
ABIMANYU'S HOUSE
Setelah pertempuran semalam Anna terlihat lelah sekali. Abi juga merasa bersalah karena telah begitu berhasrat untuk melampiaskannya kepada Anna.
Seharusnya bertahap pun bisa. Sampai tadi saat ingin tidur, Anna masih terlihat begitu kesakitan. Bukan 3 ronde lagi. Tapi udah episode ini jatuhnya.
Pagi pun tiba, Abi bangun terlebih dahulu. Ia ingin membuatkan sarapan untuk Anna yang sudah mau menampung hasrat gairah Abi.
Abi tau, sarapan kesukaan Anna adalah buah dan yogurt. Abi membuatkan salad buah untuk Anna. Ia kembali ke kamar untuk membangunkan Anna.
"Dek, kamu kenapa?" Tanya Abi panik.
Berniat untuk membangunkan Anna, tapi ternyata Anna sudah bangun. Jatuh terduduk pula di pinggir tempat tidur.
"Anna mau ke toilet. Tapi, sshhpp... masih perih..." Ujar Anna yang meringis kesakitan. Abi mendekati Anna dan menggendong Anna ke toilet.
"Kalau sudah selesai, panggil Mas Abi ya, sayang." Ucap Abi yang mengecup singkat kening Anna.
Selang berapa lama, terdengar suara Anna memanggil Abi dari dalam toilet.
"Mas... Mas Abi..." Panggil Anna kepada Abi. Anna yang saat itu sudah berdiri bersandar di dinding begitu pasrah menunggu Abi datang. Sakit sekali rasanya.
Abi membuka pintu dan melihat Anna sedang menopang badannya dengan satu tangannya memegang meja cermin.
Tanpa drama, Abi langsung menggendong Anna. Anna melingkarkan tangannya di leher Abi.
"Hari ini, Anna mau manja-manjaan sama Mas Abi." Ucapnya di dekapan gendongan Abi.
Abi mendudukkan Anna di pinggir tempat tidur dan mengecup bibir Anna.
"Dengan senang hati, Mas terima." Ucapnya sambil tersenyum manis memperlihatkan deretan gigi rapi nya dan lesung pipinya.
"Jangan senyum gitu dong Mas..." Ujar Anna dengan mencibikkan bibirnya.
"Lho? Kenapa, dek?" Tanya Abi bingung dan segera duduk di samping Anna.
"Hati Anna bergemuruh gak karuan Mas... makin cinta sama Mas Abi. Gak kuat aku tuh... hahaha..." Ujarnya kepad sang suami.
"Ahahaha... dek, dek, kamu tuh setiap hari gombalin suamimu terus. Seneng banget ya bikin hati suaminya makin deg-degan? Hahahaha..." Ucap Abi dengan tawa riangnya.
"Biarin. Kan yang di gombalin suami sendiri. Sudah terbukti halalnya. Modalnya cuma pake restu orangtua. Hahaha..." Ujar Anna yang semakin membuat pagi Abi colorful.
"Dek, mau ke dokter aja? Kok kayaknya perih kamu gak udahan dari semalem?" Ujar Abi agak khawatir dengan Anna.
"Makasih ya sayang untuk tawarannya. Tapi sepertinya tidak perlu. Kalau sampai nanti malam masih perih, kita baru ke dokter. Ya?" Jelas Anna dengan lembut dan mengelus wajah Abi lalu berbaring kembali di tempat tidur.
"Yaudah, kalau gitu. Terus ganti ponselnya gimana? Jadi?" Tanya Abi yang ikut membaringkan tubuhnya di dekat Anna.
"Mau... tapi badan gak karuan gini rasanya." Ucap Anna yang memeluk tubuh Abi dan membenamkan wajahnya di leher Abi.
"Atau mau Mas Abi aja yang tukerin? Adek di rumah aja. Gimana?" Tanya Abi dengan mengelus lembut rambut Anna.
"Gak mau... aku ikut kalau gitu. Tapi nanti dulu, Anna mau kayak gini sebentarrr... saja. Boleh?" Tanya Anna yang mendongakkan kepalanya melihat ke arah Abi.
"Boleh banget." Ujar Abi dengan mengecup ubun-ubun Anna.
"Dek, kalau Mas Abi potong rambut gimana?" Tanya Abi ke Anna.
