
HAN GANG RIVER
Setelah acara lompat melompat yang memicu adrenalin. Mereka memutuskan untuk mengelilingi kota Seoul dengan menikmati pemandangan alam menggunakan Eland Cruise atau Kapal Pesiar yang menyediakan jasa bagi wisatawan mancanegara yang ingin mengenal Seoul lebih dekat.
Kapal Pesiar tersebut mengajak mereka berkeliling Seoul. Mereka melihat pemandangan alam Seoul ketika malam tiba.
"Masya Allah... indahnya..." Ucap Ayni yang begitu kagum dengan lampu yang berkelap-kerlip sekitar Han Gang River.
Mereka sudah berpencar ketika memasuki Kapal Pesiar. Seperti Ayni dan Aldi yang sudah mendapat spot dekat jendela untuk melihat keindahan alam Seoul dari dalam kapal.
Sedangkan Arka & Aira memilih untuk berada disisi kapal untuk menikmati desiran angin.
Aryo & Alisha tak jauh dari Arka & Aira. Bedanya, Aryo & Alisha sedang asyik berswafoto.
Adit & Dian? Adaa... disisi kapal yang berseberangan dengan teman-temannya. Mereka? Sedang asyik nyemil sambil suap-suapan.
Abi & Anna? Beda sendiri mereka mah...
Mereka berada di paling atas kapal. Dekat kabin. Karena saat ini pengunjung agak lebih sedikit jadi mereka bisa leluasa menikmati kapal pesiar itu berdua saja.
"Indah banget ya Mas... Dulu aku cuma bisa lihat di drama korea aja. Sekarang, Alhamdulillah bisa lihat langsung. Sama kamu." Ucap Anna yang merengkuh tangan Abi.
"Mas sudah pernah beberapa kali naik kapal pesiar. Rasanya beda. Karena ada kamunya kayaknya. Hehehe..." Ujar Abi yang mengecup pelipis Anna.
"Anna bahagiaa... sekali Mas. Bisa menikmati semuanya sama Mas Abi." Ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kenapa, sayang? Kok malah sedih?" Tanya Abi seraya menghapus air mata Anna.
"Bukan sedih kok. Hanya tak percaya dan sangat bahagia." Ucapnya sambil memeluk Abi.
"Kamu lihat adegan drama korea yang mana, Dek? Kok bisa manja gini sama Mas Abi? Hehe..." Tanya Abi seraya mengelus lembut punggung Anna.
"Gak tau ah, Mas Abi mah... orang lagi romantis juga." Ucap Anna dengan mencibikkan bibirnya dan menghalau air matanya yang ingin jatuh ke pipi.
Anna melepaskan pelukannya dan menjauhkan tubuhnya dari Abi.
"Oohh... tadi tuh lagi romantis... ngobrol dong... kan biar Mas Abinya tau..." Ucap Abi yang masih meledek Anna.
"Udah kelar romantisnya. Gak jadi." Ujar Anna dengan bersungut.
"Cemberut sama suami itu gak boleh lho, Dek. Hayoo..." Ledek Abi kepada Anna.
"Hiih... Mas Abiii... nyebelin deh." Ucap Anna yang sukses dibikin kesel sama Abi. Pecah sudah air mata Anna karena kesal dengan Abi.
"Sini, sini... haduhh... sedih banget nangisnya." Ucap Abi masih dengan ledekannya.
"Mas tuh, seneng ya lihat aku sedih gini? Terus aja bikin sedih, bikin kesel. Nyebelin! Hiks.. hiks..." Ucap Anna masih dengan sesenggukannya.
"Mana mungkin Mas Abi senang melihat istri yang Mas cintai bersedih. Mas gemes sama kamu... Maaf ya sayangku... bercandanya kelewatan. Hehehe..." Ucap Abi dengan cengiran kudanya dan menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah. peace...
Anna menghambur ke pelukan Abi begitu saja. Dada bidang, otot bisep, dan tubuh kekar Abi sukses membuat Anna seperti sushi.
