Salsa

Salsa
bab 53. Bertemu kembali


__ADS_3

Danuarta melihat ada ekspresi sedih di wajah Salsa saat melihat ke arah Setyo, Danuarta merasa dirinya harus bekerja keras untuk membuat Salsa melupakan Setyo.


"Kurasa kita harus menyapanya?" ucap Danuarta tiba-tiba.


"Kenapa?"


Danuarta tidak menjawab pertanyaan Salsa, Danuarta berteriak memanggil nama Setyo.


Setyo menoleh saat namanya di panggil, tatapannya langsung terpaku pada sosok Salsa, begitu melihatnya.


Untuk beberapa saat lamanya posisi mereka saling menatap satu sama lain, terlihat jelas di sana di kedua mata mereka ada sekilas rasa rindu.


Setyo dengan perlahan berjalan menuju meja Salsa dan Danuarta, lalu menyapa mereka berdua.


"Menunggu seseorang?" tanya Danuarta.


"Teman!" jawab Setyo.


"Setyo!!" suara lain memanggil nama Setyo. Setyo langsung menoleh, teman yang di tunggunya datang.


"Sepertinya teman ku sudah datang!" ucap Setyo sambil melihat ke arah Salsa, Salsa tersenyum lalu mengangguk pelan.


"Lain kali jika kita bertemu lagi, kita pasti bicara panjang lebar" ucap Setyo lagi pada Salsa, Salsa kembali mengangguk.


Setyo walau dengan berat hati meninggalkan Salsa, untuk menemui temannya. Namun setelah itu mata Setyo tak pernah lepas melirik ke arah Salsa.


"Bukankah itu, artis yang sedang naik daun itu?" tanya Rahman, teman Setyo.


"Begitulah!" jawab Setyo pelan sambil melirik ke arah Salsa.


"Cantik, yang di sebelahnya manager dia?" tanya Rahman lagi, Setyo sekali lagi mengangguk.


"Mereka terlihat sangat dekat, aku kalau bekerja dengan wanita secantik itu, rasanya tak mungkin tidak jatuh cinta, Salsa memang cantik, lihat hampir semua pandangan orang di sini ke arahnya, dia seperti magnet" cerocos Rahman.


Mendengar perkataan Rahman, Setyo mengedarkan pandangan matanya ke arah tamu-tamu di sini melirik ke arahnya, walau cuma sebentar, tapi Salsa berhasil membuat mereka satu persatu melihat ke arahnya, Setyo menghela nafasnya.


"Kenapa kamu?"


"Kecewa, ternyata bukan hanya kamu yang terus melihat ke arahnya?" tanya Rahman, sambil tertawa kecil.


"Apa kabar kamu?" tanya Setyo mengalihkan pembicaraan.


"Seperti yang kamu lihat!" jawab Rahman.


Setyo dan Rahman melupakan tentang Salsa sejenak, mereka berkonsentrasi sebentar dengan kepentingan yang ada di antara mereka.


"Dia sudah pergi!" ucap Rahman.

__ADS_1


"Siapa?"


"Salsa" jawab Rahman, Setyo menoleh ke arah Salsa berada, hati nya tiba-tiba kosong tak melihat Salsa ada di sana, Setyo menarik nafas dalam-dalam.


Salsa sebelum pergi meninggalkan Restoran melihat sebentar ke arah Setyo, Setyo terlihat sedang asyik dengan temannya, entah kapan lagi mereka akan bertemu kembali.


***


Keesokan harinya...


Salsa benar-benar sibuk dengan keartisannya, sedangkan Chika sudah mulai bekerja di kantor Danuarta, Burhan yang sudah mengetahui siapa putra dan putri dari Mona, membebaskan Mona untuk menjenguk dan mengurus mereka, asal tidak melupakan dirinya dan Thomas. Tentu saja hal itu membuat Mona gembira dan bahagia.


Kehidupan mereka berjalan sesuai dengan keinginan mereka, dan tentu itu semua membuat mereka bahagia.


Salsa yang pagi ini ada show di luar kota sudah bersiap pergi dan sedang menunggu kedatangannya Danuarta yang akan menjemputnya.


Tak lama menunggu Danuarta tiba, mereka langsung pun langsung pergi ke tempat tujuan.


Salsa dan Danuarta langsung di sambut oleh pihak penyelenggara, yang membawa mereka ke tempat mereka istirahat, Danuarta dengan ketat menjaga Salsa.


"Kamu enak ya, punya manager seperti dia!" ucap Ratna sinis.


"Begitulah, aku tenang sama dia"


"Kalian pacaran?"


