Salsa

Salsa
bab 30. Menjadi terkenal


__ADS_3

Chika tak menduga kalau ternyata Salsa belum, mengetahui kalau Mona adalah ibu mereka, ibu yang telah meninggalkan mereka selama ini, Chika sangat membenci ibunya.


"Katakan apa yang kamu ketahui?" tanya Salsa, Chika terdiam, Chika terdiam dan juga bingung melihat apakah dia harus memberitahukan Salsa yang sebenarnya.


"nanti saja aku, aku pasti akan mengatakan semua padamu tapi nanti setelah hatiku tenang!" ucap Chika, lalu pergi meninggalkan Salsa, Salsa masuk ke kamarnya, Salsa merasa lelah, karena hari ini dia sudah mengunjungi beberapa tempat, Salsa mengelus perutnya lembut *haruskah aku memberitahukan ayahmu, soal kamu* bathin Salsa.


*Tapi ibu rasa tak perlu karena pasti ayahmu, akan sibuk dengan anaknya bersama wanita itu* bathin Salsa lagi, Salsa mengelus lembut perutnya sekali lagi.


Salsa memejamkan matanya,dia harus banyak istirahat untuk menjaga kandungan nya yang masih lemah sekarang ini. Salsa memakan makanan yang ada di hadapannya, sedikit demi sedikit.


"Aku pasti akan menjaga mu!" ucap Salsa sambil mengelus perut nya. Salsa merasa hidupnya akan lebih berarti lagi dengan kehadiran buah hatinya, nanti.


***


Salsa bangun pagi seperti biasanya, hari ini dia akan melakukan pertemuan dengan Danuarta dalam rangka penyerahan hak warisan pada Setyo, Salsa hanya meminta rumah yang di tempati olehnya dan adiknya saja, tanpa yang lain, urusan nafkah untuk adik-adiknya, dia akan bekerja untuk memenuhi semua itu.


"Semua nya, sekarang sudah menjadi milik Setyo, apa rencana kamu selanjutnya?" tanya Danuarta.


"Aku, akan mencari pekerjaan!" jawab Salsa.


"Dalam keadaan kamu hamil begitu, siapa yang mau?" tanya Danuarta.


"Kamu, apa tak ada pekerjaan untuk ku di kantor ini? Sebagai tenaga bersih-bersih pun aku siap!" jawab Salsa.


Danuarta menggeleng lemah "nanti saja jika kandungan kamu sudah lahir, kemarilah! aku tak suka mempekerjakan wanita hamil!" ucap Danuarta


Salsa tersenyum mendengar ucapan Danuarta, Salsa memutuskan untuk segera keluar dari kantor Danuarta, begitu urusannya selesai, tapi di saat Salsa ingin keluar dari kantor Danuarta, ada seorang wartawan yang mengenali Salsa sebagai penyanyi jalanan yang sedang jadi perbincangan di dunia Maya.


"Halo, apakah ini benar anda?" tanya wartawan itu, sambil menunjukan rekaman Vidio kemarin saat, Salsa menyumbangkan suaranya untuk teman-teman nya di perempatan lampu merah.

__ADS_1


"Iya kenapa,Vidio ini ada di handphone anda?" tanya Soraya.


"Anda tidak tahu, kalau anda sekarang sedang ramai di medsos sebagai wanita cantik lampu merah bersuara merdu" ucap wartawan itu, lagi.


Soraya menatap aneh, ke arah wartawan itu, tidak percaya dengan apa yang dikatakan olehnya.


"Kalau boleh, saya minta waktunya sebentar, untuk mewawancarai anda?" tanya Wartawan itu lagi, Danuarta yang mendengar sedikit keributan di luar kantornya, keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi, Danuarta terkejut melihat Salsa sedang di kelilingi beberapa orang.


"Maaf ada apa ini?" tanya Danuarta langsung melindungi Salsa di balik punggungnya.


"Saya hanya ingin mewawancarai mba ini!" jawab wartawan itu.


"Memangnya dia kenapa?" tanya Danuarta.


"Mba ini sekarang sudah terkenal di dunia Maya, banyak masyarakat dari berbagai media sosial, ingin mencari tahu siapa mba sebenarnya" jelas Wartawan itu.


Danuarta menatap ke arah Salsa, Salsa hanya mengangkat kedua bahunya, memberitahukan kalau dia pun tidak tahu apa-apa soal ini.


"Apa kamu mau klarifikasi soal ini, dengan wartawan ini?" tanya Danuarta.