"Potong rambut? Apa gunting rambut nih?" Tanya Anna dengan gurauannya.
"Emang beda?"
"Beda dong, Maskuuhh... rambutnya kan di gunting pake gunting dong. Berarti gunting rambut. Kalau potong itu daging. Potong daging, potong sayur-sayuran. Emang ada gunting daging atau gunting sayuran?" Canda Anna.
"Eh, iya juga ya... hahaha... jadi gimana? Boleh gak?" Tanya Abi lagi.
"Kalau tanya pendapat sama Anna, Anna jawabnya bebas. Terserah Mas Abi aja. Yang penting masih punya rambut. Hahaha..." Ujar Anna dengan candanya.
"Emang Mas Abi mau gunting rambut seperti apa?" Tanya Anna.
"Cepak gitu."
"Gak nyesel nanti?"
"Enggak. Kenapa emang?"
"Ya gak apa. Takutnya nanti pas di gunting rambutnya, Mas Abi nyesel. Nangis berderai-derai air mata. Rambutkuu... oh, rambutku..." Ucap Anna dengan candaannya yang membuat Abi mencubit gemas pipi Anna.
"Tadi habis nge-gombalin, sekarang di bully, di jatuhin. Emang bener-bener deh kamu, dek... gemes Mas sama kamu." Ujar Abi dengan mencubit gemas hidung Anna.
"Mas Abi, Anna mau mandi dulu ya... lengket, gak enak badannya." Ucap Anna sambil bangun dari baringannya.
"Mandi bareng aja... hehehe..." Ujar Abi.
"Mas Abi... hahaha..." Anna tertawa geli sekali.
"Yeee... kamunya sih dek, bikin candu. Jadi gini deh. Mesum. Hahaha..." Ujar Abi yang sama tertawa gelinya.
"Yaah... maap deh. Diriku kan tak tau kalau ternyata diriku mampu membuatmu candu. Hahaha..." Ujar Anna dengan tawa riangnya.
"Seneng banget ngebully suami sendiri. Hm? Iya? Seneng ya?" Ujar Abi dengan menggelitik pinggang Anna.
__ADS_1
Anna itu gelian banget. Disentuh dikit aja geli banget. Apalagi ini... dikelitikin. Makin gak bisa diem. Hahaha...
"Mas Abii... geli. Mas... hahaha... Mas udah ah, geli tau... Mas Abi... hahaha..." Ucap Anna yang begitu geli ketika Abi menggelitik pinggangnya dan menggeliat.
Abi menggelitik Anna hingga Anna terduduk di pangkuan Abi. Saat ini Anna sedang sexy sekali.
Anna mengenakan gaun malam warna merahnya dan menonjolkan dua gunungannya yang begitu kenyal.
"Udah, gak boleh lihat. Nanti kita gak keluar-keluar kamar. Hahaha..." Ucap Anna yang menutup mata Abi dengan kedua tangannya.
Ide jahil Anna muncul. Ia mencium dan melumat bibir Abi tanpa melepas tangannya yang masih menutupi mata Abi. Setelah dirasa puas, Anna lepas ciumannya dan pergi ke kamar mandi meninggalkan Abi dengan hasratnya yang menggantung.
"Annaaa... Ya Allah... dek... Mas digantungin gini. Benar-benar istriku ini." Ujar Abi yang mengusap wajahnya dan membaringkan tubuhnya.
Abi sedang mengecek ponselnya dan mengecek ponsel Anna yang mempunyai hampir 3000 pesan dalam group chatnya.
Abi tau bahwa istrinya itu orang yang paling super duper cuek. Jadi gak heran kalau pesan groupnya mencapai 3000 pesan. Gak pernah dibuka. Boro-boro dibuka. Disilent selama satu tahun coba. Luarrr biasa... Abi jadi tertawa geli melihat chat group Anna.
Salah satunya group teman kuliah Anna ketika ia S1.
"*Wooyy... An. Nyaut kalii... jangan cuma jadi reader aja." Teman Anna 1.
"Nunggu kalian kangen dulu, baru gue nyaut. Hahaha..." Pesan singkat Anna di group chat*.
