
Salsa menatap Setyo yang sedang menatapnya, Salsa merasa tak akan pernah melupakan Danuarta, karena jasa Danuarta pada dirinya, sangatlah besar, Danuarta yang berperan penting dalam mendidik dirinya menjadi wanita berkelas, dan juga pandai, jasa Danuarta, Salsa tak akan pernah bisa membalasnya.
"Tidak aku tak akan melupakan Danuarta, bagaimanapun dia amat berjasa" protes Salsa.
Setyo menghela nafasnya, sebenarnya Setyo mengerti mengapa Salsa menolak melupakan Danuarta, memang Danuarta sangat besar jasanya bagi Salsa, apalagi saat Salsa tinggal di rumahnya, Danuarta selalu menjaga benar Salsa, memastikan tak ada seorangpun yang mencelakainya.
Mona yang baru saja datang terkejut melihat Setyo ada di rumah Salsa, ekspresi wajahnya langsung berubah, menjadi sinis, dan Setyo dapat melihat itu.
"Apa kabar Setyo?" sapa Mona.
"Baik nyonya"
"Apa kamu sudah menikah lagi?" tanya Mona langsung.
"Belum"
"O_cepatlah menikah, kasihan anak kamu itu" lanjut Mona dengan menatap Setyo tajam.
"Kita lihat saja nanti" jawab Setyo, Setyo berdiri lalu segera pamit pada Salsa, Setyo merasakan situasi sudah tidak mengenakkan, kalau di paksa nanti malah akan menimbulkan keributan.
"Bagus! segera pulang! jangan sampai ibu dan calon istri kamu melabrak kami"ucap Mona cepat.
Setyo menoleh ke arah Mona, yang berdiri di samping Salsa, Mona seperti siap menghadang musuh-musuh Salsa.
Setyo mengerutkan keningnya, siapa kah Mona sampai rela melakukan hal itu untuk Salsa? tapi Setyo tak meneruskan pikiran nya, Setyo memilih pamit pada Salsa dengan cepat.
Salsa mengantar Setyo ke pintu pagar, lalu menunggu mobil Setyo menghilang dari pandangannya lalu setelah itu baru masuk ke dalam rumah menemui Mona.
Mona cemberut dan marah pada Salsa karena kecewa melihat Salsa berhubungan kembali dengan Setyo, lelaki plin plan itu.
"Kenapa dia bisa ada di sini?" tanya Mona.
__ADS_1
Salsa menceritakan kenapa Setyo ada di rumahnya, Mona terlihat terkejut mendengarnya, Mona merasa tak suka mendengar cerita Salsa, Mona tak ingin Salsa berhubungan lagi dengan Setyo, jika Salsa dekat lagi dekat Setyo bisa di pastikan nyawa Salsa pasti dalam keadaan bahaya lagi.
"Kamu seharusnya tidak berhubungan lagi dengannya!" ujar Mona.
"Iya aku tahu, lagi pula aku tidak berhubungan dengannya tapi temannya"
"Terserah kamu, tapi hati-hatilah" pesan Mona.
Mona memeluk putri sulungnya yang polos dan baik hati bahkan selalu mau berkorban untuk orang disayanginya hidup bahagia.
"Aku selalu ingin melihat kamu bahagia sekarang, karena aku yakin dahulu hidup kamu banyak menderita karena aku"
Salsa tersenyum rasanya tak sia-sia, dirinya meminta ibu nya pergi meninggalkan ayahnya saat itu, ibu sekarang berubah menjadi sosok wanita kuat dan juga bijak.
"Iya" jawab Salsa sambil memeluk Mona erat.
***
Salsa pagi ini akan memulai aktivitas nya, dengan management yang baru, Salsa hari ini ada job di suatu daerah, mereka dan rombongan berangkat pagi-pagi.
"Pagi! jawab Salsa dengan senyum ramahnya.
"Sepertinya pak Danuarta tidak menangani kamu lagi, kasihan Danuarta seperti habis manis sepah di buang" sindir Ratna.
Salsa mengerutkan keningnya, sejak bertemu mengapa Ratna begitu sinis padanya, Salsa kira awalnya karena dirinya orang baru di dunia ini, wajar jika. Ada senior yang tidak menyukainya, tapi beberapa kali bertemu, Salsa merasa Ratna menyimpan rasa benci padanya, sebab beberapa kali bertemu Ratna selalu menyapa dengan sindiran yang tajam.
Salsa menatap kepergian Ratna dengan sedih dan bingung.
"Hai Salsa sepertinya Danuarta tidak menangani kamu lagi, kalian bertengkar?" tanya seorang rekan.
"Tidak! kamu tahu sendiri Danuarta itu seorang pengacara yang jadwal terbang nya tinggi, kasian dia makin sibuk jika masih mengurusi aku!" jawab Salsa cepat.
__ADS_1
"Sayang sekali, padahal di bawah nya, kamu pasti aman!"
"Yah, mau gimana lagi"
Salsa meneruskan mengaplikasikan make up ke wajahnya, setelah rekannya itu pergi. Salsa jadi ingat dengan Danuarta, sedang apa dia sekarang, Salsa ingat pertemuan mereka yang terakhir kalinya, mereka sempat berdebat.
"Maaf kan aku, kurasa ini yan terbaik buat kamu" lirih Salsa.
Hari ini job pertama tanpa Danuarta di sisinya telah Salsa selesaikan, dan semuanya berjalan lancar, Salsa berharap seterusnya akan demikian.
"Hai!" sapa Setyo, membuat Salsa terkejut.
"Kamu disini!!" seru Salsa kaget.
"Aku ingin melihat penampilan kamu yang perdana bersama Thomas, bagaimana?" tanya Setyo.
"Baik, Semua nya profesional dalam bidangnya" jawab Salsa.
"syukurlah"
"Ayo aku antar kamu pulang!"
ajak Setyo, Salsa terdiam dia teringat dengan apa yang di katakan oleh Mona.
"Maaf, tapi aku ingin pulang bersama kru yang lain, aku ingin mengenal mereka lebih dekat agar tak canggung lagi" tolak Salsa.
"Baiklah, jika itu mau kamu" Setyo meninggalkan sambil meninggalkan Salsa.
Setyo sampai di mobilnya tapi dia tak langsung berangkat, dari kejauhan Setyo memperhatikan Salsa yang terlihat bisa menyesuaikan diri dengan orang yang baru, Setyo menarik nafas lega.
Setyo menyalakan mesin mobilnya lalu segera pergi dari tempat itu.
__ADS_1
Tapi Setyo mengurungkan niatnya saat melihat seseorang yang di kenal oleh nya.
"Rihana!" ucapnya