
Nyonya Nur merasa aneh, Setyo menanyakan kabarnya, sampai menyinggung wajahnya yang selalu terlihat pucat, tentu saja Nyonya Nur terlihat selalu pucat, karena sengaja dia tidak berdandan seperti biasanya, semenjak dia mengaku sakit parah pada Setyo, nyonya nur hampir melupakan semua make up nya, kadang Nyonya Nur berdandan tapi di saat Setyo sedang tugas keluar kota.
"Aku akan mengantar ibu cek di rumah sakit, aku melihat ibu tidak mengalami kemajuan, aku sangat khawatir" ucap Setyo lagi.
"Tidak usah, merepotkan kamu saja, lebih baik kamu perhatikan saja Rihana, perutnya makin membesar sekarang.
"Ingat di dalam perutnya ada calon anak kamu!" ucap Nyonya Nur, berlagak bijak di depan Setyo, padahal dia sendiri tidak perduli dengan kehamilan Rihana, yang dia pedulikan Setyo tetap bersamanya, hingga dirinya tetap bisa hidup sesuai keinginannya.
"Rihana baik-baik saja, ibu tak usah khawatir kan dia, jaga saja kesehatan ibu baik-baik, minum obat yang teratur" mendengar ucapan Setyo, Nyonya Nur meneteskan air matanya, dia merasa terharu dengan perhatian Setyo padanya.
Sebenarnya Setyo bukanlah anak kandungnya, Setyo adalah anak dari suaminya dari istri terdahulu.
Selama ini Nyonya Nur mengurus Setyo dengan baik, sampai-sampai Setyo selalu menurut padanya, hal itulah yang memang di inginkan oleh nyonya nur, karena nyonya nur tahu, harta yang suaminya punya sebenarnya adalah milik istri yang pertama, yang nanti pasti akan jatuh pada putranya yaitu Setyo.q
Dengan mengendalikan Setyo, nyonya nur berharap dapat menguasai harta nya Setyo juga, nyonya nur sangat pandai sekali menyimpan rahasia ini, hingga sekarang Setyo sama sekali tidak mengetahui perihal ini.
***
Danuarta yang pulang dengan wajah membiru, menjadi sasaran ceramah mamih nya, yang ujung-ujungnya Salsa yang akan di bahas Mamih nya.
"Semua pasti karena Artis baru itu kan? Mamih benar-benar tak suka, dia!"
__ADS_1
"Dia sangat baik mah!"
"Bagaimana baik, bisanya cuma mencelakai anakku,!"
"Bukan dia yang mencelakai ku!!" sentak Danuarta.
"Memang bukan dia yang mencelakai kamu tapi karena dia kamu celaka" timpal Mamih.
Danuarta terdiam, memahami kata mamih nya tersebut, lalu tanpa berkata apa-apa lagi Danuarta masuk ke dalam kamarnya untuk. beristirahat.
Danuarta menatap dirinya di cermin baru kemarin perbannya di buka kini wajahnya bengkak, memang benar kata Mamih karena Salsa semua terjadi tapi tetap saja semua bukan salah Salsa tapi salah orang yang iri pada Salsa.
Bagaimanapun Salsa tak bersalah dalam hal ini, dia hanya tidak beruntung selalu bertemu dengan orang-orang jahat di sekitar nya, yang ingin mencelakai nya.
Danuarta naik ke atas tempat tidur lalu berbaring di sana untuk melepas lelah setelah tadi berkelahi dengan Setyo.
Sedangkan Salsa yang tidak tahu ada perkelahian antara Setyo dan Danuarta sudah terlelap tidur di atas tempat tidurnya yang empuk.
***
Salsa terbangun lalu segera pergi ke dapur, untuk melihat apakah adik-adiknya sudah ada di sana.
__ADS_1
"Kalian pergi dengan ka Chika! kakak sedang banyak pekerjaan"
"Tenang saja, aku akan mengantar mereka sampai di sana dengan selamat" ucap Chika.
"Terimakasih, aku tahu kamu akan selalu bisa aku andalkan" ucap Salsa sambil tersenyum pada Chika.
Salsa merasa hatinya sedikit bahagia karena melihat sikap Chika sudah berubah padanya, masalah di rumah sudah selesai, nanti siang Salsa akan membereskan pekerjaan nya, Salsa telah memutuskan dengan bulat dia tidak akan menggunakan jasa Danuarta sebagai manager nya. Salsa akan bernaung di sebuah agensi hari ini.
Salsa di antar oleh Setyo, lalu mereka menemui Thomas, tidak butuh waktu lama akhirnya kesepakatan terjadi di antara Salsa dan Thomas sedangkan Setyo menjadi saksi mereka.
Setyo mengantar Salsa kembali ke rumahnya, kali ini Setyo untuk pertama kali masuk kembali ke dalam rumah Salsa, Salsa mempersilahkan Setyo masuk sebagai rasa terima kasihnya, kepada Setyo karena telah mempertemukan dirinya dengan Thomas, karena hampir saja Salsa putus asa, karena tidak tahu harus melakukan apa, jika Danuarta tidak lagi bersamanya.
Danuarta adalah segala nya buat Salsa dalam mejalani dunia keartisan nya, karena dari pertama Salsa menyanyi Danuarta lah menemaninya, sampai akhirnya Salsa di posisi sekarang, adalah berkat Danuarta.
Salsa tak pernah mengetahui ada pihak yang tidak suka Danuarta bekerja dengan dirinya, jika tahu pihak itu adalah Mamih nya Danuarta sendiri, mungkin dari awal Salsa tak akan meminta bantuan Danuarta.
Tapi kini nasi sudah menjadi bubur, dengan berat hati, Salsa harus melepaskan Danuarta.
"Kenapa?" tanya Setyo melihat Salsa termenung.
"Hanya ingat Danuarta!"
__ADS_1
Jantung Setyo terasa saat itu berhenti, mendengar nama Danuarta keluar dari mulut Salsa.
"Kamu harus bisa melupakan Danuarta, mulai saat ini"