Salsa

Salsa
Chapter 4


__ADS_3

Happy Reading! and always to smile!🙂


Hasil tes DNA menunjukkan bahwa Nadya/Stesia adalah Salsa, putri Bertha yang hilang 16 tahun yang lalu.


Dan saat itu juga Bertha menghubungi seseorang dan menyuruhnya segera datang. Sementara Selma masih tidak percaya jika selama ini sahabatnya adalah anak dari Tante Bertha.


Beberapa menit kemudian orang itu datang dengan tergesa-gesa terlihat dari saat ia masuk ruangan dengan nafas yang terengah-engah.


Orang itu yang tak lain adalah Isaak Edbert Andriana, suami dari Bertha dan sekaligus Daddy Salsa segera mendekati Bertha dan memeluknya erat beberapa menit.


"Apa kamu yakin dia adalah putri kita?"tanya Edbert dengan tatapan tak percaya


"Aku yakin! karena aku juga sudah melakukan tes DNA dengannya dan hasilnya benar. dia adalah anak kita!putri kita yang selama ini kita cari-cari"kata Bertha yang mulai menangis bahagia


Kemudian mereka mendekati Nadya/Stesia yang masih tak sadarkan diri. Mereka mengelus lembut Nadya/Stesia


"Salsa, putriku. Akhirnya kami bisa menemukanmu!kami tidak akan pernah membiarkan kami kehilangan kamu untuk kedua kalinya"kata Edbert dengan mengelus lembut tangan Nadya yang masih diinfus.


***


Beberapa hari kemudian…


Nadya perlahan membuka matanya dan menatap sekelilingnya. Ia terkejut saat melihat seseorang yang tertidur pulas dengan memegang tangannya. Nadya dengan perlahan melepaskan tangan orang itu dari tangannya.


Orang itu terbangun dari tidurnya saat merasakan pergerakan dari Nadya yang ingin melepaskan tangannya dari Nadya.


"Oh…kamu sudah bangun!"


"Kamu siapa? dimana aku? dan siapa aku?"tanya Nadya yang lemah dengan berturut-turut


Hal itu membuat Bertha terkejut


"Ini Bunda!"


"Bunda?"


"Iya, benar. Ini Bunda."


"Lalu siapa aku?"


"Kamu adalah Salsa, Salsa Tansy Andriana. Putri Bunda"


"Putri?"


"Ya, sayang.putri Bunda"


Dan beberapa detik kemudian Edbert masuk ruangan dengan membawa sesuatu. Dan sejak saat itu Nadya dipanggil Salsa


Melihat Salsa yang sudah sadar membuat Edbert bahagia dan langsung berlari lalu memeluk erat tubuh Salsa.


Salsa bingung dengan hal itu. Perlahan Edbert melepaskan pelukannya.


"Ini Daddy, sayang!"


"Daddy?"tanya Salsa dengan tak percaya


"Iya, ini Daddy."


"Lalu kenapa aku bisa disini?"tanya Salsa pada mereka


Mereka saling menatap dan itu membuat Salsa menunggu dengan tak sabar


Tiba-tiba Dokter datang


"Oh, ternyata pasien sudah bangun. Kalian orang tuanya 'kan?"


Keduanya mengangguk


"Baiklah, bisa kita bicara!"


"Baik Dok"kata Edbert yang perlahan ikut pergi dengan Dokter bersama Bertha disampingnya.

__ADS_1


***


"Bagaimana keadaan putri kami, Dok?"tanya Edbert


"Pasien mengalami hilang ingatan karena depresi sebelumnya"terang Dokter


Kini Bertha sedang menemani Salsa diruang rawatnya bersama dengan Edbert disampingnya


"Sebentar, Bunda harus menghubungi seseorang"


***


Beberapa jam kemudian Dokter mengatakan bahwa Salsa sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Dan ia pulang bersama Bertha dan Edbert menuju rumahnya, rumah keluarga Andriana (keluarga terkaya pertama di dunia)


Saat dalam perjalanan, Salsa terlihat begitu bahagia. Ia membuka kaca mobil dan menghirup udara segar yang dinikmatinya. Seakan mendapatkan kehidupan baru.


Sementara itu Selma yang masih di sekolahnya terlihat begitu bahagia dan ceria. Setelah mendapat kabar bahwa Stesia atau yang sekarang Salsa sudah sadar dan diperbolehkan pulang.


"Ada apa? kenapa kamu terlihat begitu bahagia?"tanya Scarlet


"Benar. Tidak biasanya kamu seperti ini"kata Sendra


"Tidak! Aku hanya senang dan lega karena sahabatku yang kritis selalu beberapa waktu lalu sudah sadar dan bisa pulang"jelas Selma


"Oh, jadi itu alasannya"kata Scarlet dan Sendra bersamaan


Perbincangan mereka terhenti saat Angelyna cs(ANGELERD) membully lagi.


Selma yang melihat Angelyna akan menampar siswi itu langsung menahan lalu menangkisnya. Dan membuat suasana kantin seketika hening.


Terlihat sekali dari wajah Angelyna yang marah dengan hal ini.


Sementara kini Salsa berdiri di depan sebuah mansion mewah bercatkan biru langit. Bertha menghampiri Salsa dan mengajaknya masuk.


