
YOGYAKARTA
Anna dan Abi kembali ke hotel sebelum larut malam. Anna terlihat begitu lelah ketika sampai hotel. Abi tak tega jika harus memintanya untuk melanjutkan olahraga malamnya.
Anna mandi terlebih dahulu. Sambil menunggu Abi mandi, Anna membuat green tea untuknya.
Abi menghampiri Anna sambil membawa kaos putih polosnya di tangan.
"Dek... sayang..." Panggil Abi kepada Anna.
"Anna di ruang makan, Mas..." Jawab Anna.
"Adek, ngapain?" Tanya Abi penasaran.
Anna melihat Abi dengan dada bidangnya. Tanpa mengenakan sehelai benangpun.
"Lagi buat green tea. Mas... pakai dong bajunya. Nanti masuk angin lho..." Ucap Anna sembari mengaduk green tea nya kembali.
"Iya... ini dipakai kok." Ujar Abi yang langsung memakai bajunya.
Abi berjalan menghampiri speaker yang ada di ruang tengah. Ia menyalakan speakernya dan memutar musik.
Musik pertama dari Zac Efron dan Zendaya - Rewrite The Star. Abi menghampiri Anna dan melingkarkan lengan kokohnya di pinggang Anna.
"Maaasss... hahahaha..." Pekik Anna yang digendong Abi dan Abi memutar Anna dalam dekapannya.
"Mas Abi... pusing Anna. Hahaha... kamu tuh Mas." Ucap Anna yang memukul manja lengan kokoh Abi.
Abi hanya tersenyum sumringah dan mencium Anna bertubi-tubi.
Anna dan Abi menari mengikuti lantunan musik. Mereka suka dengan back sound yang meningkatkan semangat untuk bercinta.
"Dek, nyanyi dong... Mas mau denger adek, nyanyi." Ujar Abi yang memeluk Anna dari belakang.
"Nyanyi apa ya Mas?" Dengan mengambil gitar yang terpampang di ruang tengah, Anna melantunkan lagu dari:
Sara Bareilles - I Choose You
*Let the bough break, let it come down crashing
Let the sun fade out to a dark sky
I can't say I'd even notice it was absent
'Cause I could live by the light in your eyes
I'll unfold before you
Would have strung together
The very first words of a lifelong love letter
Tell the world that we finally got it all right
I choose you
I will become yours and
You will become mine
I choose you
I choose
You, yeah
There was a time when I would have
believed them
If they told me that you could not come true
Just love's illusion
But then you found me
And everything changed
And I believe in something again
My whole heart
Will be yours forever
This is a beautiful start
To a lifelong love letter
Tell the world that we finally got it all right
I choose
You
I will become yours and
You will become mine
I choose
You
I choose
You
We are not perfect we'll learn from our mistakes
And as long as it takes I will prove my love to you
I am not scared of the elements I am underprepared,
But I am willing
And even better
I get to be the other half of you
Tell the world that we finally got it all right
I choose
You, yeah
I will become yours and you will become mine
I choose
You
I choose
You
I choose
You*
***
"Wuiihh... kereenn..." Abi memberikan tepuk tangan meriahnya untuk Anna.
"Dek... bagus banget suara kamu. Mas Abi baru tau lho." Ucap Abi dengan mata berbinarnya.
"Yeeeiyy... Anna bisa buat Mas standing applause for me." Ujar Anna dengan tawa riangnya.
"Orang bagus banget suaranya. Pasti dapet standing applause dong. Wah... Mas Abi jadi gak pede nih. Hahaha..." Ucapnya sambil mengambil gitar yang diberikan Anna kepadanya.
"Mas Abi mau nyanyi apa?"
"Nyanyi apa ya, dek? Adek mau Mas nyanyi apa?"
"Apa aja. Bebas." Ucap Anna dengan senyum sumringahnya.
