Salsa

Salsa
bab 39.Danuarta


__ADS_3

Salsa mencoba menenangkan hatinya, tak lama kemudian Danuarta masuk ke dalam kamar melihat Salsa yang sedang menangis dengan memeluk kedua lututnya, di atas tempat tidur.


Danuarta mendekati Salsa lalu memeluknya, erat. Danuarta yang seumur hidup, tak pernah mengalami yang namanya kesusahan yang bertubi-tubi seperti yang di alami Salsa merasa iba. Bahkan Danuarta seperti mempunyai keterikatan pada Salsa sejak mereka bertemu, bahkan perasaan Danuarta berkembang ke arah yang lain pada Salsa dan itu di sadari atau tidak oleh Danuarta, telah terjadi begitu saja.


Danuarta mengusap air mata yang membasahi pipi Salsa, dengan perlahan.


"Jangan terlalu banyak menangis, wajah kamu terlihat jelek!" ledek Danuarta, berusaha menghibur Salsa.


"Biarin!!" jawab Salsa kesal, dia menggibaskan tangan Danuarta.


"Bercanda! aku hanya tak suka melihat kamu menangis terus, tenanglah ada aku di sini!" lanjut Danuarta, Salsa mengangguk pelan.


"Kamu harus janji tak boleh meninggalkan aku, selama nya!" ucap Salsa.


Mendengar ucapan Salsa, Danuarta terdiam lalu tersenyum lebar.


"Baiklah aku berjanji tak akan, pernah meninggalkan kamu, selamanya!" jawab Danuarta.


Salsa menoleh ke arah Danuarta dengan tatapan sedihnya, lalu berkata "terimakasih" .


Salsa merasa tenang setelah Danuarta berjanji tak akan pernah meninggalkan nya, karena selama ini dia selalu sendiri tak pernah bergantung pada siapapun, tapi kali ini rasanya Salsa membutuh kan seseorang untuk tempat dia bersandar, walau hanya untuk sebentar.


***


Salsa telah kembali ke rumah nya, untuk beberapa hari Salsa terpaksa menghentikan kegiatan nya, karena harus , lagi diluar sana beredar berita tentang kehamilannya yang telah gugur, dan semuanya perlu klarifikasi darinya, karena sekarang gosip yang beredar sudah melenceng jauh dan menyudutkan posisinya.


Chika yang mendengar Salsa keguguran, tersenyum bahkan Chika merasa bahagia kakaknya terkurung di dalam rumah, sepanjang hari.


"jadi pengangguran, sekarang!?" sindir Chika


Salsa melirik ke arah Chika yang baru saja datang dan di dekatnya.


Salsa diam tidak menimpali ucapan Chika, sedangkan Chika kesal karena Salsa tidak

__ADS_1


dengan ucapannya.


"Sepertinya ada yang sedang tuli dan bisu!" sindir Chika lagi.


Salsa bangkit dari duduknya, ia sedang malas melayani ucapan Chika yang memang super pedas seperti biasanya, Salsa menaiki tangga rumah menuju kamarnya.


Chika bertambah kesal, ia berlari mengejar Salsa dan menahan tangannya "aku bicara dengan mu!" seru Chika.


Salsa menatap ke arah Chika dengan pandangan tajam "maaf tapi aku sedang malas untuk berdebat denganmu, jadi apapun yang kamu katakan aku menyetujuinya" ucap Salsa.


"Kamu mengatakan aku sekarang pengangguran? ya aku memang pengangguran!" lanjut Salsa.


"Kamu mengatakan aku bisu dan tuli, itu juga benar! karena aku sedang berusaha untuk bisu dan tuli, agar duniaku tenang!" lanjut Salsa lagi, lalu menggibaskan tangan Chika dari tangannya dan berjalan cepat menuju kamarnya.


Chika termangu berdiri di tempatnya, mendengar ucapan Salsa, Chika tersenyum sinis lalu berbalik arah meninggalkan tempat itu.


Salsa menutup pintu kamarnya rapat-rapat, tanpa sadar air matanya,menetes di pipinya, adik yang seharusnya mendukung dirinya, kini malah membenci dan menghujatnya.


Salsa merasa benar-benar sendirian di dunia ini, setelah kematian ayahnya.


