
ABIMANYU'S BEDROOM
Abi dengan antusiasnya memasukkan benda pusakanya ke dalam goa bermahkota istrinya. Anna *** seprei dan bulir air mata tak terasa mengalir di pipinya. Sakit yang nikmat. Mungkin itu gambarannya.
Abi yang melihat istrinya menahan rasa sakit, tak tega rasanya. Ingin ia hentikan, tapi tak mungkin. Nanti yang ada akan merusak moodnya.
Abi mengelus wajah Anna dan menghapus air matanya. Ia mencium lembut bibir Anna sambil memasukkan dan mengeluarkan benda pusakanya.
Anna kembali mencium bibir Abi dan melumatnya habis-habisan. Hingga pada klimaksnya tubuh mereka bergetar dan mengeluarkannya secara bersamaan.
Abi mengecup kening Anna. Mereka terbaring di tempat tidur dengan deru nafas yang beradu.
"Ssshhpp..." Anna merintih perih dirasanya dibagian mahkotanya.
Abi yang mengetahui Anna masih gadis begitu iba melihatnya. Ia memeluk tubuh Anna dan mengecup dalam kening Anna.
"Makasih ya sayang" Ujarnya dan mengecup kembali kening Anna cukup lama.
"Iya sayang... kan sama. Anna juga, makasih ya..." Ucap Anna dengan memperlihatkan seulas senyumnya.
"Mas, apa sesakit ini? Kalau baru pertama kali?" Ujar Anna yang benar-benar merasa tubuhnya sakit semua. Apalagi bagian bawah selangkangannya perih sekali.
"Maaf ya dek... Mas semangat banget ya? Sampe bikin kamu sakitnya gak udahan?" Ujar Abi dengan wajah memelasnya.
"Enggak kok Mas... aku suka. Hehehe..." Ucap Anna dengan malu-malu dan membenamkan wajahnya di dada bidang Abi.
Saat itu Anna ingin ke toilet. Ia bangun dari tempat tidur dan baru menyadari darah yang mengenai seprei. Merembah banyak sekali.
Anna mencoba menurunkan satu kakinya, tapi rasanya ia tak sanggup. Abi yang melihat Anna kesakitan seperti itu, ia turun dari kasur dan menggendong Anna.
"Mas, Anna bisa jalan sendiri." Ujar Anna.
Abi tidak menjawab. Menandakan Anna harus diam, dan sampai di toilet. Abi mendudukkan Anna di meja dekat cermin. Ia menyiapkan air hangat di bathtub.
Sambil menyiapkan air hangat, sesekali Abi mengecek Anna yang duduk di meja dekat cermin. Abi justru malah bergairah kembali melihat Anna yang hanya terbalut seprei tempat tidur.
Rambut Anna yang panjangnya sampai leher, membuat Anna semakin sexy dan menarik untuk Abi. Ia menghampiri Anna dan melihat Anna yang masih kesakitan. Abi membantu Anna bangun dari duduknya.
Anna menggenggam erat lengan kekar Abi. Karena memang benar-benar sakit sekali. Anna hampir terjatuh kalau Abi tak memegangnya.
Karena melihat Anna yang masih belum sanggup untuk berjalan, Abi menggendong Anna dan melepaskan seprei yang Anna pakai.
"Mas, mau diapain sepreinya?" Tanya Anna.
"Dilepas sayang... kan harus dibersihkan. Kalau masuk bathtub nanti airnya terkena darah." Ucapnya sambil mendudukkan Anna di bathtub.
Tubuh Anna rasanya hangaatt... sekali. Akan lebih hangat kalau Abi juga ikut masuk, pikir Anna. Air di bathtub tersebut mampu menutupi tubuh Anna hingga yang terlihat hanya bagian leher Anna saja.
"Gimana dek? Udah lumayan enakan?" Tanya Abi ke Anna.
"Hm'emh.." Ucap Anna dengan menaruh tangannya di pinggir bathtub dan menaruh dagunya di atas tangannya. Sedangkan Abi, berjongkok dengan handuk yang dililit setengah badannya di hadapan Anna.