"Memangnya apa yang ingin ditanyakan padaku?" tanya Salsa.


"Kami hanya ingin tahu tentang Anda? dan kenapa anda bisa bernyanyi di bawah lampu merah tersebut?" jawab wartawan itu.


Salsa maju ke depan, lalu mulai menjawab apa yang di tanyakan oleh wartawan tersebut, lalu setelah itu Salsa tak menyangka orang di sekitar itu, mengantri untuk bersalaman dengannya, Danuarta berdiri kaku di pojokan melihat Salsa yang sudah di kelilingi banyak orang.


Sampai akhirnya, Danuarta terpaksa memanggil security untuk membubarkan kumpulan orang itu, dan membawa Salsa masuk kembali ke dalam kantornya.


Danuarta menatap Salsa yang terduduk di Sofa dengan nafas lega, dia tak percaya dengan nasib yang di alami oleh Salsa pertama dia mendapat warisan yang besar dari seseorang setelah itu selesai, sekarang dia tiba-tiba menjadi selebriti dadakan.

__ADS_1


"Maafkan aku, aku pasti akan merepotkan kamu lagi!" ucap Salsa pada Danuarta.


"Mungkin sudah menjadi nasib ku, untuk dekat dengan kamu!" jawab Danuarta, Salsa tersenyum mendengar ucapan Danuarta yang begitu pasrah.


Setelah di luar terlihat tenang, Danuarta mengantar Salsa pulang, sampai di rumah, Salsa terkejut dengan kedatangan banyak tamu yang tidak di kenal olehnya.


"Kakak, mereka dari tadi menunggu mu!" teriak Restu.


Salsa tidak tahu harus berbuat apa, dengan terpaksa mereka menemui mereka lalu berbicara panjang lebar tentang dirinya, di halaman rumah, setelah itu Salsa masuk ke dalam rumah dan menguncinya rapat-rapat.


Salsa meminta bantuan Danuarta tentang apa yang harus dilakukan olehnya, Salsa merasa kalau besok kejadian, akan sama seperti hari ini.


***


Keesokan harinya Salsa bangun seperti biasanya, dan terkejut melihat banyak orang yang berkumpul di rumahnya, Danuarta seperti janjinya datang ke rumah Salsa mengatasi semua masalah yang terjadi pagi itu, Danuarta yang seorang pengacara mendadak menjadi manager Salsa, jika ingin bertemu dengan Salsa harus menghubungi ia terlebih dahulu, dan rencana keinginan para penggemar Salsa agar Salsa menunjukan kemampuan bernyanyi nya lagi,di setujui oleh Salsa, Danuarta sebagai seorang manager akan mengurus semua keperluan Salsa tentang penampilan Salsa yang akan di tayangkan oleh salah satu saluran televisi swasta, di atur oleh Danuarta.


"Lihat tetangga kita itu, buat kehebohan apa? hingga setiap hari rumahnya selalu saja ramai!" ucap Burhan.


"Dia masuk media sosial dan menjadi artis dadakan" jelas Mona.


"Sepertinya kamu sangat memperhatikan dirinya, hingga sampai mengikuti beritanya!" ucap Burhan sinis, ia masih curiga dengan hubungan istrinya dengan keluarga tetangga depan rumahnya.


"Tetangga bahkan teman-teman ku membicarakan, soal dia setiap hari, karena dia bernyanyi sangat bagus,kamu mau lihat Vidio nya!" cerocos Mona, ia tahu suaminya masih penasaran dengan hubungan dirinya dan Salsa.


Burhan melihat Vidio yang di tunjukan oleh Mona, suara Salsa tetangganya itu memang merdu dan dia terlihat cantik di dalam Vidio itu, pantas banyak yang menyukainya.


"Bagaimana? bagus bukan? dia memang pantas jadi bintang, selain cantik tapi juga berbakat!" ucap Mona.


"Iya, dia sangat berbakat sekali" puji Burhan. Mona tersenyum lebar mendengar pujian suaminya pada Salsa putri sulungnya yang baik itu. Mona harus bisa melindungi putri sulungnya itu, karena selama ini dia lah yang tidak pantang menyerah dan selalu bekerja keras untuk keluarganya, bukan seperti dirinya yang menyerah lalu meninggalkan anak-anak nya, yang akhirnya selalu menjadi penyesalan yang berkepanjangan hingga kini.

__ADS_1


Mona tanpa terasa meneteskan air matanya, yang segera dia hapus dengan tangannya, sebelum Burhan suaminya mengetahui hal itu.


__ADS_2