
Setelah rehat sejenak dari kejadian mengejutkan kemarin, Anna dan Abi bermaksud untuk pergi menikmati alam Turki dengan kendaraan udara.
"Anna..." Panggil Abi.
"Iya Mas..." Jawab Anna.
"Are you ready, honey ?" Ucap Abi.
"Yup ! Let's Go !!" Jawab Anna dengan semangat.
Hari itu mereka melangkahkan kaki dengan riang menuju Cappadocia. Tempat dimana para pasangan menikmati moment romantisnya.
Sepanjang perjalanan Anna bernyanyi saking gembiranya. Abi yang mendengar hanya tersenyum sumringah melihat istrinya begitu senang.
Tak lama berselang, mereka sampai di Cappadocia. Anna senang bukan kepalang. Ia melihat wujud asli kendaraan yang mampu membuatnya dan suami menjelajah awan.
"Mas Abiiii... huuaaa..." Pekik Anna melihat balon udara yang besar dan menghambur memeluk Abi.
"Makasih kesayangankuuhh..." Ujar Anna yang melingkarkan lengannya di leher Abi dan mengecup dalam bibir Abi.
"*I love you, hone*y." Ucapnya kembali mencium pipi Abi dan berlari menuju balon udara sambil tertawa riang.
Abi hanya melihat istrinya dengan senyum dan tawanya. Begitu menggemaskan, batin Abi.
*****
"Vid, yang model kayak gitu lo mau hancurin?" Ujar Gian teman dekat David yang sedang memotret pemandangan kota Cappadocia.
"Anna itu awalnya milik gue, Ian. Gue gak rela dong dia diambil gitu aja sama laki-laki yang gak jelas." Ucap David.
Saat itu David dan Gian sahabatnya sedang mendapapt project untuk fotografinya. David yang berniat hanya jalan-jalan dan memotret kehidupan Turki, justru malah melihat Anna dan Abi yang sedang bahagia dengan moment honeymoon.
"Vid, itu kan awalnya. Yang memutuskan untuk pergi dan menerima perjodohan itu siapa? Anna? Bukan kan? Ngaco deh luh." Ujar Gian yang masih asyik memotret awan.
"Tapi, Ian___" Belum sempat David meneruskannya Gian sudah memotongnya.
"Kalau lo masih mau lihat Anna bahagia. Lepasin dia. Percuma lo dekatin dia lagi. Lo gak akan dapetin dia. Lo tau karena apa?" Tanya Gian.
"Karena apa emang?" Tanya David.
"Karena dari awal lo emang gak ada di hatinya dia dan Anna sangat mencintai suaminya sekarang. Lo mau amburadulin tuh hubungan mereka, gak akan ada yang namanya pisah tuh dua orang."
"Yang ada, lo yang capek. Lo yang makin sakit hati dan lo yang makin gila." Terang Gian kepada David.
"Lo liat mereka." Ucap Gian yang menunjuk Anna sedang berlari ke arah Abi dengan senyum dan tawa yang sumringahnya.
"Lo mau ngehancurin senyuman itu? Lo mau nyingkirin tuh laki jadi lo gitu? Iris kuping gue kalo lo berhasil." Ucap Gian.
"Kenapa lo gak percaya gue akan berhasil?" Ucap David dengan senyum simpulnya.
"Ya gak percayalah. Secara gue liat dengan mata kepala gue sendiri betapa bahagianya mereka. Terus lo mau hadir di tengah-tengah jadi penghancur? Gak sekalian aja lo bom dan bunuh mereka berdua? Kelar kan." Ujar Gian dengan tegas.
"Menurut lo gue harus mundur?" Tanya David dengan wajah kecewanya.
"Yes ! Double Yes, Yes !!! Don't ever try to meet her." Ucap Gian lantang.
"Dan lo tau apa Vid? Suaminya Anna itu gak main-main jabatannya. Dia CEO salah satu perusahaan yang sangat famous di beberapa Benua."
