
Anna dan Abi begitu gembira dengan berita kehamilan Anna. Abi junior segera hadir melengkapi keluarga kecil Abi dan Anna.
Anna yang sekarang apapun serba dijaga oleh Abi, membuatnya terkadang risih dengan perlakuan Abi.
Tapi Anna tau, Abi seperti itu karena memang mencintai keduanya. Anna dan anak dikandungannya.
Abi sempat bertanya kepada Anna tentang kegiatan mengajarnya. Apakah ingin diteruskan atau tidak.
Abi tidak melarang, tapi tidak sepenuhnya mengizinkan jika Anna terlalu lelah. Sekarang Anna mengajar harus diantar dan dijemput oleh sang supir. Ia tidak diizinkan Abi untuk membawa kendaraan sendiri.
Ayah Bagas, Bu Anin, Mama Rani, Papa Adi dan Dika sangat senang dengan kehadiran anggota keluarga baru.
Ayah Bagas dan Bu Anin yang sering berkunjung ke rumah Anna bersama dengan Mama Rani dan Papa Adi.
Sedangkan Dika, sedang disibukkan dengan berbagai test untuk meneruskan kuliahnya di luar negeri. Si ganteng adik Anna, masih asyik dengan dunia.
Terkadang Anna suka kepo dengan kehidupan Asmara Dika. Tapi gak ada perubahan. Gitu-gitu aja. Padahal cewek yang suka sama doi banyak.
*****
9 Bulan Kemudian
"Mas Abiiii..." Teriak Anna dari kamarnya.
Abi yang saat itu sedang berada di taman belakang langsung berlari masuk ke kamar mendengar Anna berteriak.
"Dek, kenapa?" Ucap Abi dengan nada yang sangat khawatir kepada istrinya tersebut.
"Perut Anna sakit Mas... hiks..." Ujar Anna dengan tangisnya.
Abi yang melihat air cair mengalir di kaki Anna langsung memanggil Pak Manto menyiapkan mobil.
"Dek, kita ke RS sekarang ya, sayang..." Ucap Abi yang langsung menggendong Anna.
Abi meminta tolong kepada Mbok Yem untuk merapikan baju Anna. Karena Abi tau, Anna pasti akan menginap di RS untuk melahirkan. Mbok Nah, membantu Abi menjaga Anna di mobil.
"Mas Abiii... hiks hiks... sakit..." Ujar Anna yang masih dengan isak tangisnya.
Tentu Abi begitu khawatir dengan Anna. Ia tak tau harus bagaimana. Ini pengalaman pertamanya.
"Dek, tahan sebentar ya, sayang." Ucap Abi yang mencium punggung tangan Anna.
"Tapi sakit, Mas... hiks hiks... hiks..." Ucap Anna dengan sesenggukkannya.
"Iya, sayang. Adek, tarik nafas, keluarkan..." Ujar Abi yang mengajak Anna untuk menenangkannya dengan menarik nafas dan mengeluarkannya.
Tak lama mereka sampai di RS. Dr. Maira sudah menyambut dan segera membawa Anna ke ruang persalinan.
Mama Rani, Papa Adi, Ayah Bagas, Bu Anin dan Dika juga siap siaga di RS. Menunggu persalinan Anna.
Abi yang gelisah menunggu di luar ruangan tak bisa berhenti mondar-mandir. Hingga datang seorang suster mencari Abi.
"Bapak Abimanyu." Panggil sang suster.
"Iya, sus. Saya Abimanyu." Jawab Abi.
"Bapak dengan suami Bu Anna Maheswari?" Tanya suster.
"Iya, Sus. Benar."
"Bapak ikuta saya kedalam ya. Bu Anna butuh Bapak." Ucap sang suster.
Di dalam ruangan, Anna sedang berjuang hidup dan mati. Abi yang melihat sungguh tak tega. Ia segera menghampiri Anna, menggenggam tangan Anna, dan mengecup keningnya.
"Mas Abi..." Ucap Anna dengan suara lirihnya.
