Salsa

Salsa
bab 31. Chika cemburu


__ADS_3

Mona menghapus air matanya dengan cepat, Mona merasa takut jika Burhan mengetahui masa lalu nya, yang dengan tega meninggalkan anak-anaknya, melihat sifat Burhan, Burhan pasti akan langsung pergi darinya, sebelum itu terjadi Mona akan berusaha menyakinkan anak-anaknya untuk menerima dia kembali.


***


Salsa yang sedang hamil muda terlihat sibuk, dengan kegiatan bernyanyi, hingga Salsa dapat melupakan sedikit masalahnya bersama Setyo, nama Setyo seolah menguap dari kehidupan Salsa. Salsa sangat suka dengan bernyanyi, bahkan kehidupan keluarganya selama ini, semua berasal dari nyanyiannya.


Salsa yang sekarang menjadi pusat perhatian orang, menimbulkan rasa cemburu pada Chika, Chika yang pada dasarnya punya sifat ingin selalu di perhatikan, melihat Salsa yang sekarang mendapat perhatian banyak orang mulai membenci Salsa.


"Wanita yang tidak tamat SD saja mereka agung-agungkan!" umpat Chika.


Restu yang mendengar itu, langsung protes "dia putus sekolah karena kamu! dia bekerja untuk membiayai sekolah kamu!" Omel Restu.


"Ikut campur terus!" balas Chika.


"Harus yang kamu katain itu, kakak ku!" ucap Restu lagi.


"Aku juga kakakmu!" protes Chika.


"Iya, tapi kamu kakak yang jahat!" lanjut Restu.


"Kamu!!" bentak Chika marah, sambil meninggalkan Restu.


"Awas!! Aku pasti akan membuat kamu malu, hingga karir mu langsung lenyap seketika" ancam Chika.


***


Salsa yang saat itu siap tampil terkejut melihat Setyo dan Rihana datang, bersamaan. Salsa menahan nafasnya *ini pasti suatu saat akan terjadi di manapun* bathin Salsa, Salsa naik ke atas panggung dengan perlahan ini adalah penampilan perdana nya, setelah ia menjadi terkenal.


Salsa membuka mulutnya untuk mulai bernyanyi, begitu Salsa mulai melantun lagu nya, penonton mulai mengalihkan pandangan ke arah Salsa, begitu juga dengan Setyo.


Setyo matanya terbelalak karena terkejut saat melihat siapa yang ada di atas panggung saat ini, matanya langsung berbinar, tak menyangka orang yang selama ini dia rindukan dan ingin dilihatnya, ada di depan matanya, tapi sayang Setyo tidak dapat menghampirinya, Setyo tak pernah sedikit pun mengalihkan pandangannya dari wajah Salsa yang saat ini jelas ada di depan matanya.


*Dia tambah cantik, bibir tipis itu aku sangat merindukannya* bathin Setyo.


Rihana merasa kesal melihat Setyo perhatian hanya pada Salsa saja saat ini, Rihana sengaja mengajak Setyo keluar, untuk mengusir rasa jenuhnya karena beberapa hari kemarin selalu di dalam kamar, karena harus berpura-pura mabuk karena hamil muda untuk mencari perhatian Setyo, tapi saat mengajak Setyo keluar mereka malah bertemu dengan Salsa yang sekarang sudah berubah 180 derajat, penampilannya, gaya nya ataupun cara bicara nya tadi sangat berbeda dengan Salsa yang dulu dia kenal.

__ADS_1


Salsa melihat ke arah Setyo yang sedang melihat ke arahnya,mata mereka saling bertemu dan menahan rasa rindu, Salsa menguatkan dirinya agar bisa menyanyikan lagu nya sampai dengan selesai.


Salsa menarik nafas lega setelah berhasil menyanyikan sebuah lagu di iringi tatapan tajam dari Setyo, Salsa mendapat tepukan yang meriah begitu selesai bernyanyi membuat senyum Salsa melebar begitu mendengarnya, Salsa pun mengatakan rasa terimakasih nya sebelum ia turun dari panggung.


Salsa di sambut oleh Danuarta, di bawah panggung, Danuarta lah yang memberinya nasehat dan semangat selama ini, Salsa sangat mempercayakan hidupnya pada Danuarta.


Senyum di wajah Danuarta tak pernah lepas saat tangan Salsa terus menggandengnya, Danuarta merasa Salsa memang sangat membutuhkan dirinya, apalagi saat ini, di saat Salsa tidak memiliki siapapun untuk mendukungnya. Bahkan Setyo tak berkutik sekarang, karena dalam posisi yang serba salah.


