Sajak Rindu

Sajak Rindu
CHAPTER 49: TEMU KANGEN


__ADS_3

2 Minggu kemudian


Anna dan Abi begitu menikmati honeymoon mereka di Turki. Berbagai kejadian dan moment romantis mereka tak akan lupakan.


"Mas, nanti siang kita mau jenguk Ayni ya... Anna, Icha, sama Aira sudah janjian mau ke rumah Ayni. Jenguk si kembar." Jelas Anna kepada Abi yang sedang menatap layar laptopnya.


"Waduh, ntar siang ya, dek? Tapi Mas Abi harus ketemu sama client dulu. Gimana dong?" Tanya Abi dengan wajah bingungnya.


"Ohh... yaudah, gak apa. Nanti Anna pergi kesana sama teman-teman deh. Mas Abi ketemu sama client nya lama?" Ujar Anna.


"Belum tau, dek. Atau Mas anter dulu kamu ke rumah Ayni ya. Nanti Mas jemput lagi. Gimana?" Tanya Abi yang tak ingin mengecewakan istrinya.


"Mas Abi telat gak nanti?" Tanya Anna memastikan kembali kepada Abi.


"Enggak. Tenang aja. Nanti Mas Abi anter ya, sayang." Ucap Abi dengan seulas senyumnya.


"Okay, Maskuuh..." Ucap Anna sambil beranjak dari ruang kerja Abi.


*****


DI RUMAH AYNI & ALDI


Tawa riang perempuan-perempuan para ibuk dan calon ibuk di ruang tamu yang sedang asyik berbincang.


"Duh, ilee... yang habis pulang honeymoon syegeerr benerrr..." Ledek Aira kepada Anna.


"Hahaha... seger lah... namanya *honeymo*on." Ujar Anna dengan tawa riangnya.


"Abi lagi sibuk banget ya, An?" Tanya Ayni yang begitu mengerti dengan Anna.


"Iya, Ay. Ini tadi cuma nganter aja. Tadinya mau kesini bareng-bareng. Tapi Mas Abi mau ketemu client katanya. Jadi, gue di anter aja." Terang Anna.


"Iya, An. Abi lagi ketemu sama client nya." Ucap Arka yang menyambung obrolan mereka.


"Lo tau Ar?" Tanya Anna bingung.


"Tau gue. Abi sampe geram banget sama Reno." Ujar Arka yang seraya duduk di samping Aira.


"Reno? Yang editor itu? Kok bisa ada hubungannya sama Reno?" Tanya Anna.


"Iya. Gara-gara Reno, Abi ketemu sama Maya lagi." Ujar Arka.


"Maya? Yang suka sama Mas Abi?" Tanya Anna.


"Iya. Perempuan gila yang ngejar-ngejar Abi gak kenal ampun. Nekat banget tuh perempuan." Jelas Arka


"Gue tau An, kejadian lo waktu di Turki. Abi sudah cerita semua sama gue, Aryo, Adit bahkan Aldi pun juga tau." Terang Arka.


"Hehe... iya. Maaf ya... udah buat kalian khawatir." Ucap Anna dengan senyum kudanya.


"Tenang aja, An. Abi gak akan macem-macem kok. Doi udah cinta mati sama lo dan Maya, gak akan pernah bisa ngambil Abi dari lo. Karena apa?" Jelas Adit.


"Karena Abi, lebih rela kehilangan nyawanya. Dibanding kehilangan lo." Lanjut Adit.


"Makasih ya... udah berusaha menenangkan gue. Gue percaya sama suami gue." Ucap Anna dengan senyum manisnya.


Ayni yang tau betul karakter Anna, langsung saja mengajak Anna ke kamar si kembar. Ayni meminta Anna untuk menggendong Kenzo dan Kenzie.


"An, jangan pernah patah semangat ya. Aku, Aira, Alisha, selalu support lo. Apapun itu. Kita semua berdoa, semoga lo lekas di berikan keturunan." Ujar Ayni yang sangat tau kesedihan Anna.