Abi mulai menyanyikan lagu dari
James Arthur - Say You Won't Let Go
__ADS_1
*I met you in the dark, you lit me up
You made me feel as though I was enough
We danced the night away, we drank too much
I held your hair back when
You were throwing up
Then you smiled over your shoulder
For a minute, I was stone-cold sober
I pulled you closer to my chest
And you asked me to stay over
I said, I already told ya
I think that you should get some rest
I knew I loved you then
But you'd never know
'Cause I played it cool when I was scared of letting go
I know I needed you
But I never showed
But I wanna stay with you until we're grey and old
Just say you won't let go
Just say you won't let go
I'll wake you up with some breakfast in bed
I'll bring you coffee with a kiss on your head
And I'll take the kids to school
Wave them goodbye
And I'll thank my lucky stars for that night
When you looked over your shoulder
For a minute, I forget that I'm older
I wanna dance with you right now
Oh, and you look as beautiful as ever
And I swear that everyday'll get better
You make me feel this way somehow
I'm so in love with you
And I hope you know
Darling your love is more than worth its weight in gold
We've come so far my dear
Look how we've grown
And I wanna stay with you until we're grey and old
Just say you won't let go
Just say you won't let go
I wanna live with you
Even when we're ghosts
'Cause you were always there for me when I needed you most
My lungs give out
I promise 'til death we part like in our vows
So I wrote this song for you, now everybody knows
Finally it's just you and me 'til we're grey and old
Just say you won't let go
Just say you won't let go
Just say you won't let go
Oh, just say you won't let go*
***
"Huaa... cakeeepp... keceh... give applause." Anna seketika berdiri dan mengecup pipi Abi.
"Thank you." Ucap Anna di hadapan Abi.
"You are welcome, honey." Ujar Abi yang mencium kening Anna.
"Maas Abii... hahaha... turunin Anna..." Ucapnya sambil menepuk-nepuk pundak Abi.
Abi menurunkan Anna dan mencium bibir Anna lekat. Setelah dirasa cukup, Anna melepas ciuman Abi.
Anna menuju ruang makan dan memberikan green tea yang tadi ia buat untuk Abi.
"Dek, kamu kasih Mas green tea biar lebih hot lagi di ranjang, ya? Haha..." Ujar Abi dengan tawa riangnya.
"Mas Abi gak usah pake green tea juga udah hot banget." Ucap Anna yang sambil lalu.
"Serius?"
"Yes, I'm serious."
"Kalau Anna gimana?" Tanyanya sambil menyesap green tea nya.
"Coba nge-dance dulu. Mas mau lihat seberapa hot nya, adek." Ucapnya dengan senyum jahilnya.
"Gak mau." Ujar Anna yang memonyongkan bibirnya.
"Mas Abi dapet cerita dari temen-temen adek. Katanya, kamu itu jago ng-dance. Apalagi sexy dance." Ucap Abi dengan senyumnya.
"Terus... katanya... adek cuma mau ng-dance buat suami adek. Nah, Mas kan suami kamu. Boleh ya, Mas lihat." Ujar Abi dengan wajah memelasnya.
Anna merutuki dirinya yang pernah bercerita kepada sahabat-sahabatnya itu. Wah... bak bocor banget mereka.
"Anna gak mau." Ucapnya sambil memalingkan wajahnya.
"Ayo, dong Dek..." Rayu Abi dengan wajah memelasnya.
"Okay, okay, fine. I'll do it."
"Tapi jangan ketawa ya. Kalau Anna lihat Mas Abi ketawa, Anna berhenti. Gak mau ketemu Mas Abi." Ujarnya.
"Iya, sayang... Mas janji." Ucapnya sambil merapatkan mulutnya.
"Terus, kalau Anna berhasil buat Mas Abi senang, apa hadiahnya buat Anna?" Tanyanya.
"Ini hadiahnya." Ujar Abi sambil mencium dan **** bibir Anna.
"Curang nih, Mas. Udah nyolong start duluan." Ujar Anna dengan menepuk pundak Abi.
"Adek, minta apa juga Mas kasih. Minta yang baik dan positif ya." Ucap Abi.
"Ayoo... mulai sekarang dong..." Ujar Abi.
"Iya sayang... sebentar. I need to prepare something. Can you wait for a moment ?"
"I'm waiting you here. Take your time, honey." Ucap Abi.
Tak lama kemudian, Anna keluar dengan night gownnya yang di tutup dengan jubah tidur.
__ADS_1
Anna memutar lagu
Senorita - Shawn Mendes & Camila Cabello
Abi begitu terkejut saat Anna mulai membuka jubahnya dan menari dengan menggoyangkan pinggulnya.
