Salsa

Salsa
bab 33. pengakuan Mona


__ADS_3

Mona meminta Salsa untuk memanggil pengacara, namun Salsa diam saja, membuat Mona sedikit geram.


"Kenapa apa, kamu tidak mau mengeluarkan Restu?" tanya Mona perlahan, bagaimanapun Mona merasa harus tetap menjaga emosinya, kalau tak ingin membuat orang mencurigainya.


"Aku, hanya ingin sedikit memberi pelajaran pada Restu, ini sudah kesekian kalinya, tapi dia tak pernah kapok! aku lelah memberinya kesempatan!" jawab Salsa, mendengar penjelasan Salsa, Mona sedikit terkejut, pasti berat bagi Salsa yang harus mengurus adik-adik nya yang masih membutuhkan kasih sayang sekaligus mencari uang.


Mona menitikkan air mata, jika saja dulu dia tidak meninggalkan anak-anaknya mungkin ini semua tidak akan pernah terjadi. Mona bebar-benar menyesali perbuatannya, tanpa dia sadari dari mulutnya terdengar suara isak tangis, membuat Salsa terkejut dan menoleh kearah Mona, yang sedang menangis, sedih, Salsa yang tidak mengerti dengan situasi yang terjadi duduk di samping Mona dan memeluknya.


Salsa terdiam, menunggu tangis Mona berhenti, setelah merasa Mona sudah tenang, baru Salsa melepaskan pelukannya pada Mona.


Salsa menatap sedih ke arah Mona, entah apa yang harus Salsa tanyakan pada Mona, Mona melirik ke arah Salsa, Mona tahu apa yang sedang di pikirkan Salsa.


*Haruskah aku mengatakan nya sekarang padanya, sepertinya putriku yang satu ini, sangat pengertian* bathin Mona.


Mona menatap ke arah, Salsa lalu berucap "aku akan menceritakan satu rahasia terbesar dalam hidupku, apa kamu mau mendengarnya?" tanya Mona.


Salsa terdiam, rahasia apa yang sebenarnya akan di ceritakan oleh Mona padanya, sampai akhirnya Salsa mengangguk pelan.


"Aku sebenarnya sudah menikah sebelum menikah dengan Dokter Burhan" ucap Mona, Salsa terkejut dengan pengakuan Mona padanya saat ini.


"Aku bahkan mempunyai 5 orang anak dari pernikahan ku yang sebelumnya" lanjut Mona.


Mona terdiam sesaat untuk melihat bagaimana reaksi Salsa, Mona melihat Salsa hanya terdiam seperti menunggu cerita selanjutnya dari dirinya.


"Aku meninggalkan anak-anakku, mencari kehidupan yang lebih baik" Mona kembali terdiam menoleh ke arah Salsa, menunggu reaksi dari Salsa, namun Salsa hanya terdiam di tempatnya.

__ADS_1


Salsa jadi teringat pada ibu nya, yang telah pergi meninggalkan dia dan adik-adiknya, walaupun kenyataannya seperti itu, Salsa tidak marah kepada ibunya, Salsa mengerti kenapa ibu sampai pergi meninggalkan mereka, ibu sudah tidak tahan dengan perlakuan ayah, padanya. Walaupun akhirnya, Salsa sendiri yang menjadi korban karena ulah mereka berdua.


Salsa menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menoleh ke arah Mona dan berkata.


"Pasti anda mempunyai alasan yang kuat sampai harus meningkatkan anak-anak anda!" ucap Salsa, Mona menatap Salsa sedih, lalu mengangguk.


"Suamiku suka mabuk dan memukuli ku" jawab Mona pelan.


Salsa terdiam lama, saat mendengar ucapan terakhir Mona *kenapa cerita Mona, sama persis dengan cerita ibu mu* bathin Salsa.


"Apa kamu ibuku?" tanya Salsa pelan, Mona mengangguk. Salsa menatap lekat Mona yang ada di depannya, walaupun wajah Mona memang sangat mirip dengan ibunya, tapi mereka terlihat bagai dua orang yang berbeda, ibunya cantik namun polos sedangkan Mona terlihat seperti wanita pandai dan pintar.


Salsa tidak bereaksi apapun, membuat Mona sedikit ketat ketir.


"Apa ibu, pernah mencoba mencari kami selama ini?" tanya Salsa, yang akhirnya membuka mulutnya.