Ketika masuk mansion mewah itu terlihat isi dari mansion itu yang lebih mewah lagi. Saat Salsa masih terpesona dengan keindahan mansion itu tiba-tiba…


"Hai…"kata 2 orang yang tak lain adalah Marta Patricia Andriana dan Deska Leonel Andriana secara bersamaan


Mendengar jawaban dari Salsa membuat Marta dan Deska bingung beberapa saat, kemudian…


"Sayang, kamu pasti masih lemah. Sebaiknya kamu istirahat dikamar"kata Bertha yang mengajak Salsa menuju kamarnya


***


Kini Salsa tengah berada di dalam kamar yang begitu besar dan mewah. Salsa dituntun menuju kasur dan istirahat.


Beberapa menit kemudian Salsa sudah terlelap dalam tidurnya. Dan Bertha berjalan keluar dari kamarnya. Bertha menuruni anak tangga dan menghampiri yang lain di ruang keluarga.


Bertha dan Edbert mulai menjelaskan apa yang terjadi pada Salsa dengan rinci dan jelas. Marta dan Deska terlihat mengerti dengan penjelasan dari orang tuanya itu. Dan mereka berjanji akan berusaha untuk membantu mengembalikan ingatan Salsa seperti semula.


***


Salsa terbangun dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi yang terletak di dalam kamarnya. Beberapa menit kemudian Salsa sudah selesai mandi dan keluar dari kamarnya dengan mengenakan dress warna hijau muda menuruni anak tangga untuk sarapan bersama keluarganya.


Suasana sarapan pagi hening dan hanya terdengar suara nyaring dari sendok dan garpu.


Selesai sarapan pagi Marta dan Deska berangkat sekolah bersama. Marta kelas XII yang sebentar lagi akan lulus dari sekolah sedangkan Deska baru saja selesai kuliah dan kini ikut bekerja di perusahaan Andriana.


Salsa merasa bosan sendiri dirumah. Melihat Salsa yang nampak cemberut dan tak bersemangat akhirnya Bertha mengajak Salsa jalan-jalan ke luar rumah.


Kini mereka sedang berada di mall milik keluarga Andriana. Mereka membeli banyak barang. Lalu mereka kembali jalan dan berhenti di sebuah mansion mewah bercatkan orange.


"Dimana ini, Bunda?"


"Ini adalah mansion milikmu"


"Milikku?"


"Iya, Deska dan Marta juga punya. Maka kamu juga punya"


"Tapi Bunda,aku tidak memerlukan ini"

__ADS_1


"Kenapa? apakah ini tidak sesuai keinginanmu?"


"Bukan itu maksudku, Bunda…"


"Baiklah aku menerima mansion ini"lanjut Syabilla


Mereka berjalan menuju mansion itu dan masuk.


Mereka berkeliling melihat-lihat mansion itu. Kini mereka berada di kamar utama dan terlihat Salsa yang sedang membaca salah satu buku dari rak buku yang ada di dalam kamar utama ini.


"Salsa! sedang apa kamu sayang?"


"Aku sedang membaca buku, Bunda"


"Apakah kamu tertarik menjadi seorang penulis?"


"Iya, memangnya kenapa? apakah tidak boleh, Bunda?"


"Tentu saja boleh"


***


Salsa dan Bertha sudah sampai di rumah mereka. Dan langsung menuju kamarnya masing-masing dan membersihkan diri lalu istirahat.


Beberapa jam kemudian Marta dan Deska pulang tapi mereka tidak sendirian, rupanya Selma bersama mereka. Selma langsung berlari menuju Salsa dan memeluknya erat beberapa detik kemudian ia melepaskan pelukannya dan duduk disamping Salsa.


"Apa kita saling kenal?"tanya Salsa


"Apa maksudmu?tentu saja kita saling kenal. Kita adalah sahabat sejak kecil"


"Benarkah?"


"Iya, benar"


Waktu berjalan begitu cepat dan tidak terasa malam hari sudah tiba dan Selma harus pergi.


"Sepertinya aku harus pulang"


"Kenapa? tidak bisakah kamu menginap di sini?"kata Salsa penuh harap


Selma melirik ke arah Bertha dan Bertha mengangguk


"Baiklah, aku akan menginap di sini"


***


Kini Salsa dan Selma sedang berada di kamar Salsa dan berbaring di ranjang sambil berbincang.


"Selma, seperti apa aku dulu?"


"Kenapa memangnya?"


"Aku hanya ingin tahu apa aku orang baik? atau jahat? apa aku punya teman? atau mungkin musuh?"


"Salsa, kamu orang baik dan kamu punya banyak teman termasuk aku"


"Benarkah?"


"Benar, baiklah ayo tidur! ini sudah larut malam dan besok aku harus sekolah"


Salsa mengangguk dan mereka tertidur dengan nyenyak.


***


Keesokan harinya saat semua keluarga Andriana dan Selma sarapan pagi. Suasana begitu hening hingga…


"Bunda"


"Ya sayang?"


"Apa…ehm apa aku boleh satu sekolah dengan Selma?"tanya Salsa dengan ragu

__ADS_1


Silahkan komentar di kolom komentar! Dan jangan lupa untuk follow n' vote sebanyak-banyaknya!


__ADS_2