
BANDARA INTERNASIONAL YOGYAKARTA
Anna dan Abi sekarang sedang bersiap untuk terbang ke Turki. Acara honeymoon mereka berdua.
Perlengkapan yang belum sempat mereka bawa, Abi membelinya di salah satu pusat perbelanjaan di Yogyakarta.
Awalnya Anna meminta Abi untuk kembali dahulu ke Jakarta. Namun, Abi bilang lebih menghemat waktu kalau berangkat dari Yogya.
Iya benar menghemat waktu. Tapi sama aja boong. Kalau belanja segini banyak buat keperluan di Turki.
Abi itu orangnya serba dadakan. Kadang Anna juga suka sebal dengannya. Tapi bukan tak ter planning ya... hanya saja Abi senang dengan penciptaan planning B dan C. Planning yang tak terencana.
Jadilah mereka di Bandara Internasional Yogyakarta. Abi dan Anna sempat bercakap dengan Ayah Bagas, Bu Anin, Papa Adi, dan Mama Rani.
Papa Adi sempat menghubungi orang-orangnya yang berada di Turki. Papa Adi meminta beberapa pengawal untuk menjaga Abi dan Anna.
Tak perlu dekat, dari jarak jauh saja. Karena menurut Papa Adi, sedia payung sebelum hujan.
"Mas... Anna laper deh. Beli apa gitu yuk..." Ucap Anna yang perutnya sejak tadi berdendang meminta jatah makan.
"Ayo, masih ada 1 jam. Adek mau makan apa?" Tanya Abi yang masih berkutat dengan ponselnya.
Lagi nyari-nyari spot buat foto katanya. Doi emang seneng banget sama fotografi.
"Nyemil aja gitu. Jangan makan berat. Anna masih kenyang. Mas Abi mau apa?" Tanya Anna yang merasa dikacangin sama sang suami.
"Ponselnya lebih menarik ya?" Tanya Anna dengan senyum pasta giginya.
"Hehehe... Maaf... maaf... udah selesai kok." Ucap Abi yang sama menunjukkan senyum pasta giginya.
"Mas mau ngopi. Ke s*******s aja. Adek mau?" Tanyanya.
"Boleh. Disana ada cake gitu kan ya?" Tanya Anna lagi.
"Ada kayaknya. Kita lihat aja ya..." Ucap Abi dengan menggandeng tangan Anna menuju tempat kongko tersebut.
Setelah sampai di tempat ngopi. Mereka duduk dekat kaca yang dapat menikmati pemandangan kota Yogyakarta.
Tak lama mereka makan, mereka harus kembali ke ruang tunggu untuk masuk ke pesawat dan siap berangkat.
Panggilan untuk tujuan Turki pun berkumandang. Anna dan Abi segera masuk ke pesawat.
Anna dan Abi duduk di first class. Tadinya Anna bilang yang economy class juga gak apa. Tapi Abi mau yang first class. Anna hanya menghela nafasnya.
Di dalam pesawat Anna merasa nyaman. Ya, iya nyaman. First class beda kasta. Hahaha... bukan nyaman karena itu juga. Tapi nyaman karena Abi bersamanya.
Anna yang tak paham dengan situasi dan kondisi saat di pesawat merasa aman ketika Abi membimbingnya.
"Mas... kalau sudah sampai Turki, kita stay dimana?" Tanya Anna yang sedang berusaha memakai seatbelt nya.
Abi yang melihatnya langsung membantu Anna memasangkan seatbelt untuknya.
"Kita stay di..." Abi gelagapan saat Anna bertanya seperti itu.
"Jangan bilang Mas Abi belum pesan kamar? Iya?" Ucap Anna dengan tatapan menyelidik ke Abi.
__ADS_1
"Hehehe... udah. Tapi buat satu malam aja." Ucapnya dengan senyum pasta gigi.
"Maksudnya satu malam? Kita stay nya one night aja?" Tanya Anna yang masih bingung dengan Abi.
"Iya. Mas sengaja pesan hotel yang biasa. Buat simpan barang aja. Terus sambil jalan-jalan, sambil cari hotel yang lain. Hehehe..." Ujar Abi kepada Anna.
