Salsa

Salsa
Chapter 1


__ADS_3

Happy Reading! and always to smile!🙂


"Apakah jika ingin menjadi orang baik harus selalu menahan penderitaan dari semuanya?"


Terik matahari yang panas dan tengah berada di atas kepala tidak membuat gadis yang mengenakan seragam sekolah itu berhenti mengayuh sepedanya dengan kecepatan tinggi,tanpa menghiraukan hinaan orang-orang yang berlalu-lalang. Yang tengah ia pikirkan hanyalah cepat sampai disekolah tepat waktu dan tidak terlambat. Dan kini gadis itu sudah berdiri didepan gerbang sekolahnya"SMA SEMESTA" ia segera turun dari sepeda lalu menuntun sepedanya dan membawanya ke tempat parkir yang ada di sekolahnya itu.


Kini gadis itu sedang berjalan di koridor sekolah menuju kelasnya, dengan mengenakan jepit rambut hijau muda dirambut sebelah kanan dan rambut hitam panjang yang tergerai sambil membawa beberapa buku ditangannya. Banyak tatapan mata yang memandangnya dengan remeh. Bahkan, ia tak memiliki teman satupun disekolah itu. Ia selalu menjadi bahan bully seluruh siswa-siswi dan juga kakak kelasnya.


"***** si pembawa sial lewat gaes!"


"Idih jijik gue deket-deket dia!"


"Dekil amat jadi orang!"


"Muak gue liat aja!"


"Masih ada aja anak kayak dia didunia ini."


"Tahu tuh! Gak sadar diri banget. Ini kan sekolah terkenal dan nggak ada anak pembawa sial sama sekali. Cuma dia anak pembawa sial disekolah ini. Buat malu aja, najis!"


"Hahahaha iya. Jangan-jangan dia masih sekolah disini karena kepala sekolah diancam sama dia!"


"Itu sih udah pasti!"


"Kuy pergi! Nanti kita semua pada sial lagi dekat-dekat dia!"


Gadis itu yang mendengar semua itu hanya bisa mencengkeram kuat seragamnya dan tak dapat melawan yang bisa ia lakukan hanyalah menahan derai air mata yang terus mengalir membasahi pipinya. Gadis bername tag Stesia Nadya Ilsa itu yang biasa dipanggil Nadya, namun ia selalu dipanggil pembawa sial oleh teman sekelasnya. Walaupun tak ada yang menganggapnya sebagai teman.

__ADS_1


Dia adalah gadis yatim piatu satu-satunya yang berada di SMA SEMESTA. Dia selalu dibully oleh kakak kelasnya. Dia terus berjalan menyusuri koridor sekolah menuju kelasnya, yaitu 10 IPA 2 sambil sesekali membetulkan posisi buku yang dibawanya.


Sepanjang perjalanan ia selalu mendengar bisikan tak mengenakkan dari teman seangkatannya dan juga kakak kelasnya. Tapi ia tak ambil pusing. Meski terkadang ia akan menangis dalam diam di tempat sepi.


Saat tiba didepan pintu kelasnya ternyata pintu kelasnya tertutup. Ia memegang kenop pintu dan memutarnya. Pintu terbuka dan detik itu juga seember cairan kental berwarna coklat mengalir membasahi badannya, dan tawa kemenangan penghuni 10 IPA 2 terdengar nyaring ditelinga nya. Semua siswa kecuali satu orang.


"***** lihat deh ekspresinya, ngakak gila!"


"Puas gue ngerjain dia!"


"Apa lagi gue. Puas banget lagi!"


"Gila! rencana si Angelyna mantap betul."


"Emang pantes sih dia kayak gini, hahahaha"


"Nggak pantes tau dia disekolah ini!"


"Iya secara dia anak pembawa sial dan lagi anak yatim piatu!"


"Bener tuh, pasti orang tua nya buang dia!"


"Dasar pembawa sial bikin malu nama kelas aja!"


Nadya tak menghiraukan mereka. Ia berjalan menuju kursinya dengan keadaan masih basah kuyup. Ia menaruh buku dan tas diatas meja, ingin segera berlari menuju toilet mengganti seragam. Tapi seorang gadis mendekatinya dengan wajah sombongnya disusul teman-temannya dari belakang.


