
Salsa melangkah masuk lebih dalam ke rumah Setyo dengan anggun, Salsa tidak perduli dengan Setyo yang di gandeng mesra oleh wanita lain.
Setyo menoleh ke arah Salsa yang tampak tenang masuk ke dalam rumahnya, wajah Salsa terlihat biasa saja, tak terlihat ada kemarahan atau kecemburuan di sana.
Setyo melihat tatapan mata Salsa fokus pada hidangan yang tersaji di atas meja, tidak pada dirinya.
Setyo yang merasa kesal melepaskan gandengan tangan Rihana, dengan kasar. Setyo mendekati Salsa, yang sudah duduk di kursi makan.
"Apa perut kamu sudah begitu lapar?" sindir Setyo.
Salsa menatap ke arah Setyo, lalu mengangguk pelan, Salsa tanpa ragu mengambil piring di atas meja lalu mengambil beberapa makanan yang Salsa sukai.
"Sepertinya ada tamu yang tak sopan" sindir Nyonya Nur.
"Siapa?" tanya Salsa penasaran dan pura-pura tidak tahu.
"Kamu" timpal Malika.
"Setahu ku ini rumah aku, jadi aku bukan tamu di sini" ucap Salsa membuat semua yang ada di sana tercengang.
Setyo yang terkejut dengan ucapan Salsa, sedikit mundur dari meja makan.
"Kenapa sayang, kamu tidak jadi makan?" tanya Salsa heran melihat Setyo yang urung duduk di kursi makan.
"Aku bukan pemilik rumah" jawab Setyo.
"Siapa bilang, kamu sekarang suami aku jelas pemilik rumah ini, seperti ibu dan adik kamu juga pemilik rumah ini karena mereka ibu dan adik aku juga" cerocos Salsa, Salsa kemudian menoleh ke arah Rihana.
"Kecuali dia! Aku tak mengenalnya, bahkan tak tahu namanya" lanjut Salsa menunjuk ke arah Rihana yang bersiap duduk di samping Setyo.
"Dia Rihana tamuku jadi tamu kamu juga" jawab Nyonya Nur.
"Baiklah" ucap Salsa.
Akhirnya malam itu mereka makan bersama, walau di selingi adegan yang tidak pantas dari Rihana pada Setyo.
"Aku ambilkan lauk itu yah? Aku ingat kamu dulu suka sekali ikan itu" ucap Rihana.
Setyo yang memang menyukai ikan yang di tunjuk Rihana mengangguk pelan sambil menatap ke arah Salsa yang tampak asyik menikmati makanannya.
"Aku sudah selesai, di mana kamar ku?" tanya Salsa.
__ADS_1
Setyo bangun dari duduknya, lalu
mengantar Salsa ke kamarnya, Setyo menatap Salsa yang memperhatikan kamar nya.
"Apa kamu suka?" tanya Setyo.
"Apapun yang kamu suka, aku pasti suka" jawab Salsa.
Setyo tersenyum mendengar ucapan Salsa, Setyo menghampiri Salsa lalu menariknya dalam pelukannya, untuk beberapa saat Salsa diam dalam pelukan Setyo, tapi kemudian Salsa menarik tubuhnya agar lepas dari pelukan Setyo, Setyo menatap Salsa yang terlihat risi di peluk olehnya, bahkan Salsa agak memberi jarak antara dia dan dirinya berdiri.
"Aku mau ke kamar mandi" ucap Salsa. Salsa langsung masuk ke kamar mandi yang di tunjukan oleh Setyo, di balik pintu Salsa menyentuh dadanya yang terasa sesak.
"Pandai nya dia berpura-pura" bathin Salsa. Setelah merasa tenang Salsa keluar dari kamar mandi, tapi Setyo sudah tak ada di tempatnya.
Salsa berganti pakaian, lalu segera membaringkan diri dia atas tempat tidur milik Setyo, Salsa merasa sedikit lelah hari ini.
Setyo yang kembali ke kamarnya, melihat Salsa sudah terbaring tidur di atas tempat tidurnya, tersenyum lebar, Setyo segera naik ke atas tempat tidurnya untuk berbaring di samping Salsa dan memeluknya, tapi baru beberapa menit Setyo memeluk Salsa handphonenya berdering, dengan malas Setyo mengambil handphonenya.
"Ibu, ada apa?" tanya Setyo dengan suara perlahan takut mengganggu tidur Salsa.