Bokong Anna yang menonjol, membuatnya terlihat semakin sexy. Abi, yang melihatnya bukan tertawa. Justru sebaliknya.
Sungguh, Abi begitu kagum dengan istrinya yang bisa dalam segala hal. Bahkan menaripun ia bisa. Bisa membuat Abi gila karena menahan libidonya.
Anna menarik Abi dari duduknya. Meminta Abi untuk berdiri dan Anna menari untuknya. Anna memainkan jemarinya pada tubuh Abi dan menggigit bibir bawahnya lalu mengedipkan sebelah matanya.
"Are you seduce me ?" Ucap Abi kepada Anna.
Tak berhenti sampai disitu. Anna memainkan pinggulnya dengan menggoyangkannya di dekat keperkasaan Abi.
Anna menggoyangkan bokongnya dengan menggesekkannya pada benda pusaka Abi. Tentu membuat Abi semakin menggila yang menahan hasratnya.
"Okay, You got me, honey." Ucap Abi berbisik di telinga Anna.
Anna hanya tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya kepada Abi, lalu menggigit gemas bibirnya.
Dengan gencar Anna terus membelai, meraba, dan menyenggol lembut pusaka Abi. Sukses membuat Abi keringat dingin.
Anna membisikkan kata dari salah satu bait lagu Senorita di telinga Abi.
"Ooh, when your lips undress me
Hooked on your tongue
Ooh love, your kiss is deadly
Don't stop." Ucap lirih Anna di telinga Abi.
Abi yang sejak tadi hanya berdiri sekarang menarik Anna dalam pelukannya dan langsung melumat bibir Anna.
"Give up?" Tanya Anna setelah berciuman dengan Abi.
"Nope. Just taste it." Ucap Abi dengan senyum jahilnya.
"Hahaha... dasar Mas Abi. Gak mau banget kalah." Ucap Anna yang menyudahi sexy dance nya.
"Apa sih, yang adek gak bisa?" Tanya Abi dengan menggendong Anna dengan posisi di depannya.
Abi mendudukkan Anna di meja tinggi dekat ruang makan.
"Menurut Mas apa?" Tanya Anna balik.
"Mencintai laki-laki lain selain Mas Abi. Adek gak akan pernah bisa."
"Yes. That's right. I can't do that." Ujar Anna dengan membelai pipi Abi dan menciumnya.
"I love you." Ucap Anna.
"I love you more and always." Ujar Abi yang dengan lembut mencium kening Anna.
"Makasih sayang, buat kesabaran kamu. Kedewasaan kamu menanggapi semua problem pernikahan kita. Mas Abi begitu beruntung mempunyai istri sepertimu." Abi.
"Anna yang makasih sama Mas Abi. Karena kesabaran yang Mas Abi punya itu sangat berarti buat Anna." Ujar Anna.
"Mas Abi tak pernah menuntut apapun dari Anna. Mas Abi gak pernah melarang Anna melakukan hal apapun yang Anna suka. Mas selalu memberikan kebebasan dan kepercayaan kepada Anna." Ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
"Maaf ya Mas Abi... Anna mungkin belum bisa menjadi istri yang seperti Mas inginkan. Anna masih banyak kekurangan. Hiks..." Pecah sudah air matanya.
"Mas Abi, you are the answer from my prayer. I think, you are too perfect for me. For the first time I'm with you. But now, your perfection make me perfect. I think..." Ucap Anna dengan senyum lembutnya, yang membuat Abi semakin mencintainya.
"Dek, kamu yang membuat Mas Abi sempurna, sayang... My life so colorful with you. You are my world." Ujarnya seraya mencium kening Anna dan turun ke bibir.
Hot kiss start
"Adek, mau hadiah apa?" Tanya Abi sambil membenarkan rambut Anna. Dan menyingkapnya ke belakang telinga Anna.
"Mau hadiah seumur hidup." Ujarnya.
"Hadiah apaan seumur hidup, Dek?" Tanya Abi bingung.
"Hidup bahagia selamanya sama Mas Abi. Anna gak mau yang lain. Itu aja." Ucapnya dengan seulas senyum yang membuat Abi kembali mendaratkan ciuman di bibir Anna.
"I'm always for you, honey. Forever." Ujar Abi.
