Salsa

Salsa
Draft


__ADS_3

rasa bersalah di hati Salsa membuat Salsa termenung di dalam mobil, entah apa yang harus dia lakukan tanpa Danuarta di sisinya.


Danuarta lah yang selama ini selalu membimbing dan menjaga dirinya, dalam dunia keartisan yang baru saja dia jalani.


Bersama Danuarta, Salsa merasa aman karena Danuarta selalu mengetahui apa yang harus di lakukan.


"stop!".seru Salsa pada sopirnya.


Salsa turun dari mobil dan berjalan menuju taman yang tep


di hadapannya, Salsa teringat ketika dirinya masih sering berkumpul dengan teman-temannya di taman ini, rasanya Salsa ingin kembali di masa itu.


Salsa merasa dirinya sendirian sekarang, dan ada teman atau kawan yang menemani.


Salsa menatap langit yang mulai gelap, tanda malam pun akan tiba, Soraya yang sejak tadi duduk di kursi taman, terkejut saat melihat siapa yang sedang ada di hadapannya sekarang.


"kamu"


"sedang apa sendirian?"


"hanya sedang mengingat masa lalu"


"sudah hampir malam, cuaca akan dingin di sini"


Tanpa bicara lagi, Salsa bangun dari duduknya, berniat pergi dari taman itu.


"tunggu!! biar aku antar!" seru Setyo.


Salsa terkejut melihat Setyo yang tiba-tiba ada di hadapannya, entah sejak kapan Setyo menghampirinya, Salsa merasa bodoh karena tak melihat kedatangan nya.


"mobilku di sana!" jawab Salsa.


"biarkan saja, kamu pulang bersamaku!" ajak Setyo sambil menarik tangan Salsa menuju mobilnya.


Salsa masuk ke dalam mobil Setyo lalu duduk di kursi depan di samping Setyo, pandangan matanya tertuju ke depan mobil.

__ADS_1


Setyo melirik ke arah Salsa, Setyo tahu saat ini pasti sedang ada banyak hal yang di pikirkan oleh Salsa, sepertinya masalah yang cukup besar, hingga Setyo melihat ada gurat sedih dan bingung.


Setyo dan Salsa tak banyak bicara di dalam mobil, hingga akhirnya Setyo menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Salsa.


"tunggu!!" cegah Setyo saat Salsa hendak turun.


"apa ada masalah yang sedang mengganggu kamu?" tanya Setyo akhirnya.


"sepertinya aku harus mencari manager baru!"


"memangnya ada apa dengan Danuarta?"


"dia celaka karena aku!"


"maksud kamu bagaimana?"


Salsa menatap Setyo, lalu dengan sedikit ragu menceritakan semua masalah yang terjadi.


Setyo mengerutkan keningnya, menatap ke arah Salsa.


"entahlah, kamu coba hubungi dia saja dulu"


"lalu Danuarta?"


"aku akan bicara padanya nanti"


Salsa tak menyangka akan bertemu dengan Setyo hari ini, bahkan satu mobil dengannya, sudah lama rasanya, tak mencium bau parfum milik Setyo yang dulu selalu Salsa suka, parfum itu kini tercium jelas di hidungnya, dengan berada satu mobil seperti sekarang.


"aku turun sekarang"


"baiklah! tenang saja, aku pasti akan membantu kamu!" ucap Setyo sebelum Salsa turun.


Begitu Salsa turun Setyo tak langsung menyalakan mesin mobilnya, dia memastikan Salsa masuk gerbang rumahnya setelah bayangan Salsa sudah tak terlihat lagi oleh kedua matanya, Setyo baru menyalakan mesin mobilnya, Setyo mencium bau harum parfum Salsa di mobilnya, Setyo dengan kuat mencium baunya, ingin rasanya lebih lama bersama dengan Salsa lagi, tapi rasanya tak mungkin untuk sekarang ini, masalahnya dengan Rihana belum selesai.


Kehamilan Rihana sekarang sudah menginjak delapan bulan, rasanya Setyo tak sabar menunggu kelahiran bayi itu, Setyo ingin cepat memastikan anak siapa bayi itu.