Ratna terdiam, lalu pergi meninggalkan Salsa, Salsa tersenyum melihat tingkah senior nya yang satu itu, kemarin ketika Salsa baru mau jadi artis sama sekali tak mau nanya, tapi sekarang selalu saja banyak tanya.


Salsa pergi mencari Danuarta, Ratna yang melihat itu, kembali berjalan ke arah meja rias Salsa.


Ratna mencari sesuatu, tak lama Ratna tersenyum, kamu tak akan bisa bernyanyi hari ini ucap Ratna dalam hati sambil tersenyum sinis.


Setelah selesai dengan urusannya Ratna kembali ke tempatnya, sebelum Salsa kembali ke tempat riasnya.


Ratna segera naik ke atas panggung saat namanya di sebut oleh MC acara saat ini.


Ratna tampil memukau para penonton, Ratna tersenyum puas.


Setelah Ratna turun kini giliran Salsa naik keatas panggung, Ratna melirik ke arah Salsa yang sedang mengoleskan bedak ke wajahnya, Ratna tersenyum lebar.


Tak lama nama Salsa pun di sebut, tapi beberapa kali di panggil Salsa tak kunjung muncul, Ratna tersenyum lebar.


Salsa di balik panggung panik saat melihat wajahnya penuh bintik merah dan juga gatal, Salsa menghubungi Danuarta, untuk mengatasi masalah ini.


Danuarta pun bagai seorang pahlawan muncul di hadapan Salsa.


Danuarta langsung melihat keadaan Salsa, wajah Salsa terlihat memerah dan juga berbintik, sebenarnya apa yang terjadi dengan Salsa, tak mungkin ini terjadi begitu saja? pikir Danuarta.

__ADS_1


Danuarta menelepon seorang dokter untuk segera datang ke tempat acara, sedangkan Ratna karena tugasnya di acara ini sudah selesai Ratna pun segera pergi dari tempat itu.


Salsa di tangani oleh baik oleh Dokter spesialis, membuat Salsa cepat sembuh.


"Katakan kenapa kamu lakukan itu?" tanya Danuarta pada Ratna, Ratna tak menjawab hanya mendengus kesal.


"Apa yang kulakukan?" tanya Ratna pura-pura bodoh.


"Jangan bodoh! Aku punya rekaman saat kamu berad di meja rias Salsa"


"Lalu apa yang aku lakukan?" tanya Ratna lagi, pura-pura tak mengerti.


"Aku tak akan melaporkan apa yang kamu perbuat pada polisi, tapi aku akan mengirim Vidio ini ke media, bagaimana?" ancam Danuarta, yang merasa kesal dengan sikap cuek Ratna.


Ratna terdiam, menatap Danuarta lalu berkata.


"Berapa besar Salsa membayar kamu?" tanya Ratna.


Danuarta merasa kesal dengan sikap yang di tunjukan oleh Ratna yang menurutnya terlalu berani.


"Baiklah jika itu mau kamu, tunggu besok semua yang kamu mau akan terlaksana" ancam Danuarta lalu meninggalkan Ratna.


Ratna tak bergeming, apapun ucapan Danuarta, tidak akan mempengaruhi dirinya untuk membuat Salsa berhenti menjadi artis.


Ratna menelepon seseorang, yang bisa dia andalkan untuk mengatasi hal ini.


Danuarta yang kesal dengan sikap Ratna, mengendarai mobilnya dengan agak cepat, hingga tanpa di sadari oleh Danuarta, ada beberapa motor mengikuti dirinya.


Danuarta yang terkejut ada sebuah motor menyalibnya, membanting mobilnya ke sebelah kiri, hingga membentur pembatas jalan, seketika itu juga mobil Danuarta berhenti, Danuarta yang merasa baik-baik saja segera keluar dari mobil, untuk memeriksa bagian depan mobilnya yang tadi menabrak pembatas jalan.


Baru saja Danuarta turun dari mobilnya, dua orang mendorongnya ke arah mobil, kunci mobil yang di pegang Danuarta di ambil paksa mereka.


"Periksa!" ucap salah seorang, yang tadi mengambil paksa kunci dari Danuarta, kepada temannya sambil melempar kunci yang di pegang olehnya ke arah temannya itu.


"Ketemu bos"


"Bagus periksa!"


"Hapus!"


Di mana kamu simpan kaset vidio itu?" tanya pria itu pada Danuarta.


"Vidio apa?"


"Jangan bodoh serahkan, atau kamu akan celaka!" ancam pria itu lagi.


Hari itu danuarta di buat tak berdaya, yang akhirnya membuat Danuarta menyerah dan mengatakan apa yang pria itu inginkan.

__ADS_1


Setelah mendapatkan apa yang diinginkan, para pengendara motor berpakaian hitam itu, pergi meninggalkan Danuarta, begitu saja.


__ADS_2