Salsa

Salsa
bab 62. Bertemu Penelepon Asing.


__ADS_3

Keesokan harinya, Setyo yang sedang bersiap untuk pergi ke kantor, terkejut saat mendengar pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang dari luar, Setyo membuka pintu kamarnya perlahan dan terkejut saat melihat ada Rihana, Setyo mengerutkan keningnya, lalu segera keluar dari kamarnya,mengajak Rihana turun ke bawah, Rihana yang tadinya bermaksud ingin bicara berdua namun mengeluh kesal.


"Kenapa kita kesini?" tanya Rihana.


"Bukankah kamu menjemput aku untuk pergi sarapan!?" balas Setyo.


"Iya, tapi tadi aku ingin mengatakan sesuatu dahulu pada dirimu!"


"Katakan saja di sini, sekarang!"


Rihana melihat ke segala arah di sekeliling nya, lalu menarik Setyo masuk ke dalam kamarnya, lalu menutup pintu kamarnya rapat-rapat.


"Kamu jadi menemui orang itu?"


"Tentu saja, kenapa?"


"Boleh aku ikut bersamamu?" tanya Rihana.


"Tidak, kamu sedang hamil besar!" tolak Setyo.


"Aku penasaran dengan orang itu!"


"Kenapa?"


Rihana diam, dia bingung harus mengatakan apa, tidak mungkin dia mengatakan alasan yang sebenarnya, karena Setyo pasti akan curiga.


"Aku hanya penasaran dengan orang jahat itu, aku ingin sekali memukul mulutnya yang telah mengatakan bayi yang aku kandung ini bukan anakmu!" jawab Rihana.


"Tenang saja, aku tak apa pernah percaya, kecuali test DNA"


Rihana mendekati Setyo, sambil tersenyum pada Setyo, merangkul tangan Setyo dan menaruh kepala di pundak Setyo.


"Terimakasih, kamu sangat percaya padaku" ucap Rihana dengan lembut.

__ADS_1


"Tentu saja, bukankah sebentar lagi kita akan menikah" lanjut Setyo, senyum Rihana makin mengembang mendengar ucapan Setyo, mereka akhirnya keluar dari kamar itu dan terkejut saat melihat Nyonya Nur, berdiri di luar.


"Apa yang kalian lakukan di dalam?" tanya Nyonya nur dengan sedikit kasar.


"Tidak ada ibu, kami hanya sedikit berbincang"


"Baguslah!" setelah mengatakan itu, Nyonya Nur langsung pergi ke ruang makan untuk sarapan pagi bersama, di susul oleh Setyo dan Rihana.


Setyo pergi ke kantor di antar oleh Rihana sampai ke mobil, pagi itu Rihana melepas kepergian Setyo ke kantor, setelah itu Rihana pun pergi ke kamarnya, tak lama kemudian keluar lagi dengan membawa sebuah tas kecil.


Rihana menyewa sebuah taksi, lalu pergi mengikuti Setyo hari itu, rasa penasaran Rihana menguasai dirinya, hingga tidak mengindahkan larangan dari Setyo.


Setyo pagi itu tidak langsung pergi menuju kantornya, tapi Setyo mampir ke suatu tempat, Setyo turun dari mobilnya begitu sampai di tujuan. Setyo melihat ke sekeliling tempat itu, amat sepi namun Setyo tetap berjalan masuk ke dalam tempat di mana dia akan bertemu dengan orang yang sudah berjanji padanya. Setyo melihat ada dua orang yang duduk di sana, Setyo mengerutkan keningnya, lalu duduk di salah satu bangku yang kosong, baru saja duduk ada seseorang yang mendekat ke arahnya.


"Tuan Setyo?"


"Iya"


Setyo menatap orang yang saat ini sedang berdiri di hadapannya, mereka beradu mata, wajah yang cantik berada tepat di depan matanya, Setyo melihat bagaimana wanita itu duduk di kursi kosong yang ada di depannya. Wanita itu menatap Setyo, lalu memberikan beberapa lembar foto.


