
FLASHBACK
Sore itu Anna ingin sekali bertemu dengan Mama Rani dan Papa Adi. Ia rindu mereka. Sudah lama tak bersua. Anna sudah menghubungi Mama Rani untuk bertemu di salah satu Cafe dibilangan Jakarta Selatan.
Jalanan cukup padat kala itu. Matahari sore pun sangat riang untuk memberikan sinarnya. Anna pergi dengan menaiki kendaraan umum seperti bus. Beberapa hari ini, Anna lebih senang naik kendaraan umum. Karena ia merasa aneh. Seperti ada yang mengikutinya. Namun, ia terlalu takut untuk memastikannya.
Cara lainnya, sementara waktu ia tinggal di rumah Mama Rani dan Papa Adi. Karena Ayah Bagas dan Ibu sedang sibuk mengurus Eyang Kung dan Eyang Ti di Yogyakarta.
Hari ini genap satu minggu Anna menginap di rumah Mama Rani dan Papa Adi. Karena Ann masih merasa ada yang mengikuti. Saking takutnya, Anna sampai cerita hanya melalui pesan singkat kepada mertuanya tersebut.
Saat itu ia tak bisa menghubungi Abi. Abi selama satu minggu itu tak bisa dihubungi. Karena Papa Adi bilang, cuaca di Negera tersebut mempengaruhi komunikasi kami.
Sore itu, Anna ingin kembali ke *apartmetn*t Abi. Namun, entah kenapa, perasaannya tak enak. Akhirnya Anna menghubungi mertuanya tentang si penguntit tersebut. Langsung saja Papa Adi mengirim bodyguard nya. Anna hanya minta untuk dikawal dari jauh.
Mama Rani ingin bertemu dengan Anna. Mereka janjian bertemu di Cafe Gahooll. Mama Rani sudah sampai terlebih dahulu di Cafe tersebut.
"Assalamualaikum, Ma..." Sapa Anna kepada Mama Rani sembari cipika-cipiki (cium pipi kanan-cium pipi kiri).
"Waalaikumsalam, sayang... Mama kangen banget sama kamu..." Ujar Mama Rani kepada Anna seraya memeluknya singkat.
"Maaf ya Ma, Anna buat Mama nunggu." Ucap Anna dengan wajah bersalahnya.
"Ndak apa, ndok. Mama juga belum lama sampai kok." Ujar Mama lembut dengan mengelus lembut kepala Anna.
"Mama, hari ini temenin Anna ya. Anna mau nge-date bareng Mama Rani. Hehehe..." Ujar Anna dengan memeluk erat lengan Mama Rani.
"Siplah...! Mau mulai dari mana kita? Shopping? " Ujar Mama dengan wajah berbinar-binar.
__ADS_1
"Okey. Mau sekarang aja? Atau nanti?" Tanya Anna.
"Sekarang! Ayo! Mama mau kasih tau kamu fashion yang lagi booming." Ucap Mama Rani.
"Okey... berang-berang bawa berkat. Berangkaattt... Hahaha..." Ucap Anna dengan senda guraunya kepada Mama. Mama Rani tertawa geli sekali saat Anna bicara seperti itu.
Mereka pun mengukur panjang, lebar, luas, dan ramainya Mall kala itu. Udah pokoknya Mama Rani sama Anna ngukur Mall.
Setelah asyik berlama-lama di mall, Mama Rani memberikan pesan singkat ke Papa Adi. Bahwa mereka berhasil membuat si penguntit jatuh diperangkapnya.
Mama Rani dan Anna pulang ke apartment Abi. Papa Adi menyusulnya dan bertemu di lift.
Ting...
Mereka sudah mengetahuinya sejak awal bahwa Anna sedang diikuti oleh seseorang. Oh, bukan! Oleh dua orang. Maka dari itu Papa Adi ingin menangkap orang-orang tersebut.
Setelah Anna membuka pintu apartment, ia menyalakan semua lampu dan memergoki dua orang asing sedang menggeledah kamarnya.
Akhirnya mereka dibawa ke kantor polisi dan sampai sekarang masih ada di bui. Karena mereka belum mau membuka mulut mereka bekerja untuk siapa.
