
Chika yang terbangun pagi itu, berjalan-jalan di sekitar komplek, untuk menghilangkan penat di kepalanya, semalaman Chika tidak bisa memejamkan matanya. Dengan berjalan perlahan Chika memperhatikan daerah komplek rumahnya, mata Chika terpaku pada, seseorang yang dia kenal, sedang berjalan ke arah nya.
"Dokter Burhan!" sapa Chika.
Burhan menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke arah Chika.
"Kamu adik nya, Salsa kan?" tanya Burhan.
"Iya" jawab Chika.
Chika memperhatikan, wajah Burhan, walau sudah berumur, tapi wajah nya masih terlihat tampan dan juga bentuk tubuhnya tak kalah seperti Danuarta ataupun Setyo. Chika tersenyum lebar
pada Burhan, mencoba menarik perhatian Burhan, menatap ke arah Chika yang bersikap sok kenal pikir Burhan.
Burhan pergi meninggalkan Chika, tanpa berkata apapun, Chika mendengus kesal.
Aku harus berbuat sesuatu bathin Chika, Chika pulang ke rumah berpapasan dengan Salsa, Chika melewati Salsa begitu saja.
Salsa menatap punggung Chika, Salsa bingung harus mengatakan apa pada Mona tentang Chika.
Chika masuk ke dalam kamarnya dan menatap langit-langit kamarnya, hari ini dia tidak pergi ke kampus, entah mengapa bayangan wajah Burhan tiba-tiba muncul di pikirkan nya, Chika melihat Burhan sebagai seorang lelaki, walau umurnya jauh di atasnya, tapi Burhan masih terlihat tampan dan memiliki tubuh yang ideal, dadanya pasti berotot, Chika membayangkan jika dirinya berada dalam pelukan Burhan, pasti sangat hangat dan menenangkan.
Chika turun dari tempat tidurnya, keluar dari rumahnya menuju rumah Burhan, Chika berharap sekali lagi pada hari ini, dia bisa melihat Burhan.
Chika menekan bel pintu rumah Burhan, tanpa menunggu lama seorang pelayan membukakan pintu untuknya.
"Dokter Burhan, ada?" tanya Chika langsung pada pelayan itu.
"Beliau sudah pergi ke rumah sakit" jawab pelayan itu, Chika menarik nafas panjang menahan rasa kecewa nya.
"Siapa?" tanya seseorang dari dalam rumah, sepertinya Chika mengenal suara milik siapa itu. Chika tidak langsung meninggalkan tempat itu, ia menunggu Mona melihat kedatangan.
"Chika!" seru Mona kaget, Mona mempersilahkan Chika masuk, Chika dengan gaya nya yang angkuh masuk ke rumah Mona, Chika matanya tidak mau berhenti melihat isi rumah itu, rumah yang sangat mewah dan juga menarik, semua barang yang ada terlihat, cukup mahal.
"Rumah mu bagus!" puji Chika.
__ADS_1
"Terimakasih" balas Mona sambil tersenyum lebar pada Chika, namun Chika tidak menggubris nya, Mona terlihat sedih, menyadari hal itu.
Chika tersenyum sinis, jadi selama ini, ibu yang sangat ia khawatirkan dan rindukan, hidup dalam kemewahan, tapi tidak kembali untuk menjemput anak-anaknya, yang kelaparan sepanjang hari menunggu makanan datang, Chika sampai merasa bosan memberi adik-adiknya air minum, untuk mengisi perut mereka saat itu, Chika mengusap setitik air mata yang jatuh mengingat peristiwa itu.
"Aku permisi!" pamit Chika yang langsung pergi keluar dari rumah itu.
Mona terkejut, ia menatap kepergian Chika dengan sedih, putri nya yang satu itu, pasti sangat membenci dirinya, Mona menarik nafas dalam-dalam, dan mencoba untuk mengerti situasi ini.
Chika pulang dan masuk kembali ke dalam kamarnya, Chika segera berganti pakaian dan berdandan secantik mungkin, Chika menatap dirinya di cermin tersenyum lebar, menyambar tas yang ada di meja, kemudian keluar dari kamar dan rumah, entah kemana tujuan Chika saat ini?.
Chika sampai di sebuah rumah sakit lalu bicara pada resepsionis yang ada di rumah sakit itu.
"Dokter Burhan ada?" tanya Chika.