"Iya, sayang... Mas Abi disini." Jawab Abi dengan suara beratnya sembari mencium kening Anna.
"Temenin Anna." Ujarnya.
"Iya. Mas Abi disini. Gak akan kemana-mana." Jawab Abi.
Setelah perjuangan dan peluh keringat bercucuran. Akhirnya lahirlah Abi Junior. Suara tangis bayi yang membahana membuat Anna dan Abi menangis seketika.
Abi meng-adzankan di telinga putri mungilnya. Suara Abi yang begitu merdu membuat Anna tersenyum merekah. Betapa beruntungnya aku mempunyai suami yang elok sepertinya. Batin Anna.
Tak hanya Anna dan Abi. Mama Rani, Papa Adi, Ayah Bagas, Bu Anin dan Dika pun yang menunggu diluar ikut senang ketika mendengar tangis si mungil.
Ya, Abi dan Anna mempunyai seorang anak perempuan yang cantik dan mungil. Terlihat akan menjadi anak yang tumbuh cerdas.
*****
Sahabat Anna & Abi
Semua sahabat Anna dan Abi menjenguk Anna yang melahirkan.
"Eehh... jeengg... kita nanti bisa playdate bareng... hahaha...." Ujar Alisha.
"Anna anaknya masih cilik. Itu juga mereka udah mau stay di New York. Iya bukan An?" Tanya Aira.
"Hah?! Lo mau ninggalin kita-kita disini?" Tanya Ayni dengan wajah shock nya.
"Iya, semua. Maaf ya... belum sempet ngasih kabar. Tapi masih 3 bulan lagi kok. Masih lama." Ujar Anna.
"It's okay. Tapi nanti kalau kita main ke New York bisa kali buat diacak-acak rumahnya. Hahaha..." Ujar Aira dengan bahagianya.
"Boleh boleh. Bisa diatur... hahaha..." Jawab Abi kepada teman-temannya.
Hari itu keadaan begitu riuh ramai. Banyak orang-orang terdekat yang menjenguk si mungil Kirana Maheswari Soenggono. Panggilannya Kira. Ia memakai nama Anna dan Abi.
******
NEW YORK: 2 TAHUN KEMUDIAN
Abi yang masih disibukkan dengan urusan perkantoran dan perbisnisannya. Anna yang sibuk dengan kegiatan mengajarnya.
Meski tinggal di New York Anna tak ingin lepas dari kegiatan mengajarnya. Karena mengajar sudah menjadi bagian hidupnya.
Alhamdulillah, Abi bukan tipe suami yang suka melarang-larang istrinya berkarya. Yang lebih hebatnya, Abi justru mendukung penuh Anna berada di dunia pendidikan.
Karena kalau tak ada Anna ia tak tau harus bagaimana menghadapi putri mungilnya Kira yang begitu senang berceloteh.
Mbok Nah serta ART yang berada di rumah Abi di ajak ke New York. Kecuali Bi Ijah dan si Mamang. Mereka mendapat tugas untuk menjaga rumah di Jakarta.
"Assalamualaikum..." Sapa Dika ketika memasuki rumah Anna dan Abi.
__ADS_1
"Om Dikaaaa..." Ucap Kira yang langsung melesat berlari dari pangkuan Abi saat melihat Dika masuk ke rumah.
Yup! Dika telah menyelesaikan kuliahnya di NY saat ini ia bekerja pada salah satu agent yang sangat terkenal di NY.
"Kira lagi apa?" Tanya Dika yang menggendong Kira dengan satu lengan kokohnya sambil membawa beberapa tentengan untuk Kira.
"Agi aca uku tama Papa." Ucapnya yang masih belajar bicara.
Mendengar celotehannya Kira membuat Dika melupakan segala rasa lelahnya.
"Jadi gini ya Bang, rasanya punya anak? Ngeliat senyum anak pulang kerja, rasa lelah gak berasa. Hehee..." Ucap Dika yang duduk di samping Abi sambil menyandarkan tubuhnya yang lelah di sofa.