__ADS_1


Setyo tetap merasa dia tidak melakukan apapun dengan Rihana malam itu.


Setyo dengan malas mengendarai mobilnya pulang ke rumah besarnya, rumah itu sekarang sungguh tak nyaman untuk dia tempati, rasanya Setyo ingin sekali keluar dari sana, tapi Setyo mengingat ibunya yang sedang sakit, pasti dia memerlukan perhatian dari dirinya.Sekitar lima belas menit Setyo tiba di rumah, malam ini Rihana yang kebetulan membukakan pintu untuknya.


"malam sekali?" ucap Rihana.


"jaga saja bayi kamu, jangan urusi aku!" jawab Setyo dengan sinis.


Setyo melihat keadaan perut Rihana yang makin hari makin membesar, sebenarnya Setyo tak tega menyakiti seorang wanita hamil, tapi mengingat Rihana wanita seperti apa, rasa iba itu hilang seketika.


Setyo berjalan menuju kamarnya, tanpa menghiraukan Rihana yang mengikutinya dari belakang. Setyo masuk ke dalam kamarnya lalu menutup pintu itu rapat-rapat.


"Sampai kapan dia akan seperti itu padaku?" ucap Rihana sedih, Rihana sudah mencoba berbagai cara untuk lebih dekat dengan Setyo, tapi tak pernah berhasil, bahkan kali ini Rihana berlagak menjadi wanita baik-baik tapi belum juga mendapat perhatian dari Setyo, setiap hari Rihana mengantar dan menunggu Setyo bekerja, tapi Setyo masih tak berpaling padanya, Setyo benar-benar menganggap dirinya tak ada.


Rihana menarik nafas dalam-dalam, mengusap perutnya lembut.


"sepertinya kita harus bersabar untuk mendapat perhatian dan pengakuan dari Ayah kamu" ucap Rihana, lalu Rihana berjalan menuju kamarnya.


Setyo yang sudah berada di dalam kamar, langsung menuju kamar mandi, untuk membersihkan diri, setelah selesai semuanya, Setyo langsung naik ke atas tempat tidur dan berbaring di sana, Setyo memeluk bantal guling nya, mengingat pertemuan nya tadi dengan Salsa tadi, rasanya bau harum Salsa masih tercium jelas oleh hidungnya.


Setyo sangat merindukan Salsa, ingin sekali rasanya tadi Setyo memeluk Salsa erat-erat, tak akan dia lepas lagi.


Setyo terbangun teringat dengan cerita Salsa tadi, Setyo mengambil handphone nya, lalu mencari no kontak yang akan dia hubungi saat ini.


Setyo tanpa ragu menekan nomor tersebut lalu mulai berbicara, saat sambungan telepon nya sudah tersambung.


Setyo tersenyum saat mendapat kabar yang bagus, rasanya tak sabar ingin memberikan langsung kabar ini pada Salsa saat ini juga, tapi Setyo mengurungkan niatnya itu, Setyo akan menjadikan kabar ini sebagai alasan dirinya bisa bertemu lagi dengan Salsa, Setyo tersenyum dengan rencana nya ini.


Setyo segera memejamkan matanya, berharap malam cepat berganti pagi dan dia akan segera bertemu dengan Salsa.


Malam ini Setyo tertidur dengan wajah tersenyum, membayangkan Salsa ada di depan matanya.


Salsa yang baru saja masuk ke dalam kamarnya, setelah sebelumnya dia masuk ke dalam kamar adik-adiknya untuk melihat keadaan mereka, Salsa teringat pertemuan nya tadi dengan Setyo, sudah lama rasanya mereka tak pernah sedekat itu, dengan jangka waktu yang cukup lama, hingga rasanya bau parfum milik Setyo yang tercium jelas di dalam mobilnya masih menempel di tubuh nya kini.


Salsa menghirup bau itu dari tubuhnya, lalu tersenyum lebar, Salsa sungguh rindu bau ini, melekat erat lagi di tubuhnya membawa kenyamanan dan kehangatan.

__ADS_1


"bodoh!!dia sudah menjadi suami orang!" omel Salsa pada dirinya sendiri.


__ADS_2