
Bab 54.
Danuarta dengan susah payah mengambil handphonenya yang ada di dalam mobilnya, lalu menelepon seseorang agar datang menjemputnya.
Tak lama seseorang menjemput Danuarta dan segera membawa Danuarta ke rumah sakit.
Salsa yang mendengar kabar tentang Danuarta saat itu juga membatalkan Show nya, dia segera menemui Danuarta di rumah sakit.
Danuarta terkejut melihat kedatangan Salsa, dia jadi khawatir tentang Salsa bagaimana akibat Salsa membatalkan Show nya, pasti banyak pihak yang merasa di rugikan oleh Salsa dan menuntut Salsa.
"Biarkan saja, mereka menuntut lagi pula siapa juga yang mau jadi artis" jawab Salsa.
Danuarta menarik nafas panjang-panjang, Salsa memang berbeda dengan orang lain yang silau dengan harta dan ketenaran
"Ya, sudahlah kita hadapi mereka besok!" ucap Danuarta akhirnya.
"Tidak besok, tapi nanti jika kamu sudah sembuh!" ucap Salsa, Danuarta mengangguk menyetujui ucapan Salsa.
***
Ratna yang mengetahui orang suruhannya berhasil mengambil bukti itu dari tangan Danuarta, tersenyum lebar. Apalagi Ratna mendengar Danuarta sampai masuk rumah sakit.
"Siapa suruh main-main denganku!" ucap Ratna.
Ratna mengambil barang bukti yang di bawa oleh orang suruhannya, lalu menontonnya setelah itu menghancurkan bukti tersebut.
Ratna tak mau ambil resiko membiarkan barang bukti begitu saja tanpa di hancurkan.
Setelah menghancurkan barang bukti, Ratna bersiap-siap, untuk menemui Danuarta di rumah sakit, untuk melihat keadaan Danuarta.
Danuarta tersenyum kecil, menyambut kedatangan Ratna, Ratna tertawa kecil melihat ekspresi Danuarta.
Sedangkan Salsa yang baru saja dari bagian administrasi terkejut melihat Ratna ada di kamar Danuarta.
"Rupanya ada tamu" ucap Salsa dengan ramahnya.
"Kita sebagai sesama orang yang bekerja di dunia keartisan harus saling memperhatikan, bukan?" ucap Ratna
"Iya, kamu betul! makasih, atas perhatiannya"
Salsa dan Ratna saling bersalaman, Danuarta hanya memperhatikan gerak gerik Ratna, Danuarta mencurigai Ratna sebagai orang di balik penyerangan dirinya, karena hanya Ratna yang punya kepentingan atas bukti yang di rampas, orang yang menganiayanya.
"Kenapa?" tanya Ratna menyadari Danuarta menatap ke arah nya dengan tatapan yang tajam.
__ADS_1
Melihat Danuarta terdiam dan tak menjawab pertanyaan, Ratna tersenyum lalu berkata.
"Kamu pasti mencurigai diriku yang telah menyuruh orang memukul mu!" tebak Ratna.
Kedua mata Danuarta membesar mendengar perkataan Ratna tersebut, wanita ini ternyata tidak mempunyai rasa takut sedikit pun, bathin Danuarta.
"Bisa jadi!" jawab Danuarta asal.
"Jangan asal tuduh!" ucap Salsa tiba-tiba menyela pembicaraan antara Ratna dan Danuarta.
"Tenanglah aku tak akan marah pada Danuarta, karena aku mengerti kenapa dia mencurigai diriku" timpal Ratna.
Danuarta menatap Ratna lagi, wanita di hadapannya ini, benar-benar berani, bathin Danuarta.
Danuarta tersenyum pada Salsa lalu berkata "iya maaf!" membuat Ratna mengerucutkan bibirnya.
Pengaruh Salsa pada Danuarta ternyata sangat besar, hingga Danuarta menyembunyikan persoalan yang sedang terjadi.
"Aku dengar kamu telah membatalkan show kamu, bahaya itu bisa kena tuntut kamu!" ujar Ratna pada Salsa.
"Biar saja, apapun akan aku berikan untuk menutupi kerugian mereka" jawab Salsa.
"Bukan hanya itu loh, karir kamu juga bisa hancur!" ucap Ratna lagi.
"Sombong sekali" bathin Ratna.
"Salsa bukan wanita gila harta atau ketenaran, bahkan dirinya hidup bukan untuk dirinya, tapi untuk keluarga nya" puji Danuarta.
Salsa tersenyum malu mendengar pujian dari Danuarta barusan.