"Makanyaaa... kawin... kerja mulu sih." Ujar Abi yang menyesap kopi susunya.
"Kau dulu juga sama kan Bang. Kerja terus bagai kuda. Hahaha..." Ucap Dika yang tertawa puas.
"Sue. Dibalikin omongan gue. Emang gak ada apa yang nyerempet-nyerempet dikit nyentil hati lo gitu?" Tanya Abi dengan wajah penasarannya.
"Huuftt..." Helaan nafas Dika yang berat.
"Orang ditanya kok malah menghela nafas gitu. Gak ada emang?" Tanya Abi lagi.
"Gak ada Bang... sumpah. Emang lo ada?" Tanya Dika.
"Gak ada sih. Hahaha..." Ujarnya. Membuat Dika memutar bola matanya ke atas sambil melengos.
"Mba Anna kemana Bang? Tumben gak denger suaranya." Ucap Dika.
"Lagi ada seminar. Sekalian jemput adiknya Aira. Si Alana. Kan kuliah disini." Ujar Abi.
"Alana??" Tanya Dika yang sambil mengingat-ingat.
Seingatnya Alana itu satu sekolah dengannya sewaktu SMA. Hanya bedanya Dika lulus, Alana baru masuk SMA. Satu almamater.
"Iya, Alana. Anaknya baik kok. Anna suka titip Kira tuh sama dia. Kira nya juga senang banget. Dari tadi pagi Kira nanyain Alana terus tuh. Udah video call padahal. Tapi masih aja nanyain. Bukan Mamanya yang ditanya malah Alana. Haha... dasar bocil." Terang Abi kepada Dika.
"Ngomong-ngomong, lo sukanya perempuan kayak gimana, Dik?" Tanya Abi kepada Dika yang sedang menyesap kopi hangat yang disajikan oleh Mbok Yem.
"Yang berhijab, Bang." Ucap Dika.
"Kenapa berhijab?"
"Adem lihatnya."
"Berarti kalau di rumah sama suaminya gak berhijab gak adem dong?"
"Ya gak gitu... pokoknya beda deh."
"Iyalah... pasti beda. Berhijab kan pakai jilbab. Kalau gak berhijab gak pake jilbab." Ujar Abi dengan senyum jahilnya.
"Bodoamat, Bang."
"Kalau disini mana ada yang berhijab, Dik. Ribet urusan kalau gini. Gue mau bantuin gimana?"
"Ntar juga dateng, Bang."
Tak lama Dika bercakap dengan Abi, Anna dan Alana datang bersama.
"Assalamualaikum..." Sapa Anna dan Alana.
"Masss Abiii..." Ucap Anna yang berlari menghampiri Abi sambil memeluknya.
"I miss you." Ujar Abi.
Tingkah Abi dan Anna membuat Dika dan Alana jadi salting. Bingung mau ngapain. Ya, gitu jomblo mah... nikmatin aja pemandangannya. 😅
"I miss you too." Ujar Anna yang mengecup pipi Abi kemudian mencium punggung tangan Abi.
"Anna kangen sama Mas Abi." Ucapnya yang sambil memeluk mesra Abi.
"Harus dong... wajib itu. Kalau cinta? Gimana? Masih kan?" Tanya Abi dengan candanya.
"Hahaha... itu sih setiap hari bertambah." Ucap Anna sambil mencium pipi Abi dan melepas pelukannya Abi pun mencium kening Anna dengan lembut.
"Eheem... batuk." Ucap Dika yang berdehem sudah tak tahan melihat kemesraan Abi dan Anna.
"Apee?? Pengen apa?? Haha..." Tanya Anna.
"Terserah luh." Jawab Dika dengan bersungut.
"Eh, Dik. Ini Alana. Lo kenal kan sama dia? Gue sampe lupa ngenalin ke lo." Ujar Anna.
"Hai, Dika." Ujarnya sambil tersenyum dan menangkupkan kedua tangannya.
"Hai, aku Alana." Jawabnya dengan menangkupkan kedua tangannya juga.