Dia adalah Angelyna Daisy Cerella. Angelyna adalah teman sekelas Nadya. Terkenal akan bully an nya yang kejam. Dan ditakuti oleh seluruh teman-teman sekelasnya, suka memerintah dan tidak bisa dibantah siapapun.

__ADS_1


"Nadya! Gimana?enak?"tanya Angelyna mengejek.


Nadya hanya diam tak menjawab dan hanya menunduk dengan tangan menggenggam kuat menatap seragamnya yang basah dan berbau busuk. Dan tubuhnya gemetaran karena menahan tangis air matanya yang mengalir membasahi pipinya.


"Hey jawab! Gak usah nunduk! Lo pikir seragam lo bagus banget diliatin gitu?! Seragam kumel aja songong!"kata Belva, teman Angelyna.


"Lagian ini hukuman buat Lo, karena Lo udah rebut Aidyn dari Angelyna"kata Celsi, teman Angelyna.


Nadya berjalan pelan menuju lokernya dan meninggalkan kelas dan pergi ke toilet. Setelah 5 menit di toilet Nadya keluar dengan seragam cadangannya. Nadya memasukkan seragam basah kedalam kresek hitam dan membawanya menuju loker. Dan akan dicuci nanti setelah pulang sekolah.


Pelajaran pertama sudah dimulai. Namun Nadya belum juga hadir. Beberapa menit kemudian…


Nadya masuk kedalam kelas lalu meminta maaf kepada guru karena terlambat masuk kelas dan berjalan menuju kursinya. Saat Nadya sudah duduk di kursinya teman disekitarnya sedikit menjauhi kursinya. Tiba-tiba Belva mengatakan bahwa didalam kelas ada yang kentut berbau busuk dan menyengat.


Beberapa menit kemudian bel berbunyi dan pelajaran pun usai. Semua siswa-siswi keluar kelas. Ada yang menuju kantin untuk mengisi perutnya dan sebagian ketempat lain sama seperti Nadya, yang berniat untuk pergi ke taman belakang sekolah.


Tapi saat berjalan dikoridor semua siswa-siswi menutup hidungnya saat Nadya melewati mereka. Dan lagi-lagi langkahnya terhenti saat ada yang menarik rambutnya dari belakang. Orang itu adalah Floretta Lariska Tacita, kakak kelas Nadya yang juga terkenal dengan bullyan nya yang kejam.Bahkan lebih kejam dari Angelyna. Nadya berusaha melepaskan tangan Delia yang menarik rambutnya berulang-ulang tapi tetap saja tidak bisa.


Hal ini membuat Floretta, Delia dan Hilda tertawa penuh kemenangan. Setelah beberapa kali Nadya berusaha akhirnya ia berhasil kabur dari mereka. Nadya segera berlari menjauh dari mereka, menuju tempat tujuannya tadi yaitu taman belakang sekolah. Karena hanya tempat itu yang tidak pernah didatangi siapapun.


Kini Nadya tengah duduk di kursi taman belakang sekolah dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya. Ia memikirkan apa kesalahannya selama ini? kenapa dirinya selalu jadi bahan bully di sekolahnya ini? apa karena ia adalah seorang yatim piatu?


Nadya begitu lama berada di taman belakang sekolah itu. Terkadang Nadya bahkan bisa duduk ditempat ini hingga jam istirahat berakhir. Dan saat jam istirahat berakhir dan berganti jam pelajaran selanjutnya yang pertanda bahwa waktunya untuk dirinya bertahan lagi dan menerima semua perlakuan buruk yang diterimanya.


Saat Nadya masih larut dalam pikirannya sendiri.Tiba-tiba dari belakang kursi taman yang didudukinya ada tangan yang memegang pundaknya. Saat Nadya menyadari bahwa kini ia tak sendirian lagi ditaman belakang sekolah itu ia segera menghapus air matanya lalu menengok dan melihat orang itu. Melihat orang itu membuat Nadya terkejut dan langsung berdiri dari duduknya dan seketika itu juga Nadya menjadi tegang dan gugup seakan menyembunyikan sesuatu dari orang itu.


Silahkan komentar di kolom komentar! Dan jangan lupa untuk follow n' vote sebanyak-banyaknya!

__ADS_1


__ADS_2