"Mas Abi, Anna boleh minta tolong ambilkan ikat rambut di laci kecil warna cokelat itu?" Tanyanya.
Abi berdiri dan mencari laci kecil warna cokelat lalu mengambilkan ikat rambut Anna yang mungil sekali bentuknya.
Ada saja benda-benda wanita. Abi tak pernah hafal satu-persatu jika disuruh menghafalnya. Tau bentuknya pun tidak. Pikir Abi.
"Yang warna apa dek?" Tanya Abi yang bingung karena banyak warna dengan beragam bentuk.
"Yang warna hijau" Ujar Anna.
Abi mengambilnya dan memberikannya kepada Anna. Anna menjepit rambutnya dengan jepit rambut hijaunya. Yang memperlihatkan tengkuk Anna lebih jelas. Membuat Abi semakin bergairah.
"Mas, kenapa?" Tanya Anna dengan polosnya.
"Gak apa." Jawab Abi dengan suara beratnya. Saat Abi beranjak berdiri dari hadapan Anna. Ia memengang lengan Abi.
Melihat dari sikap Abi, Anna paham betul bahwa suaminya ini ingin "Lagi" untuk melakukan hubungan intim tersebut.
Anna menggiring Abi masuk ke dalam bathtub. Mereka berendam bersama di bathtub. Anna mendekatkan tubuhnya di tubuh Abi.
__ADS_1
"Mas..." Panggil Anna lembuuutt... sekali. Anna sambil duduk di pangkuan Abi di dalam bathtub.
Ia mengelus lembut wajah Abi. Baik sekali suaminya ini, pikir Anna. Abi sangat memikirkan perasaan Anna.
"Sayang... kalau kamu masih ingin lagi, bilang sama Anna." Ujarnya sambil mengelus lembut wajah Abi.
"Aku gak pengen buat kamu sakit seperti tadi, dek. Mas gak tega lihatnya." Jawab Abi.
"Melankolis sekali hati suamiku." Batin Anna.
"Anna baik-baik saja. Sangat baik. So, you don't have to be worry, honey." Ucap Anna dengan mengecup bibir Abi lembut.
"Dek, beneran gak apa?" Tanya Abi meyakinkan kepada Anna.
"Iya, Mas... gak apa, sayang..." Ujar Anna dengan mengalungkan tangan di leher maskulin suaminya.
"Dek, kamu kok sexy banget sih..." Ucap Abi yang melihat Anna tanpa busana dan melihat keelokan tubuhnya. Benar-benar menggoda iman. Untung halal. 😆.
"Anna juga gak tau, Mas. Dari dulu begini aja tubuhku." Ujarnya.
"Tau gitu, dari dulu Mas udah nikahin kamu, dek." Ucap Abi dengan candanya dan mengecup ringan bibir Anna yang merah merekah alami itu.
"Mas Abi, juga." Ujar Anna.
"Juga apa? Juga sexy?" Tanya Abi dengan melihat Anna yang tertunduk malu. Lucu sekali Anna ini. Sudah terlihat semua tubuhnya masih saja malu dengan suaminya.
Abi tak ingin berlama-lama lagi. Wajah Anna yang bersemu merah membuat Abi semakin gemas dengannya.
Abi menundukkab kepalanya dan mencium lembut bibir Anna. Anna meresponnya dengan lembut pula. Mereka saling ***** dan adu lidah.
RACE START
Abi memainkan jari jemarinya di tubuh Anna. Ia melancarkan aksinya dengan *** gunungan Anna yang begitu kenyal. Hingga Abi tak tahan jika tidak melumatnya.
Suara desahan dan deru nafas mulai beradu. dengar air yang mengalir di bathtub. Sebelum lebih lama. Anna menghentikan Abi dan memintanya memastikan pintu kamar mandi sudah terkunci.
Abi kembali ke bathtub dan melumat bibir Anna. Kali ini mereka bermain begitu agresif. Anna yang sudah mengerti caranya di episode awal, ia applikasikan pada episode kedua ini.
