Salsa

Salsa
Bab 40. Membongkar rahasia Rihana


__ADS_3

Apa ini artinya dia telah jatuh cinta pada Salsa? bathin Danuarta. Danuarta konsentrasi kembali pada kemudinya, walaupun hatinya tak tenang, karena sepenuhnya hatinya telah di penuhi tentang Salsa.


Danuarta menghentikan mobil nya di sebuah hotel, tempat di mana acara Salsa akan berlangsung, Salsa merasa sedikit gugup, Salsa tidak langsung membuka pintu mobil, dia terdiam untuk beberapa saat lamanya, hal itu di lihat oleh Danuarta, Danuarta tahu apa yang sedang menjadi pikiran Salsa saat ini, Danuarta menyentuh jemari lengan Salsa, menatap Salsa, seolah ingin menyalurkan energi positif yang di miliki olehnya pada Salsa, agar Salsa kuat menjalani semua ini.


Salsa tersenyum, Danuarta adalah sandaran dirinya saat ini, Salsa sangat berterima kasih atas semua yang di lakukan oleh Danuarta selama ini.


Salsa melepaskan tangan Danuarta perlahan "aku baik-baik saja, terimakasih!" ucap Salsa pelan.


Salsa turun dari mobil, di bantu oleh Danuarta, Danuarta dengan senang melakukan semua itu untuk Salsa, Danuarta dengan bangga berjalan di samping Salsa, bahkan dia menuntun jalan Salsa, Danuarta seakan-akan tak ingin lagi melepaskan tangan Salsa seumur hidupnya.


Salsa yang tangannya berada di dalam genggaman Danuarta, merasa nyaman bahkan Salsa telah menyerahkan seluruh hidupnya agar di atur oleh Danuarta, karena ia seratus persen percaya pada Danuarta.


Sesi wawancara pun di mulai, ketika Salsa sudah duduk nyaman di kursinya, Salsa memperlihatkan senyuman pada wartawan yang hadir di sana.


Satu persatu pertanyaan di jawab dengan santai oleh Salsa, bahkan soal keguguran nya, Salsa bercerita sebenarnya dia sudah menikah dan akan bercerai, tapi Salsa tidak menyebut kan nama Setyo sebagai suaminya.


Salsa merasa aneh karena tak ada yang memaksa dirinya untuk menjelaskan siapa suaminya, Danuarta menyudahi sesi wawancara kali ini, Salsa tak mengetahui kalau wawancara ini sudah di atur oleh Danuarta, dengan begitu rapi hingga tak ada yang memaksa Salsa untuk menjawab pertanyaan akan yang sulit untuk di jawab oleh Salsa.


Salsa menoleh ke arah Danuarta, begitu banyak hal yang telah di lakukan Danuarta untuk dirinya, Salsa tersenyum melihat Danuarta yang serius menatap ke arah depan karena dia sedang mengemudi.


"Terimakasih" ucap Salsa tiba-tiba.


Danuarta yang sedang konsentrasi dengan kemudi mobilnya, menoleh sebentar ke arah Salsa.


Danuarta melihat sebelah lengan Salsa tidak jauh dari dirinya, hingga ia bisa dengan mudah menyentuhnya, Salsa terkejut saat tangannya sekarang sudah berada dalam genggaman tangan Danuarta, tapi Salsa tidak mencoba untuk melepaskan tangan nya dari tangan Danuarta, Salsa membiarkan tangannya tetap berada dalam genggaman tangan Danuarta, menyadari hal itu, Danuarta merasa Salsa mengizinkan dia untuk menyentuh dirinya.


Danuarta tersenyum pada Salsa, lalu mencium tangan Salsa perlahan, Salsa sedikit risi dengan perbuatan Danuarta tersebut tapi, Salsa tidak menarik tangannya dari Danuarta, ini sebagai rasa terimakasih nya pada Danuarta, yang telah banyak menolongnya.


Salsa tersenyum, membuat hati Danuarta berdebar-debar apa ini tanda kalau Salsa menerima sudah membuka hati, untuk seseorang masuk dalam nya bathin Danuarta.


Salsa segera menarik tangannya dari genggaman tangan Danuarta ketika melihat sebuah bayangan muncul di depan kaca mobil.

__ADS_1


"Mau apa kalian!" teriak Salsa panik, melihat beberapa orang sedang menghadang mobil Danuarta, Danuarta sedikit terkejut dengan aksi mereka, Danuarta tidak menghentikan mobilnya, dua menekan klaksonnya keras-keras berusaha menarik perhatian orang, yang mungkin ada di sekitar tempat itu, karena sore begini tempat itu termasuk tempat yang sepi, orang yang menghadang mobil Danuarta terkejut, dia loncat ke sisi mobil, membuat kesempatan untuk Danuarta, melanjutkan perjalanan nya, Danuarta dengan sigap, menginjak gas mobilnya, hingga akhirnya mereka terlepas, Danuarta menarik napas lega, begitu pula dengan Salsa, yang kaget karena peristiwa barusan.