Salsa menghampiri Setyo dan Rihana yang ternyata adalah salah satu tamu terhormat dalam acara ini, Salsa mengeratkan gandengan tangannya pada Danuarta, Salsa merasa tubuhnya sedikit gemetar saat ini.


"Tenang lah, kita hanya perlu menemui mereka sebanyak" bisik Danuarta, Salsa mengangguk.


Setyo menghampiri Salsa lalu segera bersalaman dengan Salsa "selamat atas kesuksesan kamu!" ucap Setyo.


"Terimakasih pak!" Jawab Salsa, lalu beralih ke tamu yang lainnya, Salsa mencoba melihat Setyo hanya sebagai tamu undangan, Salsa berjalan meninggalkan Setyo untuk menemui tamu yang lainnya, Setyo melihat punggung Salsa yang mulus terlihat dengan bebasnya, Setyo mendengus kesal "tak ada baju yang lain, selain baju itu" umpat Setyo.


Rihana hanya terdiam sejak tadi, melihat bagaimana ekspresi Setyo pada Salsa, Setyo seakan lupa dengan dirinya, dengan kesal Rihana melangkah meninggalkan Setyo, setyo tidak bergeming dari tempatnya.


Rihana melambatkan jalannya, saat tahu Setyo tidak mengejar nya, Salsa menyetop sebuah taxi yang kebetulan berhenti di depannya.


Rihana berhenti di depan kontrakan fajar "tunggu sebentar bang!aku ambil uang dulu" ucap Rihana, dia sudah tak punya uang sama sekali dalam dompetnya, Rihana mengetuk pintu kontrakan fajar, tapi tak kunjung di buka oleh fajar "kemana juga si brengsek itu!" maki Rihana.


Rihana turun kembali menemui supir taxi itu, dan mengatakan yang sebenarnya, supir taxi itu marah, sepertinya ia tak mau tahu kesulitan Rihana.


"Berikan tas kamu!" ucap supir taxi.


"Tidak!" tolak Rihana.


"Tas ku mahal, tidak sebanding dengan ongkos taxi!" lanjut Rihana.


"Lalu kamu punya apa selain tas, sepatu tidak ada manfaatnya buat istriku!" ucap supir taxi itu.


"Antar aku ke sebuah toko di pertokoan sana, aku akan menjual tas ku!" jawab Rihana, masuk ke dalam taxi itu lagi.


Rihana masuk ke dalam toko langganan nya, lalu menjual tas itu.

__ADS_1


"Ini uangnya, tolong antar aku ke tempat yang tadi!" pinta Rihana pada supir taxi itu.


Rihana memasukan uang sisa hasil penjualan tas di dalam dompetnya, Rihana kembali ke kontrakan fajar, siapa tahu fajar sudah kembali.


Dugaan Rihana benar, fajar sudah ada di depan kontrakan , dengan membawa sesuatu di tangannya.


Fajar terkejut melihat Rihana ada di belakang nya.


"Halo jar" sapa Rihana, sambil mencium bibir Fajar.


"Masuklah sayang!" suara lembut dari balik pintu, membuat Rihana terkejut.


Fajar segera mendorong tubuh Rihana hingga terlepas, lalu segera masuk ke dalam kontrakannya, tanpa memperdulikan Rihana.


"Dor! Dor! Dor!" Rihana menggedor pintu kontrakan Fajar dengan kuat, tapi Fajar tak kunjung keluar.


"Fajar keluar!sialan!" Maki Rihana


Rihana menghentikan aksinya, dia meninggal kontrakan Fajar dengan marah.


"Semua laki-laki bajingan! Tidak ayah! Setyo! Fajar! semua bajingan!" maki Rihana meluapkan emosinya. Rihana berjalan tanpa tujuan, tiba-tiba handphone nya berdering, melihat siapa yang menelepon nya, Rihana mematikan ponselnya.


"Mau apa lagi mereka!" bentak Rihana.


Baru saja Rihana melangkahkan kakinya di lagi.


"Tangkap dia!" Rihana yang terkejut berteriak meminta tolong, tapi tak ada satupun yang menolongnya, hingga akhirnya Rihana di masukkan ke dalam sebuah mobil.


"Ketemu lagi sayang!" sapa pria gendut hitam yang Rihana kenal siapa dia, tentunya.


"Mau apa?" tanya Rihana.


"Menagih janji, bukankah ini sudah dua bulan lewat!"


"Sedikit lagi aku berhasil, jadi Minggu depan aku akan, menikah dengan putra pemilik warisan itu, sabarlah" jelas Rihana

__ADS_1


"Tentu saja kami bersabar, kami hanya mengingatkan" jawab pria itu dengan senyum sinisnya.


__ADS_2