Abi yang membaca tertawa sendiri dan memang benar yang dikatakan Anna. Bahwa teman-temannya tidak ada yang bertingkah sesuai akidah dan akhlak. 😂
Tak lama, Anna keluar dengan tubuh berbalut handuk putih. Lilitan bahan tersebut hanya menutup bagian atas, tengah dan bawah tubuh Anna. Bokong berisinya yang menonjol memberikan gairah seks untuk Abi.
"Dek... jahat banget sama Mas Abi. Ditinggalin gitu aja." Ujarnya yang melihat Anna sebentar dan melengoskan kepala serta tubuhnya membelakangi Anna.
Abi yang saat itu memakai celana pendek dan kaos putih polos menampilkan otot-otot kekarnya.
Anna yang baru saja mengeringkan black short hair nya, segera saja Anna mendekati Abi dari balik punggung Abi. Dengan masih berbalut handuk.
"Mas Abi, mau apa sayang?" Tanyanya lembut dengan memegang pundak Abi dan membalik tubuhnya menghadap Anna. Abi berbaring dan Anna duduk dipinggir kasur.
"Mau kamuu..." Ucapnya seraya bangun dari baringannya dan berhadapan langsung dengan Anna.
Anna yang saat itu sadar masih berbalut handuk, segera berdiri dari hadapan Abi. Namun telat, Abi menarik lengan Anna, mendudukkan Anna kembali di depan Abi.
"Mas, aku ganti baju dulu ya..." Ujar Anna.
"Gak perlu, dek. Gini aja." Ucapnya sambil mendusel-dusel kepalanya di dada Anna.
"Sayang... Mas... iya, boleh. Anna juga mau." Ujar Anna dengan mengangkat kepala Abi dari depan dadanya.
"Beneran? Adek setuju?" Ujar Abi dengan mata berbinar-binar.
"Iya sayang... tapi biarin Anna pake baju dulu ya..." Ucap Anna mengelus lembut wajah Abi.
"Dari semalem bukannya udah masuk angin ya, Mas? Hahahaha..." Ucap Anna dengan tawa riangnya.
"Hahaha... oh, iya. Lupa. Sekarang gimana?" Tanya Abi ke Anna dengan jarinya yang menjalar lembut di tubuh Anna, belum semua dijalari tapi sudah menggoda Anna.
"Mas Abi... nanti kita gak jadi tuker handphone nih... hahaha..." Ujar Anna dengan tawa riangnya.
"Bisa minta tolong sama temen Mas nanti. Hari ini dianter juga bisa." Ucapnya sambil mengecup lembut pundak Anna dan melingkarkan lengan kekarnya di pinggul Anna.
"Tapi Anna gak bisa milih dong?" Ujar Anna dengan mengelus lembut lengan Abi.
"Adek kan bisa browsing di internet, sebutin adek mau yang mana. Ntar Mas tinggal hubungin temen Mas, dibawa ke sini." Jelas Abi yang sekarang menjalar menciumi tengkuk Anna.
"Tapi ntar setting-setting handphone nya Mas Abi bisa?" Tanya Anna yang membuat Abi berhenti mencumbunya.
"Dek, Mas Abi yang bikin games di handphone. Kamu nanya, Mas tau cara settingnya atau enggak? Wah... gak bagus nih..." Ujar Abi yang menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Hahaha... iya, iya. Maaf. Anna lupa. Maaf sayangg..." Ucap Anna sambil membalikkan tubuhnya dan mencium punggung tangan Abi.
"Jangan-jangan adek gak tau kalau perusahaan Mas Abi bergerak di bidang design grafis, advertising, dll ya?" Tanya Abi serius.
"Tau Mas... sangat tau... cuma emang Anna gak paham sama hal-hal seperti itu. Jangan ngambek dong... ya?" Ujar Anna.
"Gak ngambek, kok. Mas mah gak pernah ngambek. Masa seorang laki-laki ngambek. Gak bagus." Ucap Abi sambil mencibikkan bibirnya.
Anna yang begitu gemas melihatnya, akhirnya melayangkan ciumannya ke Abi, lalu meninggalkan Abi sendiri di tempat tidur. Anna masuk ke ruang ganti dan berganti pakaian.
"Deeekk... Ya Allah... ditinggalin lagi." Ujar Abi sambil mengusap kasar wajahnya.