Ibarat sushi Anna sekarang seperti sayurannya di gulung pake nasi di kasih toping rumput laut. Keliatan dikit doang.
Karena kalau sudah di peluk Abi, gak keliatan Anna ada dimana. Saking mungil badannya.
Malam itu Seoul tak henti-hentinya memberikan pesona indahnya.
Beruntung sekali mereka bisa menyaksikan Moonlight Rainbow Fountain di Han Gang River.
"Masya Allah... Mas Abi... cantik sekali. Lihatt..." Ucap Anna yang begitu berbinar matanya melihat air mancur warna-warni.
Tak hanya Anna dan Abi yang kagum. Tapi Aldi dan Ayni juga. Yang tadinya mereka hanya ingin di dalam kapal, akhirnya keluar karena terpesona dengan keindahannya.
Semua orang yang ada di kapal pesiar tersebut berdecak kagum. Pertunjukkan yang berlangsung selama 15 menit itu sukses membuat para pelancong mengaguminya.
*****
"I love you" Bisik Abi di telinga Anna yang saat itu posisi Abi memeluk Anna dari belakang.
"I love you too, honey. More than anything." Ucap Anna sambil mengelus lembut wajah Abi dan mendekap lebih dekat pelukannya.
*****
"Mas Adit..." Panggil Dian lembut seraya memeluk mesra tubuh kekar Aditya.
"Kenapa sayang...? Mm?" Ujarnya dengan mengelus lembut punggung istrinya.
"Aku mencintaimu." Ucapnya lirih di telinga Adit dan mengecup lembut pipi Adit.
"Aku lebih mencintaimu, Dian. Jangan pernah pergi seperti dulu lagi." Ucap Adit seraya mengecup dalam kening Dian.
"Tidak akan pernah. Karena aku tidak ingin menjadi wanita bodoh untuk yang kedua kalinya." Ujar Dian dengan mendongakkan kepalanya untuk melihat Adit.
"Dan aku tidak akan pernah melepaskanmu. Karena aku tidak ingin menjadi laki-laki bodoh untuk yang kedua kalinya." Ujar Adit seraya mengecup ubun-ubun Dian.
*****
"Dek, sini" Ujar Arka kepada Aira yang sedang asyik memotret pemandangan.
"Ada apa Mas?" Tanya Aira seraya memasukkan ponselnya ke dalam tas.
"Mau peluk. Kangen." Ucap Arka kepada Aira seraya memeluknya dari belakang.
"Kan Aira disini. Kok kangen?" Ucapnya lembut dan membalikkan badannya berhadapan dengan Arka.
"Justru itu. Mas gak tau. Kangen aja." Ucap Arka.
"Mas Arka itu kalau lagi manja, lucu." Ucap Aira yang mencubit gemas hidung Arka.
"Hehehe... tapi sayang kan?" Ledek Arka kepada istrinya.
"Kalau gak sayang, Aira gak akan mau seperti ini..." Ucap Aira seraya mencium pipi Arka. Arka kembali mengecup kening Aira.
"Aku mau kita travelling khusus berdua aja. Biar lebih leluasa. Kamu mau kan, sayang?" Ujarnya.
"Okey. Siap Bos!" Ucap Aira dengan salam hormatnya yang lalu ditambah pelukan mesra Arka kepada Aira.
*****
"Mas Al..." Panggil Ayni lembut.
"Kenapa sayang?" Tanya Aldi dengan mengecup ubun-ubun Ayni.
"Mas, apa kamu bahagia menikah denganku?" Tanya Ayni yang menghadapkan wajahnya kepada Aldi.
"Sangat. Aku sangat bahagia. Lebih dari yang Mas Aldi bayangkan. Adek sendiri? Apa kau bahagia menikahi laki-laki sepertiku?" Tanya Aldi dengan menatap lekat Ayni.
