Anna.
"Jadi kita udah baikan ya?" Tanya Anna.
"Emang kita berantem ya?" Tanya Abi dengan candanya.
"Enggaakk... cuma Anna aja yang ngambek. Udah, puas." Ucapnya sambil memonyongkan bibirnya.
"Hahaha... lucu banget sih kamu, dek." Ujar Abi dengan mencubit gemas pipi Anna.
"Iihh, Mas Abi mah... udah ah, ayok cari es krim." Ujar Anna yang beranjak berdiri.
"Iya, iya. Ayoo..." Ucap Abi yang mengalah deh kalau Anna sudah maunya begini.
"Yaahh... Mas... hujan..." Ucap Anna yang memonyongkan bibirnya.
"Wahh... Allah baik banget sama Mas Abi."
"Maksudnya?"
"Duitnya utuh berarti. Gak jadi beli es krim kan. Hahaha..." Canda Abi.
"Ya, Allah... medit banget suami aku... Anna beli sendiri." Ujarnya sambil melangkahkan kakinya ke ruang ganti untuk ganti baju maksudnya. Terus beli es krim.
Namun, Abi menggendongnya dan membaringkannya di tempat tidur.
"Mas, ingin sekarang. Boleh?" Tanyanya.
Anna tak lagi berkata, ia langsung menarik tengkuk Abi dan **** bibir Abi. Abi yang mendapat tanggapan positif dari Anna langsung mencium lebih dalam bibir Anna. Ia menelusuri setiap celah bibir istrinya tersebut.
"Udah ya?" Ujar Anna yang melepas ciumannya ke Abi.
"Hahahaha..." Tawa Anna seketika melihat raut wajah Abi yang terkejut.
"Dek?"
"Hahaha... habis Mas Abi lucu. Sudah ingin dari tadi tapi masih saja di tahan minta izin pula. Aku kerjain sekalian. Hahaha..." Ujar Anna kepada Abi.
Anna sudah tau sejak tadi ia mengobati luka Abi. Abi sedang menahan hasrat cintanya. Cirinya, Abi tak pernah memandang wajah Anna.
Kalap kalau sudah memandang. Apalagi saat itu pakaian tidur Anna begitu seksi dengan transparan pakaian dalamnya.
"Mas Abi mau kapanpun, Insya Allah Anna siap sayang." Ujarnya lembut kepada Abi.
"Makasih ya, dek. Makasih Mas Abi udah di kerjain." Ujarnya sambil tersenyum.
"Hahaha... maaf ya, sayang..." Ucapnya sambil mengecup bibir Abi.
"Hari ini, Anna buat Mas Abi." Ucapnya yang membuat mata Abi berbinar.
"Tapi, Anna mau pipis dulu, bentar ya..." Ucapnya sambil bangun dari tempat tidur.
"Dekk... kamu tuh..." Ucap Abi dengan tawanya.
Anna tersenyum kuda dan melangkahkan kaki ke kamar mandi. Abi ke ruang makan karena haus ingin minum.
Anna keluar dari kamar mandi dan berlari kecil memeluk Abi dari belakang. Abi berbalik karena Anna memeluknya dari belakang.
"Mas, pakai baju ya." Ujar Anna dengan melepas pelukannya.
__ADS_1
"Gerah dek..." Ucap Abi.
"Emang kenapa, deh?" Tanya Abi yang menyandarkan tubuhnya di meja tinggi dekat ruang makan.
"Bikin Anna nafsu." Ucapnya sambil berlalu melewati Abi dan ngeloyor pergi dari hadapan Abi.
"Aaahh... Mas Abi!" Pekik Anna yang digendong Abi dan ia mendudukkan Anna di meja tinggi tersebut.
"Adek, harus tanggung jawab." Ucap Abi yang langsung **** bibir Anna. Tanpa ampun.
Anna meresponnya dengan **** juga bibir Abi. Membuat adrenalin Abi semakin menggebu.
"Hhh... hhh... Mas..."
"Iya, sayang... hhh..."
"Gak apa..." Ucapnya sambil teesenyum manis dan mendekatkan keningnya ke kening Abi sambil menangkupkan kedua telapak tangannya di pipi Abi.
"Adek, mau apa? Mm?" Ucap Abi sambil mengecup ringan bibir Anna.
"Mau Mas Abi. Hehehe..." Ujarnya sambil mengecup lembut bibir Abi.
"Jangan lakuin hal itu lagi ya. Hati Anna gak sanggup melihatnya Mas..." Ujar Anna.
Maksudnya adalah foto-foto Abi sebelumnya. Yang membuat Anna sangat sakit melihatnya.
"Iya. Mas janji. Kali ini, Mas berani janji karena Mas tidak akan mengulangi hal bodoh itu." Ucap Abi mantap sembari mencium kening Anna.
"Adek, bisa percaya Mas Abi." Ucapnya dengan yakin dan mantap.
"I trust you." Ujar Anna seraya memeluk Abi.