"Kok gak salaman?" Tanya Abi.
"Bukan makhramnya Bang." Jawab Dika.
"Ya dihalalin biar jadi makhramnya." Ucap Abi yang membuat Anna seketika tertawa riang melihat ekspresi Dika yang terkejut dan ekspresi Alana yang merona pipinya.
Setelah Anna menemani Kira tidur siang, Anna, Abi, Dika, dan Alana berbincang bersama di halaman belakang.
"Alana sudah punya calon belum?" Tanya Anna.
Alana yang sedang menyesap green tea nya cukup terkejut dengan pertanyaan Anna secara tiba-tiba seperti itu.
"Kak, kok tiba-tiba nanya begitu?" Tanya Alana yang merapikan gelas green tea nya.
"Yaa... nanya aja. Kali aja lo berminat sama adek gue yang super duper jutek." Jawab Anna dengan tawa riangnya.
"Terosss, teross... teross aja bully gue." Ujar Dika yang membawa teh hangat untuknya dan Abi.
"Yeee... orang dicariin jodoh kok malah manyun." Ucap Abi dengan senyum-senyum.
"Alana udah punya calon?" Tanya Anna kembali.
"Calon apa, Kak?" Tanya balik Alana.
"Calon suami lah, Al... ya kali calon supir. Ada-ada aja luh." Ucap Anna dengan tawanya.
"Ohh... hehe... calon suami belum ada." Jawab Alana merona pipinya.
"Calon pacar?" Tanya Abi.
__ADS_1
"Maaf Kak Abi, Alana lebih tertarik yang langsung siap menikah saja." Ujarnya sambil tersenyum.
"Nah, kan... Dika. Cocok." Ucap Abi menyenggol sikut Dika.
Dika yang disenggol-senggol hanya diam dan mendengarkan.
"Kalau Alana belum suka sama laki-laki itu dan laki-laki itu sudah melamar Alana gimana?" Tanya Anna.
"Cinta ada karena terbiasa bukan, Kak?" Ujar Alana dengan senyumnya.
"Iya sih, bener. Kayak gue. Awalnya biasa aja sama Mas Abi. Pas sudah nikah, cintanya pake banget sama Mas Abi. Kangen terus bawaanya. Hahaha..." Terang Anna.
Abi yang duduk disampingnya tak segan mencium pipi Anna. Yang dicium senang betull...
"Nih orang berdua. Ampun deh." Ujar Dika yang tak tau lagi harus berkata apa melihat tingkah para kakaknya.
"Bodoamat" Jawab Anna sambil memonyongkan bibirnya. Membuat Dika semakin malas melihatnya.
Saat mereka berbincang bersama dan tertawa, kecuali Dika. Dia diam dan hanya tersenyum sedikit. Sampai ia membuka mulut.
"Alana" Panggil Dika dengan suara beratnya.
"Iya Mas." Jawab Alana.
Hati Dika dag dig dug serr ketika Alana memanggilnya dengan sebutan Mas.
"Kalau aku yang melamarmu, bagaimana? Tapi ya kalau___" Belum sempat Dika menyambung perkataannya Alana sudah menjawab.
"Silahkan temui orangtuaku, Mas. Jika Mas Dika memang serius." Jawab Alana dengan menundukkan kepalanya.
"Ini beneran, Dik?" Tanya Abi.
"Dikara?! Are you serious ?" Tanya Anna yang terkejut.
"Alana setuju kalau Mas Dika yang melamarmu?" Tanya Dika yang masih dengan posisi duduk berhadapan dan menatap Alana.
"Apa yang dikatakan oleh orangtua Alana, Alana ikut saja Mas. Jadi, sebaiknya temui terlebih dahulu orangtua Alana." Ujarnya.
"Baik. Mas Dika segera ke Indonesia untuk menemui orangtuamu." Ujar Dika dengan tegas.
"Eeh... bentar bentar... rem dulu kali. Nge-gas mulu... Ini kalian serius?" Tanya Anna yang bingung dan terkejut.