Anna meraba seluruh bagian tubuh Abi. Anna senang sekali memainkan pusaka Abi dengan jemarinya. Seperti sekarang ini.
Anna memainkan pusaka Abi dengan memutar-mutar lembut di bagian ujung pusaka sang suami. Yang membuat suaminya melenguh tak henti.
"Dek... aakkkhhh... sayang... eeuummmhhh... aah... aahh... eerrgghhh... Annaa... hhh... hhh... aaah... aaaakkhh...." Erangan Abi membuat Anna semakin gencar untuk melumat seluruh tubuh Abi tanpa terkecuali.
"I want you, honey." Bisik lirih Anna di telinga Abi, yang membuat mempunya semakin berhasrat dengan istrinya tersebut.
"Oh, God! Aakkhh..." Lenguhan Abi terdengar cukup berat karena menggigit kecil ujung pusaka Abi.
Anna menggesek-gesekkan pusaka Abi di miliknya. Ia memainkannya dengan riang. Hingga suara lenguhan mereka saling bersahutan.
"Sayangg... hhh... aahh... eerrgghh... eummhh..." Abi merasakan pusakanya sedang dimanja oleh Anna.
Anna memainkan pusaka Abi dengan jemari mungilnya, lalu menggigit-gigit kecil, dan memainkan dengan ujung lidah Anna pada ujung pusaka Abi.
"Annaa... Oh, God! eerrghhh... aaakkhh... ahh... aaahh... hhh... heummm..." Abi tak berhenti mengerang. Anna terus melajukan kemudinya.
Anna menciumi tubuh Abi dan memberikan begitu banyak cap bibir di tubuh Abi. Tubuh Abi yang berwarna kecokelatan membuat Anna semakin menggila bernafsu menginginkan Abi.
Anna duduk di pangkuan Abi dengan memainkan bokongnya yang ia gesekan ke ujung pusaka milik Abi. Membuat Abi semakin frustasi karena begitu lincahnya istrinya memainkan pusakanya.
"Dek... aaakkkkhhh... aah... aah... eeuummhhh... aarrgghh... sayanggg..." Erangan demi erangan Abi ungkapkan.
Anna meluncurkan serangan bertubi-tubi dari mulai ujung rambut hingga ujung kaki Abi.
"Maass..." Panggil Anna dengan deru nafas yang beradu dengan deru nafas Abi. Wajah mereka hanya berjarak 1cm. Ujung hidung mereka saling bertemu.
Abi yang sudah memuncak gairahnya, ia masukan pusaka miliknya ke goa milik Anna. Sensasinya luar biasa...
"Aahhh... Mas Abi... aah... ahh... eummhh... eummh... hhh...hh...eummh..." Lenguhan Anna membuat Abi semakin menancapkan gasnya.
Anna memeluk Abi dengan erat dan melenguh di dekat telinga Abi. Yang membuat Abi semakin maju untuk melancarkan aksinya.
__ADS_1
Anna mencium bibir tebal nan sexy milik Abi. Anna melumatnya dan Abi memasukkan pusakanya lebih dalam.
Lenguhan demi lenguhan, erangan yang tak henti-hentinya disuarakan membuat keduanya mencapai puncaknya.
"Hhh... hhh... hhh..." Deru nafas Abi yang berat terdengar di telinga Anna.
"Hhh... emmh... hhh... hh..." Deru nafas Anna yang terdengar lirih menggairahkan.
Keduanya saling tatap. Anna menyatukan keningnya dan kening Abi. Kemudian mengecup lembut bibir Abi. Abi meresponnya dengan mencium wajah Anna bertubi-tubi.
"Hihhihi... Mas Abi... geli, ah." Ujar Anna dengan memukul pelan dada bidang Abi.
Anna mengambil handuk yang panjangnya di atas lutut tersebut dan melilitkannya di bagian dada hingga atas lutut.
Anna itu mempunyai bokong yang menggoda iman, kalau ia memakai handuk dengan tanpa busana seperti itu, akan sangat memperlihatkan lekuk tubuhnya.
Saat itu Anna meminta tolong Abi untuk merendam seprei bekasny di bathtub dan direndam. Supaya bekas darahnya menghilang.
