Salsa

Salsa
bab 51. Kecantikan Salsa.


__ADS_3

Salsa menatap sedih wajah Chika, dia jadi sangat merasa bersalah dengan keputusannya menyembunyikan semuanya dari adik-adiknya, hingga mereka salah paham.


"Tapi aku menyukai Burhan"


"Jangan teruskan itu, kamu masih muda, banyak lelaki lajang di luar sana"


"Ta_tapi"


"Tidak ada tapi untuk suatu kesalahan, jangan lakukan itu jika tak ingin menyesal, rasa suka itu akan hilang dengan sendirinya" ucap Salsa lagi.


"Tenanglah percaya lah!"


Chika melihat ke arah Salsa, lalu mengangguk pelan, Salsa mengusap air mata Chika, yang membasahi pipinya saat itu, Salsa sayang menyayangi Chika, ingin rasanya Salsa terus menerus melindungi adiknya, jangan sampai terluka dan menangis, tapi apa daya Salsa hanya manusia biasa yang mempunyai banyak keterbatasan.


Dengan kejadian ini, Salsa hanya bisa berharap Chika menjadi lebih dewasa dan dapat mengambil hikmah dari semuanya.


"Jauhi Burhan, lupakan dia! aku akan memberikan kamu pekerjaan di kantor Danuarta, agar kamu sibuk dan melupakan Burhan, apa kamu setuju?" ucap Salsa menyampaikan idenya.


Chika mengangguk pelan, menyetujui usul dari Salsa.


Salsa mengantar Chika masuk ke dalam kamarnya, lalu membaringkannya di atas tempat tidur, untuk beristirahat.


"Tidurlah, bangun nanti perasaan kamu pasti akan lebih baik!" bisik Salsa, lalu keluar dari kamar Chika.


***


Salsa merasa pagi ini begitu indah, Salsa senang sepertinya Chika sudah mengerti. Hari ini pun jadwal menyanyinya sudah akan dimulai kembali, siang ini Danuarta akan menjemput dirinya.


Salsa dengan cepat membersihkan diri lalu turun untuk melihat adik-adiknya sarapan pagi.


Salsa tersenyum lebar saat melihat Chika sudah ada dan duduk sambil tersenyum dengan kedua adik kecilnya.


"Kamu, hari ini mulai menyanyi lagi?" tanya Chika.


"Iya, nanti siang Danuarta akan menjemput, jika ada kesempatan aku akan membicarakan tentang pekerjaan buatmu pada Danuarta" jawab Salsa.


"Semoga ada, aku bosan di rumah" rengek Chika.


Salsa tersenyum kecil mendengar itu, lalu mengambil sarapan untuknya sendiri, karena sepertinya adik-adiknya sudah sarapan terlebih dahulu.


"Hari ini aku akan mengantar mereka lagi!" ucap Chika.

__ADS_1


"Iya, hati-hati!"


Selesai sarapan Salsa kembali ke kamarnya lalu mempersiapkan diri, karena sebentar lagi Danuarta akan menjemput dirinya.


Danuarta yang sudah seminggu tak bertemu Salsa merasa sangat bersemangat, karena mulai hari ini mereka akan sering bersama lagi.


Tanpa pikir lagi Danuarta melarikan mobilnya menuju rumah Salsa.


"Rasanya aku sampai lupa wajah Salsa, apa dia tambah cantik?" Hati Danuarta bertanya-tanya.


Setelah tiba di rumah Salsa, Danuarta segera turun dari mobilnya, dia berharap Salsa yang menyambutnya di depan pintu nanti.


Danuarta merasa tegang, saat melihat pintu di buka oleh seseorang, dengan harap-harap cemas Danuarta berdoa dalam hati, kalau yang sedang membukakan pintu untuknya adalah Salsa, dengan begitu keberuntungan pasti akan selalu datang padanya setiap saat hari ini.


Danuarta menatap lurus ke depan menantikan wajah yang akan muncul di depan pintu.


Danuarta telah mempersiapkan sebuah senyum yang lebar untuk Salsa.


"Deg!" jantung Danuarta mulai berdetak kencang, Danuarta menyentuh dadanya, saat rambut hitam dari balik pintu mulai terlihat


"pagi!" terdengar salam dari balik pintu menyambut kedatangan Danuarta, membuat Danuarta menghela nafas panjang, itu bukan suara Salsa, seketika hati Danuarta merasa kecewa, dia sudah berharap banyak kalau di balik pintu itu adalah Salsa.


Senyum yang di pasang Danuarta seketika di copot oleh Danuarta dari kedua bibirnya.