Pengalaman ini membuat Papa Adi memperketat pengawalannya kepada Anna. Awalnya Papa Adi mau memberitahu Abi tapi Anna meyakinkan bahwa ia yang akan menceritakannya kepada Abi.
Diketahui penguntit itu adalah suruhan pesaing bisnis Basupati Groups. Kenapa Anna? Karena Anna adalah titik lemah Abi. Jika terjadi apa-apa dengan Anna, maka Abi tidak akan fokus dengan perusahaan.
Perusahaan Basupati Groups akan hancur dan mereka akan bangkrut. Itulah yang diinginkan banyak perusahaan lain yang iri terhadap perusahaan Basupati Groups.
Kalau ada yang bilang, Anna hidup enak karena suaminya orang yang terkenal, orang yang kaya raya, orang yang terpandang, berarti mereka belum merasakan rasanya di pandang dengan mata tajam yang meremehkan karena istri dari pemilik Perusahaan Basupati Groups bukan dari kasta yang sama seperti perempuan-perempuan anggun dan elegan yang biasanya.
__ADS_1
Mereka belum merasakan, rasanya diikuti oleh orang yang tidak dikenal dan ingin merenggut nyawa mereka. Mereka tidak merasakan rasanya mempunyai suami yang hampir sempurna itu untuk menjaga sebuah kepercayaan cukup sulit, apalagi laki-laki seperi Abimanyu yang perempuan manapun bisa kepincut dengan harta dan ketampanannya.
Apakah Anna tidak menyukainya?? Tidak! Bukan itu yang membuat Anna jatuh hati dengan Abi. Anna jatuh hati kepada Abi karena dibalik sifat arogannya yang ia tunjukkan di depan semua orang, Abi sangat manis kepada istrinya. Abi sosok laki-laki yang arogan di luarnya tapi lembut di hatinya.
Jika perempuan-perempuan di luar sana mengetahui tentang ini, mereka juga pasti akan makin tertarik kepada Abi. Lalu selama ini apa dan bagaimana sikap Anna menghadapi semua itu? Jawabannya cuma satu.
B O D O A M A T
Yup! Kata itu jadi *keyword*s buat Anna tidak mempedulikan gunjingan tentangnya, tentang suaminya dan tentang semua hidupnya.
Sesekali kita hiduo perlu lho "BODOAMAT" sama hal-hal lain demi melindungi hati dan pikiran kita untuk tetap berada pada ruas yang seharusnya.
Anna bukan tipe perempuan elegan nan anggun yang kalau makan harus dengan *table manne*r yang begitu njlimet. Anna hanya perempuan biasa yang bermodalkan kecerdasannya. Anggunnya, elegannya, ia tampakkan melalui kecerdasannya saat ia menjadi seorang public speaking mengetahui banyak hal tentang dunia anak.
Anna juga diam-diam jago bela diri. Salah satunya Judo sudah sabuk hitam lho... sebenarnya bisa aja ngelawan penguntit-penguntit itu tapi karena pengawal Papa sudah bergerak duluan, jadi... ya... Alhamdulillah... hehehe...
Anna bertahan dengan Abi walau ia tau suaminya mempunyai PTSD, tapi Anna tetap bersedia. Bukan hanya karena cinta tapi karena Anna tau, Abi pasti bisa sembuh dari traumanya.
Anna jatuh cinta dengan Abi karena ke sholehannya. Sebagai seorang suami, Abi mampu membimbing Anna untuk menjadi istri yang sholehah. Selain itu, Abi bukan tipe suami penuntut. Ia tidak pernah memaksakan kehendaknya.
Abi itu tipe suami yang Anna cari selama ini. Anna membutuhkan sosok laki-laki yang tangguh, tegas, tapi hatinya lembut. Seperti Abi. Gaya slengean, agak arogan, tapi hati lembut bagai kapas, dan ternyata gak pernah putus sholat malam. Masya Allah... Mau nyari suami macem gitu di mana... Itu yang bikin Anna makin cinta sama Abi.
*****
sekarang bukan lagi tentang keinginan
tapi tentang kebutuhan
__ADS_1
karena Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan.
*****