Salsa sangat menghargai usaha Mona tersebut, walaupun tahu itu adalah cara Mona mendekati Restu, bukan murni karena sebagai ibu Restu, tapi itu semuanya memang tidak ada yang salah.


Salsa mengambil handphonenya, lalu menelepon Danuarta, tak lama Danuarta juga mengangkatnya dan memberi kabar kalau besok mereka akan bertemu dan akan mengadakan klarifikasi tentang gosip yang beredar saat ini, Salsa menarik nafas lega mendengar itu.


***


Keesokan harinya, Salsa masih seperti biasanya bangun pagi menyiapkan segala keperluan adik-adiknya yang dia bisa, menemani mereka sarapan, berbincang seperti biasa tanpa ada beban.


Setelah mereka pergi Salsa kembali ke kamarnya untuk mengganti pakaian, karena sebentar lagi, Danuarta akan datang menjemput.


Tepat seperti yang Danuarta sebutkan pada jam itu, Danuarta sampai di rumah Salsa, Salsa yang telah siap, menyambut kedatangan Danuarta, Danuarta terdiam sebentar melihat penampilan Salsa yang segar dan cantik saat ini, Chika yang melihat hal itu mendengus kesal, bagaimana bisa Salsa yang biasa itu, bisa menarik perhatian pria seperti Danuarta dan Setyo, Chika bisa melihat bagaimana mata Danuarta dan Setyo sangat memuja Salsa.


"Ehmmm!" Suara Chika.

__ADS_1


Danuarta terbangun dari keterpanaannya, dan menoleh ke arah Chika.


"Belum juga bercerai sudah bersama pria lain!" sinis Chika.


"Ayo pergi!" ajak Salsa pada Danuarta, Salsa benar-benar tak ingin meladeni ucapan Chika.


"Terus saja menghindar, aku tak akan pernah bosan!!" seru Chika.


Danuarta menoleh ke arah Chika yang berteriak pada Salsa, dengan marah, bathinnya jadi bertanya-tanya *apa yang terjadi di antara mereka berdua*.


Di dalam mobil...


Danuarta menengok ke arah Salsa yang terdiam menutup mulutnya rapat-rapat ketika di dalam mobil.


Danuarta ingin bertanya sesuatu tapi di tahan olehnya, ia takut salah berkata.


"Ada yang mau kamu tanyakan?" tanya Salsa tiba-tiba, membuat Danuarta terkejut, Salsa sebenarnya tahu kalau Danuarta melirik ke arahnya berulang-ulang kali, seperti ada yang ingin dia tanyakan, tapi tidak di lakukan olehnya.


Salsa menoleh ke arah Danuarta yang saat ini juga sedang melihat ke arahnya, mata mereka berdua bertemu dan tertaut beberapa detik, sampai Danuarta yang harus mengalihkan pandangannya ke depan, karena dia dalam posisi sedang menyetir.


"Kamu ada masalah dengan Chika?" tanya Danuarta.


"Biasa adik dan Kakak!" jawab Salsa.


"Tapi aku lihat, Chika begitu marah pada mu?" lanjut Danuarta.


Salsa terdiam haruskah dia bercerita tentang salah paham yang terjadi antara dia dan Chika,karena kali ini menyangkut orang lain, walaupun orang lain itu bukanlah orang asing, tapi ibu mereka yang telah lama hilang.


"Nanti jika sudah waktunya aku pasti cerita padamu!" jawab Salsa, Danuarta menoleh ke arah Salsa lalu tersenyum dan berkata "baiklah, aku akan menunggu sampai kamu siap bercerita padamu" balas Danuarta.


Salsa menatap ke arah Danuarta sekali lagi, mata mereka bertemu pandang. membuat keduanya bersemu merah.


Mereka berdua saling membuang muka ke arah yang berlainan arah.

__ADS_1


Salsa menjadi serba salah dan kikuk setelah kejadian itu, begitupula dengan Danuarta, bahkan Danuarta sempat merasakan detakan jantungnya yang cepat, serta hatinya yang berdebar-debar.


Danuarta tahu perasaan apa itu, perasaan yang sama saat dia jatuh cinta, pertama kalinya.


__ADS_2