"Seperti apa? Laki-laki hebat yang berhasil merebut hatiku? Kamu berhasil Mas. Kamu berhasil membuatku terpesona akan sikapmu. Kamu berhasil membuatku takut kehilanganmu dan kamu berhasil membuatku mencintaimu. Apa aku bahagia? Apa ada gurat wajahku yang terlihat aku tak bahagia denganmu, Mas Al?" Terang Ayni ke Aldi.
"Terima kasih sayang... terima kasih banyak. Untuk semua yang kau berikan dan aku terima selama ini. Aku sangat mencintaimu, Dek. Sangat." Ucap Aldi seraya mengecup kening Ayni.
__ADS_1
"Ana uhibbuka fillah, Mas Al..." Ucap Ayni seraya memeluk Aldi dan Aldi mengecup ubun-ubun Ayni.
*****
"Mas Yo..." Panggil Alisha.
"Kenapa, Dek? Hm?" Tanya Aryo.
"Peluk..." Ucap Alisha manja. Aryo menarik Alisha kedalam pelukannya dan mendekap erat.
"Mas Yo, apa Mas bahagia? Menikahiku?" Tanya Alisha dalam dekapan Aryo.
"Dek, kamu bisa dengar detak jantung Mas, kan? Apa yang kamu dengar? Berdegupkah?" Tanya Aryo kepada Alisha.
"Sangat. Berdegup kencang. Mas, kamu gak apa?" Tanya Alisha dengan wajah khawatir.
"Ini detak jantungku yang setiap hari aku rasakan jika di dekatmu, sayang... apa ini belum bisa menjadi sebuah bukti bahwa aku sangat bahagia bersamamu?" Tanya Aryo dengan menatap lekat Alisha.
Alisha yang mudah tersentuh hatinya. Air matanya pun luluh di hadapan Aryo.
"Aku mencintaimu, Alisha. Sangat mencintaimu." Ujar Aryo yang mengecup lembut ubun-ubun Alisha. Alisha menangis dalam dekapan Aryo.
"Aku adalah wanita paling beruntung. Karena bisa merasakan mencintai dan dicintai oleh laki-laki hebat sepertimu, sayang... I love you. Jangan pernah bosen sama Icha ya, Mas..." Ujarnya seraya mendekap erat dada bidang Aryo.
"Gak akan pernah bosen. Mau bosen gimana, orang setiap hari dibikin jatuh cinta terus sama kamu. Hehehe..." Ujar Aryo dengan candanya.
"Alhamdulillah... kalau Mas selalu jatuh cinta setiap hari sama aku. Mas, kamu juga selalu buatku candu karena rinduku padamu. Meski kamu ada dihadapanku." Ucap Alisha sembari mencium lembut bibir Aryo.
*****
DI HOTEL, DI KAMAR MASING-MASING
Hari itu mereka lelah sekali karena seharian mengelilingi Seoul. Mereka tiba di hotel dan masuk kamar hotel masing-masing. Lusa mereka harus kembali ke Indonesia. Setidaknya mereka istirahat sebentar untuk besok.
*****
ALDI & AYNI
"Dek, coba Mas Al cek dulu suhu badanmu. Seharian ini kan kita diluar. Aku takut kamu demam nanti." Ujar Aldi yang langsung membawa termometer untuk Ayni.
Setelah di cek.
"Okey. Suhu badan normal."
"Mau Mas Al duluan yang mandi apa Ayni dulu?" Tanya Ayni.
"Adek, dulu deh. Mas masih mau rebahan sebentar." Ujar Aldi yang langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
Tak lama Ayni mandi, ia berganti pakaian tidur dan berjalan menuju Aldi.
"Mas Al... ayo, mandi dulu." Ucap Ayni.
"Iya, dek... bentar." Aldi bangun dan mendapati Ayni yang sedang menyisir rambut dengan mengenakan night gown pink yang begitu imut dan seksi.
"Dek..." Panggil Aldi. Ayni yang dipanggil segera menghampiri Aldi.
