Salsa

Salsa
bab 6. ciuman yang berkesan


__ADS_3

"Salsa!!" Pekik Nyonya Nur dan Malika tak percaya melihat bagaimana penampilan Salsa sekarang.


"Begitu cepat perubahan yang yang di alami oleh gadis pengamen ini" bathin Nyonya Nur.


"Bu, sepertinya ada seseorang yang membantu gadis ini, kita harus hati-hati menjalankan rencana kita" bisik Malika, Nyonya Nur mengangguk pelan menyetujui ucapan putrinya.


"Setyo" lirih Salsa melihat Setyo berjalan menuruni anak tangga.


Mata Salsa seketika terpatri pada Setyo seorang, membuat Nyonya Nur dan Malika tersenyum kecil.


"Rencana kita sepertinya akan mudah untuk di jalankan" bisik Malika sekali lagi di telingan ibunya.


Setyo mengantar Salsa menuju meja makan, yang sudah terisi penuh dengan hidangan yang sangat menggugah selera.


Salsa duduk di tempat duduk yang di pilih oleh Setyo.


"Terimakasih" ucap Salsa.


"Sama-sama" balas Setyo, lalu Setyo duduk di samping Salsa sedangkan Nyonya Nur dan Malika duduk di hadapan mereka.


"Silahkan di nikmati" ucap Nyonya Nur.


Setyo malam itu sangat bersikap manis melayani Salsa, sesuai perintah ibunya.


Tentu saja hal itu membuat Salsa bahagia, Setyo merupakan pria pertama yang masuk dalam hatinya, yang tak pernah Salsa duga akan bisa berdekatan seperti sekarang, karena Salsa tahu Setyo dan dirinya hidup dalam lingkungan yang berbeda.


Setelah makan mereka mengajak Salsa ke ruang keluarga untuk bersantai dan mengobrol sejenak, Setyo malam itu benar-benar tak pernah menjauh dari Salsa.


"Maaf sepertinya aku harus pulang" ucap Salsa.


"Biar Setyo yang mengantar" usul Nyonya Nur.


"Ti_tidak usah, aku akan naik taksi saja" tolak Salsa.


"Aku akan mengantar kamu" ucap Setyo menghentikan perdebatan antara ibunya dan Salsa.


"Terserah" ucap Salsa sambil tersenyum lebar pada Setyo, Setyo sedikit terpana oleh senyum yang di berikan oleh Salsa padanya.


Malam itu Salsa benar-benar di antar oleh Setyo sampai gang depan rumahnya.


"Terimakasih" ucap Salsa sebelum turun dari mobil Setyo.


"Aduch" keluh Salsa.


"Ada apa?" tanya Setyo.


"Sepatu ku, bisa tolong ambilkan sepatuku, sepertinya terjepit di bawah sana" jelas Salsa.


Setyo membungkuk badannya, melihat apa yang terjadi pada sepatu Salsa, hingga Salsa Salsa sulit untuk mengambilnya.


"Berhasil" seru Setyo tanpa sadar wajahnya tepat berada di depan wajah Salsa, Setyo tak mengira wajah Salsa di lihat dari dekat seperti sekarang, terlihat lebih cantik lagi, mata Salsa yang bulat dan sayu berkedip-kedip seakan-akan menggoda Setyo untuk lebih mendekat lagi.


Hidung mancung yang kembang kempis bertengger cantik di wajah Salsa menambah daya tarik Salsa lalu di tambah bibir tipis berwarna pink bergerak-gerak semua yang ada di wajah Salsa seperti menarik Setyo untuk lebih mendekat ke arah ke arah Salsa.


Setyo tanpa sadar telah ******* bibir tipis Salsa dengan lembut dan lama.

__ADS_1


"Maaf" ucap Setyo.


Salsa termangu di tempatnya, salsa menyentuh bibirnya yang terasa kaku karena ini pertama kalinya bibirnya di cium seorang pria.


"Sepatu kamu" ucap Setyo membuat Salsa terbangun dari lamunannya.


Salsa segera turun dari mobil Setyo dengan terburu-buru, karena merasa malu mengingat ciumannya dengan Setyo tadi.


Setyo segera melarikan mobilnya menuju ke rumahnya, Setyo langsung masuk ke dalam kamarnya, Setyo menyandarkan punggung nya pada pintu kamarnya, lalu menyentuh bibirnya yang tadi sempat mencium bibir Salsa, yang ternyata sangat manis rasanya.


Setyo memejamkan matanya mencoba mengingat apa yang terjadi padanya dan Salsa di dalam mobil, kejadian yang tak pernah Setyo duga.


Di lain tempat, Salsa yang membawa kunci, masuk ke dalam rumah secara perlahan-lahan, Salsa takut membangunkan Restu yang biasa tidur di sofa.


Salsa masuk ke dalam kamarnya, berganti pakaian lalu duduk di atas tempat tidurnya yang sempit, karena harus berbagi dengan kedua adik-adiknya yang masih kecil.


Salsa memandang wajah kedua adiknya yang polos, yang tertidur nyenyak "semoga kalian selalu bahagia" doa Salsa untuk adik-adiknya.


Salsa termenung di atas tempat tidurnya, menyentuh bibirnya yang tadi terasa kaku setelah bibirnya bertemu dengan bibir Setyo, mata Salsa terpejam membayangkan bagaimana Setyo tadi mencium bibirnya dengan lembut, membuat Salsa tersenyum-senyum sendiri.