Setyo segera keluar dari kamarnya, Salsa membuka matanya setelah kepergian Setyo, Salsa menarik nafasnya, lalu memejamkan matanya lagi.
Salsa tahu sepanjang malam Setyo tidak kembali ke kamar nya, entah tidur di mana, Salsa tidak perduli, Salsa keluar dari kamar Setyo lalu segera pergi keluar dari rumah itu menuju rumahnya.
"Terserah kamu!" jawab Salsa, dia langsung masuk ke dalam rumah dengan membawa belanjaan yang dia beli barusan.
Untuk sarapan adik-adiknya.
Setyo terkejut saat bangun mendapati dirinya ada di kamar Rihana, Setyo tak ingat apapun yang terjadi semalam.
"Sayang, akhirnya kamu bangun juga" ucap Rihana sambil memeluk Setyo.
Setyo melepaskan pelukan Rihana, lalu turun dari tempat tidur dan segera keluar dari sana, Setyo mencari Salsa di kamarnya, tapi Salsa tidak ada di sana.
Setyo turun ke bawah menuju ruang makan setelah membersihkan diri, tapi salsa juga tidak ada di sana.
"Apa kalian tidak melihat istriku?" tanya Setyo.
"Mungkin dia sudah pergi karena melihat kita semalam tidur sekamar" ucap Rihana.
"Apa!!" Bentak Setyo
__ADS_1
"Apa yang kalian rencanakan!! seharusnya tidak secepat ini!!" Bentak Setyo marah, Setyo tak jadi sarapan, Setyo berniat mencari Salsa.
"Kemana juga dia pergi!" gumam Setyo.
Setyo datang ke rumah Salsa, Setyo berharap Salsa ada di dalam rumah ini.
Setyo mengetuk pintu rumah Salsa, dan Setyo tersenyum saat melihat Salsa yang membuka pintu.
"Mau apa kemari?" tanya Salsa marah.
"Menjemput kamu" jawab Setyo.
"Tidak usah, aku tidak ingin mengganggu kamu dan wanita itu, silakan nikmati kebersamaan kalian!" Omel Salsa, Salsa mau menutup pintu rumahnya lagi, tapi di tahan oleh Setyo.
"Aku akan menjelaskan apa yang terjadi semalam" ucap Setyo.
"Tidak perlu, aku tidak butuh itu!" sarkas Salsa.
"Ku mohon dengarkan aku" pinta Setyo, Salsa menatap wajah Setyo.
"Baiklah, aku dengarkan"
"Semalam aku menerima telepon dari ibu, memintaku menemani Rihana yang sedang menangis, lalu aku setelah itu aku tidak tahu lagi apa yang terjadi, aku juga terkejut bangun ada di kamar Rihana" cerita Setyo.
"Apa seperti itu, kenyataan nya?" tanya Salsa sekali lagi.
"Aku berani sumpah" ucap Setyo sambil mengangkat kedua jarinya .
"Aku percaya sama kamu, masuklah gabung bersama kami untuk sarapan" ajak Salsa, Setyo mengangguk cepat lalu segera masuk ke dalam kontrakan Salsa.
"Setyo, mau jemput Salsa?" tanya Baron senang melihat menantunya datang.
"Iya pak" jawab Setyo, Setyo kemudian bergabung duduk di meja makan pagi itu.
***
Salsa akhirnya kembali ke rumah mewah Setyo, Salsa dan Setyo langsung masuk ke dalam kamar mereka, Setyo memeluk Salsa ke dalam pelukannya.
Setyo langsung mencium bibir Salsa dengan lembut, entah mengapa Setyo merasa ketagihan dengan bibir tipis nan manis milik Salsa istrinya ini.
Setyo mengangkat tubuh Salsa lalu membaringkan Salsa diatas tempat tidur, Salsa membiarkan Setyo bermain di area bibirnya, dengan sesekali dia membalasnya, Setyo yang merasa nafsunya mulai mengendalikan nya, melepaskan ciumannya pada Salsa, Setyo membaringkan tubuhnya di samping Salsa lalu memeluk Salsa erat, dan tertidur.
__ADS_1
Salsa yang membuka matanya setelah yakin kalau Setyo sudah tertidur pulas "aku akan mengikuti permainan kamu sayang" ucap Salsa, sambil tersenyum kecut melihat Setyo tertidur pulas.