
Setelah pulang dari acara pernikahan Adit dan Dian di Korea, Abi & Anna harus menghadapi acara resepsinya sendiri yang akan dilangsungkan beberapa bulan lagi.
*****
7 BULAN KEMUDIAN
Badan Anna rasanya remuk redam. Tak ada jeda sama sekali untuk Anna sekedar merebahkan tubuhnya dan meluruskan kakinya.
Ia terus dihantui oleh telepon-telepon yang berdering bertanya tentang banyak kegiatan.
Ditambah Abi sedang ada tugas keluar kota bersama dengan Arka. Yang membuatnya sukses mengurus sendiri.
Di sekolah pun sedang hactic kegiatan-kegiatan kecil dan mulai sibuk dengan rapor semesteran.
Kalau bisa teriak, teriak kali nih badan. Belum lagi jadwal seminar dan bimbingan mahasiswa.
"Ya, Allah... terima kasih atas semua nikmatmu." Ujar Anna setiap bangun pagi yang ia ucapkan adalah perkataan itu.
Anna sudah bersiap mandi namun dering ponselnya mengehentikan gerakannya. Tertera di ponselnya "My Husband".
"Assalamualaikum, Mas..." Ucap Anna.
"Waalaikumsalam, sayang. Adek, baru bangun ya?" Tanya Abi dengan suara yang cukup jauh.
"Iya. Mas Abi lagi dimana? Kok suaranya jauh banget gitu?" Tanya Anna bingung.
"Lagi di jalan mau ke bandara. Mas Abi pulang ke Jakarta hari ini ya, dek." Ucap Abi.
"Mas Abi pulang hari ini? Hati-hati di jalan ya, sayang... kabarin Anna kalau sudah di pesawat." Ucap Anna yang senang betul suaminya akan segera pulang dari tugasnya.
"Iya. Nanti Mas Abi kabarin. Adek gak usah jemput ya. Mas Abi di anter sama supir kantor kok. Nanti Mas langsung pulang ke rumah." Terang Abi.
"Okey, Mas. Cepat pulang ya... aku rindu Mas Abi." Ucap Anna dengan suara manjanya.
"Aku juga rindu kamu sayang... Mas pulang secepatnya. Bye, honey." Ucap Abi yang mengakhiri teleponnya.
Anna kembali ke aktifitas paginya. Karena hari ini weekend, ia ingin memanjakan tubuhnya.
"Ra, Lo dimana?" Tanya Anna dari ponselnya yang sedang menelepon Aira.
"Di rumah. Bete nih... jalan yuk... Mas Arka belum pulang." Sahut Aira dari kejauhan.
"Gue mau pijet-pijet. Memanjakan tubuh. Lo mau ikutan?" Tanya Anna.
"Ayo, boleh. Badan gue juga gak enak banget dari kemaren. Langsung ketemuan disana aja ya."
"Okey." Ucap Anna yang lalu mengakhiri teleponnya.
*****
Setelah pulang dari acara pijat-memijat badan Anna langsung mandi dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
Rasanya badannya remuk redam. Lelah sekali ia hari ini. Pkl. 20:00 kok Mas Abi belum sampai ya? Pikir Anna.
Anna mencoba beringsut dari tempat tidurnya dan menekan nomer ponsel suaminya sambil berjalan gontai keluar kamar.
"Hallo? Mas Abi?" Ucap Anna.
"Hallo sayang..." Sapa Abi yang sudah ada di ambang pintu rumah sambil melambaikan ponselnya ke Anna.
Langsung saja Anna berlari menghambur memeluk Abi. Mendekap Abi eraaattt sekali.
"Anna rindu Mas Abi." Ucap manjanya.
"Mas Abi juga sangat merindukanmu, sayang..." Ujar Abi seraya mengecup ubun-ubun Anna.
"Mas Abi sudah makan?"
"Di pesawat makan sih tadi."
"Mau makan dulu atau mandi dulu?"
"Mau sama kamu dulu." Ucap Abi dengan mengecup pipi Anna bertubi-tubi.
*****
Tadinya seminggu sebelum resepsi Abi harus pergi ke Dubai untuk melihat project selanjutnya. Tapi Papa Adi tidak mengizinkannya karena Abi akan melangsungkan resepsi.
Abi pun menurutinya. Perintah jendral kalau gak diturutin, perang dunia bisa-bisa nanti. Apalagi Mama Rani, Abi yang ke Surabaya kemarin aja udah berdendang sampai 2 album.