Salsa memeluk bantal guling miliknya dengan gemas, Salsa yang sudah dalam posisi berbaring, memejamkan kedua belah mata dengan berharap dalam mimpinya dia akan bertemu dengan Setyo dan di cium oleh Setyo untuk yang kedua kalinya.


***


Keesokan harinya Salsa bangun di pagi hari seperti biasanya, tapi ada yang sedikit yang berbeda darinya, wajah Salsa pagi itu terlihat lebih ceria, di bandingkan hari-hari sebelumnya.


Senyum Salsa pagi ini, secerah mentari pagi yang selalu menyorot hangat melalui jendela di pagi hari.


"Ka aku mau dadar telor pake kecap" ujar Risky adik bungsunya yang baru berumur 5 tahun.


"Pagi ka" sapa Chika yang baru saja bangun dari tidurnya, langsung mengambil piring untuk sarapan.


"Cuci muka sana!" seru Salsa pada Chika.


"Ntar saja sekalian mandi" jawab Chika.


"Ka Chika memang jorok" ledek Restu.


"Tapi tetap cantik" balas Chika, Restu tertawa sinis mendengar ucapan Chika.


"Ka aku minta uang, buat ujian aku sudah dekat" ucap Restu.


"Iya, nanti aku saja yang bayarkan" jawab Salsa.


"Ujian aku gimana ka?" Chika ikut nimbrung.


"Uang ujian kalian sudah Kaka siapkan" jawab Salsa, membuat Chika sedikit terheran, dari mana kakaknya dapat uang sebanyak itu.


"Apa teman kakak yang pengacara itu, memberi kakak banyak uang?" tanya Chika dengan polosnya.


"Pengacara yang mana!?" bentak Ayah Salsa yang baru saja bangun.


"Teman ka Salsa ayah, dia juga memberikan ka Salsa baju-baju yang bagus-bagus" lanjut Chika.


"Benar itu Salsa?" Tanya sang Ayah.

__ADS_1


"Iya ayah, tenang saja dia orang yang baik" ucap Salsa.


"Tak ada orang yang baik di dunia ini, ibumu yang baik saja bisa berubah jahat dengan meninggalkan kita" ucap sang Ayah.


"Ibu tak tahan karena ayah pemabuk" ceplos Chika, membuat sang Ayah seketika marah


"Brakk!" Suara meja di pukul ayah.


"Sudah ku bilang jaga mulut kamu, atau suatu saat kamu akan kena batunya!!" Bentak sang ayah pada Chika.


"Sudah ayah, sabar" ucap Salsa sambil mengusap punggung ayahnya dengan lembut.


"Ayah tahukan bagaimana Chika, jangan di dengarkan" lanjut Salsa.


"Tapi yang aku bilang benar!" protes Chika.


"Diam kamu!" bentak Salsa pada Chika.


Salsa tak ingin membuat ayahnya lebih marah lagi, walaupun yang di katakan Chika benar, tapi sekarang Salsa hanya tinggal punya ayah, Salsa bertekad akan menjaga ayahnya, sampai kapanpun.


***


Di kediaman Setyo, Setyo yang semalaman tertidur dengan bayangan ciuman antara dia dan Salsa di pelupuk matanya, pagi ini bangun dengan senyum di wajahnya, dan itu terlihat oleh Malika.


"Sepertinya tadi malam ada sesuatu yang terjadi sama kakak, Bu!?" Sindir Malika.


Nyonya Nur melihat ke arah wajah putranya, yang memang pagi ini terlihat berbeda.


"Apa terjadi sesuatu antara kamu dan gadis itu semalam?" tanya nyonya Nur tiba-tiba membuat Setyo salah tingkah.


"Kami hanya sedikit berciuman" jawab Setyo.


"Apa!! Kakak berciuman dengan gadis pengamen itu!!" pekik Malika.


"Namanya Salsa, Malika" protes Setyo pada Malika.


"Lihat, kakak sudah membelanya, jangan-jangan kakak jatuh cinta padanya" ledek Malika lagi.


"Jangan sampai itu


terjadi!!ingat Setyo!" Ucap nyonya Nur memperingati Setyo.


Setyo terdiam sebentar "tenang saja ibu, dia bukan level aku" jawab Setyo.


"Bagus, ibu pegang janji kamu, ingat ini hanya sandiwara!! kamu boleh melakukan apapun untuk membuat gadis itu jatuh cinta dan tergila-gila padamu, tapi jangan sampai kamu yang malah jatuh cinta padanya!" cerocos Nyonya Nur memperingati Setyo.


Setyo tak menjawab, Setyo segera menyudahi sarapannya, lalu bersiap pergi ke kantor.


Setyo yang baru saja turun dari mobilnya, melihat mobil Salsa dan Danuarta juga baru tiba.


Danuarta membantu Salsa turun dari mobilnya, Salsa yang pagi ini memakai baju berwarna krem tampak cantik sekali di mata Satyo.


Danuarta menggenggam tangan Salsa, mereka berjalan bergandengan tangan, Setyo tanpa sadar mendengus kesal melihat itu.


"Maaf aku harus bicara sebentar dengan Salsa" ucap Setyo sambil melepaskan tangan Salsa dari tangan Setyo.

__ADS_1


__ADS_2