"Bukan laki-laki sembarangan. Gue pernah baca di salah satu article pria paling berpengaruh di dunia. Dan suaminya Anna termasuk salah satu itu."
"Sekarang, lo masih punya nyali buat maju? Lawan lo tangguh, bro..." Ujar Gian dengan menepuk pundak David.
"Tapi, hari ini aja, ian. Gue mau lihat Anna terakhir kalinya." Ujar David dengan raut wajah kecewanya.
__ADS_1
David memfoto Anna dan Abi ketika mereka sedang berpelukan di tengah ilalang cantik dan David make a short message for Anna.
*****
Dear Anna
*Hi, aku David.
Apa kabar? Senang bisa melihatmu senyum dan tertawa. Aku melihatmu dari bawah sini. Melihatmu begitu bahagia dengan laki-laki disampingmu.
Selamat berbahagia Anna.
Perempuan yang dari dulu dan hingga kini selalu mampu membuatku jatuh cinta berkali-kali.
Aku mencintaimu Anna.
Tapi biar ini menjadi ceritaku.
Kau... berbahagialah dengannya.
Abimanyu, Anna begitu mencintaimu. Jangan pernah lengah menjaganya. Karena akan banyak tangan yang mau menghapus air matanya.
David Park*.
******
David menitipkan surat tersebut pada penjaga disana. Ia kembali dengan wajah kecewa namun hati yang lega.
"Adek, senang?" Tanya Abi yang sedang bersama Anna. Backhug erat plus peluk hangat Abi buat Anna.
"Sangaaatt... teramat sangaatt..." Ujar Anna dengan tawanya dan senyum pasta giginya.
"Makasih ya, Mas Abi. Setidaknya selama aku hidup, ada hal manis, yang aku lalui denganmu." Ucap Anna dengan menyandarkan kepalanya di dada Abi.
"Kok adek ngomongnya gitu?" Ucap Abi yang semakin mengeratkan pelukannya karena semakin dingin saat sudah sampai di atas awan.
"Paham dek. Mas juga masih belajar, sayang. Kita sama-sama belajar ya..." Ujar Abi kepada Anna dengan mengecup punggung tangan Anna.
"I love you, honey." Ucap Anna yang semakin mendekap erat tubuh Abi.
"I love you more than anything, honey." Ujar Abi dengan mengecup lembut pelipis Anna.
"Mas Abi," Panggil Anna.
"Iya, dek." Jawab Abi.
"Mas tau gak kalau Anna dan Mas ini adalah titipan Allah. Anna dititipkan Allah untuk Mas jaga dan Mas dititipkan kepada Anna untuk mengukir syurga. Jadi, jika suatu saat nyawa salah satu dari kita di ambil. Jangan marah ya..." Terang Anna.
"Kok kamu tiba-tiba ngomong gitu, dek? Kenapa?" Tanya Abi bingung.
"Gak apa. Just want to be reminder for you. Bahwa kita diciptakan, kita ada di dunia, kita tumbuh dewasa seperti ini, karena memang Allah yang menggariskan." Ucap Anna.
"Terkadang kita suka menyalahkan takdir. Tapi tahukah kamu Mas. Takdir yang membuat kita seperti sekarang ini." Lanjut Anna
"Takdir yang membuat kamu dan aku bisa merasakan dicintai dan mencintai. Itu semua karena Allah yang mau. Kita ini hanya pelaku takdir. Penentunya tetap Allah." Ujar Anna.
"Nobody knows what will happen in the future. So, just do it and enjoy it." Ucap Anna.
"Dek... kamu tuh ya... kalau ngomong jujur, benar pula. Nyebelin tapi benar. Ckck... makasih sayang, sudah jadi reminder ku." Ujar Abi dengan senyum manisnya.
"Sama-sama Mas. Anna juga masih belajar kok. Anna juga mau minta maaf sama Mas Abi." Ujar Anna yang menundukkan kepalanya.
"Kenapa minta maaf sayang?" Tanya Abi bingung dan heran.
__ADS_1
"Karena sampai saat ini belum ada tanda Anna hamil. Maaf ya Mas..." Ujarnya dengan tatapan sendunya.
