Salsa

Salsa
bab 64 Perang dingin antara Rihana dan Nyonya Nur


__ADS_3

Rihana terdiam, apa yang di tawarkan oleh Setyo memang yang diinginkan olehnya, tapi keinginan untuk tetap menjadi istri Setyo dalam hati Rihana masih tetap ada, Rihana menatap Setyo sebentar, lalu mengangguk. Rihana akan mengalah terlebih dahulu sekarang, nanti dia akan memikirkan rencana lain untuk menjebak Setyo agar menikah dengannya.


Rihana menatap pintu kamar nya di rumah sakit, di sana telah berdiri Nyonya Nur yang sedang menatap ke arahnya, dengan tatapan yang tajam, tanpa Setyo dan Rihana ketahui Nyonya Nur mendengar apa yang di ucapkan Setyo pada Rihana, tentu saja dia tak setuju, seorang benalu seperti Rihana tinggal di rumahnya.


"Kamu ternyata sudah sadar!!" seru Nyonya Nur.


"Aku harap setelah kamu bisa keluar dari rumah sakit ini, kamu telah mempunyai tempat tinggal yang baru!" lanjut Nyonya Nur.


"Tidak ibu, Rihana akan tetap tinggal di rumah kita!" sela Setyo.


"Itu tidak mungkin! kemarin saja saat Rihana hamil tanpa menikah tinggal di rumah kita banyak tetangga yang bergosip membicarakan kita!"


"Biarkan saja mereka bicara Bu!"


"Tidak! ibu tak mau jadi bahan gosip lagi! apalagi setelah ibu tahu ternyata anak yang di kandung Rihana bukan anak kamu, Rihana telah berbohong!" omel Nyonya Nur.


Setyo dan Rihana terkejut mendengar apa yang di ucapkan Nyonya Nur. Setyo menatap bingung ke arah ibunya, bagaimana ibunya bisa tahu tentang hal ini? padahal dirinya telah meminta Dokter untuk merahasiakan hal ini pada siapapun.


Rihana menatap tajam ke arah Nyonya nur lalu berkata "itu semua bohong anak itu, anak kamu!" protes Rihana.


"Jangan berbohong lagi, Setyo telah meminta Dokter melakukan tes DNA pada bayi itu sebelum meninggal" lanjut Nyonya Nur dengan santai, membuat Rihana menoleh ke arah Setyo, apakah benar apa yang telah di katakan Nyonya Nur itu? jika memang benar mengapa Setyo tetap baik padanya, bahkan tidak marah padanya, apakah Setyo telah jatuh cinta padanya? bathin Rihana, masih menatap penuh tanda tanya pada Setyo.


"Jangan pikirkan hal itu dulu, kamu konsentrasi pada pemulihan kamu saja dulu!" ucap Setyo menjawab tatapan Rihana.

__ADS_1


"Tidak buat apa aku sembuh, jika mendapat tuduhan seperti ini!" protes Rihana.


"Tuduhan apa?! Itu memang benar adanya!" sela Nyonya Nur, sambil memperlihat kan secarik kertas pada Rihana.


Rihana mengambil kertas yang di sodorkan padanya oleh Nyonya Nur dengan kesal. Rihana masih berpikir ini adalah akal-akalan Nyonya Nur untuk memisahkan dirinya dengan Setyo.


"Tanyakan saja pada Setyo pada dia yang telah melakukan tes itu atau tidak?"


Rihana melihat dan membaca surat yang sekarang berada di tangannya, lalu menatap ke arah Setyo, sekali lagi dengan penuh tanda tanya.


"Apa kamu yang telah melakukan ini?" tanya Rihana tak percaya.


Setyo dengan berat mengangguk kan kepalanya, kemudian melihat bagaimana reaksi yang akan di tunjukkan Rihana setelah tahu bahwa kebohongannya selama ini telah terbongkar.


Rihana menoleh ke arah Nyonya Nur dengan wajah marahnya begitu juga pada Setyo, karena telah lancang melakukan tes tersebut tanpa seijin darinya, selaku ibu kandung dari bayi tersebut.