"Kamu baik-baik, saja?" tanya Danuarta.


"Iya, di tempat itu sering terjadi seperti itu!" ucap Salsa, yang mengetahui tempat itu memang sedikit rawan.


"Aku yang salah seharusnya, tidak melewati tempat itu!" ucap Danuarta menyesali hal itu.


"Sudahlah yang penting kita selamat!" timpal Salsa.


Danuarta menatap ke arah Salsa dengan pandangan penuh rasa khawatir, Danuarta menyalahkan diri nya sendiri memilih untuk melewati jalan tersebut, untuk memotong jalan, tapi akhirnya malah membuat Salsa ketakutan tadi.


***


Di kediaman Setyo...


Setyo yang baru saja pulang, terlihat sangat buruk dan acak-acakan, semalaman setelah perpisahan nya dengan Salsa di rumah sakit, Setyo tidak langsung pulang ke rumah, ia mampir ke suatu tempat untuk menenangkan pikiran nya yang kacau balau.


Ada rasa sedih, kecewa dan juga patah hati semua rasa yang tak enak ada di hatinya saat ini, Setyo rasanya ingin membuang semua rasa itu semalam bersama dengan minum- minuman keras, hingga dia mabuk dan tidak bisa pulang, pagi sekali Setyo terbangun ada di dalam mobilnya. Kepala nya yang terasa sangat pusing akibat minuman semalam masih terasa, dengan kesadaran yang ia punya, Setyo mengendarai mobilnya pagi itu, menuju rumahnya.


"Dari mana?" tanya Nyonya nur penasaran.


"Dari jalan!" jawab Setyo.


"Apa maksud kamu?!" tanya Nyonya nur lagi.


"Aku mabuk, dan tertidur di dalam mobil!" jawab Setyo.


Nyonya nur terdiam, Rihana yang baru saja turun melihat Setyo dengan penampilan yang kacau, tersenyum sinis.


Setyo menoleh ke arah Rihana, dan menatap tajam, terlihat ada kemarahan yang amat sangat di matanya.

__ADS_1


"Kamu telah membunuh anakku! jangan harap aku akan menikahi dirimu, bodoh!!" maki Setyo pada Rihana.


"Apa maksud kamu!?" tanya Rihana tak mengerti.


"Kamu mendorong Salsa hingga terjatuh! dan keguguran!" jelas Setyo, Rihana terkejut bagaimana Setyo tahu kalau dirinya mendorong Salsa kemarin, karena berita bagian Rihana mendorong Salsa seperti di hapus tak masuk dalam pemberitaan di media.


Rihana menatap ke arah Setyo, dengan wajah menyesal dan sedih, namun Setyo merasa itu tidak berpengaruh.


"Kamu telah membunuh anakku!" ucap Setyo lagi, sambil melangkah mendekati Rihana dengan perlahan dan tatapan yang tajam.


Rihana bergerak mundur, merasa takut dengan apa yang di lakukan Setyo padanya.


Setyo terus berjalan ke arah Rihana hingga akhirnya Rihana terpojok, tangan kanan Setyo terangkat lurus ke arah leher jenjang milik Rihana, lalu mulai mencekik nya awalnya perlahan tapi lama kelamaan kemudian Rihana merasa sesak, karena Setyo mencekik lehernya dengan cukup keras.


"Tolong!" ucap Rihana parau.


Nyonya Nur melihat kejadian itu berjalan mendekati mereka.


"Setyo lepaskan! Dia juga sedang mengandung anakmu! jangan sampai kamu kehilangan bayi kamu untuk ke dua kalinya!" seru Nyonya Nur.


"Anakku, dalam perut dia?" ucap Setyo lalu tertawa keras.


"Iya, Rihana sedang mengandung anakmu!" ucap Nyonya Nur lagi.


"Dan ibu percaya padanya?" teriak Setyo pada ibunya.


"Apa maksud kamu!?" tanya Rihana sambil memegang leher nya yang sakit akibat ulah Setyo barusan.


"Diam kamu pembohong!" sentak Setyo.


"Pembohong!?" seru Nyonya Nur.

__ADS_1


"Iya , dia pembohong ibu! dia itu sekarang hidupnya lebih miskin dari Salsa!" jelas Setyo.


"Jangan pernah bandingkan Salsa denganku!" bentak Rihana.


__ADS_2