"Iya, Ay. Makasih ya supportnya." Ujar Anna yang memberikan seulas senyum.


"We always for you Anna." Ujar Alisha yang masuk ke kamar si kembar.


"Harus kuat. Karena, Anna yang gue kenal, gak pernah mundur sebelum berperang." Ucap Aira dengan semangat.


"Lebay luh." Ujar Alisha.


"Yee... kayak lo gak lebay aja." Ucap Aira.


"Woiy, itu anak dalam perut lo pada mau cepet keluar gegara dengar ibunya mau adu mulut." Ujar Ayni.


Seketika tawa mereka pun pecah. Itu sahabat. Belum cerita sudah tau duduk permasalahannya apa dan mereka tau harus bagaimana.


Selang mereka berbincang, sore hari menjelang Ashar, Abi datang ke rumah Ayni. Ia menyapa semua yang ada disana. Melihat kembar sebentar.


"Hai, sayang.." Ucap Abi kepada Anna yang sedang membantu Ayni masak di dapur.


"Mas Abiii?" Ujar Anna yang seraya menghambur ke pelukan Abi.


"Maaf ya, Mas Abi lama. Kamu sendirian ya dari tadi?" Tanya Abi yang mencium puncak kepala Anna.


"Enggak kok. Kan rame banyak orang." Jawab Anna dengan seulas senyumnya.

__ADS_1


Abi memeluk erat Anna. Begitupun dengan Anna. Abi sekali lagi mencium ubun-ubun Anna. Ia sangat merindukannya.


"Mas Abi sudah makan?" Tanya Anna seraya melepaskan pelukannya.


"Belum." Abi


"Kok belum? Tadi siang gak makan?" Tanya Anna.


"Enggak, Dek. Gak sempet." Ujar Abi.


"Makan siang gak sempet? Kalau merindukan aku, sempet gak?" Ucap Anna yang mengundang tawa Abi.


"Itu pasti dan selalu sempat, sayang... Mas di gombalin lagi nih? Hahaha..." Tawa Abi riang.


"Haha... dikit doang gombalinnya. Yaudah, Anna mau ke dapur dulu. Bantu yang lain." Ujar Anna sambil berjalan menuju dapur.


"Okay." Ucap Abi. Abi kembali bergabung dengan teman-temannya berbincang di gazebo belakang rumah Ayni.


"Wuidihh... Pak Bos. Baru datang Bos? Sibuk kali kau ini?" Ujar Arka dengan sok-sok berkata ala orang sebrang.


"Gimana Bi? Sukses keluar dari devil hole ?" Tanya Adit kepada Abi dengan senyum jahilnya.


"Udah. Gue udah bilang sama Reno buat dia nih project. Gue cuma tugas ngasih tanda tangan aja. Gue minta Papa Adi buat taro bodyguard di depan ruangan gue. Biar doi gak bisa seenaknya keluar-masuk ruangan gue." Jelas Abi.


"Siapa yang keluar masuk seenaknya? Reno?" Tanya Aryo.


"Reno sama Maya." Ucap Arka.


"Kawinin aja apa mereka? Biar gak rusuh. Hahaha..." Ujar Adit dengan tawanya.


"Reno yang dari tadi lo obrolin, yang dulu cupu banget bukan sih? Yang waktu kuliah di bully terus? Yang lo tolongin kan Bi?" Tanya Aldi penasaran.


"Lo nolongin Reno, Bi? Emang doi kenapa?" Tanya Arka bingung. Karena ia satu kampus dengan Abi, namun Abi tak pernah menceritakannya.


"Cuma sekilas aja. Waktu itu kayaknya Reno lagi down banget. Berdiri di atap gedung kampus yang sudah siap terjun dari sana. Karena kebetulan gue ada disana, ya... gue ajak ngobrol." Jelas Abi.


"Oohh... itu kejadian yang gosipnya nyebar satu kampus. Jadi dua orang laki-laki yang dimaksud itu lo sama Reno, Bi?" Tanya Arka.


"Iya, Ka." Jawab Abi singkat.