"Anna Maheswari Prayogo, dengarkan Mas Abi..!" Ucap Abi dengan tegas dan menghadapkan wajah Anna yang sangat dekat dengan wajahnya.
"Mas Abi tak pernah ambil pusing hal itu. Mau kapanpun dipercaya dan diberikan Allah atas titipan mungilnya tersebut, Mas gak pernah keberatan."
"Buat Mas Abi, Allah kasih Mas kesempatan setiap detik, setiap jam, bahkan setiap waktu bersamamu itu cukup, dek." Jelas Abi.
"Makasih sayang... buat pengertiannya." Ujar Anna dengan diiringi mengalirny bulir air mata.
Ponsel Anna berdering singkat menandakan ada pesan singkat. Ia membuka ponselnya dan membuka ponselnya.
Anna mendapat kabar bahwa Ayni sudah melahirkan dan anaknya kembar. 2 orang anak laki-laki. Ia juga mendapat kabar gembira dari Aira yang saat ini tengah mengandung.
Dan beberapa temannya yang sudah masanya mereka untuk melahirkan. Tentu ini berita bahagia untuknya. Sekaligus cukup menyakitkan bagi Anna.
Abi yang mengetahui isi pesan tersebut, langsung mengambil ponsel Anna dan memasukkannya ke dalam tas.
Abi memeluk Anna dan mencium lembut kening Anna.
"Ini fungsinya honeymoon sayang... masih bisa usaha kan... gak perlu sedih. Okay." Ujar Abi dengan senyum sumringahnya.
"Mas Abiii... hiks... nyebeeliiinn... masih aja bahas kayak gitu. Lagi sedih gini juga. Hiks hiks..." Tangis Anna yang memukul manja lengan Abi.
Abi yang mendapat pukulan tersebut, justru malah semakin memeluk erat Anna.
"Jangan pernah tinggalin Mas Abi, ya sayang." Ucap Abi berbisik di telinga Anna.
"Gak akan Mas. Tak sanggup Anna." Ucapnya sambil merengkuh pinggang Abi dan memandang lekat-lekat Abi sambil memoyongkan bibirnya meminta Abi untuk menciumnya.
*****
Setelah asyik menikmati moment balon udara mereka. Anna dan Abi turun dari balon udara. Salah satu penjaga disana memberikan sepucuk surat yang David Park titipkan untuk Anna dan Abi.
Anna dan Abi membaca surat tersebut sambil menikmati makan malamnya dengan panorama kota Cappadocia.
"Doi mundur tuh Mas..." Ucap Anna yang telah membaca surat tersebut.
"Iya. Tadinya kalau mau maju, Mas Abi udah siap tempur. Eh, tapi malah ngasih gencatan senjata. Yaudah... tarik mundur pasukannya. Hahaha..." Ujar Abi dengan tawa riangnya.
Anna hanya tersenyum melihat tingkah jahil suaminya. Mereka berdoa yang terbaik untuk David semoga dipertemukan dengan perempuan yang mampu menerima dan mencintainya.
*****
Malam semakin larut, matahari sudah kembali ke peraduan sejak tadi. Anna dan Abi kembali ke hotel.
Mereka cukup lelah dengan perjalanan ini. Abi memutuskan untuk mandi terlebih dahulu dan Anna menyiapkan perlengkapan Abi.
Tak lama Abi selesai mandi. Anna bergantian masuk ke kamar mandi. Abi menunggu Anna di tempat tidur sambil melihat emailnya.
Anna keluar kamar mandi dengan night gown nya. Hitam polos lengkap dengan lingerienya. Tak tunggu lama, Abi langsung menghampirinya.
"Let's do it, honey." Ujar Abi dengan suara berat dan deru nafas hasrat cinta membuncahnya.
Tak banyak bicara mereka sudah berada pada lingkaran hasrat cinta.
RACE START
*****
wahai taman syurgaku
bersabarlah atas karakterku
__ADS_1
aku begini karena mencintaimu
*****