"Gak boleh tinggalin Anna. Gak boleh pokoknya." Ucap Anna dengan suara bergetar.
"Sayang... dengar Mas. Gak akan terjadi. Gak akan pernah terjadi, Mas Abi ninggalin kamu." Ucapnya sambil melepas pelukan Anna dan lagi-lagi mencium kening Anna, lalu menghapus air mata Anna.
"Makasih, sayang..." Ucap Anna dengan seulas senyumnya.
Abi kembali memeluk Anna dan menggendongnya ke private swimming pool.
Abi menurunkan Anna dari gendongannya dan meminta Anna untuk mengganti baju dengan baju renangnya.
Anna mengikuti saja yang diminta Abi. Ia mengganti bajunya dengan baju renang.
"Mas Abi..." Panggil Anna yang keluar dari ruang ganti dan memakai pakaian renangnya.
Abi menengok dan terkejut melihat istrinya yang begitu seksi dengan baju renangnya.
Abi yang hanya mengenakan celana pendek warna hitam dan bertelanjang dada, menghampiri Anna dengan gentle.
Abi menggandeng Anna ke pinggir kolam renang dan duduk di pinggirnya.
"Mas, Anna kan gak bisa berenang. Ini dalem gak?" Tanya Anna yang agak takut dengan air.
"Jangan dilepas ya. Pegangin Anna." Ucapnya khawatir.
"Iyaa... sayangg..." Ujar Abi meyakinkan. Abi begitu gemas melihat ekspresi Anna yang ketakutan.
"Wuaah... dingin... eh, kirain Anna dalem. Ternyata enggak ya? Hehehe..." Ucapnya sambil tertawa riang.
"Mas Abi waktu itu pernah janji mau ajarin kamu renang kan? Sekarang Mas mau tepatin janji." Ujar Abi dengan semangat.
"Hooh... baiklah..." Ucap Anna dengan senyum sumringahnya.
"Ikutin Mas Abi ya..." Ujarnya.
Abi mulai mengajari Anna. Mereka begitu bahagia. Tertawa riang gembira.
"Mas, Mas Abi... hahaha... udah. Udah ya... geli... hahaha..." Ucap Anna yang berjalan mundur karena Abi menggelitiknya.
Abi mulai mendekati Anna dengan tatapan jahilnya.
"Hayoo, Mas Abi mau apa?" Tanya Anna yang memegang dada Abi untuk membuatnya berhenti.
Tapi Abi justru malah maju dengan gencar dan memegang tangan Anna. Lalu mengarahkannya melingkarkan tangannya di tengkuk Abi.
Suasana semakin memanas ketika Abi mulai mengecup bibir Anna. Ia mendekatkan tubuhnya kepada Anna.
Abi mulai beraksi dengan jari-jarinya yang memainkannya di tubuh Anna. Ia mulai mendengar desahan suara lembut Anna.
Anna merasakan sekujur tubuhnya memanas karena terangsang oleh gerak lincah jemari Abi.
Ia menggigit bibir bawahnya yang menahan sensasi nikmat jemari Abi yang menari liar di tubuhnya.
"Mmh... ah..." Desah Anna sambil menggigit bibir bawahnya ketika ia merasakan jemari Abi menggeliat di bagian rongga mahkotanya.
Abi semakin gencar memainkan jemari tangannya pada bagian gunungan Anna membuat hasratnya membuncah.
"Hhh... eumh..." Lenguh Anna.
Abi mengecup lembut bibir Anna dan mengajaknya pindah ke kolam renang yang lebih hangat.
Kolam renangnya kecil, tidak terlalu dalam. Tapi cukup hangat.
"Mas, ini lebih hangat?" Tanya Anna sebelum masuk ke kolam renang.
"Iya, dek. Cobain deh." Ajak Abi kepada Anna. Abi menggenggam Anna yang bersiap turun ke kolam renang.
"Hangat kan?" Ujar Abi.
"Iya, Mas. Lebih hangat." Ucap Anna.
"Kalau ini hanya untuk bersantai saja ya, Mas?" Tanya Anna kepada Abi yang sedang bersandar di dinding kolam renang.
__ADS_1
"Iya dek. Kalau private swimming pool biasanya seperti ini."
"Dek, terusin lagi ya..." Ujarnya kepada Anna yang sedang melihat pemandangan kota dari hotel.
"Apanya yang diterusin, Mas?" Tanya Anna dengan senyum jahilnya.
"Itu..." Belum sempat Abi meneruskan kata-katanya, Anna sudah mulai meraba tubuh Abi.
"Apaa..." Ucap Anna dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Abi.
"Ini!" Ucap Abi yang langsung mencium bibir Anna, melumat dan mengulumnya.
Anna sempat kualahan karena Abi begitu berhasrat. Anna sempat menepuk pundak Abi, menandakan pelan-pelan saja.