"Kenap Mas?" Tanya Ayni yang sekarang posisi duduknya sudah berdampingan dengan Aldi.
"Aku jahat ya, kalau ingin itu sama kamu..." Ujar Aldi yang membenamkan wajahnya di dada Ayni.
"Mas Al... sabar ya sayang... kondisi janinnya masih belum stabil. Kalau sudah, Ayni pasti mau kok. Ya..." Ujarnya kepada Aldi.
"Adek emang mau juga?" Tanya Aldi dengan wajah memelasnya.
"Ya, Allah... aku gak tahaann... godaan ini..." Aldi langsung berdiri dari tempat tidur dan menyambar handuk.
Ia mandi untuk menghilangkan pening. Ayni yang melihat tingkah suaminya, hanya tertawa geli. Lucunya suamiku... batin Ayni.
*****
ADIT & DIAN
"Sayang... baju aku yang kaos putih di mana ya?" Tanya Adit yang sibuk mencari kaos putihnya. Karena kaos itu yang nyaman untuk dipakai tidur.
"Kan tadi aku udah siapin di atas tempat tidur, Mas." Ucap Dian yang baru keluar dari kamar mandi dan masih mengenakan handuk di tubuhnya.
Sontak membuat Adit terkejut. Dian yang tanpa sadar menghampiri Adit.
"Sayang... ini lho, bajunya di atas tempat tidur. Kok kamu nyari ke lemari-lemari?" Ujar Dian yang memberikan baju Adit ke ruang dapur.
"Ini. Udah, pakai dulu, nanti masuk angin." Adit meraihnya tapi ia taruh begitu saja di meja dapur.
Dian yang masih memakai handuk, membuat hasrat Adit membuncah. Wajar saja, sejak awal acara pernikahan, mereka belum sempat melakukan hubungan suami istri karena terlalu lelah hingga terlelap sampai pagi.
Adit mengangkat Dian ke meja dan melumat habis bibir Dian hingga Dian kesulitan bernafas.
"Mas... pelan-pelan..." Ucap Dian.
Adit pernah melakukannya dengan Dian dulu. Setelah itu, ia tak pernah lagi melakukan hubungan intim dengan wanita lain selain Dian.
Dan Dian pun tak pernah melakukan hubungan intim selain dengan Adit. Setelah kejadian itu, Dian benar-benar menutup diri untuk laki-laki.
Mahkota Dian yang dulu sempat robek oleh Adit kembali menutup setelah 3 tahun tak pernah disambangi. Malam ini, Adit yang kembali mengkoyak mahkota Dian.
Dan malam itu, menjadi malam berepisode bagi Adit dan Dian. Entah berapa episode. Biarkan. Sudah halal.
*****
ARKA & AIRA
"Dek... tolong ambilin handuk Mas Arka dong." Ujarnya dari balik pintu kamar mandi.
Aira datang dengan membawa sehelai handuk putih dan wow!
Aira mengenakan night gown yang begitu menggoda. Ia mengenakan black night gown dengan renda di bagian atas dadanya dan bagian bawah paha mulusnya.
Aira mengetuk pintu kamar mandi. Sontak hal itu membuat Arka bingung sekaligus senang.
"Adek !" Ucap Arka yang menjulurkan wajahnya dari balik pintu. Terkejut melihat istrinya berpakaian seksi luar biasa.
"Mas Arka yakin masih mau pakai handuk?" Tanya Aira dengan senyum jahilnya.
Tanpa kata, tanpa bicara, Arka menarik tangan Aira masuk kamar mandi bersamanya, menutup pintu kamar mandi dan menguncinya rapat-rapat.
"Adek, dari kapan inginnya?" Tanya Arka yang mendudukkan Aira di meja cermin.
"Dari pas bungee jumping. Hehehe..." Ucap Aira dengan cengiran kudanya.
"Kenapa gak bilang sama Mas?" Tanya Arka dengan menyamakan posisi wajahnya sejajar dengan Aira.