Anna hanya menghela nafas dan membuang nafas. Tak tau harus berkata apa kepada Abi.
"Terus kendaraannya gimana? Kan tadi Mas Abi bilangnya mau keliling nyari hotel, berarti ada kendaraannya? Atau dekat dengan public transportation?" Tanya Anna penasaran.
"Kendaraan aku udah sewa. Kalau hotel yang buat one night stay itu dekat sama subway. Jadi naik mobil bisa, naik subway juga bisa." Ujarnya dengan senyum.
"Yaudah, coba kita cari hotel-hotelnya ya. Siapa tau ada yang jadi seleranya Mas Abi." Ucap Anna sambil membuka benda elektronik dan memulai browsing nya.
Anna menujukkan beberapa gambar dan keterangan fasilitas hotel kepada Abi.
"Mas, ini hotelnya bagus. View nya oke nih."
"Ranjangnya Mas gak suka. Apaan ada renda-renda gitu. Itu ranjang apa taplak meja?" Ujar Abi.
"Kok taplak meja sih? Ngaco deh. Orang udah bagus-bagus dibilang taplak meja. Jahat banget. Hahaha..." Ucap Anna dengan tawanya.
Anna juga sebenarnya tidak terlalu suka dengan ranjang yang modelnya terlalu hebring.
"Kalau ini gimana? Pemandangan malamnya indah banget. Ada tamannya juga. Kamarnya juga simple. Ranjangnya gak pake renda. Hahaha..." Terang Anna dengan riangnya.
"Hahaha... ngeledek mulu nih... Mas gak suka. Bathtub nya kecil. Kamar mandinya kurang ok." Ucapnya dengan menunjukkan jari telunjuk dan menggoyangkannya tanda kata "No."
"Atau yang ini? Macem sultan gitu Mas kamarnya... Hahaha..." Ucap Anna yang lucu sekali melihat kamar hotel tersebut. Design interior nya unique.
"Emm... kalau ini gimana? Simple nih. Tapi ada bathtub nya di kamar masa? Ya kali bathtub di kamar terbuka begitu." Ujar Anna yang menunjukkan gambarnya ke Abi.
"Bagus itu... biar lebih leluasa mainnya. Hahaha..." Ujar Abi dengan tawa jahilnya.
"Hiiih... dasar. Mesyuum banget syiihh... kamyuu... gemeysss..." Ujar Anna yang menagkupkan tangannya di pipi Abi dan mengecup singkat bibirnya.
"Hahaha... lagi kamu, dek. Nunjukkin gambarnya begitu. Cari dulu deh. Nanti kalau udah ada rekomendasi dari kamu, Mas pilih." Ujarnya kepada Anna.
"Boss mah beda. Tinggal milih yang udah di sortir. Menang banyak jadi boss ya? Hahaha..." Ujar Anna dengan tawa riangnya.
"Tapi enak kan jadi istri boss...?" Ujar Abi yang menyenggol siku Anna.
"Biasa aja. Nothing special. Bikin pusing iya. Lambe makin banyak. Hahaha... tapi kalau dicintai sama sang Boss itu baru special. Hahaha..." Ucap Anna sembari melirik wajah Abi yang senyum sumringah itu.
"Kenapa deh Mas, ngeliatinnya gitu." Tanya Anna yang jadi salting dilihat suami sendiri padahal.
"Kenapa apanya? Mas Abi kan kalau melihat sesuatu atau seseorang emang begini. Adanya begini. Hahaha..." Ucap Abi dengan tawa riangnya.
"Pantesaan... ciwik ciwik pada klepek-klepek sama Mas Abi ya... ditatap begitu. Perempuan mana yang gak deg deg serr. Hahaha..." Anna tertawa lepas sekali. Hingga Abi menutup mulut Anna dengan ciumannya.
"Mas Abi, iiihh... gak bilang-bilang deh." Ucap Anna sambil mengelap bekas ciuman Abi di bibirnya.
"Kok di hapus ciumannya Mas Abi?" Abi yang melihatnya langsung melumat bibir Anna tanpa ampun.