Papa Adi sama Mama Rani itu sayang banget sama Anna. Kadang Abi suka cemburu melihatnya. Tapi kalau lagi sama Ayah Bagas dan Bu Anin, Abi disayang bukan main sama mereka. Gantian Anna yang cemburu. Lucu aja deh mereka.
*****
WEDDING PARTY ABI & ANNA
Semua tamu undangan dari kolega Papa Adi dan Mama Rani keluarga Basupati Soenggono dan keluarga Ayah Bagas serta Bu Anin dari keluarga Prayogo semua menumpuk berkumpul di hari bahagia tersebut.
Untuk acara resepsinya Abi & Anna melaksanakannya dua kali. Yang pertama khusus untuk anggota keluarga Basupati Soenggono dan Prayogo. Yang kedua, wedding party khusus untuk teman-teman Abi & Anna.
Dipisah ceritanya... jadi yang muda sama yang muda. Yang tua sama yang tua.
__ADS_1
*****
WEDDING AT KEMPINSKI GRAND BALLROOM-HOTEL INDONESIA
Tamu undangan datang mengantri untuk bersalaman dengan Anna dan Abi. Semua ingin melihat, siapa sih wanita yang mampu mendampingi Putra Tunggal Basupati Soenggono? Pewaris Perusahaan terbesar dan ternama se-Asia bahkan mancanegara lainnya.
Hari itu Anna terlihat sangat elegan. Ia mengenakan gold longdressnya dengan padu padan hijab syar'i nya. Begitu cantik, elegan, smart, sopan, dan anggunnya Anna saat itu.
Abi yang setiap hari selalu bertemu dan melihat istrinya saja sekarang masih kagum dan sungguh Abi sangat beruntung.
Saat Anna memasuki ballroom bersama dengan Abimanyu, semua tamu undangan bungkam tak bersuara.
Yang terdengar hanya lantunan lagu-lagu dan musik yang berdendang. Semua mata terpesona dengan keanggunan Anna dan ketampanan Abi.
Mereka sampai di kursi pengantin dan duduk bersanding berdua disana. Tamu undangan datang silih berganti.
Tak memberikan jeda sedikitpun kepada Anna dan Abi untuk sekiranya duduk meluruskan kaki.
Hingga petang tiba, akhirnya acara resepsi Abi & Anna pun selesai.
Jangan sedih. Abi & Anna segera melangsungkan resepsinya di Bali yang datang khusus teman-teman Abi & Anna.
Papa Adi, Mama Rani, Ayah Bagas, Bu Anin, dan Dika, ikut. Hanya saja mereka berjalan-jalan ke tempat lain. Tidak di dalam full ikut resepsinya.
*****
RESEPSI ABI & ANNA
DI HOTEL
Abi dan Anna sampai di Bandara Ngurah Rai Pkl. 22:00 yang segera di jemput oleh sang supir dan melajukan mobilnya ke hotel.
Sesampainya di Hotel, Anna dan Abi bersih-bersih kemudian istirahat. Mereka lelah sekali dengan semua kegiatannya.
"Maas... Anna capek..." Ujarnya ke Abi yang badannya rasanya gak karuan.
"Kita tidur, istirahat ya, sayang... charge energy." Ajak Abi yang menggendong Anna dari sofa ke tempat tidur.
Abi merasakan tubuh mungil istrinya tidak seperti biasanya.
"Dek, berat badan kamu turun ya?" Tanya Abi yang merasakan perbedaan pada tubuh Anna.
"Anna belum timbang berat badan lagi. Emang kenapa Mas?" Tanya Anna bingung.
"Gak apa. Soalnya Mas Abi merasa beda waktu gendong kamu. Kok enteng ya? Biasanya kan gak gitu." Ujar Abi yang segera membaringkan tubuhnya di dekat Anna.
"Yasudahlah, lupakan. Kita istirahat, besok harus udah segar lagi soalnya. Sini, dekat Mas Abi." Ujar Abi yang memberikan pelukan hangatnya kepada Anna. Tak butuh waktu lama, mereka segera terlelap dalam mimpinya.
*****
Sohib Abi & Anna sudah berkumpul. Serta para guru yang ada di Sekolah Bumi Pertiwi diundang semua sama Abi & Anna.
Ayni yang tengah mengandung 7 bulan rela naik pesawat demi menghadiri resepsi sahabatnya Anna.