"Malu..." Ucap Aira dengan menutup wajahnya. Arka meraih tangan Aira dan membukanya.
__ADS_1
"Sayang... kalau kamu ingin, bilang sama Mas. Jangan diam ya... nanti kamu lho, yang bad mood. Hm?" Jelas Arka.
"Okey, Boss!" Ucap Aira dengan memberikan hormat dan mengedipkan sebelah matanya.
"Sekarang, mau adek duluan, atau Mas duluan?" Tanya Arka dengan suara yang berat.
"Mas Arka duluan aja... Aira ikutin Mas." Ucapnya lembut. Tanpa permisi, Arka langsung memburu bibir Aira.
*****
ARYO & ALISHA
"Sayang, dek, kamu lihat celana Mas yang warna cokelat?" Tanya Aryo yang baru selesai mandi dan masih mengenakan satu bahan yang terlilit menutupi bagian pusakanya.
"Ada di atas tempat tidur, sayang..." Alisha keluar dari kamar ganti dengan mengenakan sexy night gown nya.
Aryo sontak terkejut melihat Alisha yang begitu sexy malam ini.
"Ini, kan yang warna cokelat?" Tanya Alisha dengan wajah polosnya dan tak tau betapa besarnya pusaka Aryo sekarang.
Alisha yang melihat Aryo berjalan menghampirinya, seketika menghambur ke pelukan Aryo dan mencium bibir Aryo cukup lama.
"Adek..." Bingung Aryo harus berkata apa. Karena tak biasanya Alisha seagresif ini.
"Kalau aku yang ingin duluan, boleh?" Tanyanya dengan wajah polos.
Aryo yang tanpa aba-aba, langsung melumat bibir Alisha. Ia tak menyisakan secelah pun. Alisha bermain begitu memikat.
Aryo mendudukan Alisha di meja tinggi dekat sofa. Dua gunungan yang Alisha punya sudah mulai mengencang.
Race start
*****
Abi & Anna
"Mas, Anna duluan yang mandi boleh?" Tanya Anna kepada Abi yang masih sibuk membuka tali sepatunya.
"Iya, sayang. Kamu duluan aja. Mas mau rebahan dulu." Ujarnya.
Tak lama Anna selesai mandi, Abi sudah bertelanjang dada dan hanya memakai celana pendek.
Wanita mana yang tidak tergoda melihat pemandangan rerumputan berada di dada bidang lelaki tampan ini.
"Mas Abi, mau mandi sekarang?" Tanya Anna yang membuang wajahnya untuk bersembunyi dari rona merah pipinya.
Melihat tubuh suaminya yang bidang tersebut membangkitkan hasratnya untuk bercinta.
"Iya. Udah gerah banget." Ujar Abi yang sebenarnya pusakanya sudah membesar sejak melihat Anna keluar dari kamar mandi yang hanya berbalut handuk tersebut.
"Mas..." Anna memeganga tangan Abi, ingin mengutarakan keinginannya untuk bercinta namun, diurungkannya.
"Kenapa, dek? Kok malah melamun?" Tanya Abi yang wajahnya sudah begitu dekat dengan Anna.
"Gak apa. Nanti aja. Mas mandi dulu." Ucap Anna yang ngeloyor pergi meninggalkan Abi.
Tak lama Abi selesai mandi dan berpakaian. Ia melihat Anna sedang sibuk dengan beberap barang untuk packing. Karena lusa mereka sudah kembali ke Indonesia.
"Dek... kamu lagi apa?" Tanya Abi yang melihat Anna sibuk dengan barang-barangnya.
Abi tidak terfokus pada barang-barangnya. Ia terfokus pada Anna yang sangat sexy memakai black night gown nya.
"Lagi nyicil beresin barang-barang Mas. Kok banyak ya...? Perasaan aku gak bawa banyak barang." Ujar Anna yang kemudian meletakkan parfum di meja rias dan menghampiri Abi.
"Dek, kamu tadi mau ngomong apa?" Tanya Abi yang duduk di sofa besar. Anna ikut duduk disamping Abi.
