
"Tidak, aku tidak mau berhenti menjadi manager kamu!" seru Tegar.
"Tapi mamih kamu!" ucap Salsa balik.
"Benarkan, semua karena ucapan Mamih aku? ! tenanglah soal mamih biar aku urus"
Salsa terdiam, lalu menggeleng lemah, Salsa tetap merasa harus melepaskan Danuarta bagaimana pun. Salsa tak ingin di salahkan lagi, jika terjadi sesuatu pada Danuarta.
Salsa masuk ke dalam rumahnya, meninggalkan Danuarta, yang masih berdiri terpaku di tempatnya, tak percaya dengan keputusan Salsa.
Danuarta dengan wajah sedih keluar gerbang rumah Salsa, Setyo yang belum beranjak dari tempat itu melihat Danuarta yang keluar, senyum nya langsung saja menghilang.
Begitu pula dengan Danuarta, matanya melihat mobil Setyo, ada di depan rumah Salsa, rasa kesal nya makin kuat, Danuarta menghampiri mobil Setyo dengan marah, melihat Danuarta mendekati mobilnya Setyo turun dari mobilnya, mata mereka saling beradu pandang, banyak kata yang terucap dalam mata mereka berdua.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Danuarta pada Setyo.
"Kamu sendiri sedang apa di sini?" tanya balik Setyo.
"Aku manager Salsa!" jawab Danuarta, mendengar itu Setyo tertawa kecil.
"Mantan manager, yang benar!"
Danuarta menatap ke arah Setyo dengan tajam tak menyangka jika Setyo mengetahui hal itu, apa Salsa yang menceritakan semua ini pada Setyo, jika benar berarti tadi mereka baru saja pergi bersama.
Danuarta mengepalkan tangannya, baru saja mereka tak bertemu dua hari Setyo sudah mengambil kesempatan itu.
"Jangan suka mencari kesempatan dalam kesempitan!" ucap Danuarta.
"Apa maksud kamu?!"
"Ingat kalian sudah bercerai, dan kamu akan mempunyai bayi dari wanita lain!"
"Itu bukan urusan kamu!"
"Semua yang menyangkut Salsa menjadi urusanku!" .
__ADS_1
"O_ya, siapa kamu buat Salsa, hanya seorang mantan manager yang tak tahu diri!"
"Lihat kamu sendiri apa? hanya mantan suami tak berguna, yang mau saja di bohongi ibu sendiri!"
"Apa maksud kamu!" bentak Setyo tidak terima ibu nya di bawa-bawa.
" Cari tahu sendiri, kalau kamu mampu!"
Apa maksud dari perkataan Danuarta tentang ibunya, ibunya berbohong tentang apa padanya?.
"Tentu saja aku akan mencari tahu semuanya, tapi aku tak suka kamu mencampuri urusanku dengan Salsa!"
"Satu yang perlu kamu harus bawahi, aku akan terus menjaga Salsa dari pria seperti kamu!"
Setyo mengepalkan tangannya, melayangkan sebuah pukulan ke wajah Danuarta, Danuarta tak bergerak di tempatnya, dia membalas pukulan Setyo dengan tak kalah kerasnya dengan pukulan dari Setyo barusan.
Terjadilah aksi saling pukul di antara Setyo dan Danuarta malam itu, tanpa ada yang menghentikan mereka.
Danuarta dan Setyo terlihat kelelahan, lalu terduduk lemas di pinggir jalan, dengan wajah penuh dengan luka.
Mereka saling tatap lalu tertawa bersamaan, Setyo membuka suaranya terlebih dahulu "terimakasih telah menjaga Salsa dengan baik"
"Tapi Salsa pasti akan kembali kepadaku"
"Itu belum terbukti, lagi pula sebelum kamu mengetahui siap ibumu, kamu tak boleh mendekati Salsa, jika itu terjadi aku orang yang pertama akan menghalangi kamu!" ucap Setyo.
Setyo melihat ke arah Danuarta, Danuarta mengatakan tentang ibunya beberapa kali, sebenarnya apa yang telah di ketahui oleh Danuarta tentang ibunya, yang dirinya tidak tahu.
"Kenapa? Kamu tidak percaya padaku?"
"Kamu pasti akan rugi sendiri" lanjut Danuarta.
"Aku akan mencari kebenaran yang kamu ucapkan, jika tak terbukti aku akan mencari kamu karena telah menjelekkan ibuku"
"Aku akan selalu menunggu kamu!" balas Danuarta.
__ADS_1
"Salsa akan tenang di bawah naungan agensi temanku, jadi tenanglah, jadilah pengacara yang lebih hebat"
"Baiklah jaga Salsa baik-baik, karena Salsa kapanpun bisa terluka" pesan Danuarta sebelum meninggal Setyo.
Setyo terkejut mendengarnya, tapi tak menanyakan lebih lanjut pada Danuarta, Setyo hanya memandangi kepergian Danuarta dengan penuh tanda tanya.
***
Rihana terkejut saat melihat Setyo pulang dengan wajah penuh dengan luka, dengan penuh perhatian Rihana menanyakan bagaimana Setyo bisa terluka.
Mulut Setyo tertutup rapat tak memperdulikan pertanyaan dari Rihana walaupun Setyo bisa melihat ekspresi penuh rasa khawatir pada nya, tapi Setyo tidak merasa tersentuh, oleh sikap Rihana itu.
Rihana walau pun kesal karena Setyo tidak memperhatikannya, Rihana berusaha bersikap biasa saja dan tak perduli dengan perlakuan Setyo padanya.
Setyo masuk ke dalam kamarnya, lalu berbaring di atas tempat tidurnya .
Bayangan Setyo langsung teringat kata-kata Danuarta tentang ibunya.
Apa yang telah di lakukan ibunya? Yang Setyo masih tidak tahu, Setyo berjanji akan menyelidiki semua itu.
***
Pagi ini, Setyo terbangun dengan tubuh, agak sakit dan wajah yang terlihat agak biru, tentu saja hal itu menimbulkan pertanyaan dari nyonya Nur yang merasa agak khawatir.
"Ada apa dengan kamu?" Tanya nyonya Nur pada Setyo dengan ekspresi wajah cemas.
"Bukan masalah besar mah, masih bisa di kendalikan" jawab Setyo.
Melihat wajah ibu nya, Setyo bertanya "apa ibu suka minum obat yang di berikan oleh dokter?" tanya Setyo
"Iya, kenapa?"
"Entahlah aku merasa wajah ibu terlalu pucat, tidak pernah membaik!"
"Ibu sendiri tidak tahu, ibu merasa sekarang agak membaik"
__ADS_1
"syukur kalau seperti itu, bagaimana besok aku antar ibu ke rumah sakit"
"rasanya itu tak perlu, biar dokternya saja yang kemari aku tak mau antri di rumah sakit" Setyo menatap ibunya, lalu menarik nafas panjang, ibunya terlihat baik-baik saja, tapi kenapa Danuarta berkata ibu nya, yang berarti ibuku.