
David yang saat itu berlibur ke Turki sedang asyik menikmati pemandangan malam kota Istanbul.
Ia melihat sosok perempuan yang begitu mirip dengan perempuan yang ia cintai. Tapi siapa laki-laki tersebut? Batin David.
David melihat perempuan tersebut begitu bahagia. Saat ia berjalan mendekati sang perempuan di dekat pedestrian, David terkejut. Perempuan itu Anna.
Anna Maheswari Prayogo. Yang membuatnya sampai sejauh ini belajar tentang Agama Islam. David berjalan mendekatinya.
Namun, ia melihat ada sebuah mobil sedan hitam yang melaju dengan kecepatan tinggi. Ia melihat bahwa sang pengemudi mengarahkan kemudinya menuju Anna.
Dengan sigap David berlari dan menarik Anna. Hingga Anna dan David jatuh tersungkur.
Kening Anna terbentur aspal dan David mendudukkan Anna, kemudian pergi mencari obat untuk Anna.
David terlalu pengecut karena tak berani menyapa Anna. Jangankan menyapa, menatap pun David tak sanggup.
Saat David pergi ke apotek dan membeli obat untuk Anna, ia melihat ada seorang laki-laki yang membopong Anna.
Dan yang membuat David lebih sakit adalah, Anna terlihat bahagia sekali. Tak tinggal diam, David menyusul mengikuti Abi dan Anna ke RS.
Ketika di RS, David melewati taman yang menuju RS. David tak menyangka akan bertabrakan dengan Anna.
Saat ia ingin menolongnya, laki-laki itu dengan sigap menolong Anna. David bingung dan bertanya-tanya. Siapa laki-laki ini? Batin David.
Pertanyaan David terjawab setelah ia menyapa Anna dan berbicara dengan Anna. Anna mengenalkan kepada David bahwa laki-laki itu adalah suaminya.
Entah apa yang dipikirkan dan dirasa oleh David. Ia begitu kalut karena mendengar Anna sudah bersuami.
Hingga terlontar kata yang berani yaitu David siap menjadi suami kedua Anna. Asal ia bisa bersama Anna.
Bukannya membuat Anna senang bertemu dengan David. Tapi malah menjauhi David. Laki-laki yang bersanding dengan Anna begitu sempurna. Fisiknya, sikapnya ke Anna, sabarnya menghadapi sifat-sifat Anna.
David terduduk di kursi taman dan mengusap kasar wajahnya. Ia merutuki dirinya. Apa yang telah ia lakukan? Batin dan pikirannya kalut sekali. Akhirnya David memutuskan untuk pulang dari RS tersebut.
*****
DI TAMAN RS
"Maafin, Mas Abi sayang..." Ujar Abi yang memeluk Anna dan sontak air mata Anna mengalir kembali.
Tak ada kata, tak ada pembicaraan dari mereka. Yang ada hanya isak tangis Anna yang mengiris hati Abi yang mendengarnya.
"Mas... Anna mau kembali ke hotel." Ucapnya yang kemudian melepaskan pelukan Abi.
Anna berjalan gontai dan tak berbicara. Abi hanya bisa mengawasinya dari dekat. Karena saat itu Anna tak ingin digandeng atau menggandeng Abi. Jadilah Abi sebagai pengawal Anna.
******
DI HOTEL
Sampai di Hotel Anna bersih-bersih dan mandi. Ia mengganti pakaiannya lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
Tak lupa, Anna menyiapkan baju tidur untuk Abi. Meski masih dengan rasa sedikit kesal terhadap Abi.
Abi yang tak berkomentar apapun ikut serta merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Anna yang tidur dengan posisi miring tubuhnya, berhadapan dengan Abi.
__ADS_1
"Selamat malam, kesayanganku." Ucap Abi dengan mengecup pelipis Anna. Anna diam tak bergeming.
Mereka tidur dalam pekatnya malam dan hening. Hingga Anna terbangun di sepertiga malamnya.
"Mas Abi, bangun Mas... kita sholat ya." Abi yang terbangun karena suara Anna, menggeliat dan beranjak dari tempat tidur.
Abi menjadi imam saat itu. Anna senang sekali jika Abi menjadi imamnya. Karena Abi akan melantunkan ayat-ayat Al Quran dengan suara indahnya. Membuat hati Anna hangat.
Selesai sholat, Anna menyalami dan mencium punggung tangan Abi. Terlihat oleh Abi mata Anna begitu sembab dan bengkak.
Saat tidur malam itu, Abi mendengar samar-samar suara isak tangis. Tapi karena Abi begitu mengantuk, ia berat sekali membuka mata.
"Maafin Anna ya, Mas..." Ucapnya sembari mencium punggung tangan Abi.
Abi merasakan bulir air mata jatuh di punggung tangannya.
"Sayang... tak perlu." Ucap Abi dengan memegang dagu Anna dan membuat Anna berhadapan dengan Abi.
Hati Abi sungguh perih melihat air mata yang mengalir di pelupuk matanya. Abi mengecup lembut kening Anna begitu dalam.
Anna langsung berhambur memeluk Abi dengan isak tangisnya dan berkali-kali mengucapkan maaf kepada Abi. Abi pun berkali-kali mengecup ubun-ubun Anna.
Setelah Anna tenang, ia melepas mukenanya dan merapikan sajadahnya. Ia duduk di sofa dengan Abimanyu yang merangkulnya.
"Mas Abiii... iihh... nyebelin." Ucap Anna yang dirangkul Abi dan di tarik dalam baringannya Abi di sofa.