Anna tak bisa melawan. Hanya bisa pasrah menerima keadaan. Keadaan dimana ia tak bisa berkutik dengan tangan dan lengan kekar Abimanyu.
__ADS_1
"Kalau dihapus, Mas cium lagi nih." Ujarnya dengan senyum jahilnya.
"Ampun deh aku mah. Kamu tuh ya Mas... iihh... nyebelin. Tapi bikin sayang. Kesel kan?" Ujar Anna yang mencubit pinggang Abi. Membuat Abi menggeliat karena geli.
Saking gemasnya sama Anna, Abi mencium kening Anna dalam dan cukup Lama. Anna? Senang betul dia.
Mungkin first class yang ramai cuma mereka berdua aja kayaknya. Hahaha...
Anna kembali ke aktivitasnya browsing hotel di Istanbul, Turki.
"Mas Abi, ini bagus deh. Kamarnya simple tata ruangnya. Ada balkon sendiri disetiap kamar. Luas banget kamarnya. View nya juga ok and the important thing is near with blue mosque. We only have to walk to go to the blue mosque. How ?" Terang Anna dengan jelas.
"Toiletnya gimana? Ok?" Tanya Abi
"Toiletnya ok kok. Bathtub dengan pemandangan kota Istanbul. Tapi permalamnyaaa... Hehe... gak usah deh ya..." Ujar Anna dengan cengiran kuda saat memperlihatkan gambar hotelnya kepada Abi dan harganya.
"Oh, ok. Pesan." Ujar Abi santai.
"Seriusan di pesan? Mas ini harga semalemnya kalau beli bakso se-RT belum karuan habis lho..." Ujar Anna dengan membelalakkan matanya.
"Ya iyalah... kan cuma satu RT. Satu RW harusnya. Baru cepat habis. Hahaha..." Ucap Abi dengan candanya.
"Iihh... Mas Abi. Serius ini." Ucap Anna dengan wajah menggemaskan.
"Iya sayanggkuu... pesan. Untuk satu minggu." Ujar Abi. Santuyy... Holang kaya mah bebas.
Setelah berjam-jam mereka dalam pesawat menuju Turki. Sampailah mereka di Atatürk International Airport, Istanbul, Turkey.
Sesampainya disana, Abi dan Anna sudah disambut oleh seorang yang dari tempat rental mobil. Abi memesan SUV Car black.
Abi melajukan kemudinya menuju hotel yang ia pesan. Abi sudah beberapa kali ke Turki. Namun ia tak pernah menikmati indahnya Istanbul seperti ini.
"Dek, kamu bisa bahasa Turki?" Tanya Abi kemudian.
"Bisa. Cuma conversation biasa. Kenapa Mas?" Tanya Anna.
"Gak apa. Mas sudah beberapa kali kesini. Tapi gak pernah bisa bahasanya dan belum ada niatan untuk belajar. Hahaha..." Ujar Abi dengan tawa renyahnya.
"Gak apa... Anna masih bisa kok. Selagi gak yang berat-berat percakapannya. Hehehe..." Ujar Anna dengan seulas senyumnya.
Sampai di hotel, mereka menuju kamarnya di lantai 7 dan Abi merebahkan tubuhnya di kasur. Anna sibuk merapikan pakaian dari koper untuk disusun di ruang ganti pakaian.
Setelah selesai semua, Anna membaringkan tubuhnya di dekat Abi. Anna mengajak Abi bersih-bersih dan mandi. Ia ingin melaksakan sholat maghrib berjamaah di Masjid Biru, Turki.
Sudah rapi, wangi, Anna dan Abi turun untuk melaksanakan sholat maghrib berjamaah.
Enaknya kalau travelling ke Negara yang umat Islamnya dominan itu lebih mudah mencari tempat sholat dan mudah mencari makanan halal.
Anna dan Abi melaksanakan sholat maghrib dan isya secara berjamaah. Setelahnya, mereka berjalan kaki menikmati indahnya Istanbul di malam hari.
*****
jedanya senja dan mentari itu hanya sesaat
tapi kenapa jedanya aku dan kamu tak henti ya?
__ADS_1
******