"Kapan ini terjadi?" tanya Setyo dengan ekspresi yang datar.


"Sekitar beberapa bulan yang lalu, saya tepatnya tidak tahu!" jelas wanita itu.


"Bagaimana anda bisa tidak tahu kejadian seperti ini terjadi?!" tanya Setyo menatap tajam ke arah wanita yang ada di hadapannya.


"Maaf tapi saya menemukan foto ini di laci meja kekasih saya, saya sedikit marah padanya!" jelas wanita itu lagi.


Setyo mengerutkan keningnya, ternyata wanita di hadapannya adalah kekasih dari.... . Setyo mengambil foto itu lalu memasukkannya ke dalam tas yang dia bawa.


"Bukti ini akan aku bawa, terimakasih karena anda telah membantu saya"


"Apa anda tidak memberi saya imbalan?" tanya wanita itu lagi.

__ADS_1


"Imbalan??"


"Iya, tak usah banyak-banyak, aku butuh 5 juta saja!"


"Wanita brengsek!!" tiba-tiba Rihana datang dan langsung memukul wanita yang ada di depan Setyo, Setyo yang baru hendak berkata sesuatu tidak jadi melakukan, Setyo sangat terkejut dengan kemunculan Rihana saat ini.


Setyo menatap dua wanita yang sedang berkelahi di hadapannya, mereka terlihat saling jambak dan cakar, namun Setyo hanya diam, Rihana yang melihat Setyo terdiam, berteriak.


"Setyo kamu lapor polisi cepat!" ucap Rihana.


"Kamu yakin?!" tanya Setyo.


"Tentu saja, wanita jahat seperti ini harus mendapat ganjarannya!" jawab Rihana cepat. Rihana terlihat agak kerepotan melayani perlawanan yang di berikan lawannya.


"Kamu yang kurang ajar! bercinta dengan kekasih orang!!" maki wanita itu.


Rihana terdiam sesaat, dan pada saat itu sebuah tamparan dengan telak mendarat di pipinya, hingga Rihana agak kelimpungan. Rihana menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan rasa pusing yang mendera kepalanya akibat tamparan barusan, setelah agak membaik Rihana kembali menyerang wanita itu.


"Sebentar lagi polisi datang ke mari!" ucap Setyo, tanpa berusaha memisahkan kedua wanita yang berkelahi di hadapannya.


Wanita cantik yang menjadi lawan Rihana, terdiam lalu tanpa di duga melayangkan satu tendangan ke arah perut Rihana, Rihana dengan cepat menghindari tendangan tersebut dengan mundur beberapa langkah hingga tendangan itu meleset.


Kesempatan itu di gunakan oleh wanita itu untuk segera melarikan diri dari tempat itu, Rihana pun mengejarnya, seperti tidak sadar jika dirinya sedang hamil besar Rihana berlari dengan cepat.


"Aku harus bisa menangkapnya!" ucap Rihana.


Rihana melihat kesempatan melihat lawannya tidak lagi berlari tapi berjalan di depan sana, hingga.


"Brakk!!"


Rihana menjulurkan tangannya hendak menangkap wanita itu, tapi tangannya ternyata tidak sampai, Rihana melihat wanita incarannya terus saja berjalan dan menghilang di depan matanya.


Setyo yang mengejar Rihana, terkejut dan terdiam di tempatnya melihat apa yang terjadi di depan matanya, Setyo melihat dengan jelas bagaimana Rihana berlari tanpa sadar jika dia melewati jalan raya, hingga akhirnya Setyo melihat Rihana di tabrak oleh sebuah mobil mini truk dengan keras hingga terpental dan kini sedang tergeletak di sana.

__ADS_1


Setyo pun segera berlari menghampiri Rihana, dan melihat darah begitu banyak mengelilingi Rihana. Setyo amat terkejut dengan kejadian ini.


__ADS_2