"Tidak begitu juga, aku juga pasti punya keinginan, hanya saja keinginan ku bukan keduanya, aku hanya ingin hidup bahagia" ucap Salsa
"Karena itu aku jadi suka kamu, karena kamu sangat berbeda dengan wanita lainnya" ucap Danuarta, entah sadar atau tidak Danuarta telah mengungkapkan isi hatinya, membuat Salsa dan Ratna yang mendengarnya melebarkan kedua mata mereka.
"Maksud kamu apa??" tanya Salsa.
Danuarta yang baru sadar dengan apa yang di ucapkan olehnya, terkejut lalu segera berkata "aku menyukai kamu sebagai teman yang baik" ralat Danuarta cepat.
Ratna tersenyum miring, mendengar ucapan Danuarta yang terkesan mengada-ada, Ratna bisa melihat kalau Danuarta sangat menyukai Salsa.
"Danuarta, bagaimana kabarmu?" tanya Mamih Danuarta yang tiba-tiba datang, membuat semua yang ada di kamar Danuarta menatap ke arahnya.
"Aku baik-baik saja, Mamih" jawab Danuarta.
__ADS_1
"Apa ini yang kamu bilang baik-baik saja, perban di mana-mana!" seru Mamih Danuarta lagi.
"Sudahlah Mam aku baik-baik saja!" sela Danuarta, yang merasa Mamih nya keterlaluan.
"Aku tahu, karena siapa kamu seperti ini! pasti karena Artis itu kan?" ujar Mamih nya lagi.
"Mamih!!" sentak Danuarta.
"Sudah ku bilang, lupakan saja dia, tak usah jadi manager segala, kamu kan seorang pengacara sukses, jadi tak perlu hal, cari pekerjaan lain" lanjut Mamih nya, tidak mendengarkan larangan Danuarta.
Danuarta menatap ke arah Salsa, yang terdiam mendengar ucapan Mamih nya Danuarta, lalu menggelengkan kepalanya perlahan.
Soraya menatap Danuarta dengan wajah sedihnya ternyata selama ini, dirinya telah amat merepotkan Danuarta.
Danuarta menggeleng kan kepala nya lagi, meminta Salsa jangan mendengarkan ucapan Mamih nya, Sedangkan Ratna tersenyum lebar melihat apa yang sedang terjadi di antar Salsa dan Danuarta.
"Sepertinya, ada yang tidak tahu diri di sini!" ucap Ratna.
Danuarta menatap tajam ke arah Ratna, Ratna tersenyum penuh kemenangan.
"Baguslah kamu ada di sini!" ucap Mamih Danuarta melihat Salsa ternyata ada di dalam kamar itu.
"Dengar! Kamu yang buat anak saya seperti ini, dia itu pengacara bukan manager artis yang harus pergi kemana-mana mengawal kamu!"
Salsa terdiam dia menundukkan kepalanya dalam-dalam, tak berani menjawab perkataan Mamih nya Danuarta.
"Mamih!!" sentak Danuarta lagi.
Salsa menatap ke arah Danuarta dengan sedih, lalu meminta ijin untuk meninggalkan kamar rawat tersebut, Danuarta merasa amat bersalah pada Salsa atas perbuatan Mamih nya yang sembarangan itu.
Danuarta bermaksud mengejar Salsa, tapi dengan cepat Mamih nya menghalangi Danuarta.
"Kamu di sini saja! urusan dia nanti saja, kalau kamu sudah sembuh!" cegah Mamih, membuat Danuarta tidak bisa berkutik lagi.
Ratna yang melihat adegan di depannya, mengerutkan kening nya, lalu tersenyum licik, seperti ada seseorang yang bisa dia manfaatkan untuk membuat Salsa hancur untuk selamanya.
"Sepertinya aku juga harus pamit! semoga lekas sembuh untuk kamu Danuarta!" ucap Ratna, lalu pergi keluar dari kamar itu.
Ratna mempercepat langkahnya, dia mencoba menyusul Salsa yang tadi sudah keluar terlebih dahulu.
"Kemana dia? cepat sekali menghilang!" keluh Ratna kesal, tak berhasil menyusul Salsa.
Salsa menarik nafas dalam-dalam di dalam mobil, ucapan Mamih nya Danuarta sangat menyakiti hatinya, tapi apa yang di ucapkan oleh nya kebenaran, Danuarta memang pengacara terkenal yang tak perlu lagi menjadi manager seorang artis baru seperti dirinya.
__ADS_1
Salsa menyalahkan dirinya karena telah merepotkan Danuarta.