"Kenapa kalian tidak minta izin padaku dulu sebelum melakukan tes ini?" tanya Rihana marah sambil menunjukan kertas yang sekarang sudah menjadi gulungan kertas di tangan Rihana.


Nyonya Nur tersenyum sinis, melihat reaksi dari Rihana yang marah pada dirinya dan Setyo, seharusnya Rihana meminta maaf pada Setyo atas kesalahannya ini, dasar wanita tak tahu malu! maki Nyonya Nur dalam hatinya.


"Maafkan kami, tapi seperti kamu tahu ini lah Setyo tunggu sejak kehamilan kamu dia ketahui, kamu juga pasti tahu hal itu!" ucap Nyonya Nur pelan, mencoba menahan rasa marah dalam hatinya melihat sikap Rihana, tapi Nyonya Nur terlihat tidak mau gegabah dengan marah pada Rihana, karena semua rahasia nya ada pada Rihana, dan Nyonya Nur takut jika Rihana terpojok saat ini karena dirinya, Rihana akan membongkar semuanya pada Setyo.


Rihana menatap Setyo, kemudian menoleh ke arah Nyonya Nur lagi, tersenyum kecil pada Nyonya Nur jantung Nyonya Nur seperti berhenti saat itu melihat senyum dari Rihana padanya, apa yang akan di lakukan Rihana selanjutnya? bathin Nyonya Nur, wajahnya terlihat seperti agak kaku sekarang.

__ADS_1


Rihana melihat perubahan itu dan tersenyum sekali lagi "ada apa dengan kamu?!" tanya Rihana pada Nyonya Nur.


"Apa maksud kamu? aku baik-baik saja!" jawab Nyonya Nur cepat.


Untuk kesekian kalinya Tuhan tersenyum "kamu berbohong! wajah kamu memucat!" seru Rihana, Setyo yang mendengar itu terkejut lalu melihat ke arah Nyonya Nur dan betul wajah ibunya terlihat agak pucat sekarang.


"Apa ibu merasa sakit?" tanya Setyo penuh rasa khawatir untuk Nyonya Nur, Nyonya Nur pun segera menggelengkan kepala nya pelan.


"Tidak, ibu baik-baik saja!" jawab Nyonya nur cepat.


"Tapi wajah ibu terlihat pucat! Aku akan panggilkan dokter!" seru Setyo, mendengar itu dari mulut Setyo Rihana tersebut tersenyum lebar.


"Ti_tidak usah, ibu baik-baik saja, mungkin ibu lelah, bulak balik ke rumah sakit, melihat keadaan Rihana!" Setyo mengurungkan niatnya memanggil dokter untuk ibunya.


"Lebih baik ibu pulang dan istirahat sekarang, biar Rihana aku saja yang menjaga " ucap Setyo.


"Baiklah!" dengan berat hati Nyonya Nur keluar dari kamar perawatan Rihana, Nyonya Nur sebelum pergi menatap tajam ke arah Rihana yang tersenyum lebar padanya, Rihana telah berhasil membalikkan keadaan dirinya yang terpojok pada Nyonya nur, dan Nyonya Nur sangat kesal akan hal ini.


Setyo terduduk di kursi yang amat jauh dari tempat tidur Rihana, Setyo mengambil sebuah majalah yang ada di atas meja, lalu membacanya tanpa bicara apapun pada Rihana tentang masalah tadi, Rihana menatap ke arah Setyo kesal. Apa yang harus di katakan pada Setyo, haruskah dirinya minta maaf? tapi itu tak mungkin dia lakukan, Rihana merasa dirinya tak bersalah semua yang di lakukan olehnya untuk mendukung rencana ibu Tegar yang ingin memisahkan Setyo dengan Salsa. Seharusnya ibu Setyo sendiri yang meminta maaf pada putranya karena telah membohongi nya.


"Apa yang ingin kamu katakan padaku?" tanya Setyo tiba-tiba, sebenarnya Setyo tahu jika sejak tadi Rihana memperhatikan nya.


"Tentang apa?" tanya Rihana sambil menoleh ke arah Setyo dengan terkejut.

__ADS_1


__ADS_2