"Akhirnya melihat adek senyum. Mas senang sekali." Ujar Abi dengan senyumnya.
Anna yang lalu mengeratkan pelukannya kepada Abi segera mendapat hujan kissing dari Abi. Yang membuatnya merasa geli.
"Mas Abii... gelii... hahaha... geli Mas..." Ucap Anna yang memukul manja lengan kokoh Abimanyu dengan tangan mungilnya.
"Astagfirullah, Mas Abi ! Emang pipi aku donat apa? Di gigit-gigit gitu." Ucap Anna sambil bersungut.
"Masih mau ngambek lagi? Udah selesai nih marahnya?" Ledek Abi.
"Sudah. Sudah puas ngambek. Sudah puas marahnya. Tapi___" Belum sempat Anna melanjutkan, Abi memotongnya.
"Tapi apa?" Tanya Abi.
"Tapi belum puas manjanya sama Mas Abi." Ucap Anna dengan mencium bibir Abi.
Abi tentu meresponnya. Lebih dari sekedar kecupan.
"Mas Abi, maaf ya sudah buat Mas cemburu kemarin." Ucap Anna.
"Karena David Park?" Tanya Abi tanpa basa-basi.
"Hm'emh. Mas marah sama Anna? Kecewa?" Tanya Anna.
"Gak dua-duanya. Justru malah kebalikannya. Mas Abi kagum sama kamu, sayang." Ujar Abi dengan tatapan sendunya.
"Kagum?? Aku bukan girlband yang harus di kagumi Mas... hehehe..." Ucap Anna yang tiada plesetan humorisnya.
"Haha... bukan itu maksudnya. Kamu itu mampu buat aku kagum, Dek. Ada atau gak ada aku, Mas Abi percaya, kalau Mas lagi tugas keluar kota atau sedang tak bersamamu, kamu mampu menjaga diri kamu dihadapan lawan jenis yang bukan makhrammu." Jelas Abi yang membuat Anna sukses berbinar-binar.
__ADS_1
"Insya Allah, Mas Abi. Anna berusaha menjadi istri yang terbaik buat Mas." Ucapnya dengan seulas senyum.
"Alhamdulillah kalau gitu. Lalu David Park? Gimana? Bukankah terakhir kali adek cerita kalau David akan menikah?" Tanya Abi.
"Anna juga gak tau Mas. Gak paham. Berita yang Anna tau dari temannya waktu di Korea seperti itu." Ujar Anna yang iseng sekali memainkan brewoknya Abi.
*Emang gak geli apa ya? 😅
"David Park sepertinya sangat mencintaimu, dek. Ia sampai rela menjadi suami keduamu. Luar biasa kau Anna Maheswari Prayogo." Ujar Abi dengan menggelengkan kepalanya.
"Hahaha... kok luar biasa? Emang aku kenapa? Perasaan Anna biasa aja deh." Ujar Anna dengan tawa renyahnya.
"Kalau biasa aja itu Bang David gak akan minta jadi suami kedua dong. Buktinya Bang bule sipit itu mau jadi suami kamu meski yang kedua. Kan luar biasa namanya." Ujar Abi dengan sungutannya.
"Ejieehh... ada yang jeleous... hahaha..." Ujar Anna yang mencubit gemas hidung Abi.
"Iyalah cemburu. Suami mana yang lihat mantan gebetan istrinya ada di depan mata. Merelakan dirinya untuk dijadikan suami keduanya. Coba tolong itu dicerna ya?" Ujar Abi dengan bersungut.
"Iyaa... maaf sayang... kan Mas Abi tau. Mau ada Om Brad Pitt depan mata juga Anna gak tertarik." Ucap Anna tegas.
"Kenapa?" Tanya Abi.
"Karena yang Anna cinta hanya Mas Abi. Kesayangannya Anna." Ucapnya sambil tersenyum manja.
"Makasih ya sayang... I love you, honey." Ucap Abi yang memeluk erat tubuh Anna.
"Eh iya, Dek, lukanya gimana? Masih sakit?" Tanya Abi kepada Anna.
"Sudah Mas. Sudah gak nyeri-nyeri lagi. Sudah enakan. Karena dipeluk Mas Abi kayaknya. Hehe..." Ujar Anna dengan meledek Abi.
"Alhamdulillah kalau adek sudah sembuh. Hari ini, kita istirahat di hotel saja dulu ya. Besok baru kita jalan lagi. Okay?" Ucap Abi.
"Iyaa, Mas. Anna juga masih menetralisir shock Anna." Jawab Anna dengan senyum.
"Dek, cerita apapun yang kamu rasain ke Mas Abi ya. Jangan dipendam sendiri. Mas harus tau keadaanmu. Kondisimu bagaimana, kesehatanmu. Mas harus tau itu. Ya.." Jelas Abi.
"Iya sayang... Anna pasti cerita." Ujar Anna sambil mengecup pipi Abi.
******
David sudah berada di hotel. Ia ingin sekali bertemu dengan Anna. Ia mengamuk sejadi-jadinya mengingat kejadian tersebut.
"Aku akan merebut Anna-ku kembali. Lihat saja Abimanyu! Aarrgghhh...!!!" Ujarnya dengan geram.
******
*siapapun berhak mempunyai masa lalu
masa lalu ya masa lalu
sekarang ya sekarang
kita tidak bisa memperbaiki masa lalu
yang kita bisa, tap menjadikan masa lalu sebagai pelajaran
__ADS_1
itu baru benar*
******