"Mas Abi, mau Mas dulu yang mandi atau Anna?" Tanya Anna sambil menghampiri Abi yang tengah menyalakan air di bathtub untuk merendam seprei.
Abi berdiri dan berbalik ke Anna. Ia terkejut melihat istrinya yang sungguh. Elok sekali tubuhnya.
"Mandi bareng aja yuk, dek." Ujarnya dengan mendekatkan tubuhnya ke Anna.
"Hahaha... sayang, kamu mau berapa kali?" Tanya Anna dengan tertawa geli.
"Gak tau, habis kamu menggoda imanku, dek..." Ujar Abi dengan menyandarkan kepalanya di pundak Anna.
"Hahaha... iya sayang... maaf ya, kalau terlalu menggoda. Besok aku pakai mukena deh. Biar gak menggoda." Pecah tawa keduanya.
Tawa mereka mereda ketika Abi perlahan membuka balutan bahan putih yang dipakai Anna untuk menutupi sebagian tubuhnya.
Panas tubuh mereka pun sudah mulai terasa. Anna melepas bahan yang terbalut di bagian pinggul Abi hingga di atas lututnya.
Abi menggendong Anna dan Anna melingkarkan kakinya di pinggang Abi lalu mengaitkan kedua kakinya agar kokoh di gendongan Abi.
Abi memberikan ciuman bertubi-tubi ke Anna hingga ia berjalan masuk ke dalam ruangan yang bersebelahan dengan bathtub.
Abi menurunkan Anna di bawah shower, dan mengucurkannya dengan sensai air hangat. Abi menciumi tubuh Anna dari atas hingga bawah. Dari kepala hingga ujung kaki.
Abi memainkan lidahnya di sekujur tubuh Anna. Membuat Anna melenguh dan terus melenguh.
"Maass... aahh... ahh... Mas Abi... eeummh... eeuhhh... aakh... akh... sayanggg... hhh..." Erangan Anna tak membuat Abi berhenti. Justru Abi semakin gencar menjilat dan melumat tubuh Anna.
Abi memainkan lidahnya di bagian kewanitaan Anna. Anna semakin menggila karena jilatan dan lumatan pada bagian intimnya.
"Eeuummhh..." Anna berpegangan erat pada gagang besi handuk di kamar mandi tersebut.
Dengan posisi Anna yang berdiri dan memunggungi dinding, membuat Abi semakin merajalela melampiaskan hasrat seksnya selama ini bersama dengan istrinya.
"Maaass... aakkhhh..." Ucapnya lirih dengan *** rambut panjang Abi.
Anna menggigit bibir bawahnya menahan sensasi tubuhnya yang luar biasa. Abi melihat itu, Anna begitu seksi dan indah.
Abi meluncurkan ciuman mautnya ke bibir Anna. Ia menggigit-gigit kecil bibir Anna. Anna semakin bergairah.
Ia menggesek-gesekan gunungannya pada dada Abi dan Abi menggesekan pusakanya di bagian intim Anna.
Keduanya saling bersahutan erangan dan lenguhan. Hingga Anna sudah tak tahan, dengan gerakan-gerakan lembut, tegas, dan agresifnya Abi.
"Maass... emmh..." Panggil manja Anna ke Abi.
"Sayangg... aah... ahh..." Ujar Anna berbisik lirih di telinga Abi.
Abi yang sudah mengerti, langsung memasukkan pusaka hebatnya di goa terpendam Anna.
"Aaakkhh... aakkhh... akkhh... eeeummhh... hhh... aahh... aah... eergghmmm... Mas Abii... hh... hh... aaakkhhh... aah.. aah... eemmh... emmhh..." Anna terus mengerang tanpa henti sampai mereka mencapai klimaksnya.
*****
Author: Udeh... gak usah diterusin. Ntar pengen. Pengen kalau ada lawannya gak apa. Kalau gak ada lawannya itu yang berabe. 😆
__ADS_1
Thanks for your thumb 😉👍 and thanks for the reader. Keep stay here. I'll be back...