"Kasian aja sama Reno. Cuma di manfaatin sama Maya." Ujar Aryo.


"Maksudnya Yo?" Tanya Adit bingung.


"Waktu dua hari lalu kalau gak salah. Gue ke ruang editor. Mau nanya hasil editan gambar shooting ke Raffa. Udah malem sih emang." Terang Aryo.


"Ngapain Yo?" Tanya Adit jahil.


"Ngapain dah terserah dia ya. Tapi ya kali masa di kantor." Ujar Aryo.


"Justru yang ngumpet-ngumpet itu yang seru, Yo. Memicu adrenalin. Hahaha..." Ujar Arka dengan tawa riangnya.


Abi tak pernah berkomentar jika para sahabatnya sudah berceloteh seperti ini. Abi hanya ingin sesegera mungkin tak berurusan dengan Maya.


Kalau mengingat kejadian Anna yang hampir tertabrak mobil karena ulah Maya, Abi begitu geram.


Ia tak habis pikir. Apa manfaatnya Maya melakukan hal bodoh seperti itu. Toh, Abi tak akan pernah mau bersamanya. Sekarang dia malah bercinta seenaknya, di kantor Abi dengan pegawainya, Reno.


Saat mereka asyik berbincang, para istrinya memanggil untuk sholat berjamaah dan makan bersama.


Acara temu kangen dan menjenguk si kembar pun selesai hingga malam. Mereka berpamitan pulang.


******


"Dek, Mas Abi besok ada tugas keluar kota." Ucap Abi sembari duduk di sofa kamar tidur.


"Okay. Berapa lama Mas?" Tanya Anna seraya berjalan menghampiri Abi dari ruang ganti.


"Gak lama kok. 3 hari 2 malam aja. Deket kok, dek." Ujar Abi sambil meminum teh buatan istri tercinta.


"Emang kemana Mas?" Tanya Anna yang duduk di sofa bersama Abi.


"Cuma ke Bandung. Perjalanannya cuma sebentar juga." Ucap Abi.


"Ohh... Bandung. Deket itu mah. Mas Abi bawa kendaraan sendiri?" Tanya Anna.


"Iya. Nyetir sendiri aja." Jawab Abi enteng.


"Di temenin sama Pak Manto deh, Mas. Biar Anna tenang." Ujar Anna menatap lekat Abi.


"Okay! Sip!" Ucap Abi mantap sambil mencubit gemas pipi Anna.


Anna menyiapkan segala keperluan Abi ke dalam ransel. Abi tidak ingin membawa koper. Dia hanya ingin membawa ransel.

__ADS_1


Setelah menyiapkan semuanya, mereka istirahat hingga pagi menjelang. Anna membangunkan Abi untuk sholat malam berjamaah dengannya.


Sambil menunggu shubuh, mereka membaca Al Qur'an. Suara adzan shubuh berkumandang, mereka sholat berjamaah setelahnya mandi untuk beraktivitas kembali.


Anna hari itu sedang hactic karena ada pembagian rapor kepada orangtua murid. Sedangkan Abi, sudah bersiap untuk berangkat ke luar kota.


"Mas, Anna boleh tanya sesuatu?" Tanya Anna sambil memasangkan jaket ke Abi.


"Boleh dong. Tanya apa sayang?" Jawab Abi sambil membenarkan jaketnya.


"Gak jadi deh. Nanti aja." Ujar Anna yang ia ragu untuk bertanya. Ia tidak ingin suaminya kepikiran dengan hal-hal yang tidak penting.


"Anna..." Panggil Abi seraya menggenggam tangan Anna dan menghadapkannya hingga jarak wajah mereka dekat sekali.


"Dek, kalau ada yang mengganjal di hatimu atau ada yang kamu pikirkan, bilang sama Mas Abi. Saling jujur dan percaya itu rumus rumah tangga yang harmonis lho dek." Jelas Abi.


"Mas Abi tugas disana benar-benar niat untuk kerja. Tidak akan yang aneh-aneh. Bahkan, Mas akan bawa Eros kemana-mana." Terang Abi.


