Salsa

Salsa
bab 45. tanggung jawab pada Rihana


__ADS_3

Setyo yang berada dalam kamar Rihana, menatap tajam ke arah Rihana.


"Bagaimana pun aku tak akan pernah menikahi kamu!walaupun bayi yang ada di dalam kandungan kamu, adalah anakku!" ucap Setyo.


Rihana yang mendengar hal itu terkejut, itu tak boleh terjadi, karena jika itu terjadi apa yang menjadi rencana awalnya untuk menguasai harta rumah ini tidak akan terwujud.


"Aku akan mengakui bahkan mengurus bayi dalam kandungan kamu, jika itu benar bayiku?" lanjut Setyo.


Rihana terdiam, bukan seperti itu yang dia inginkan, memang Setyo mungkin akan bertanggung jawab pada bayinya, hanya bayinya yang mendapatkan fasilitas dari Setyo, sedang dirinya masih harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan nya.


Setelah mengatakan semua itu Setyo keluar dari kamar Rihana dengan segera, rasanya muak harus berlama-lama melihat dan bersama berdua dengan Rihana.


Rihana menghela nafas panjang, bagaimana reaksi yang di perlihatkan oleh Setyo pada dirinya, Setyo sepertinya jijik terhadap dirinya, Rihana mengetahui hal itu, tapi dia tak perduli karena ia punya satu tujuan.


Rihana mengelus lembut perutnya yang mulai terlihat membuncit, lalu tersenyum lebar.


"Kamu adalah senjata ku, sehat-sehat lah di dalam, jangan buat aku repot!" ucap Rihana.


Setyo yang keluar dari kamar Rihana, pergi keluar dengan menggunakan mobil miliknya, ia sudah berjanji akan menemui seseorang saat ini.


Dengan kecepatan yang lumayan, Setyo mengemudikan mobilnya ke tempat tujuan. Setyo masuk ke dalam sebuah restoran, lalu duduk di bangku yang kosong.


Setyo menoleh ke arah televisi yang kebetulan saat itu, sedang menayangkan berita tentang Salsa yang wajah cantik nya terlihat di sana.


"Seorang penyanyi baru yang terlibat cinta dengan managernya" suara presenter yang membawakan berita tersebut.


Setyo mendengus kesal, melihat cuplikan Vidio kedekatan Salsa dan Danuarta, bagaimana mereka bercengkrama dan juga bagaimana tatapan yang penuh dengan cinta di mata Salsa dan Danuarta di perlihatkan dalam Vidio tersebut.


Setyo mengepalkan tangannya, menahan perasaan yang bergejolak di hatinya.


"Sudah lama?" suara seorang perempuan menyapa Setyo, Setyo tersenyum lebar.


"Aku juga baru datang!" balas Setyo. Wanita itu tanpa ragu duduk di bangku yang ada di depan Setyo.


"Bagaimana keadaan kamu?" tanya wanita itu kemudian.


"Baik, walau sedikit buruk" jawab Setyo dengan wajah sedikit sedih.


"Ada apa?" tanya wanita itu, penasaran dengan ekspresi yang di tunjukan Setyo padanya.


Setyo kemudian menceritakan masalahnya, pada wanita itu. Masalahnya bersama Rihana, Setyo meminta bantuan teman wanitanya, yang seorang Dokter. Untuk melakukan tes DNA, karena Setyo merasa tak sabar ingin mengusir Rihana dari dalam kehidupan nya, karena dia yakin kalau bayi yang sedang di kandung Rihana adalah bukan bayinya.

__ADS_1


"Apa kamu yakin?" tanya wanita itu sekali lagi. Setyo mengangguk yakin.


"Baiklah aku akan, mengkonfirmasi masalah ini dengan teman ku yang juga seorang dokter yang lebih mengetahui tentang masalah itu"


"Terimakasih"


Tak lama pesanan mereka datang, mereka berdua terhanyut dalam situasi makan makanan yang terhidang di meja mereka berdua, Setyo menoleh ke arah televisi lagi di saluran berbeda namun berita yang sama, Salsa rupanya sudah menjadi selebriti di mana-mana media menceritakan berita tentang dirinya, kali ini Sam berita tentang kedekatan Salsa dan Danuarta, Setyo menarik nafas dalam-dalam.


Hal itu rupanya tidak luput dari perhatian teman wanitanya, ia menoleh ke arah Setyo memandang, yang menyebabkan Setyo menarik nafas panjang.