"I'm back, honey." Ucap Anna dengan menghambur ke pelukan Abi. Yang saat itu Abi sedang berdiri untuk menghampiri Anna.
Membuat Abi refleks menggendong Anna dan Anna mengaitkan kakinya di pinggang Abi. Anna meluncurkan ciuman lembutnya ke Abi. Tentu Abi meresponnya dengan antusias. Setelah ciuman bertubi-tubi, Anna turun dari gendongan Abi.
"Dek, kok badan kamu merah gini kenapa?" Ujar Abi yang saat itu melihat bagian dada Anna.
"Itu kayaknya bekas semalem deh Mas." Ucap Anna sambil duduk dipangkuan Abi.
"Bekas semalem?" Tanya Abi bingung.
"Iya, baju sayang... maksudnya."
"Baju apa dek? Emang kamu semalem pake baju apa?"
__ADS_1
"Pake night gown dari Mama Rani. Yang ada bordiran bagian pinggirnya. Adek gak bisa kalau pake baju bordiran gitu Mas. Hehehe..." Jelas Anna kepada Abi.
"Kenapa dipake sayangg... kalau kamu gak bisa pake yang bordiran??" Ujar Abi sambil mengelus lengan Anna.
"Aku suka warnanya. Lucu. Jadi adek pake deh. Hehehe..." Ucap Anna dengan senyum sumringahnya.
Abi menggendong Anna untuk pindah ke tempat tidurnya. Mereka berbaring bersama.
"Dek, jangan dipaksakan kalau kamu gak bisa pakai. Mas lihat lemari kamu itu yang satu koper isinya night gowns semua. Hahaha..." Ujar Abi yang senang betul.
"Mas seneng banget. Hayo, bayangin apa?" Ucap Anna yang mencubit mesra pipi Abi.
"Bayangin adek dong pakai itu gimana ya? Hahaha..." Ucap Abi dengan sambil membayangkannya.
"Hahaha... dasar. Mas Abiii... mesum banget deh. Terus pas udah lihat adek pake night gowns gimana?" Tanya Anna.
"Yaaa ini efeknya. Gak mau berhenti. Hahaha... Adek mah pake ataupun gak pake night gowns tetep seksi, molek sekali tubuhmu, dek... bikin betah Mas Abi di rumah. Hahaha..." Ujarnya dengan tawa terbahak-bahak.
"Hahahaha... Yaampuunn... mesum sekaliiihhh suamikuuhh..." Ucap Anna sambil memegang kedua pipi Abi dengan satu tangannya dan memonyongkan bibir Abi. Kemudian meluncurkan ciuman lembutnya.
"Maass..." Panggilnya lembut dan sukses membuat gairah Abi muncul.
"Iya sayangkuu... kenapa?" Tanya Abi yang merapatkan tubuhnya ke tubuh Anna.
"Handphone nya gak usah diganti dulu deh Mas. Biar adek pake dulu yang dari Mas Abi." Ujar Anna.
"Biar kita bisa lebih lama di kamar? Hahahaha..." Ucap Abi sangat senang.
"Hihihi... ketauan deh. Itu salah satunya Mas... Tapi Anna mau coba pake dulu HP yang dari Mas Abi. Siapa tau bisa. Kan belum di coba." Terang Anna.
"Okey! Mas ikut adek aja deh... kamu belum sarapan lho dek. Sarapan dulu ya. Tadi mas bikin salad buah." Ujar yang bangun dari baringannya.
"Seriusan bikin salad buah? Mauu... pake yogurt gak Mas? Hehehe..." Ucap Anna dengan binar matanya.
"Pake dongg... istriku ini suka banget sama yogurt. Makanya suaminya bikinin salad buah. Hehehe... bentar ya, Mas ambilin dulu. Adek sini aja." Ujar Abi yang segera keluar kamar dan mengambil salad buahnya.
Tak lama Abipun datang dengan nampan berisi satu mangkok salad buah + yogurt. Anna yang melihat nampan tersebut langsung dia menyambarnya dan memakan salad buah buatan Abi dengan lahap.
"Dek, ART Mas suruh main di luar. Hahaha..." Ujar Abi.
"Main diluar? Diplayground Mas? Hahaha..." Ujar Anna.
"Bukaan... maksudnya___" Belum sempat Abi meneruskannya, Anna sudah menjawab.