Intermezzo


*Eros: Sekertaris Abimanyu yang baru. Karena Arka pensiun jadi sekertaris Abi. Ia di tugaskan Abi di perusahaan yang lain.


Nama lengkap: Eros Bratadikara Nayaka


TTL: Yogyakarta, 11 Januari 1988


Lulusan: Design Grafis


TB: 182cm


BB: 70kg


Status: Single Fisabilillah


Cita-cita: Menikah dengan wanita sholehah


Tinggal di apartment sendiri. Fasilitas lengkap. Mobil, motor, sepeda ada. Yang belum ada hanya teman hidup. 😆


Ayah dan Ibu tinggal di Yogya. Anak ketiga dari 3 bersaudara. Kakak pertama perempuan dan kakak kedua laki-laki.


Mandiri, teguh pendirian, disiplin, tegas, jujur, pemberani, kreatif, santuy, sopan.


Intermezzo close.


"Iya, Mas... Anna percaya itu. Mas Abi gak akan aneh-aneh." Ujar Anna dengan tatapan sendunya.


"Dek, Maya, itu bukan siapa-siapa. Dari dulu sampai saat ini, tidak ada terselip sedikitpun tentang dia di hati Mas Abi. Gak ada sama sekali. Adek, gak perlu khawatir."


"Insya Allah, Mas selalu jaga pandangan Mas. Jaga hati Mas Abi. Karena istri yang Mas Abi cinta cuma satu. Kamu. Anna Maheswari Prayogo." Jelas sekali Abi menjabarkannya.


Ia memeluk Anna dan mencium keningnya. Abi tau betul kekhawatiran istrinya. Maka dari itu, ia menenangkannya dengan menyakinkan bahwa Abi niat untuk bekerja.


Anna diantar oleh Abi ke sekolah sembari Abi berangkat tugas keluar kota. Abi mengantar Anna hingga lobby sekolah.


"Mas berangkat ya. Adek pulangnya minta jemput aja sama si Mamang." Ucap Abi sambil menggandeng Anna.


"Iya... tenang aja. Gampang soal pulang mah." Ujar Anna dengan senyumnya.


Ketika mereka sedang mengobrol di lobby, datang Cindy yang hendak sarapan.


"Eehh... Mba Anna... udah dateng. Pagi, Om Abi... apa kabar?" Sapa Cindy.


"Pagi, Bu Cindy. Alhamdulillah kabar baik. Semangat banget nih." Ujar Abi basa-basi.


"Iya dong... nyiapin senyum buat orangtua murid. Hahaha..." Ucap Cindy.


"Baru dirimu aja Mbae yang dateng? Yang lain belum dateng?" Tanya Anna kepada Cindy.


"Udah Mbae. Cuma lagi sibuk di kelasnya masing-masing. Ini aku mau sarapan dulu. Om Abi, mari sarapan." Ujar Cindy.


"Iya, Bu Cindy. Terima kasih. Silahkan sarapan." Ucap Abi.


"Yaudah, Anna masuk dulu ya. Mas Abi hati-hati. Kabari Anna kalau sudah sampai di Bandung." Ujar Anna sambil mengelus lembut lengan Abi.


"Iya. Nanti Mas kabari. Adek baik-baik ya. Semangat buat rapotannya. Siapin hati. Hahaha..." Canda Abi dengan mengusap kepala Anna.


"Senang betul meledeknya... yaudah, see you. Assalamualaikum, Mas Abi." Ucap Anna sambil mencium punggung tangan Abi.


"Waalaikumsalam, sayang." Ucapnya sambil mencium kening Anna.


Mereka pun berpisah dan bertugas pada kegiatannya masing-masing. Abi menaiki mobil Range Rover Sport Black nya di kursi belakang. Karena kursi depan sudah ada Pak Manto supirnya dan Eros sekertarisnya.


Sedangkan Anna sudah disibukkan dengan tumpukan rapor anak-anak yang akan dibagikan kepada orangtua murid.

__ADS_1


*****


i


__ADS_2