Senyum yang sudah di copot olehnya di pasang kembali bahkan lebih lebar dari semula oleh Danuarta, mata Danuarta melebar dua kali lipat melihat wanita itu, menyambutnya bahkan Danuarta sampai memegang dadanya,untuk menahan dirinya agar tidak langsung berlari dan memeluk wanita itu, wanita itu adalah, siapa lagi kalau bukan Salsa,wanita yang sejak tadi Danuarta bayangkan.


"Pagi!" suara Salsa yang lembut terngiang masuk ke telinga Danuarta.


"Pagi!" balas Danuarta cepat.


Danuarta rasanya makin kaku saat melihat Salsa melangkah menghampiri dirinya.


Rasanya seperti adegan lambat yang sering terjadi di sinetron.


Tanpa mengurangi lebar senyum di bibirnya Danuarta, menjabat tangan Salsa.


Salsa menerima jabatan tangan Danuarta dengan sedikit kaku, Salsa bingung apa yang sedang terjadi pada Danuarta, mengapa menjadi kaku dan resmi seperti ini.


Salsa menatap ke arah Danuarta, dengan tatapan aneh. Danuarta yang tak menyadari itu asyik dengan pikirannya sendiri, Danuarta sungguh mengagumi kecantikan Salsa yang alami, "dia memang berbeda!" ucap Danuarta pelan, dan itu di dengar oleh Salsa.


"Siapa yang berbeda?" tanya Salsa langsung, hingga membuat Danuarta tersadar seketika.

__ADS_1


"Siapa yang beda?" tanya balik Danuarta.


Salsa mengerutkan keningnya, apa yang terjadi pada Danuarta pagi ini, terlihat sangat kacau dan kurang konsentrasi.


"Kamu kenapa?" tanya Salsa kemudian, penasaran dengan Danuarta.


"A_aku? Aku baik-baik saja!" jawab Danuarta.


"Tapi kamu terlihat berbeda, apa kamu sakit?"


"Ti_tidak, aku baik-baik saja"


Danuarta menarik tangan Salsa agar cepat masuk ke dalam mobilnya, agar Salsa tidak bertanya-tanya lagi.


Danuarta membodohi tingkahnya tadi di depan Salsa, mungkin dia sangat terlihat bodoh di mata Salsa.


Tapi sejujurnya ini pertama kalinya Danuarta begitu di depan seorang wanita, biasanya dia yang selalu membuat dirinya bodoh bukan sebaliknya, seperti sekarang.


"Kemana kita sekarang?" tanya Salsa tiba-tiba.


"Ke kantor, eh tidak! Ke tempat tujuan saja, kita sudah di tunggu" jawab Danuarta.


Salsa menoleh ke arah Danuarta, hari ini Danuarta sangat aneh.


"Kenapa?" tanya Danuarta, yang merasa Salsa terus menatap ke arahnya.


"Tidak!" jawab Salsa sambil menoleh ke arah yang lain.


Danuarta yang sedang berkonsentrasi menyetir tak ambil pusing lagi, dia segera menginjak pedal gas mobilnya , agar lebih cepat sampai karena mereka sudah sedikit terlambat sekarang.


Sampai di tujuan Salsa di kawal oleh Danuarta berjalan menuju tempat yang telah disediakan oleh panitia untuk mereka.


Hari ini Salsa harus bernyanyi tiga lagu, dan di wawancarai sedikit oleh pembawa acara, untuk memeriahkan acara yang sedang berlangsung.


Setelah sekian lama menunggu akhirnya giliran Salsa naik ke atas panggung. Salsa bernyanyi sangat tenang dan juga merdu hingga memukau para penonton, Salsa mendapatkan tepuk tangan yang meriah ketika Salsa selesai bernyanyi.


Salsa turun dari panggung dan berjalan ke arah Danuarta kembali.


Kecantikan memang selalu menarik perhatian, sepertinya semua perhatian para penonton terus tertuju padanya, walaupun Salsa sudah turun dari panggung.


Tentu saja itu bisa membuat rasa iri dalam diri seseorang muncul, seperti Ratna yang merupakan seorang penyanyi juga bahkan diapun sering menghias layar kaca bermain sinetron bahkan film layar lebar.

__ADS_1


Tapi kali ini Ratna di buat kacau karena perhatian para penonton banyak jatuh pada Salsa, sedangkan dirinya, yang saat ini sudah berada di atas panggung untuk bernyanyi , melihat para penonton perhatiannya tertuju terus pada Salsa menjadi kesal, Ratna merasa dirinya tak di hargai sama sekali.


__ADS_2