"Kamu mengenal artis baru itu"


"Dia sangat cantik!"


"Dia memang cantik!"


"Apa kamu mengenalnya?"


Setyo menganggukan lemah, lalu terdiam.


"Dia istriku" jawab Setyo pelan.


"Apa!!"


"Apa karena wanita yang ada di rumah mu?"


"Begitulah!" jawab Setyo, membuat teman wanitanya menarik nafas panjang.


"Menurutku, kamu selesaikan cepat urusan kamu dengan wanita itu, aku yakin kamu masih mencintai artis wanita itu kan? terlihat jelas di mata kamu"


"Sebenarnya, bukan cuma karena Rihana tapi juga karena ibuku!"


Setyo seperti percaya dengan teman wanitanya yang satu ini, yang akhirnya menyebabkan dirinya menceritakan apa yang terjadi pada dirinya dan rumah tangganya, temannya melongo seakan tak percaya dengan cerita yang di ceritakan oleh Setyo, tentang hidupnya, memang sejak dulu ia tahu, kalau ibunya Setyo sering mengatur kehidupan Setyo selama ini, tapi untuk masalah ini kurasa ibunya Setyo sudah keterlaluan, dan dengan bodohnya Setyo pun mengikuti rencana ibunya.


"Ibu mu ternyata belum berubah juga!" ucap wanita itu, sambil menarik nafas kecewa, karena sebenarnya ia pun pernah merasa sakit hati oleh ulah ibu Setyo yang sangat sombong dan sangat pengatur itu.


Pernah suatu hari ibu Setyo mencoba masuk di dalam persahabatan mereka, dengan mengejek dirinya yang tak pantas menjadi teman Setyo, karena dia dan Setyo berbeda katanya, sempat sakit hati dan menjauhi Setyo tapi karena Setyo yang sangat baik, ulah ibu Setyo tidak di hirau kan.


Wanita itu menatap ekspresi sedih dari wajah Setyo.


"Bagaimana kalau sekarang kita pergi ke suatu tempat?" tanya wanita itu tiba-tiba.

__ADS_1


"Kemana?" tanya Setyo terkejut.


"Ikut saja, nanti kamu akan tahu, bagaimana?"


Setyo menatap ke arah wanita itu, membuat pandangan mata mereka bertemu untuk beberapa saat.


"Baiklah!" ucap Setyo akhirnya, membuat teman wanita yang ada di hadapanku tersenyum lebar.


Setelah selesai makan, mereka berdua pergi berdua ke tempat yang di tuju.


Setyo tersenyum saat tahu kemana teman nya itu membawanya.


"Bagaimana kamu suka di sini kan?"


"Tempat ini banyak berubah!"jawab Setyo.


"Tentu saja!waktu telah lama berlalu!"


"Kamu benar!" Setyo melihat tempat di mana, dia dan teman-temannya yang lain dulu sering berkumpul sepulang sekolah.


"Bagaimana kalau sekarang kita pergi menemui salah seorang teman kita?"


"Siapa?"


"Kamu akan mengetahui itu nanti" Setyo mengikuti apa yang di katakan oleh sahabatnya itu, dengan begini Setyo berharap bisa mengurangi rasa resah dan bingung dalam pikirannya.


***


Kita kembali ke Salsa...


Salsa yang sekarang benar-benar telah menjadi bintang karena berita tentang nya setiap hari selalu terdengar. Membuat Chika makin merasa iri dengan keberuntungan nasib yang di dapat oleh Salsa yang hanya tamatan SD itu, sedangkan dirinya yang tamatan perguruan tinggi hanya jadi pengangguran di rumah.


"Artis sensasional, telah datang!" ucap Chika sinis menyambut kedatangan Salsa, Salsa terdiam menatap tajam ke arah Chika, kemudian berjalan kembali hendak menuju kamar tidurnya,untuk menyimpan koper yang sedang di bawanya.


Chika yang merasa bosan tidak di perhatikan oleh Salsa, menahan langkah kaki Salsa.


"Aku benci kamu!" bentak Chika.


Salsa melotot ke arah Chika, tak menyangkal Chika akan melakukan ini, secara terus terang seperti ini.


"Kenapa?" tanya Salsa.

__ADS_1


"Aku heran dari dulu hanya kamu yang selalu menjadi pusat perhatian semua orang?" sinis Chika.


__ADS_2