"Iyaa... paham Anna maksud Mas Abi. Emang Mas Abi suruh main kemana mereka?" Tanya Anna dengan senyumnya.
"Itu, Bi Ijah kan belum lama di Jakarta, terus pengen banget keliling Jakarta. Mas bilang, yaudah kalian jalan-jalan aja. Lagipula ini kan weekend, kalian bisa pulang besok. Senin kembali kerja lagi."
"Mas suruh semuanya jalan-jalan keliling Jakarta. Terus kalau gak salah di Monas mau ada acara malam ini. Jadi, Mas suruh mereka bawa mobil, pake sepuas mereka. Mas juga udah bookingin hotel buat mereka."
"Tuh, mereka udah sibuk mondar-mandir mau ke dufan katanya. Hahaha... lucu melihat kesibukan dan antusias mereka."
"Pikir Mas Abi, kalau kita yang menginap di hotel kan udah biasa. Lagipula, kita bisa kapan aja. Tapi mereka, ART kita belum tentu bisa menikmati waktu seperti ini dan pasti mereka boring dengan rutinitas hanya di dalam rumah. " Jelas Abi kepada Anna.
"Adek, gak apa kan kalau kita aja yang di rumah?" Tanya Abi menatap Anna.
"Aku justru sangat senang melakukan semuanya di rumah. Suamiku kok hebat banget sih. Bikin makin sayang (cium pipi kanan Abi), makin rindu (cium pipi kiri Abi), makin bikin candu asmara (cium hidung Abi), dan aku semakin mencintaimu (cium lembut bibir Abi)." Ujar Anna.
Tak lama mereka mendengar pintu kamarnya di ketok oleh Mbok Nah. Mereka berpamitan untuk bersenang-senang menikmati indahnya Jakarta. Anna dan Abi mengantar mereka hingga pelataran parkir mobil.
Setelah semua ARTnya sepi tak berpenghuni, Abi menggendong Anna ke kamar.
"Mas Abiii... iihh... ngagetin. Mau kemana?" Tanya Anna sambil melingkarkan tangannya di leher Abi.
"Mau ke kamar. Mau nerusin episode semalem. Hehehe..." Ujarnya.
"Kita cek dulu semua pintu rumah ya. Gak ada yang jagain soalnya. Turunin Anna dulu." Ujar Anna dan Abi menurunkan Anna.
Setelah Anna dan Abi cek semua, Abi langsung menghimpit tubuh Anna yang sedang berdiri di balik pintu kamarnya.
"Sayangkuu... Mas Abi. Mas mau sekarang? Anna pipis dulu ya... hehehe..." Anna berlalu meninggalkan Abi yang sedang berdiri di belakang pintu.
Sambil menunggu Anna, Abi berbaring di tempat tidurnya. Anna keluar kamar mandi masih dengan hijabnya.
"Adek gak mau ganti baju dulu?" Tanya Abi yang melihat Anna masih memakai hijabnya.
"Ini mau ganti kok." Ucap Anna yang berjalan memasuki ruang ganti.
"Deekk! Pakai yang paling seksi." Ujar Abi dengan senyum jahilnya.
"Aku pakai mukena ya? Paling seksi kan? Hahaha..." Ujar Anna dengan tawa riangnya.
Abi sudah menata kamar tidurnya dengan apik dan sudut-sudut romantis terlihat di sekitar kamar tidurnya. Tak lama, Anna keluar dari ruang ganti dan terperangah melihat Abi menyulap ruangannya menjadi sangat romantis tapi eksotis.
Begitu pun dengan Abi, yang sangat berbinar sinar matanya ketika melihat Anna memakai night gown nya. Transparan. Karena lingerie hitam yang ia pakai terlihat jelas oleh Abi. Serta dengan short hair style Anna yang semakin membuatnya semakin seksi.
Abi tidak ingin menyia-nyiakan moment ini. Ia menghampiri Anna dan mengajaknya untuk berdansa mengikuti alunan musik.
Ditengah berdansa, Abi mengecup kening Anna, lalu turun ke wajah, turun lagi ke bibir.
Disinilah "RACING START"
__ADS_1
*****
Author: Udah gak usah dibayangin. Gak mau diterusin juga kelanjutannya apa. 😂 Garuk-garuk kepala sayaahhh 😆