"Ibu pergi ke Amerika saat, itu" ucap Mona.


*Begitu marah kah, ibu saat itu, sampai harus pergi sejauh itu meninggalkan anak-anaknya* bathin Salsa.


"Apa ibu kembali kemari karena ingat kami?" tanya Salsa.


"Ibu tak pernah melupakan kalian sedetik pun, selama ibu tinggal di Amerika, kalian selalu dalam ingatan ibu selalu, bahkan kadang ibu menyesal telah meninggal kalian, tapi nasi sudah menjadi bubur, ibu tak bisa mengulang lagi peristiwa masa lalu, kini yang ada hanya harapan, agar kalian bisa memanfaatkan ibu" ucap Mona.


Salsa tidak langsung membuka mulutnya, ketika Mona selesai bicara Salsa terdiam, menatap Mona.

__ADS_1


*Ibu, pasti tersiksa selama ini, karena penyesalan terus menghantui nya, seperti yang terjadi pada ayahnya, yang malah semakin tenggelam dalam keburukannya, yaitu mabuk tanpa bisa bangkit* bathin Salsa.


"Sepertinya aku harus memberi kesempatan kepada ibu, untuk memperbaiki diri, karena sekarang hanya ibu, yang aku miliki setelah ayah pergi untuk selamanya" pikir Salsa.


"Aku akan membantu ibu, agar adik-adik bisa menerima kehadiran ibu kembali" ucap Salsa pada Mona.


Mona terdiam *apakah ini artinya Salsa memaafkan dirinya?* bathin Mona bertanya-tanya.


"Apa kamu memaafkan ibu?" tanya Mona perlahan dan sedikit ragu.


Salsa tersenyum lebar, lalu berlari dalam pelukan ibunya yang hangat dan juga sangat, Salsa rindukan selama ini, Mona dengan perlahan memeluk erat Salsa kembali, Mona tak percaya, anak gadisnya yang polos ini, begitu dewasa memahami hidup, melebihi dirinya.


Mona menangis sambil memeluk Salsa, tidak ada lagi keinginan yang Mona inginkan selain mendapatkan pengakuan dari anak-anaknya.


Salsa melepaskan pelukan ibu nya, yang masih menangis, Salsa menghapus air mata, ibu nya perlahan "aku tak ingin ibu berakhir seperti ayah, semangat lah ibu! aku akan mendukung ibu, karena aku tahu perjalanan nya akan sulit buat mu" ucap Salsa.


Mendengar ucapan putri nya, Mona mengencangkan tangisannya, memperlihatkan bagaimana menyesalnya dirinya, atas perbuatannya di masa lalu.


Apalagi setelah tahu, dia telah meninggal putri yang begitu baik seperti Salsa, yang selama ini telah menjadi korban keegoisan dirinya.


Suasana yang sedih dan haru terjadi di antara Salsa dan Mona, hingga tanpa sadar ada seseorang di belakang mereka, yang menatap mereka sinis dan benci. Tanpa di ketahui oleh Salsa dan Mona, Chika mendengar semua percakapan diantara mereka berdua, mendengar apa yang dikatakan Mona, Chika merasa Mona adalah orang egois yang tidak bisa di maafkan dan Salsa adalah seseorang yang munafik yang selalu,ingin terlihat baik di mata orang lain, Chika sangat membenci Salsa.


Chika berjanji tak akan pernah memaafkan Mona seumur hidupnya, ia akan membuat Mona menyesali karena telah kembali mencari anak-anaknya.


Bahkan Mona akan menghancurkan kehidupan rumah tangga Mona saat ini, agar Mona menderita, sama seperti dirinya yang merasa menderita karena di tinggal oleh nya, sejak kecil.

__ADS_1


Dan untuk Salsa, Chika akan membuat Salsa membuka matanya, bahwa bukan hanya Salsa yang menderita dan berjuang untuk keluarga tapi juga dirinya, bagaimana Chika harus bekerja sendiri memenuhi semua keperluan sekolahnya, bahkan dia yang selalu menjaga adik-adiknya, saat Salsa bekerja dan semua itu sungguh sangat melelahkan dan membosankan, di saat temannya bermain, Chika harus di rumah menjaga adik-adiknya, sendirian dan Chika ingin semua orang harus semua itu.


__ADS_2