Salsa

Salsa
bab 63. Tangisan Rihana


__ADS_3

"bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Nyonya Nur cepat begitu melihat Setyo duduk sendirian di depan ruang ICU. "Rihana tertabrak mobil karena mengejar wanita itu" jelas Setyo.


"Wanita mana maksud kamu?!" tanya Nyonya Nur.


Setyo kemudian menceritakan apa yang terjadi pada ibunya.


"Sekarang bagaimana keadaan Rihana?"


"Entahlah, dia masih di sana dan dokter belum ada yang keluar"


Selama satu jam berlalu akhirnya seorang dokter keluar dari ruangan di mana Rihana berada, Setyo segera menanyakan keadaan Rihana.


Rihana terluka parah, dan bayi dalam kandungannya tak bisa di selamatkan.


Setyo tak terkejut mendengar hal itu, karena Setyo melihat sendiri bagaimana mobil itu menghantam Rihana. Rihana kemudian di pindahkan ke ruang perawatan.


Selama beberapa hari Rihana belum sadarkan diri, Nyonya Nur yang hari ini bertugas menjaga tersenyum sinis melihat keadaan Rihana, dia duduk di tepi tempat tidur Rihana, dan berkata.


"Kasihan kamu, tak ada bayi, berarti tak akan ada pernikahan!" ucapnya sambil tertawa kecil.


***


Karena hari ini hari libur, Salsa mengajak kedua adiknya pergi jalan-jalan di suatu Mall, Salsa berjalan beriringan dengan Chika, mereka saling bertukar cerita.


"Bagaimana keadaan Pak Danuarta?" tanya Salsa.


"Baik, hanya sedikit murung" jawab Chika.


"Murung, kenapa??" tanya balik Salsa.


"Karena kakak!" jawab Chika.


"Aku?!"


"Iya kakak, masa kakak tidak tahu jika pak Danuarta suka sama kakak!"


Salsa menatap tajam ke arah Chika sebentar.


"Kakak juga pasti tahu jika pak Danuarta suka sama kakak kan?" lanjut Chika.


"Aku ini janda, janda tidak pantas bersanding dengan Pria sukses seperti Danuarta"


"Dalam cinta janda tidak berarti ka!" ledek Chika.

__ADS_1


"Sok tahu kamu!!"


"Banyak buktinya ka, semangat jika kakak memang menyukai Pak Danuarta juga"


"Ngaco kamu!!"


Chika tertawa panjang mendengar makian dari Salsa.


"Ternyata ada pelakor tersembunyi di sini"


"Apa maksud kamu!!" ucap Chika marah, melihat seorang wanita berdiri menghalangi jalan mereka dengan sombongnya.


"Dia pelakor bukan?" tunjuk wanita itu pada Salsa.


Chika menjadi marah karena perkataan wanita itu, Chika mendorong kuat wanita hingga terjatuh.


"Jangan sembarangan ..ngomong !!" maki Chika.


Wanita itu tertawa kecil lalu berdiri dari jatuhnya. Dia menatap tajam Chika, lalu Salsa.


Salsa menarik Chika agar tidak usah melayani Ratna, ya Ratna lah yang sedang menghadang mereka dan menuduhnya sebagai pelakor.


"Biarkan dia, dia memang begitu!" ucap Salsa.


Ratna menarik pundak Salsa yang membelakangi dirinya, menatap tajam Salsa, Salsa menatap balik Ratna tanpa rasa takut atau bermaksud menantang kembali Ratna, dia hanya ingin menunjukan pada Ratna jika dirinya tidak seperti yang di katakan oleh Ratna.


"Aku tak akan membiarkan pelakor seperti kamu merebut calon suami temanku!" ucap Ratna pelan.


"Dengar aku tidak tahu maksud kamu siapa?! tapi maaf untuk kamu tahu, sekarang aku tidak mempunyai hubungan apapun! mengerti!"


Ratna malah tertawa mendengar penjelasan Salsa, hal ini.membuat Chika kesal dia yang sekarang menarik Salsa agar minggir.


"Rasanya percuma kak, kita bicara dengan orang seperti ini, kita pasti akan capek sendiri, lebih baik kita segera pergi dari sini!!"


"Awas jangan berani macam-macam atau kamu akan terima akibatnya dariku!!" ancam Chika kesal.


"Takut!!!" balas Ratna, ingin sekali Chika meremas bibir Ratna yang menyebalkan itu, tapi sekuat hati di tahannya.