Abi memelankan lumatannya tapi menjulurkan lidahnya hingga dalam tak bersela. Ia senang sekali jika tarung lidah dengan Anna.
Sama-sama tak mau mengalah, memicunya untuk terus melawan Anna dengan pertempuran lidahnya.
Kalau sudah begini, Anna yang pasrah mengalah. Karena dilawanpun percuma, Abi lebih tangguh dan kuat. Anna, sadar diri deh. Mundur...
Anna tau betul, Abi sedang dalam puncak hasratnya. Ia hanya mengikuti alur Abi dan menikmati permainan Abi.
Anna suka dengan permainan Abi yang mampu membuatnya *** berkali-kali. Desahan dan lenguhan Anna tak membuat Abi berhenti.
"Kenapa sayang?" Tanya Anna yang melihat Abi berhenti melumat tubuhnya.
"Mas gak bisa masukin, dek..."
"Karena?"
"Tempur lawan air masa?"
Seketika langsung membuat Anna tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha... jadi, role play aja? Yakin? Gak apa?" Tanya Anna dengan mengelus wajah Abi yang terlihat frustrasi karena senjatanya sudah berkedut kencang.
"Iya, dek. Nanti aja. Kita udahan ya." Ucap Abi.
"Lanjut nanti. Di ranjang lebih nikmat." Ujar Abi yang berbisik di telinga Anna.
"Iya, sayang... ayo, dingin." Ucap Anna yang menggandeng Abi dan mengambil handuk untuk Abi dan untuknya.
*****
"Mas... mau makan apa? Anna laper deh." Ucapnya sambil duduk di sofa ketika sore menjelang.
"Emm... apa ya dek?" Tanya Abi kembali.
"Yee... orang Anna nanya, malah balik nanya ke Anna." Ujarnya.
"Adek maunya makan apa?" Tanya Abi.
"Bebas aku mah... asal jangan daging. Hehehe..." Ucap Anna.
"Sayur krecek sama sayur lombok kayaknya enak dek. Hehehe..." Ujar Abi dengan sumringahnya.
"Boleh tuh Mas. Ayo deh, kita jalan-jalan." Ucap Anna dengan semangat.
*****
"Mas Abi, pernah nyobain jalan di pohon kembar itu gak?" Tanya Anna yang sedang duduk memandang pohon kembar dekat Keraton Yogya.
"Belum. Adek udah pernah?" Tanyanya.
"Udah. Katanya kalau kita bisa melewati tengah-tengah pohon itu, harapan kita terkabul. Katanyaa... itu sih. Gak tau bener apa enggak." Ujar Anna sampil menyesap es jeruknya.
"Terus, adek berhasil melewati pohon kembarnya?"
"Berhasil. Lewat tengah-tengahnya juga. Waktu itu Anna lagi pengen banget beli sepatu kets. Eh... jarak 2 hari kemudian, Ayah beliin Anna sepatu kets seperti yang Anna mau."
"Padahal Anna gak cerita sama Ayah & Ibu. Gak ada yang tau. Gak tau ya... mungkin benar kali mitosnya begitu. Hehehe..." Terang Anna.
"Wah... keren dong. Mas coba ah kapan-kapan. Wish nya apa ya?" Ujar Abi.
"Boleh boleh, nanti Anna temenin. Terserah Mas Abi. Materi mah kayaknya Mas Abi tercukupi. Hahaha..." Ucap Anna dengan candanya.
"Kamu tuh ya, dek... dari tadi ngeledekin Mas Abi terus." Ujar Abi sambil mencubit gemas pipi Anna.
"Hahaha... habis Mas lucu deh. Emang mau make a wish apa deh?" Tanya Anna penasaran.
"Pengen punya harapan aja." Jawab Abi dengan senyum kudanya.
"Yee... Anna juga tau kalau itu mah. Memangnya harapan Mas apa?" Tanyanya.
"Harapan terbesar Mas Abi, bahagia selalu sama adek." Ucapnya.
"Klasik itu mah, Mas. Yang kreatif coba. Hahahaha..." Ujar Anna dengan candanya.
"Biarin. Yang klasik yang punya kenangan, dek." Ucap Abi dengan seulas senyum.
"Hahaha... apaan deh Mas... kalau Anna punya harapan, kita bisa melihat Kaabah di Mekah bersama. Ibadah bareng pasangan halal. Masya Allah... impian Anna banget. Hehehe..." Ujar Anna.
"Besok kita umroh dek. Berdua aja." Ucap Abi.
"Amin... semoga ya, sayang..." Ujar Anna dengan mengelus lembut pipi Abi. Abi mencium lembut telapak tangan dan punggung tangan Anna.
Orang-orang sekitar yang melihat ikutan baper. Anna & Abi itu sungguh pintar membuat orang lain merasa iri ingin segera menikah.
Karena mereka memperlihatkan cara menyanyangi, menghargai, menghormati, dan mencintai satu sama lain.
******
Aku untukmu, kamu untukku
__ADS_1