
Salsa merasa belum bisa melupakan Setyo, ternyata Setyo masih dalam hatinya selama ini, buktinya sekali bertemu kenangan bersama Setyo langsung saja muncul dalam ingatannya.
***
Salsa pagi itu bangun, dengan tubuh agak lemas dan juga lelah semalaman Salsa tak dapat tidur satu karena masalah Danuarta dan yang kedua kenangan akan Setyo terus muncul di kepalanya.
Salsa dengan terpaksa turun dari tempat tidur, mendengar suara handphone nya berbunyi, dengan sekuat tenaga Salsa turun dan berjalan untuk mengambil handphonenya.
Salsa terkejut ketika mengetahui siapa yang sedang menelepon nya, pagi-pagi seperti ini.
"Setyo!" ucap Salsa.
"Halo"
"Ya_halo"
"Aku hanya ingin memberitahukan bahwa teman aku yang mempunyai agensi, ingin bertemu dengan kamu" jelas Setyo.
"Kapan?" tanya Salsa dengan penuh semangat.
Mungkin ini jalan yang benar untuk bisa melepaskan Danuarta dari tugasnya sebagai manager.
Bukan Salsa mau memecat Danuarta, tapi Salsa tak ingin Danuarta terluka dan kelelahan lagi karena dirinya lagi.
Siang itu Salsa bertemu dengan Setyo dengan seorang temannya yang katanya mempunyai sebuah agensi dan mau menerimanya.
Salsa yang berpenampilan sangat cantik itu membuat Setyo dan temannya menatap kagum.
"Maaf, bisa kita mulai masalah kita" ucap Salsa.
"Tentu saja!" jawab Jhon cepat.
Setyo tak pernah melepaskan pandangannya dari Salsa, Setyo merasa sedikit tak percaya jika wanita di depannya adalah Salsa yang dulu begitu dekil dan kotor.
Sekarang Salsa berubah menjadi wanita yang sangat menarik untuk di lihat bahkan di miliki seseorang, Setyo yang sudah mengetahui bagaimana sifat Salsa memberi nilai Salsa sebagai wanita yang sangat sempurna.
Setyo menghela nafas nya, bagaimana caranya untuk bisa dekat lagi dengan Salsa, tanpa ketahuan oleh Rihana dan juga ibunya, karena mereka berdua sangat tak menyukai Salsa.
Setyo tak ingin sampai Salsa terluka kembali karena mereka.
"Aku harus pergi!" ucap Salsa mengejutkan Setyo.
"Kenapa?
"Urusanku sudah selesai, terimakasih telah membantu ku"
"Biar aku antar"
__ADS_1
Salsa terdiam untuk beberapa saat tapi kemudian mengangguk kan kepalanya, Salsa berjalan mengikuti Setyo di belakang, tapi tanpa Salsa sadari ada sepasang mata memperhatikan mereka berdua.
"Rupanya sudah punya pengganti nya!" ucap nya, menghadang jalan Salsa, Salsa terkejut saat melihat Ratna ada di hadapannya.
"Maksud kamu apa?"
"Apa kamu masih ingat tentang Danuarta, dengan pria tampan di samping kamu? kasihan Danuarta" ucap Ratna sinis.
”maksudnya apa ini?"
"Pikir saja sendiri!" ucap Ratna sambil melirik ke arah Setyo lalu pergi meninggalkan Salsa.
Salsa menarik nafas panjang, apa yang terjadi pada Ratna? kenapa dia berkata seperti itu. Salsa menoleh ke arah Setyo yang sedang memandang ke arah nya.
"Siapa dia?" tanya Setyo, merasa wanita itu sangat tidak menyukai Salsa.
"Artis senior aku, mba Ratna" jawab Salsa.
"Sepertinya dia sangat tidak menyukai kamu"
"Jangan pernah berburuk sangka, sudah lupakan dia, aku harus segera pulang" lanjut Salsa.
Setyo membukakan mobil untuk Salsa, dan Salsa pun segera masuk ke dalam mobil Setyo, tanpa curiga jika seseorang sedang mengabadikan moment tersebut.
Salsa banyak diam di mobil Setyo, Salsa memikirkan ucapan yang di katakan oleh Ratna tadi, entah apa maksudnya berkata seperti itu.
"Bagaimana kabar ibu mu?"
"Belum ada perkembangan, dia masih harus minum obat secara rutin" jawab Setyo.
"Bagaimana dengan kehamilan Rihana?" tanya Salsa pelan.
Setyo terdiam lalu, menggelengkan kepala nya perlahan, lalu berkata "aku melihat dia baik-baik saja selama ini!"
"Maksud kamu apa?"
”Nanti kamu akan tahu, bila waktunya tiba" jawab Setyo.
Tak terasa mereka sudah sampai di rumah, Salsa pun segera turun dari mobil Setyo.
Salsa segera berjalan masuk, tapi langkahnya terhenti saat melihat Danuarta menghadang jalannya.
"Kamu di sini?" tanya Salsa.
"Aku tak tenang, kemarin kamu pergi setelah mendengar perkataan Mamih ku"
Salsa tersenyum lalu berkata "aku baik-baik saja, tenanglah! Lagi pula semua yang di katakan ibu mu adalah benar" jelas Salsa.
__ADS_1
"Tapi"
"Aku sudah mendapatkan sebuah agensi yang akan mengurus semua keperluan aku"
"Tapi!"
"Maaf jika selama ini aku merepotkan kamu, aku lupa kalau kamu itu seorang pengacara bukan manager artis" lanjut Salsa.
"Tapi aku tidak keberatan"
Salsa tersenyum lagi "aku tahu, tapi aku tak ingin kamu lelah karena aku!"
"Aku tidak lelah!" protes Danuarta.
"Aku tahu"
"Lalu kenapa?”
"aku tak ingin kamu celaka karena aku"
"Kejadian kemarin bukan karena kamu" protes Danuarta lagi.
"Tapi ibu kamu, tak suka kamu bekerja dengan aku"
Danuarta menatap Salsa tajam ”benarkan, semua karena perkataan ibuku! Jangan dengarkan dia!"
"Aku tak bisa, maaf"
"Aku akan melepaskan kamu dari beban kamu"
"Kamu bukan beban aku!"
"Terima kasih atas bantuan kamu selama ini"
"Tidak!!" Danuarta menarik tangan Salsa kuat.
"Dengarkan aku, kamu bukan beban aku!" ucap Danuarta dengan nada yang agak tinggi.
"Tapi?"
"Soal ibu, itu urusan aku!"
"Tapi"
"Aku memang pengacara, sudah lama aku, merasa bosan dan lelah dengan pekerjaan aku itu, jadi saat kamu meminta aku menjadi manager kamu, aku menerimanya" jelas Danuarta.
"Maaf, tapi aku masih tetap pada keputusan aku!" ucap Salsa.
__ADS_1
Danuarta menatap tajam Salsa, bagaimana mungkin Salsa memutuskan hal ini, tanpa konsultasi dulu. Danuarta merasa kesal sekaligus marah, karena dengan berhentinya dia menjadi manager Salsa, Danuarta akan sulit bertemu dengan Salsa lagi, karena Danuarta tahu bagaimana sibuk nya seorang artis.