Tak hanya itu, mereka mendapat berita bahagia bahwa bukan cuma Ayni yang tengah mengandung.
Tapi Alisha dan Dian pun sedang mengandung. Alisha tengah mengandung 4 bulan dan Dian pun baru memasuki usia kehamilan 2 bulan.
Anna yang mendengarnya sangat bahagia. Ia akan menjadi seorang tante? Waahh... seru sekali sepertinya.
Waktu berlalu begitu cepat. Hingga tiba Anna dan Abi keluar dari persinggahannya.
Abi mengenakan baju kemeja putih, jas hitam, dasi hitam, celana bahan panjang hitam, sepatu pantopel hitam.
Anna cukup sederhana tapi elegan. Ia mengenakan baju longdress dengan bagian atasnya brukat berwarna putih dan bawahnya bahan seperti rok tutu di tambah dengan jilbab panjang yang menutupi dada.
Hari itu begitu ceria. Dengan hamparan pasir pantai di Bali, rerumputan hijau, senja yang datang menghiasi acara Anna dan Abi saat itu.
Mereka bernyanyi, menari, bermain-main bersama dengan deru ombak.
"Mas Al..." Panggil Ayni.
"Iya, dek. Kenapa sayang?" Tanya Aldi dengan sigap ia menghampiri Ayni.
"Mas, aku mau ke kamar ya... aku capek." Ujar Ayni.
"Iya, sama Mas ya. Kita pamit sekalian deh." Ucap Aldi.
Aldi izin kembali ke kamar terlebih dahulu. Karena Ayni sudah lelah sekali. Anna dan Abi pun meng-iyakan.
Adit dan Dian pun izin duluan ke kamar. Dian terlalu lelah karena usia kehamilannya masih muda. Jadi sering pusing. Akhirnya mereka kembali ke kamar.
"An, gue balik ke kamar duluan ya. Mual banget dari tadi. Gak enak badan gue." Ujar Alisha yang terlihat lemas sekali.
"Iya, Cha. Gak apa. Lo istirahat aja. Muka lo pucat gitu. Aryo mana?" Tanya Anna yang mencari sosok Aryo dan ia segera menghampiri Anna serta Alisha.
"Sayang... kamu pucat banget? Kenapa?" Tanya Aryo khawatir.
"Icha mual banget katanya Yo. Lo bawa aja deh ke kamar. Kasian dia udah dari pagi disini. Kecapean mungkin." Terang Anna.
"Yaudah, gue ke kamar duluan ya An. Ayo, dek..." Ucap Aryo yang sembari menopang tubuh Alisha yang terlihat lemas.
__ADS_1
"Mas, akuu___"
Brruugghh.
"Alishaa..." Teriak Aryo yang sontak membuat semua orang menghambur padanya.
"Yo, bawa ke kamar aja. Biar gue telepon Aldi atau Adit. Siapa tau mereka bisa bantu." Ujar Abi.
Abi menelepon Aldi namun itu bukan ranahnya Aldi. Tapi Aldi akan bantu dan segera ke kamar Aryo dan Alisha.
Dian yang ia juga sedang dalam masa mual-mualnya harus bangun dan menolong Alisha. Dian segera ke kamar Aryo dan Alisha.
"Yo, Icha udah berapa kali muntah-muntah hari ini?" Tanya Aldi.
"Lebih dari 3 kali deh Al, klo gak salah.Tapi itu pun pagi aja. Setiap jam 5 shubuh sampai jam 6 pagi. Itu pasti dia mual. Baru berhenti kalau udah lewat jam segitu." Jelas Aryo.
"Istri lo kecapean itu Yo. Terlu semangat juga. Masuk angin pula. Mual karena hamil pula. Campur aduk itu badannya. Nanti kalau udah bangun, minumin air putih yang banyak. Paginya kasih vitamin. Di kasih vitamin ibu hamil kan? Kalau gak ada, gue bawa." Ucap Dian yang telah memeriksa Alisha.
"Istri gue beneran gak apa, ian?" Tanya Aryo khawatir.
"Iya. Gak apa. Udah tenang aja. Sekarang mendingan lo istirahat juga. Mood istri lo lagi gak bagus. Daripada lo kena uring-uringannya dia. Mending lo tidur sekarang Yo." Ucap Dian.
"Thank you ya Al, Dian." Ucap Aryo.