Anna menangkupkan tangannya di wajah Abi dan mendekatkan bibirnya di bibir Abi.
Kecupan singkat yang berkali-kali ia layangkan, membuat Abi semakin membuncah hasratnya.
Anna melingkarkan tangannya di tengkuk Abi. Abi mendekatkan tubuhnya pada tubuh Anna. Anna melingkarkan kakinya di pinggang Abi. Abi merapatkan pelukannya pada Anna.
"Mas Abi..." Panggil Anna dengan desahannya.
"Iya, sayang..."
"I want you now." Ucap Anna yang sukses buat Abi semakin melumat bibir Anna.
"Hhh... Anna, mau itu sekarang. Boleh?" Tanyanya setelah melepas belenggu ciuman dari Abi.
"Sure, my princess." Abi menggendong Anna di depannya tanpa melepas ciumannya sedikitpun dan berjalan memasuki kamar tidur.
Abi membaringkan Anna perlahan di ranjang. Lalu ia kembali menghujani Anna dengan ciumannya, melumatnya, ****, menjelajah seluruh rongga mulut Anna.
"I'll serve you. Totally." Ujar Abi.
"So do I." Ucap Anna.
Abi mencium bibir Anna, turun ke leher Anna, turun kembali dan bertemu dengan dua pegunungan indah.
Ia menyicipnya dengan mencium, melumat, mengulumnya. Hingga yang empunya melenguh dan mendesah tanpa ampun.
"Eumh... mmh... ah ah..." Lenguh Anna.
Abi dengan gencar melucuti tubuh Anna dengan ciumannya. Ia melepas bajunya, melemparnya ke sembarang arah.
Abi kembali menyentuh tubuh indah istrinya. Ia memainkan dengan lincah lidah dan jemarinya.
Ia mainkan lidahnya pada sebuah lubang kecil yang bertengger di perut Anna. Lalu Abi menjelajah goa terpencil Anna dengan jemarinya.
"Ah, ah, ahh..." Desah Anna.
Abi tak tinggal diam. Ia melepas semua bahan yang menempel di tubuh Anna. Kembali menciumi tubuh Anna.
Abi menuruni bukit dan berpetualang bersama dengan dua pengawalnya. Lidah yang bermain dalam goa nya Anna dan tangan yang tak berhenti memberikan kepuasaan pada sang empunya gunungan.
Abi tak pernah berhenti kagum dengan tubuh istrinya yang begitu sexy ketika bermain dengannya di ranjang.
Malam itu Abi memberikan service kepada Anna. Anna yang mendesah dan terus melenguh membuat Abi semakin gencar memamerkan kekuatannya kepada Anna.
"Mas... Mas Abi... hhh... mmh... ah ah ah"
Abi yang sudah paham dengan sinyal yang Anna berikan, segera saja ia masukan pusakanya ke dalam goa terdalam Anna.
"Aakkhh... ah ah ah." Lenguh Anna. Begitu nikmatnya hingga mereka melakukannya beberapa kali.
*****
Malam yang panas, malam yang panjang. Usaha terus, biar dapet dedek Abi junior.
"Makasih sayang..." Ujar Anna dengan sisa tenaganya.
"Adek suka?" Tanya Abi sembari mengecup pelipis Anna.
"I love it." Ucapnya sambil mendekapkan tubuhnya pada tubuh Abi.
"You got me, honey." Ujar Anna dengan mengedipkan sebelah matanya dan menggigit bibir bawahnya. Semakin sexy.
Abi kembali mencium bibir Anna. Anna meresponnya dengan melumat bibir Abi.
"Mas, ini efek green tea yang tadi Anna minum kayaknya. Haha..." Ujarnya yang tertawa geli.
"Emang green tea kenapa, Dek?"
"Bikin makin hot saat di ranjang."
"Seriously?" Abi.
"Iya. Beneran. Anna lupa. Hahaha... pantesan dari tadi kok kita gak abis-abis ya? Hot banget. Hahaha..." Tawa Anna.
"Biarin. Hot nya juga sama suami dan istri sendiri. Hahaha..." Ujar Abi.
"I love you" Anna.
__ADS_1
"More than you know, honey." Ucap Abi sembari mencium kembali bibir Anna, **** hingga melumat tak henti ia layangkan.
*****