Chika tak ingin jadi biang masalah untuk kakaknya yang sekarang seorang publik figure yang baru yang tentu masih sering banyak yang mengawasi.


Chika dan Salsa pergi meninggalkan Ratna, yang masih jengkel, tapi tidak mengejar.


***

__ADS_1


Setyo yang sedang menunggu Rihana di rumah sakit, menatap iba pada Tuhan yang terbaring lemah di atas tempat tidur, sudah hampir empat hari Rihana belum juga sadar, Setyo melihat bayi Rihana yang yang telah tiada, seorang bayi laki-laki namun sayang ternyata bukan anak kandungnya, karena Setyo telah meminta Dokter untuk melakukan tes DNA pada bayi itu.


Setyo sebenarnya marah pada Rihana, karena perbuatan Rihana yang mengaku hamil karena dirinya, Setyo harus berpisah dengan Salsa padahal di saat itu hubungannya dengan Salsa sudah mulai membaik, tapi karena Rihana semuanya hancur dan dirinya harus kehilangan Salsa.


"Aaaaakh!" terdengar suara dari mulut Rihana sangat pelan namun terdengar di telinga Setyo, Setyo langsung mendekati Rihana.


"Akhirnya kamu bangun juga!" ucap Setyo.


Rihana sedikit tersenyum melihat Setyo ada di depan matanya, tapi terkejut saat tahu di mana dia sedang berada kini, bahkan dia merasa sakit di sekujur tubuhnya.


"Apa yang terjadi dengan diriku?" tanya Rihana.


"Kamu mengalami kecelakaan!"


"Kecelakaan??"


Rihana ingat hari itu dia sedang mengejar seseorang dan lalu Rihana tak ingat lagi kejadian setelah itu.


"Tertabrak mobil, luka kamu sangat parah, dan kamu telah kehilangan bayi kamu!"


Rihana yang ingat tentang bayinya langsung menyentuh perutnya yang kini rata, ada rasa sedih di dalam hati Rihana karena telah kehilangan bayinya, tapi juga ada rasa risau bagaimana nasibnya sekarang tanpa bayi itu di perutnya.


Rihana menatap Setyo dengan tatapan sendu dan juga sedih, ingin menunjukan bahwa dia sangat sedih kehilangan bayi itu pada Setyo. Setyo tahu Rihana pasti sedih kehilangan bayinya, Setyo menyentuh tangan Rihana mengusapnya pelan memberi Rihana kekuatan, Rihana tersenyum mendapat reaksi seperti ini dari Setyo.


"Boleh aku bertanya?"


"Apa?"


"Apa kita jadi menikah?"


Setyo terdiam lalu menatap ke arah Rihana dengan pandangan lembut, lalu berkata "aku akan menjawab itu nanti setelah kamu keluar dari rumah sakit ini"


Mata Rihana tertutup pelan-pelan mendengar jawaban Setyo dia memalingkan wajahnya ke arah lain, Rihana paham maksud dari Setyo berkata seperti itu, tapi memang apalagi yang bisa membuat Setyo tetap menikahinya? tak ada! tak ada lagi yang bisa membuat Setyo tetap menikah dengannya.


Rihana menangis, Setyo melihat itu walau wajah Rihana tidak terlihat, tapi Setyo melihat getaran pada tubuh Rihana yang agak kuat.


"Maafkan aku!" ucap Setyo pelan, mendengar itu membuat Rihana makin bersedih. Akhirnya tangis Rihana pun pecah tak tertahankan lagi, rumah sakit yang sunyi berubah sedih karena tangisan Rihana.


Setyo terdiam tak berani berkata apapun, Setyo membiarkan Rihana menangis siang itu.


Setyo mendekati Rihana ketika tangis Rihana tak kunjung berhenti.


"Tenanglah semua akan baik-baik saja!!" ucap Setyo.

__ADS_1


"Itu tidak mungkin! semua sekarang akan mulai menjadi lebih buruk! kamu tidak mengerti dengan kondisi aku!" bentak Rihana marah


"Tenanglah walaupun kita tak jadi menikah kamu tetap boleh tinggal di rumahku, bahkan aku akan menanggung biaya hidup kamu, walaupun tidak selamanya, aku akan memberi kamu pekerjaan jika kamu mau, bagaimana?"tanya Setyo


__ADS_2