"Iya, Mba An." Jawab Dika yang langsung ngeloyor pergi masuk ke rumah.
"Biar Mas Abi yang bicara, Dek." Ujar Abi yang menyusul Dika masuk rumah.
Setelah Abi dan Dika masuk rumah, tinggal Anna dan Alana.
"Kak Anna, apa Mas Dika marah ya sama Alana karena Alana memintanya langsung menemui orangtua Alana?" Tanya Alana dengan wajah bersalahnya.
"Sini deh, Kak Anna kasih tau sesuatu." Ajak Anna.
Anna bercerita banyak tentang Dika. Dari A-Z. Supaya Alana tidak terkejut dengan karakter Dika yang super dingin seperti salju.
*****
3 BULAN KEMUDIAN
*****
DIKA'S & ALANA WEDDING PARTY
Flashback On
Setelah perbincangan di NY, Dika langsung terbang ke Indonesia di temani Abi. Anna tak bisa menemani karena di sekolah Kira sedang ada field trip.
Mereka tak lama berada di Jakarta. Setelahnya kedua keluarga sepakat untuk segera menikahkan Alana dan Dika.
Tapi Dika ingin Alana menyelesaikan study S2 nya dulu di NY. Selang beberapa bulan, setelah Alana menyelesaikan wisuda dan administrasi kampus, ia terbang kembali ke Indonesia untuk mempersiapkan pernikahannya dengan Dika.
Flash bakck off
Pesta pernikahan Alana dan Dika begitu meriah. Hiruk pikuk tawa sana dan sini dari kedua belah pihak keluarga ikut serta meramaikan pesta malam itu.
Saat malam menjelang, Alana dan Dika mengganti pakaiannya dengan yang lebih santai. Karena acara malamnya untuk para pemuda. Teman-teman Dika dan Alana.
Ucapan selamat atas pernikahannya dan doa yang dipanjatkan begitu banyak untuk kedua mempelai.
Alana menggandeng lengan Dika yang kekar dan berotot dengan tangan mungil Alana yang hamoir tak bisa menggapai lengan Dika seutuhnya.
"Mas Dika mau makan apa? Alana ambilkan ya." Tanya Alana yang sedang berada di depan prasmanan. Dika masih berbincang dengan teman-temannya.
"Emm... apa aja, dek. Jangan yang pedes tapi ya." Ujar Dika dengan senyum sumringahnya.
Alana menganggukkan kepala tanda menyetujuinya.
*****
Aldi dan Ayni sedang disibukkan urusan si kembar Kenzie dan Kenzo yang heboh mencari sekolah untuk mereka.
Aryo dan Alisha tengah disibukkan dengan persiapan anak keduanya dan perpindahannya yang harus stay beberap waktu di London.
Arka dan Aira yang sekarang menjadi bagian dari keluarga Prayogo. Karena Alana adalah adik kandung Aira. Arka disibukkan dengan anak kedua mereka dan begadang lagi. Semangat ya Arkaa...!! 😁
Adit dan Dian yang sudah kembali lagi ke Jepang karena tugas mereka berdua dan sedang sibuk-sibuknya mengurus surat perpindahan sekolah untuk anak mereka.
Abi dan Anna? Masih disibukkan dengan berbagi cinta dan rindunya untuk anaknya Kira. Mereka segera kembali ke NY (New York) untuk kembali ke aktivitas mereka. Anna sibuk mengajar dan menjadi pembicara di seminar-seminar dan Abi sibuk dengan bisnisnya yang semakin berkembang pesat.
Newlywed
Dika dan Alana sedang honeymoon mau bikin dedek Dika junior di Maldives. Hadiah pernikahan dari Abi. Gak sia-sia punya kakak ipar tajir melintir ya... 😅
*****
*kita ini hanya bermain peran di bumi
sekedarnya saja jika punya rasa
tapi tak melulu tak bijak dengan asa
kita hanya pelaku takdir
penentunya hanya yang mentakdirkan
sejatinya semua yang kamu miliki hanya sekedar titipan*
__ADS_1