"Santai... lo kayak sama siapa aja. Gue duluan ya. Ayni sendirian di kamar soalnya." Ujar Aldi.
"Thanks Al." Ucap Aryo.
"Yo, gue juga balik ke kamar ya. Dian kayaknya sama tuh lemes juga. Mual-mual sama kayak Icha. Hehehe..." Ujar Adit.
"Iya, Dit. Thanks ya udah izinin Dian cek kesehatan istri gue. Sorry, ngerepotin." Ujar Aryo.
"Santuuy... ok, gue balik ya." Adit.
"Sayang... udah yuk, kita ke kamar." Ucap Adit kepada Dian.
"Gendong..." Ujar Dian dengan manjanya.
Adit yang melihatnya tak tega. Istrinya lemas seperti ini karena perbuatannya.
Mereka semua kembali ke kamar masing-masing.
Tersisalah Anna dan Abi yang duduk di balkon hotelnya sambil melihat hamparan pasir dan laut yang lapang.
"Mas Abi..." Panggil Anna dengan manjanya.
"Iya, sayang... kenapa? Hm?" Tanya Abi dengan mengelus lembut lengan Anna.
"Aku juga mau kok hamil seperti mereka." Ujar Anna.
Abi tak heran atau terkejut lagi. Karena lambat laun, Anna pasti akan merasa seperti ini. Tugas Abi hanya terus menyakinkan Anna bahwa masalah keturunan itu kehendak Allah.
"Dek, yang namanya jodoh, rezeki, hidup-mati seseorang, itu hanya Allah yang tau. Termasuk momongan. Kita berdua sudah cek ke dokter. Hasilnya, kita berdua normal."
"Tidak perlu terlalu dipusingkan. Apalagi memikirkan orang lain. Gak perlu, Dek. Bikin capek hati. Udah yang penting kamu urusin diri kamu aja. Bahagiain diri kamu. Jangan lupa urusin aku sama bahagiain aku. Udah. Itu udah cukup buat Mas Abi." Jelas Abimanyu.
"Tapi Mas Abi gak akan ninggalin Anna kan?" Tanya Anna yang sudah dengan mata berkaca-kacanya.
"Ya, Allah dek... enggak mungkin. Gak ada alasan buat Mas Abi ninggalin kamu. Gak ada alasan untuk itu." Ucap Abi dengan lembut.
"Anna hanya khawatir Mas gak mencintai Anna lagi, lalu pergi meninggalkan Anna karena Anna belum bisa kasih keturunan untuk Mas Abi." Turun sudah bulir air mata Anna. Isak tangispun terdengar.
"Sayangg... dengar Mas Abi ya. Sampai kapanpun yang Mas Abi cintai itu cuma kamu. Tidak ada yang lain. Aku sangat mencintaimu Anna. Aku tak punya alasan meninggalkanmu." Ucap Abi.
"Janji, ya Mas. Gak boleh ninggalin Anna." Ucapnya dengan manja dan memeluk erar tubuh Abi.
"Iya. Mas Abi janji. I'm here for you and I stay here because of you." Ucap Abi dengan mengecup pelipis Anna.
"Aku sangat mencintaimu Mas. Sangat." Ucap Anna yang mencium pipi Abi lembut.
"Aku lebih mencintaimu. Sangat sangat mencintaimu." Ucap Abi.
"Mas Abi aja bangun tidur gak ada kamu udah panik dek, kayak gitu mau ninggalin kamu. Gak pake deh. Bayanginnya aja Mas Abi gak sanggup." Ujar Abi yang mendekap erat tubuh Anna.
"Mas Abi itu selalu bisa buat Anna jatuh hati setiap hari. Love you, honey." Ucap Anna dengan mencium pipi Abi lagi.
"Dan kamu dek, selalu buat aku semakin mencintaimu setiap hari. Jatuh cinta dan jatuh hati setiap hari pada orang yang sama. Bukankah itu lebih berarti? Itu yang kamu lakukan padaku, Anna. I love you more than anything, sayang." Ujar Abi seraya mencium lembut bibir Anna.
*****
Hari itu menjadi hari yang tak pernah terlupakan. Resepsi Abi dan Anna yang berlangsung meriah. Tamu-tamu yang berdatangan pun cukup banyak.
Resepsi yang mereka adakan di Bali juga begitu seru. Indahnya kebersamaan.
*****
dari yang bukan siapa-siapa
menjadi seseorang yang kutakut
akan kehilangannya
__ADS_1
*****