"Mau ngomong apa ya, Mas? Anna lupa deh... emang tadi aku mau ngomong apa?" Tanya Anna ke Abi. Ini orang gimana deh 😅
"Lho, kok nanya lagi sama Mas Abi." Ujarnya sembari merapikan rambut Anna.
Pembicaraan mereka terhenti karena dering ponsel Anna yang tertera di layarnya "Mama Rani".
Abi mendengar percakapan hangat antara Ibu mertua dan menantu tersebut. Ia mendengar kata l******e disebutkan dalam percakapannya.
"Mama telepon, Dek?" Tanya Abi.
"Iya Mas. Anna kangen deh sama Ibu sama Mama. Udah lama gak ngobrol sama mereka."
"Nanti sampai Indonesia kan bisa ketemu lagi. Adek ngomongin apa sama Mama?" Tanya Abi yang memancing ingin tau percakapan lebih jelasnya.
"Mama Rani nanya, bajunya udah dipakai atau belum. Anna nyaman atau enggak pakaianya. Bahannya enak enggak. Gitu deh." Jelas Anna. Anna berdiri mendekati dapur. Ingin minum haus katanya.
"Baju apaan dek?" Tanya Abi bingung.
"Baju yang Anna pakai sekarang. Memikat gak buat Mas Abi?" Ucap Anna.
"Anna bilang, belum tau. Soalnya Mas Abinya biasa aja Ma, terus Anna____" Belum sempat Anna melanjutkannya, Abi sudah memburu Anna.
Abi mengangkat Anna dan mendudukkannya di meja dekat dapur. Anna yang terkejut sontak berteriak. Meski kecil suaranya.
"Mas Abi... yaampun! Ngagetin deh!" Ujarnya sembari memukul ringan pundak Abi.
"Sekarang, adek udah tau mau apa?" Tanya Abi yang sudah terdengar suara beratnya.
"Sudah." Ucapnya sambil menunduk.
"Sayang, mau apa?" Tanya Abi lembut.
"Mau Mas Abi. Malam ini. Buat Anna." Ucap Anna dengan wajah polosnya.
"Mas Abi selalu buat kamu, sayang... kapanpun kamu ingin." Ucap Abi yang mengelus pipi Anna.
Anna agak malu untuk mengutarakannya sebenarnya. Tapi daripada moodnya gak karuan, lebih baik dia bilang langsung ke Abi. Dan Abi menyambut sangat baik.
"Dek, dengar Mas Abi. Sayang, kalau kamu ingin, bilang. Jangan pakai kode. Mas gak ngerti. Gak perlu malu. Aku suamimu Anna... kamu juga punya hak untuk memintanya. Adek, paham?" Ucap Abi tegas namun dengan suara lembut.
"Maaf ya Mas... Anna bingung dan malu mau bilangnya gimana." Ucapnya dengan menunduk.
"Sayang... lihat Mas Abi." Abi mengangkat dagu Anna dan sekarang wajah mereka sangaatt dekat.
"Tidak perlu minta maaf. Adek gak salah. Mas Abi yang gak paham kodenya. Sekarang, mau siapa duluan? Adek duluan atau Mas Abi?" Tanya Abi dengan mendekatkan wajahnya ke Anna.
"Mas maunya siapa duluan?" Ucap Anna menggoda.
"Adek udah mulai nakal nih... sekarang udah pinter godain Mas Abi. Bukan cuma gombalin ya..." Ujar Abi dengan senyum jahilnya.
"Kan Mas Abi yang ngajarin. Hehehe." Ucapnya sambil mengecup ringan bibir Abi.
Tanpa basa basi lagi, Abi langsung menyambar bibir Anna yang mungil. Ia mengecup dan melumatnya hingga pedalaman mulut Anna.
Hasrat bercinta yang memanas dan gairah s**s yang membuncah membuat mereka hanyut dalam beberapa episode.
__ADS_1
*****