"sudah ada janji?" tanya balik resepsionis, Chika mengangguk pelan.
"O, tunggu sebentar, Dokter Burhan sedang ada di ruang operasi, mungkin sebentar lagi beliau keluar" balas resepsionis itu.
Chika menuruti resepsionis itu, untuk duduk di ruang tunggu, menunggu Burhan, sambil menunggu Burhan Chika memainkan handphonenya.
"Dok, ada yang sedang menunggu Anda sejak tadi!" ucap suster pribadinya.
"Siapa?" tanya Burhan, Burhan merasa tak punya janji dengan siapapun hari ini.
"Seorang gadis muda" jawab suster.
"suruh dia masuk!" pinta Burhan, karena penasaran.
Tak lama pintu ruangan Burhan di ketuk dari luar oleh seseorang, Burhan pun segera meminta orang tersebut, untuk masuk.
Burhan sedikit terkejut ketika tahu siapa yang muncul dari balik pintu ada apa dia kemari? bathin Burhan merasa tak suka atas kehadiran Chika, Burhan merasakan firasat buruk atas kedatangan Chika menemui nya.
"Apa kabar Dokter?" tanya Chika.
"Baik silahkan duduk, apa keluhan kamu?" tanya Burhan berlaku sebagai Dokter.
__ADS_1
"Jantung saya, baru-baru sekarang sering berdetak lebih kencang" jawab Chika.
"Apa ada keluhan lain?" tanya Burhan lagi.
"Kadang hati saya suka nyeri!"
"Baiklah berbaringlah di sana, aku akan memeriksa kamu!"
Chika menuruti Burhan berbaring di tempat tidur yang ada di ruangan Burhan, ketika Burhan mendekatinya, Chika tersenyum manis padanya, ketika Burhan memeriksa dada Chika dengan statekop, Chika menggenggam tangan Burhan, lalu menariknya kuat hingga Burhan jatuh di atas tubuhnya, bahkan bibit Burhan jatuh tepat di atas bibir Chika, Chika entah keberanian dari mana langsung ******* bibir Burhan, Burhanyang terkejut segera mendorong kuat melepaskan rangkulan Chika, hingga terlepas.
"Berani nya kamu!!" sentak Burhan marah, sambil mengusap, bibir nya yang tadi berhasil di cium oleh Chika dengan kasar.
Chika melihat itu mendengus kesal, Chika turun dari tempat tidur dan turun menghampiri Burhan.
"jantung ku berdetak lebih kencang saat melihat mu, dan hatiku sakit, saat melihat kamu bersama istrimu, yang tidak tahu diri itu!" ucap Chika.
"Beraninya, kamu menghina istri ku, yang baik itu!" bentak Burhan.
"Baik!? seorang wanita yang telah meninggalkan anak-anaknya, kamu bilang baik!?" sarkas Chika.
"Apa maksud kamu!?" bentak Burhan lagi.
"Istri kamu,pernah menikah, sebelum menikah dengan mu, dan dia sudah mempunyai 5 orang anak yang dia tinggalkan begitu saja!" jelas Chika.
Burhan terdiam, memang pertemuannya dengan Mona amat singkat, karena saat itu Burhan langsung jatuh cinta saat pertama mereka bertemu.
Tanpa menyelidiki, terlebih dahulu tentang siapa Mona, Burhan langsung menjadikan Mona istrinya, dan selama ini Mona selalu bersikap baik dan juga perhatian, cuma satu yang Burhan tidak mengerti selama perkawinan mereka, Burhan kadang melihat Mona sedang bersedih.
Dan ketika Burhan bertanya, Mona selalu menjawab, dia teringat dengan kedua orangtuanya, karena itu, Burhan selalu meminta untuk di pindah tugaskan negaranya, dan Mona saat mendengar mereka akan kembali ke negaranya, Mona terlihat amat senang, tapi kesedihan di wajah Mona kadang tetap dia lihat sampai sekarang.
"kamu bohong!" sentak Burhan.
"kalau tidak percaya, kamu selidiki sendiri istri kamu itu!" ucap Chika lalu keluar dari ruangan Burhan.
Chika melangkah dengan percaya diri, dan senyum lebar di bibirnya, setelah itu Chika pun meninggalkan rumah sakit, meninggalkan Burhan dalam kebingungan.
__ADS_1